
"Alya kemari!"ucap ayah Kris dan diangguki mama Alya dan mendekatinya lalu ayah Kris memegang tangannya lembut
"Dia Alya kalian pasti sudah kenal sama dia dari foto kemaren, dia adalah adik kandung ayah dan kami sudah berpisah selama 22 tahun ini dan ini suaminya adik ipar ku dan juga sahabat ku selain ayah Grace"ucap ayah Kris
"Jadi Grace itu anak sahabat ayah?"tanya bunda Sania dan diangguki oleh ayah Kris
"Iya dan Alya adalah orang yang sempat merawatnya selama satu tahun dan ayah sudah menceritakan ini semua pada nya bahwa Grace itu adalah anak sahabat ayah dan dia dititipkan oleh ayahnya pada ayah dan ibunya juga meninggal saat Grace dilahirkan ke dunia dan ikut dengan suaminya Prasetyo"ucap ayah Kris menahan air matanya agar tidak terjatuh itu
"Lalu apa yang terjadi ayah, kenapa ayah tidak pernah mengatakan ini semua pada bunda sebelumnya? Kenapa ayah membohongi kami semua?"ucap bunda Sania dengan tangisnya
"Ayah tidak bermaksud untuk membohongi kalian ayah belum punya waktu yang tepat untuk menceritakan ini semua pada kalian bun"ucap ayah Kris disana
"Udah ka,kaka yang tenang dulu kita dengar penjelasan Ka Kris dulu ka"ucap Tante Abel menenangkan bunda Sania disana
"Lanjutkan saja ka,kami mendengarkan"ucap Tante Abel lagi
"Dan dia Frans keponakan ayah,anak mereka berdua. Alya ini istri kaka Sania kaka ipar kamu ini anak-anak kaka, dia Aldo dan dia Alfaro"ucap ayah Kris dan diangguki oleh mama Alya seraya tersenyum dan menerima salam dari kedua keponakannya itu
"Dan Hard dia adalah Ceci dia anak yang pernah kalian asuh dulu"ucap ayah Kris menunjuk Grace pada papa Hardi
"Dia Ceci? Anak yang selalu dipanggil Ceci kecil oleh Frans dulu?"ucap papa Hardi
"Iya Hard, dan perlu kalian tahu dia sudah menjanda sekarang dan itu semua karena aku"ucap ayah Kris menahan tangisnya lagi dan lagi mengingat masa lalu Grace dulu
"Apa? Kenapa bisa begitu ka apa yang terjadi?"tanya mama Alya serta Frans yang merasa bingung
"Dia menikah dengan laki-laki brengsek itu karena kami yang mempunyai utang besar pada kakeknya karena ayah harus diobati dan mengeluarkan banyak uang dulu"ucap bunda Sania dengan tangisnya
"Ya Tuhan, kenapa kaka ga ngomong sama kita ka?"ucap mama Alya
"Sebenarnya saya yang melakukan itu semua karena dia hampir mati waktu itu dan harus segera di operasi karena penyakit paru-parunya yang kambuh lagi dan saya juga ga tahu kalian itu siapanya ayah waktu itu dan saya tidak bisa apa-apa, ayah dulu sangat marah pada saya setelah tahu apa yang telah saya lakukan dia sangat marah mengetahui kalau kakek laki-laki itu ingin menikahkan Grace dengan cucunya dan ternyata setelah menikah hidup Grace sangat menderita dia diperlakukan seperti budak disana dan dilakukan dengan sangat tidak wajar"ucap bunda Sania menangis sejadinya disana mengingat kembali dulu saat dia yang meminta uang itu
"Astaga Tuhan, bagaimana bisa hidupmu harus seperti ini sayang"ucap mama Alya memeluk Grace dan juga ikut menangis meratapi nasib anak itu
"Maafkan saya,saya yang seharusnya disalahkan atas semua ini kalian bisa saja memaki saya"ucap bunda Sania
"Tidak ka, ini semua sudah takdir apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur tidak bisa diubah lagi"ucap mama Alya mendekati bunda Sania seraya memeluknya erat sedang yang lainnya hanya diam mendengarkan dengan tatapan lesu dan juga sedih mengingat kisah itu lagi
"Dan Setya, gw mau nanya apa yang terjadi kenapa lo bisa selamat dari letusan bom itu?"ucap papa Hardi
__ADS_1
"Sebenarnya.."
***
#FLASH BACK OFF#
🌷22 TAHUN YANG LALU🌷
"Kaka mau bawa dia kemana?"teriak mama Alya pada ayah Kris yang sedang menggendong seorang bayi yang ternyata adalah Grace
"Kaka mau bawa dia jalan-jalan mumpung Frans masih disekolah nanti dia ngikut sama kaka Kaka mau berduaan dulu sama peri cantik Kaka ini"ucap ayah Kris sedikit keras disana lalu mencubit kecil hidung Grace dan membuatnya tersenyum
"Ya baiklah tapi jangan lama-lama yah cepat pulang"ucap mama Alya
"Siap bos"ucap ayah Kris lalu berjalan masuk kedalam mobilnya sambil mengambil susu yang sudah disediakan mama Alya untuk Grace kini umur Grace masih 1 tahun dan masih belum bisa berjalan dia masih bisa kesana kemari dengan bantuan.
Pada saat ayah Kris ingin masuk tiba-tiba pintunya macet dan tidak bisa dibuka, tidak tahu kenapa, dia pun melihat ada tempat persembunyian atau tempat bermain anak-anak di parkiran yang terbuat dari logam tebal dan berbentuk lingkaran mungkin itu milik Frans atau tempat nya bermain, dia pun meletakkan Grace di tempat itu.
