MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps.04. APA? AYAH DROP LAGI?


__ADS_3

"Bun aku pergi sebentar yah" ucap Grace berjalan mendekati bunda Sania untuk meminta izin pergi ke toko roti miliknya yang dia bangun sekitar setengah tahun yang lalu itu dan membangunnya tanpa bantuan dari siapapun


Dia membangun toko roti itu sendirian dengan jerih payahnya dengan mengikuti beberapa kontes masak-memasak yang sering dia ikuti di media sosial maupun majalah yang sering dia baca.


Bunda Sania yang pintar masak adalah juru chef-nya dirumah, dia belajar dari bunda Sania setiap harinya yang memang pintar dalam hal memasak termasuk memasak kue dan roti.


Dia belajar banyak hal dari bunda Sania hingga dia bisa menang beberapa lomba memasak dengan upah yang cukup besar dan alhasil dia bisa membangun toko rotinya sendiri yang dikagumi oleh banyak orang karena kelezatannya dan kenikmatannya itu.


"Mau pergi kemana sih pagi banget"ucap bunda Sania pada Grace yang sudah rapi dengan sedikit polesan make up diwajahnya yang membuat wajah cantiknya itu terlihat mulus dan bercahaya


"Aku mau ke toko Bun, udah beberapa hari ini aku ga kesana mungkin aku pulang ke sorean, nanti aku pergi sama Rania kok bun, bunda ga usah khawatir"ucap Grace pada Bunda Sania yang sedang merapikan meja makan yang berantakan itu


"Ayah sama yang lain kemana Bun, kok ga keliatan dari tadi" ucap Grace yang tidak melihat seorang pun dirumah kecuali bunda Sania yang sedang beberes rumah yang menjadi pekerjaannya setiap hari


"Ayah baru ajah keluar katanya sih, mau ada pertemuan dengan teman-temannya dari kepolisian dan mereka lagi butuh bantuan ayah buat cari pelaku pembunuhan kemarin,


kalo Tante kamu Abel barusan aja pergi katanya mau ketemu sama sahabat kecilnya,


kalo kk kamu Aldo sama Alfaro kamu tau sendiri mereka kan masih kuliah dan Clark juga baru masuk kuliah kan di universitas yang sama, sama Kaka kamu jadi ga ada satu orang pun dirumah" ucap bunda Sania panjang lebar dan hanya diangguki oleh Grace disana


"Bunda pikir kamu ga keluar jadi bunda punya teman dirumah, ehh! ternyata kamu mau pergi juga huft,,,," ucap bunda Sania lagi menghela nafas sedikit lesu karena Grace yang akan pergi


"Yah mau gimana lagi Bun aku ga bisa ninggalin toko hari ini soalnya pesanan lagi banyak banget dan kita lagi butuh staf Bun dan kalo Grace ada disana kan bisa bantu-bantu nanti"ucap Grace memakan apel yang ada ditangannya sambil menunggu Rania datang


Tak butuh waktu lama terdengar suara klekson dari luar pertanda Rania dengan motornya sudah sampai di depan rumah Grace untuk menjemput Grace dan pergi ketoko bersama.


Rania adalah teman sekaligus lawan tanding dari Grace sewaktu lomba masak kemaren dia bertemu dengan Rania disana dan berteman dengannya.


Sejak saat itu mereka berhubungan dengan baik, hingga waktu itu Rania memiliki masalah dengan pekerjaannya atau dipecat dari tempatnya bekerja dan meminta bantuan pada Grace dan saat yang dibutuhkan Grace juga membutuhkan seorang teman chef di tokonya lalu dia pun memberikan pekerjaan pada Grace dan membuatnya menjadi chef di tokonya itu.


"Bun aku pergi ya, Rania udah didepan tuh, bunda gapapa kan dirumah sendirian" ucap Grace khawatir jika bunda Sania akan kesepian jika dia pergi nanti


"Gapapa kok kamu pergi saja jangan khawatirin bunda, bunda kan udah biasa tinggal sendirian dirumah, udah kamu pergi saja sana" ucap bunda Sania membuat Grace bergegas mengambil tasnya dan sedikit berlari keluar rumah


"Yaudah aku pergi ya Bun, bye"ucap Grace melambaikan tangannya pada bunda Sania yang dibalas oleh bunda Sania dengan senyuman.


Ditempat lain,


Frans yang sudah berpakaian lengkap dan kemeja yang senada dengan sepatu dan jam tangan itu berjalan menyusuri ruang makan yang sudah dihuni oleh 4 orang makhluk yakni kedua orangtuanya mama Alya dan papa Hardi dan kedua adik kembarnya Ananda dan Bagas yang selalu saja ribut itu.


Frans duduk dikursi yang biasa dia duduki jika sedang makan. Setelah duduk dilihatnya adik perempuannya itu yaitu Ananda atau yang biasa disebut Ana itu sedang marah pada kakaknya Bagas dia terlihat cemberut disana dan saling diam dengan Bagas yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Ana! kamu kenapa kok cemberut gitu?" tanya Frans melihat adiknya yang masih saja memasang wajah cemberut dan marah


"Gapapa kok ka, Ana cuman kecapean ajah soalnya tadi malam begadang jadi kurang tidur" ucap Ana berbohong pada Frans


"Pasti Bagas buat masalah lagi," ucap papa melihat Bagas yang langsung menaikkan kepalanya saat papa Hardi mengatakan kata-kata itu


"ng,,gak kok pa, Bagas ga bikin masalah sama dia, dia aja yang terlalu posesif sama Bagas" ucap Bagas sedikit gugup menjawab perkataan papa Hardi barusan


"Ma, pa, ka frans, Ana pamit yah Ana udah siap makan." ucap Ana dingin menatap kedua orangtuanya dan Frans bersamaan kemudian beranjak berdiri dari tempat duduknya, berjalan keluar dengan seragam putih dan kotak-kotak yang hampir setiap hari dipakainya itu.


