
"Ma,mama tunggu ma,mama mau ngapain"tanya Frans yang tiba-tiba berlari kedalam ruangan ayah Kris membuat Frans juga berlari mengikuti mamanya serta Grace yang juga masuk kedalam ruangan ayah Kris itu .
Saat mama Alya sudah sampai di dalam ruangan ayah Kris dia meneteskan air matanya sejadi-jadinya dia sangat bahagia melihat wajah itu lagi.
"Ka Setya, kaka"ucap mama Alya pelan ditelinga ayah Kris hingga saat ayah Kris mendengar ucapan itu dan membuka matanya pelan dilihatnya sosok manusia yang amat sangat dia rindukan itu
"Alya"ucap ayah Kris lirih
"Iya ka ini Alya hiks..hiks"ucap mama Alya memeluk ayah Kris dengan deraian air mata yang tak bisa dibendung lagi
"Alya ku sayang Alya"ucap ayah Kris membalas pelukan mama Alya sambil mengutarakan beberapa kata, kata-kata yang sangat mama Alya rindukan dari ayah Kris kata-kata yang tak pernah didengarnya lagi selama 23 tahun ini
"Ka Setya kaka kemana aja selama ini dan kenapa Kaka bisa seperti ini ka"ucap mama Alya melepaskan pelukannya dari ayah Kris
"Ma.."lirih Frans di samping mama Alya dan membuat mama Alya melepaskan pelukannya dari ayah Kris
"Kaka ini anak ku Frans anak yang dulu yang selalu mengikuti Kaka dia akan menangis jika dia tidak ikut sama kaka hingga Kaka memanggilnya kucing pengikut Kaka masih kenal sama dia kan?" ucap mama Alya setelah menghapus air matanya saat dia melepaskan pelukannya dari ayah Kris disana dan mengangguk disana
"Ya kaka pasti ingat kucing pengikut kaka yang imut yang selalu ikut kemana kaka pergi dan selalu menangis jika tidak Kaka gendong dan bawa dia untuk ikut bersama kaka, Frans kemari nak"ucap ayah Kris merentangkan tangannya namun Frans masih bingung siapa orang yang ada didepannya ini kemudian melihat kearah mama Alya seakan bertanya siapa ayah Kris yang berada didepannya ini
"Frans ayo om kamu manggil kamu nak!"ucap mama Alya kemudian Frans mendekati ayah Kris memeluknya dan beberapa detik kemudian diapun melepaskan pelukan yang menghangatkan itu dan merasa seakan dia pernah merasakan pelukan hangat itu.
__ADS_1
Saat dia melepaskan pelukannya dari ayah Kris dilihatnya mama Alya lagi dia bingung ini baru pertama kalinya dia melihat pria ini tapi kenapa namanya terlihat sangat akrab dengannya.
"Dia om kamu om Setya Frans apa kamu ingat?"Ucap mama Alya
"Om Setya?"ucap Frans pelan mengingat kembali saat-saat dia masih kecil dulu
"Om Setya iya aku ingat sekarang om,om polisi ku"ucap Frans mengingat kembali masa kecilnya bersama ayah Kris
Sedang Grace yang tak tahu apa-apa hanya diam berdiri melihat keakraban itu dia bingung apa sebenarnya hubungan kedua orang ini dan apa yang terjadi kenapa mereka bisa sedekat ini.
"Ayah dimana yang lain"ucap Grace saat ayah Kris sudah mulai tenang disana
"Ka apa dia..dia"ucap mama Alya dengan wajah gembira terlihat dari pelupuk matanya yang sudah tergenang air mata sedang ayah Kris mengangguk sambil memegang tangan Grace dan sesekali mengelusnya dengan lembut
Mama Alya sedikit berlari kearah Grace yang berada di samping ayah Kris dan langsung saja memeluknya dengan erat ditemani dengan air mata yang membuat Grace bingung apa yang sebenarnya terjadi.Grace yang mendapat pelukan itu pun membalasnya dan sesekali mengelus punggung mama Alya dengan lembut.
Setelah beberapa saat mama Alya dan Grace saling melepaskan pelukan hangat itu mereka saling menatap beberapa detik hingga akhirnya mama Alya membuka suara kembali.
