MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
PENGUMUMAN


__ADS_3

🌺 INI ADALAH KARYA BARU SAYA YANG TERBILANG MASIH SANGAT POLOS DAN KURANG BAGUS. NOVEL YANG MASIH SANGAT KURANG TIDAK SEPERTI KARYA AUTHOR LAINNYA, MOHON DIMAKLUMI YAH SEMUA, SAYA MASIH AUTHOR BARU☺️🌺


🌷SEMOGA TERTARIK DAN SEMOGA SUKA🌷


*****


Cerita ini berkisah tentang seorang janda yang sudah 1 tahun bercerai dengan mantan suaminya.


Dia bercerai karena menikah tanpa cinta dan sekarang mantan suaminya itu sudah memulai hidup baru dengan istri barunya.


Usianya sekarang 23 tahun. Diusianya yang masih muda ini, seharusnya masih bisa untuk menikah lagi. Namun, karena trauma yang dia alami selama menikah dengan laki-laki atau mantan suaminya itu dia semakin menutup diri untuk menikah lagi.


Disisi lain seorang pria sedang membutuhkan seorang istri walau itu adalah paksaan dari nenek dan ibunya yang menginginkan seorang menantu.


Dia berfikir apa susahnya mencari seorang istri walau harus dengan paksaan. Lalu beberapa bulan ini sudah banyak sekali perempuan yang dia bawa kerumahnya untuk dikenalkan pada nenek dan ibunya. Namun ibu dan neneknya selalu menolak mereka dengan alasan kurang sopan berpakaian maupun berbicara, banyak tingkah, dan lain-lain, mereka bahkan terang-terangan mengatakan bahwa mereka tidak suka pada perempuan tersebut.


Ok kita masuk ajah ke ceritanya


let's go to write and read together.


...----------------...


14 Februari


Di dalam kamar mandi terdengar suara shower yang sepertinya seseorang sedang mandi.


"Grace, kamu udah siap mandi sayang?" sahut seorang wanita tua yang baru saja masuk kedalam kamar putrinya itu.


Grace Alifa Cecilia Prasetya itulah nama wanita yang berada dikamar mandi atau anak wanita tua itu, sedang wanita tua yang adalah ibunda dari Grace itu bernama Sania Putri Mirza dan suaminya Krisyanto Prasetya.

__ADS_1


"Belum Bun, adek belum siap. Tunggu bentar lagi Bun," jawab Grace yang ada di dalam kamar mandi sambil mengambil handuk dan memakainya.


Setelah keluar dari kamar mandi dilihatnya ibunda tercinta bunda Sania sudah duduk menunggu nya di kasur dengan makanan ditangannya.


Bunda Sania tersenyum melihat putrinya yang sudah siap mandi. Grace mendekati bunda Sania lalu duduk disampingnya.


"Bunda kok repot-repot sih, bawa makanan segala kan aku bisa ambil sendiri Bun, aku kan bukan anak kecil lagi," Grace merengek pada bundanya yang tersenyum mendengar perkataannya. Lalu mengambil makanan itu dari tangan bunda Sania.


"Gapapa, bunda gak repot kok kamu juga belum makan kan? Tadi bunda mau kesini, trus ingat kamu belum makan sekalian ajah bunda bawa kesini," Bunda Sania tersenyum pada putrinya itu.


"Makasih bunda udah bawa makanannya kesini. Omong-omong bunda kesini mau ngapain? Tumben banget," tanya Grace melihat bunda Sania yang sepertinya sedang lesu


"Bunda mau ngomong sesuatu sama kamu bisa?" tanya balik bunda Sania


"Bunda mau ngomong soal ayah? Maaf Bun bukannya adek gak mau denger tapi, adek lagi malas banget cerita soal ayah," lirih Grace sedikit lesu karena bunda Sania yang mulai berbicara tentang ayahnya yang sudah lama tidak berhubungan baik dengannya itu.


