MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 38. GALERY QUEEN'S LONDON


__ADS_3

Sabtu, 10:6


"Argh, segarnya. Badanku rasanya sangat sakit, dan semuanya gara-gara mas Frans."gerutu Grace saat berada di dalam kamar mandi sedang berendam di dalam bathtub


"Ow astaga aku sampai lupa, bunda dan ayah pasti marah pada ku. Sudah 2 hari aku di sini dan tidak memberi kabar apapun pada mereka,"ucap Grace menepuk kecil jidatnya dan kemudian beranjak berdiri untuk mengambil hpnya dari atas wastafel di sana


Tut Tut Tut


"Kenapa mereka tidak bisa di hubungi, apa sesuatu telah terjadi? Aku akan mencoba menelfon yang lain,"ucap Grace sedikit cemas karena sedari tadi dia sudah mencoba menghubungi ayah Kris dan bunda Sania di sana namun tidak ada yang mengangkatnya


"Ada apa ini? Aku jadi cemas."ucapnya saat terus menghubungi keluarganya namun belum ada juga yang mengangkat teleponnya itu


"Ka Faro, ayok dong angkat teleponnya."ucap Grace menelepon kakanya Faro namun masih sama saja, tidak bisa di hubungi.


Setelah beberapa menit Grace bergelut dengan gadgetnya di sana, dia kemudian teringat sesuatu.


"Astaga Grace, kamu bodoh sekali. Kamu sedang ada di London sekarang, jam nya saja sudah berbeda. Bloon banget sih, gw."gerutunya pada dirinya sendiri, karena kebodohannya dia tidak ingat kalau dia sekarang sedang di London dan tidak sedang di Indonesia


"Jam berapa sekarang? Hah, ini masih jam 10 pagi berarti di Indonesia sekarang masih jam 3 pagi. Hehe, pantesan ga ada yang angkat telepon ku, ternyata di sana masih pagi."ucapnya kembali tenang lalu di letakkan nya kembali hpnya di samping kanan atas bathub itu


"Sayang, kamu udah siap belum?"ucap Frans tiba-tiba mengetok pintu kamar mandi dan membuat Grace sedikit terkejut di sana


"Bentar lagi mas."ucapnya sedikit berteriak dari dalam kamar mandi


"Yaudah, aku tunggu,"ucap Frans beranjak duduk diatas sofa kamar dan memainkan gadgetnya di sana.


Tak lama kemudian Grace yang sudah selesai mandi itu membuka pintu kamar mandi dengan pelan, Frans yang melihatnya seketika menengadahkan kepalanya kearah istrinya lalu tersenyum hangat padanya.


"Ci, kita jalan-jalan yuk. Sekalian aku akan ajak kamu ke tempat kesukaan ku disini,"ucap Frans melipat kedua tangannya diatas dada


"Hayuk, tapi kita mau kemana mas?"ucap Grace mendekati suaminya dengan sangat antusias


"Ganti baju mu dulu, aku tidak akan bisa pergi jika kau selalu memakai handuk itu di tubuh mu. Mungkin kita tidak akan pergi juga,"ucap Frans tersenyum nakal dan berkedip, mendengar itu seketika Grace langsung menutup bagian dadanya yang sedikit terbuka itu


"Ah, aku sampai lupa. A..aku ganti baju dulu, mas tunggu di sini yah,"ucap Grace merasa malu dan berlari menuju ruang ganti dengan tangan masih menutup bagian dadanya.

__ADS_1


Beberapa menit Frans menunggunya di dalam kamar sambil memainkan gadgetnya sampai-sampai dia merasa bosan di sana.


"Ci, udah siap belom?"teriak Frans sedikit keras


"Tunggu bentar mas, aku masih dandan nih,"teriak Grace masih berada di depan kaca ruang ganti dan memakai sedikit polesan di sana


"Kalo gitu aku tunggu di luar yah,"ucap Frans berjalan bosan keluar dari kamar sedang Grace yang baru saja siap memakai lipstiknya langsung berlari keluar dari ruang ganti dan tidak melihat Frans di sana


"Udah keburu turun lagi,"ucapnya tak melihat Frans di sana


Grace keluar dari kamar dengan sedikit terburu-buru, namun karena tubuh bagian bawahnya yang masih sedikit sakit dan perih akibat ulah suaminya tadi pagi membuatnya tidak bisa berlari dengan cepat menuju lantai bawah, dia hanya bisa berjalan sedikit cepat agar bagian bawahnya tidak semakin perih dan sakit lagi. Hingga Melani yang baru ingin masuk ke kamarnya dan melihat Grace yang buru-buru itu membuka suara.