"Iya!" ucap mama Alya dan papa Hardi dengan Frans yang tahu kenapa adiknya seperti itu


"Ma, pa, ka aku juga pamit yah," ucap Bagas bergegas keluar sambil meminum susu yang ada didepannya mengikuti Ananda yang sudah sampai di depan pintu itu


"Na tunggu gw, kita pigi bareng Na!"ucap Bagas sedikit keras memanggil Ana yang sudah membuka gagang pintu itu


"Mereka kenapa sih ma?" tanya Frans pada mama Alya yang sedang membereskan piring kedua anak itu Ana dan Bagas


"Mama juga ga tahu kenapa, dari tadi mama tanya ga ada yang jawab cuman bilang gapapa ajah sama mama, sama kek kamu tadi." ucap mama Alya pada Frans yang sudah selesai makan itu


"Yaudah pa, ma aku pamit yah," ucap Frans menyalami mama dan papanya lalu beranjak berdiri dan berangkat kekantor bersama Mark yang sudah menunggunya diluar.


SKIP


Beberapa jam kemudian Frans yang sudah berada di ruangannya sedang menatap laptop yang ada didepannya itu dan mengutak-atik nya dengan kedua tangannya.


Lalu beberapa detik kemudian dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 siang lewat seperempat jam itu.


Dia beranjak berdiri, mengeluarkan hpnya dari saku jasnya lalu menelepon Mark untuk mengajaknya makan siang bersama diluar. Mark tidak bisa menolak keinginan tuannya itu dan terpaksa harus menuruti Frans untuk makan siang bersama.


.


.


.


.


.


Hari ini Grace memiliki orderan roti maupun kue yang sangat banyak, dari pagi dia tidak punya waktu luang untuk berhenti sejenak dan makan siang saking banyaknya orderan kue yang alamatnya cukup jauh dari toko.

__ADS_1


Dia memarkir motornya di depan sebuah gedung besar dan menjulang tinggi itu, dia mengambil kue dari box yang sedikit besar yang ada dibelakangnya lalu menggelangkannya ditangan mungil nan putih bersih itu lalu berjalan masuk kedalam gedung.


Setelah sampai di lobi kantor itu Grace mendekati 2 orang resepsionis cantik yang sedang duduk bercengkerama disana, karena ini memang waktu makan siang dan bukan waktu bekerja.


"Permisi mbak, saya mau tanya apa pak Frans Adizero Karlos ada?" tanya Grace pada kedua resepsionis cantik itu.


"Maaf mbak ada perlu apa yah dengan pak Frans?" ucap resepsionis itu


"Ini ada pesanan kue atas nama pak Frans Adizero Karlos apa orangnya ada mbak?" ucap Grace lagi dan membuat kedua orang itu bingung


"Pesanan kue? Dari siapa yah mbak yang saya tahu pak Frans tidak memesan kue apapun" ucap resepsionis berusername Gina itu


"Tapi mbak, tadi pagi seseorang memesan kue ini atas nama Frans Adizero Karlos mbak dan alamatnya juga sesuai mbak" ucap Grace pada resepsionis itu


"Mungkin pak Frans mesan kue kali tapi kita ga tahu mungkin juga lupa kasih tahu kekita biasanya kan pak Frans selalu kasih tahu kita kalo mau mesan sesuatu" ucap resepsionis cantik yang berusername Vero itu dan diangguki resepsionis Gina


"Yasudah mbak berikan pada kami saja dan nanti kami akan memberikan kue ini pada pak Frans berhubung ini waktunya makan siang dan mungkin pak Frans sedang makan siang sekarang" ucap Gina pada Grace


"Baiklah, ini mbak kuenya" ucap Grace memberikan kue itu pada kedua resepsionis itu


"Kalau begitu saya permisi ya mbak terimakasih" ucap Grace sopan.


Setelah selesai dengan masalah orderannya Grace kemudian berjalan keluar dari gedung itu dan tiba-tiba hpnya berbunyi tanda seseorang meneleponnya, terlihat sebuah nama disana yang adalah kakaknya Aldo.


"Halo ka" ucap Grace setelah telepon itu dijawabnya


"Halo Grace kamu dimana?"


"Aku lagi nganter pesanan ka, ini mau pulang" ucap Grace


"Cepat ke RS Grace, ayah drop lagi, masuk UGD dan harus dioperasi secepatnya" ucap Aldo dengan nafas berat dan khawatir pada Grace


"Apa? ayah drop lagi?" ucapnya


Dugh,,,dugh,,,dugh,,,


Jantung Grace berdegup kencang mendengar pernyataan dari kakaknya itu dan mulai meneteskan air mata setetes demi setetes.


"Halo! Grace, kamu masih disana kan?" ucap Aldo sedikit khawatir


"Iyah ka aku masih disini" ucap Grace dengan air mata yang masih terus menetes di pipi tembem dan mulusnya itu.

__ADS_1


__ADS_2