"Emang Grace peduli sama orang kek dia? Biarin ajah, dia kan gak pernah peduli sama Grace yang bukan anak kandungnya," gumam Grace sedikit kesal menjawab perkataan bunda Sania


"Grace, bunda tahu kamu kesel sama bunda sama ayah yang udah nyembunyiin soal kamu yang bukan anak kandung bunda sama ayah tapi, kamu itu putrinya bunda, kamu itu anaknya bunda, bunda sayang sama kamu begitupun dengan ayah nak," jelas bunda Sania dengan air mata yang bercucuran di wajah mulusnya itu


"Kalo ayah sayang sama Grace kenapa dia jual Grace sama cucu kakek tua yang kejam itu Bun? Dan membuat hidup Grace menderita, kenapa Bun kenapa?" sergah Grace menangis pilu pada bunda Sania yang juga ikut menangis


"Bunda ga bisa jawab kan? Aku tahu kok bunda sama ayah pasti bahagia setelah Grace pergi dari sini dan membuat hidup Grace menderita disana. Grace juga tahu kalo Grace itu dinikahkan sama laki-laki brengsek itu hanya karena utang,


iyakan bun?" Amuk Grace pada bunda Sania dengan wajah merahnya, mengeluarkan emosi yang membuat bunda Sania menangis sejadi-jadinya sedang Grace sudah pergi ke kamar mandi dan membanting pintu keras seakan melampiaskan amarahnya pada pintu.


Ayah Kris atau ayah dari Grace itu dulunya adalah seorang polisi dan sekarang sudah pensiunan.


Dulu ayah Kris adalah seorang polisi yang sangat handal dalam memakai pistol atau tembak menembak. Dengan jabatan sebagai kepala pasukan khusus. Namun, beberapa tahun yang lalu dia mengalami kelumpuhan di kakinya dan tulang tangan yang patah yang membuatnya tidak bisa bertugas lagi atau digunakan lagi.

__ADS_1


Dia frustasi karena hal itu yang membuat dia diturunkan dari jabatannya dan menjadi polisi biasa. Dia menggunakan tangan kirinya selama bertugas di kepolisian dan kaki palsu yang selalu dipakainya sampai sekarang.


Dia sangat tidak suka dengan posisinya yang sekarang dia selalu ingat akan posisinya yang dulu yang selalu disanjung dan dibanggakan oleh banyak orang. Dia frustasi akan hal itu dan membuatnya semakin drop dan ternyata dari dulu dia sedang mengalami penyakit tumor di kepalanya.


*****


Setelah selesai berganti pakaian Grace keluar dari kamar mandi dilihatnya bunda Sania yang sudah tidak ada lagi disana.


Dia kemudian berjalan kearah meja riasnya untuk berdandan seperti biasa, dia mulai menyisir rambutnya yang basah, mengoleskan sedikit polesan makeup di wajah cantiknya itu.


Dia terlihat sangat cantik setelah berdandan namun, saat dia menatap dirinya di kaca dia teringat kembali pada perkataan bunda Sania tadi, dia merasa bahwa kelakuannya itu memang sangat tidak wajar dia merasa sudah seperti anak durhaka. Dengan menyalahkan semua kekesalan dan amarahnya pada ayah Kris hanya karena ayah Kris yang menikahkannya dengan lelaki yang kasar dan brengsek itu.


Dia menangis mengingat kembali hidup yang dia lalui dulu dengan lelaki yang membuatnya menderita. Dia menyesal dan sangat menyesal mau menikah dengan lelaki seperti itu dan mungkin jika bukan karena hutang ayahnya, dia tidak akan mau untuk menikah dengan laki-laki itu walau dia memiliki kemewahan dan harta yang berlimpah sekalipun.


Grace kemudian berlari keluar mencari ayahnya. Saat yang dia butuhkan di lihatnya ayah Kris sedang duduk di sofa sambil menonton televisi dan sesekali memijat kakinya yang lumpuh itu dengan minyak oles.


"Ayah, maafin Grace, Grace tahu Grace memang anak durhaka Grace sudah salah sama ayah maafin Grace, yah selama ini Grace udah meluapkan kekesalan dan amarah Grace sama ayah dan selalu membuat ayah menangis padahal ayah yang selalu menjaga Grace sampai Grace bisa seperti ini. Menjadikan Grace seperti anak kandung ayah sendiri.


Maafin Grace yah, ayah bisa kok marahin Grace nampar Grace mau hukum Grace kayak dulu lagi Grace gapapa kok yah tapi Grace mohon sama ayah maafin Grace, ayah hiks," gumam Grace bersujud memohon di kaki ayah Kris yang duduk di sofa ruang tamu.


Dengan deraian air mata Grace meminta maaf pada ayahnya dan memohon ampun atas segala kelakuannya selama ini. Dia sangat menyesal telah melakukan hal itu pada ayah Kris hanya karena amarahnya pada ayahnya yang sudah menjualnya pada laki-laki itu.


**BERSAMBUNG


LIKE


KOMEN**


TERIMAKASIH.😊

__ADS_1


__ADS_2