"Kamu sekarang sudah besar nak dulu saat kamu masih di gendongan mama kamu masih sangat kecil dan imut sekarang kamu sudah besar mama sangat merindukanmu"ucap mama Alya memeluk Grace kembali sedang Grace masih terlihat bingung apa yang terjadi sebenarnya
"Gendongan? Maksudnya? Apa jangan-jangan ayah.."ucap Grace dalam hati sembari melepaskan pelukan itu lagi
__ADS_1
"Maksudnya di gendongan apa ya ma?"tanya Grace bingung
Frans yang mendengarnya pun tersenyum dia merasa bersalah telah mengatakan kalau dia adalah orang jahat tadi padahal Grace itu adalah salah seorang perempuan yang amat dia sayangi dulu.
"Mama biar saya yang jawab pertanyaannya"ucap Frans mendekati kedua wanita itu sedang mama Alya tersenyum lalu mendekat pada ayah Kris dan memegang tangan ayah Kris mengelusnya lembut dan sesekali menciumnya disana
"Ceci kecil kamu pasti bingung kan apa yang terjadi disini hari ini?"ucap Frans dan diangguki Grace disana
"Ceci kecil? Maksudnya? Ada apa ini nama ku memang memiliki nama itu tapi kenapa aku dipanggil Ceci sama mereka?"ucap Grace dalam hati banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada ayah Kris sebenarnya ini ada apa dan kenapa
"Ceci kecil?"ucap Grace menatap Frans lagi dan Frans hanya tersenyum mendengar kepolosan anak itu
"Dulu kamu pernah di asuh sama mama Alya selama setahun di rumah lama kami dulu kamu datang kerumah itu masih sangat kecil baru berumur 1 bulan karena mama Alya sangat ingin mempunyai anak lagi dia pun mengasuh mu.Dulu kamu selalu berada di gendongan mama,mama tidak pernah mau melepas mu dia sangat menyayangimu bahkan aku sempat cemburu padamu karena mama lebih perhatian padamu di banding dengan ku dan aku memanggil mu Ceci kecil itu karena kamu yang masih sangat kecil dan beda beberapa tahun dariku"ucap Frans panjang lebar nun Grace yang mendengarnya masih terpaku diam dia masih bingung apa yang sebenarnya terjadi sewaktu dia kecil dulu.
Melihat Grace yang masih bingung ayah Kris pun membuka suaranya kembali menatap Grace dengan tatapan yang amat menyekat hati dia seakan menangis mengenang masa lalunya dulu.
"Sebenarnya kamu adalah anak sahabat ayah Grace nama ayah kamu Prasetyo sedang nama ayah adalah Setya bedanya dia memiliki nama berawal pra sedang ayah tidak.Dulu kami adalah sahabat yang tidak bisa dipecahkan siapapun walau memang jabatannya masih lebih unggul dari ku. Namun terjadilah saat dulu kami diperintahkan oleh pimpinan bahwa kami harus pergi ke luar kota untuk tugas penting, saat kami di luar kota dia pernah bercerita pada ayah kalau istrinya akan melahirkan sebentar lagi dan hanya menghitung hari saja, dia merasa lesu mengingat kalian berdua dia selalu kepikiran pada kalian.Hingga suatu hari saat hari dia akan pergi dia menitipkan kalian berdua padaku dia berada dipangkuan ku saat dia bernafas untuk yang terakhir kalinya dan menitipkan kalian berdua pada ayah"ucap ayah Kris panjang lebar hingga mengeluarkan air mata mengingat sahabatnya itu
"Dia juga menitipkan mama mu dan kamu pada ayah,ayah sangat merasa kehilangan saat itu dia sahabat terbaik ayah hingga dia dikuburkan ayah masih saja merasa sakit akan kepergiannya hiks..hiks..."tangis ayah Kris sambil bercerita tentang masa lalunya dulu bersama ayah kandung Grace atau sahabatnya Prasetyo
"Ayah tidak bisa melupakan kejadian itu ayah sangat bodoh waktu itu hingga ayah bisa kecebol an dan membuat ayah mu meninggal saat itu" ucap ayah Kris masih dengan tangisnya yang amat sangat mengerikan jika di dengar siapa pun itu.
__ADS_1