"Kamu disini dulu ya sayang om mau buka mobil dulu! sebentar ya"ucap ayah Kris disana sedang Grace terlihat senang berada di tempat itu
Beberapa saat kemudian setelah dia meminta bantuan pada satpam disana mobil ayah Kris pun bisa dibuka lagi dan mesinnya juga bisa di nyalakan.
"Ayok kita masuk"ucap ayah Kris setelah mengambil Grace dari tempat itu
Namun saat itu Grace sangat menginginkan logam yang tidak terlalu berat dan tidak besar itu ayah Kris pun mengambilnya untuk Grace agar tidak menangis nanti jika dia tidak bisa memiliki nya lalu memasuki mobil bersama Grace.
Setelah masuk diapun meletakkan Grace di sampingnya lalu menyalakan mesin mobilnya hingga saat dia sedang didepan gerbang rumah dan satpam yang sedang membuka gerbang untuknya pun mendengar sesuatu berbunyi didalam mobil itu.
Tit,,tit,,tit,, begitulah kira-kira suara yang didengarnya itu.
"Suara apa itu? Apa cuman perasaan ku saja ya?"ucap ayah Kris dalam hati lalu melajukan mobilnya dengan lambat.
Saat dia melajukan mobilnya sedikit jauh dari gerbang tiba-tiba mobil ayah Kris meledak hingga suara ledakan mobil itu terdengar sampai kedalam rumah. Mama Alya yang mendengar ledakan itu terkejut dilihatnya dari jendela rumah ternyata itu adalah mobil kakanya ayah Kris.
Dia berlari ter panting-panting menuju tempat ledakan itu hingga dia hampir terjatuh dari tangga saking cemasnya pada ayah Kris dan Grace.
"Ka Setyaaaa"teriak mama Alya setelah sampai di gerbang dia dilarang oleh orang-orang yang mendengar ledakan itu, mendekati mobil ayah Kris mereka takut jika nanti mobil itu kembali meledak.
Dan ternyata tak butuh waktu lama mobil itu kembali meledak dan membuat orang-orang disana ketakutan melihatnya.
__ADS_1
"Ka Setya, Kaka"teriak mama Alya lagi dan ingin berlari kesana untung saja satpam disana menangkapnya agar dia tidak terkena ledakan seperti itu lagi nanti
"Aku mau kaka ku, ka Setya..." ucap mama Alya hingga pingsan disana
Para tetangga maupun orang yang juga menyaksikan ledakan itu sudah menghubungi polisi karena mereka tidak mau terjadi sesuatu nantinya jika mereka bertindak sendiri.
Sedang mama Alya yang pingsan itu sudah dibawa ke dalam rumah dan menghubungi papa Hardi segera.
"Apa? Baiklah saya pulang sekarang"ucap papa Hardi berlari keluar dari perusahaan dan menghubungi supir untuk segera menyiapkan mobil untuknya pulang.
Setelah sampai di rumah papa Hardi yang sudah menemukan mama Alya sadar dia pun memeluk istrinya itu dengan erat sedang mama Alya masih saja menangis disana.
"Papa ka Setya sama Grace papa mereka dimana mereka baik-baik saja kan?"ucap mama Alya menangis di pelukan suaminya itu
"Kamu yang tenang sayang, kita pasti menemukan mereka, mereka pasti baik-baik saja"ucap papa Hardi meyakinkan mama Alya yang selalu menangis itu
Setelah keadaan mama Alya tenang polisi pun mendatangi papa Hardi untuk membicarakan tentang kejadian itu.
"Sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja membuat sebuah bom di mobil pak Setya karena dari penyelidikan yang kami lakukan tadi kami menemukan butiran bom yang di perkirakan adalah bom berdurasi kecil namun dapat menimbulkan beberapa kali ledakan"ucap polisi tersebut
"Lalu apakah korban masih terlihat pak?"ucap papa Hardi
"Maaf kan kami pak tapi kami tidak menemukan seorang pun disana kami hanya menemukan seutas pakaian yang berada di depan setir mobil yang dipakai pak Setya tersebut"ucap pak polisi menjelaskan
"Baiklah pak tapi saya mohon tolong temukan kaka saya serta bayi yang dibawanya mungkin kah mereka masih hidup pak?"ucap papa Hardi
"Kemungkinan masih iya tapi kami tidak tahu apa mereka menghilang atau bagaimana kami hanya bisa memastikan bahwa memang tidak ada korban di dalam mobil tersebut"ucap pak polisi
"Kami akan melakukan penyelidikan lagi untuk lebih mengetahui apa sebenarnya yang terjadi kenapa bom tersebut berada di dalam mobil tersebut"ucap pa polisi lagi
"Baiklah pak tapi saya mohon pak tolong temukan kaka saya dan bayi itu kami sangat berharap penuh pada kalian untuk menemukan mereka apapun yang terjadi tolong temukan mereka pak"ucap papa Hardi memohon
"Kami akan melakukan semampu kami pak kami akan coba mencari kearah tempat jurang di seberang sana siapa tahu mereka berdua keluar sebelum ledakan dan berlari kesana"ucap pak polisi itu
"Baik pa saya tunggu kabar dari bapak"ucap papa Hardi
"Baik kalau begitu kami permisi pak Hardi kami masih harus bekerja lagi"ucap pak polisi
"Baik pak terimakasih"ucap papa Hardi
__ADS_1
"Sama-sama pak Hardi kami permisi"ucap pak polisi beranjak dari sana setelah diangguki oleh papa Hardi disana.