"Kaka buru-buru banget mau kemana ka? Penampilan Kaka juga cantik banget,"ucap Melani saat Grace mulai berjalan mendekat, mendengar itu Grace seketika berhenti di depan Melani


"Hah, kaka mau keluar dulu sama mas Frans, kamu kok masih di sini bukannya kamu sekolah hari ini?"ucap Grace sedikit lelah, Melani yang mendengarnya tertawa menggelegar


"Kamu kok ketawa sih,"ucap Grace bingung


"Hahaha, Kaka ku cantik ini itu akhir pekan ka mana ada hari libur begini masuk sekolah, disini tu ga ada sekolah buka hari Sabtu disini itu di libur in"ucap Melani masih dengan tawanya Grace yang mendengarnya seketika menepuk jidatnya pelan


"Astaga, aku lupa. Aku pikir ini masih hari Jumat , huh!"tarik nafas Grace saat tahu kalau hari ini adalah akhir pekan dan tidak ada sekolah di hari ini


"Iyah, ka. Happy day yah ka,"ucap Melani saat Grace melambaikan tangannya padanya


"Ok,"teriak Grace tanpa menatap Melani ke atas


*


*


*


"Mas, kita mau kemana sih ini?"ucap Grace berjalan sambil bergandeng tangan dengan Frans dan pasti itu adalah paksaan dari Frans


Grace sudah menolaknya dari tadi karena dia merasa malu dan enggan saat di gandeng oleh Frans dan dilihat orang-orang banyak di sana tapi karena Frans selalu memaksa untuk menggandeng tangannya, akhirnya Grace pun menyerah dan mau untuk di gandeng dan tidak mau berdebat lagi karena mereka sempat berdebat kecil karena masalah itu tadi.

__ADS_1


"Udah ikutin aja, nanti kamu juga tahu"ucap Frans dingin dan terus menggandeng tangan Grace dengan erat di sana


Sudah beberapa menit mereka berjalan menuju tempat yang ingin mereka tuju. Dan akhirnya setelah Grace dan Frans berjalan beberapa langkah ke depan mereka pun sampai tempat itu, sedang Grace yang sedikit lelah karena perjalanan yang cukup panjang itu merasa lega karena mereka sudah sampai di tempat kesukaan Frans.


Saat mata Grace menatap lekat bangunan besar dan cukup tinggi didepannya, Grace seketika menganga dan takjub melihat bangunan indah dan megah itu.


"Ini beneran mas, ini—ini ga mimpi kan?"ucap Grace takjub dan menepuk kecil pipinya tidak percaya


"Iyah, sayang. Ini adalah tempat kesukaan ku di London dan tempat ini sangat bersejarah bagiku bersama kakek dulu"ucap Frans menarik nafas dalam mengingat masa dulu bersama kakeknya di sana


"Ini itu galeri internasional London kan mas? Galery Queen's London?"ucap Grace antusias, Frans mengangguk tersenyum di sana.



(Area luar Gallery Queen's 🤗)


ini itu Gallery paling terbaik dan terkeren di London city. Setiap hari banyak banget orang/pengunjung yang ingin berkunjung kesini dan pastinya orang yang berkunjung itu bukan hanya masyarakat London saja tapi dari beberapa negara pun ada di sana.


"Hah, ini itu tempat paling pengen aku kunjungi mas ini adalah tempat yang paling aku impikan sejak dulu,"ucap Grace antusias dan menatap Frans lekat



(Bagian samping Gallery Queen's London 😁)


"Owh yah?"ucap Frans menatap lekat Grace dan tersenyum manis melihat istrinya yang serasa sangat lucu baginya itu


"Iyah, dan ini itu adalah mimpi yang paling ingin aku gapai mas, aku pengen banget bisa dateng dan masuk kedalamnya. Dan akhirnya gara-gara mas Frans aku bi.. mmmph"ucap Grace bercerita panjang lebar, Frans yang melihat itu seketika menarik pinggang Grace dengan cepat dan mendekam bibir Grace dengan bibirnya lembut.


Lama mereka melakukan perg*latan bibir itu, suara dec*pan pun sesekali terdengar di sana. Hingga saat Grace sudah kehabisan nafas dan menepuk pelan dada Frans, baru Frans mau melepas pag*tan itu dengan lembut.


"Hah, hah, hah mas Frans ga tahu tempat banget sih, hah di sini kan banyak orang mas!"ucap Grace dengan nafas lelahnya sehabis melakukan perg*latan bibir itu, sedang Frans yang mendengarnya tersenyum nakal melihat istri kecilnya ini masih bisa mengoceh pada dirinya dengan nafas yang masih tersengal-sengal itu.


"Iyah, maaf. Habisnya bibir kamu candu banget buat aku sayang,"ucap Frans tersenyum manis dengan masih merangkul mesra pinggang Grace


"Tapi kamu keterlaluan ga bilang-bilang ciumnya,"ucap Grace sedikit murung

__ADS_1


"Iyah, sayang maaf yah. Yaudah dari pada murung gitu kita masuk yuk,"ucap Frans mengajak Grace dengan antusias sambil melepas rangkulan itu dengan lembut, sedang Grace yang di ajak tersenyum lembut dan mengangguk


"Ayok,"ucap Grace bahagia dan girang kembali dan tak lupa Frans menggandeng tangan Grace erat memasuki galeri itu bersama.


__ADS_2