
Pada saat yang sama Frans yang akan makan siang diluar bersama Mark sedang berjalan menuju lobi kantor.
Setelah sampai di lobi, Gina dan Vero resepsionis yang berbicara dengan Grace tadi menyapanya dan memberitahu perihal kue yang diantar oleh Grace barusan.
"Selamat siang pak Frans" ucap resepsionis bernama Gina itu
"Iya siang, ada apa" ucap Frans dingin
"Saya cuman mau memberikan ini pak kue pesanan bapak" ucap Gina disana
"Kue? Saya tidak memesan kue" ucap Frans heran pada mereka berdua
"Siapa yang mesan kue? Saya tidak memesan apapun" ucap Frans lagi
"Tapi pak kue ini atas nama pak Frans" ucap Gina bingung
"Siapa yang mesan kue?" batin Frans bertanya siapa orang yang memesan kue atas namanya dan beberapa detik kemudian dia mulai membuka suara kembali
"Yasudah kamu simpan saja disana nanti saya ambil setelah makan siang" ucap Frans pada Gina dan Vero lalu diangguki mereka bersama
"Baik pak" ucap Gina
"Owh ya orang yang anter kue itu masih disini ga?" ucap Frans pada kedua resepsionis itu, dia ingin menanyakan perihal kue yang dipesan itu dia bingung kenapa ada pesanan kue atas namanya padahal dia tidak memesan apapun dari tadi pagi
"Di sana pak, perempuan yang sedang melakukan telepon itu" tunjuk Vero pada Frans
Mata Frans tertuju pada perempuan yang tak lain adalah Grace yang sedang melakukan panggilan telepon disana hingga saat dia melihat Grace tak sengaja Frans melihat AC rusak yang ada diatas Grace hampir terjatuh.
__ADS_1
Frans berlari kencang menuju Grace yang tidak sadar sedang dalam bahaya itu.Hingga AC itu terjatuh dan Grace masih tidak sadar akan hal itu dia yang masih khawatir akan keadaan ayahnya di RS sekarang.
"Awas......"teriak Frans keras, membuat Grace melihat Frans yang berlari kearahnya kemudian melihat AC yang ada diatasnya yang hampir mengenai tubuhnya itu dengan kaget.
Frans langsung saja memeluk tubuh Grace dan menelungkupkan kepala Grace ke dalam dada bidang miliknya itu dan
Bughhhh,,,,,
Punggung Frans pun terkena AC itu, semua orang yang ada disana termasuk Mark yang melihat kejadian itu langsung berlari melihat keadaan Frans yang sudah terlihat kesakitan itu tak lama kemudian Frans melepaskan pelukan itu dan merasa kesakitan di area punggungnya sebelah kiri.
"Tuan anda tidak apa-apa?" tanya Mark
"Saya baik-baik saja Mark, kamu ga usah khawatir" ucap Frans memegang punggungnya yang terasa sakit terkena AC tadi sedang Grace yang ketakutan masih terlihat gemetar disana mungkin dia merasa takut dengan kejadian tadi hingga nafasnya saja tidak teratur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
teriak Ana yang diserempet motor besar dan tinggi itu hingga Bagas yang mengantar dia tadi turun dari mobilnya saat dia yang akan pergi juga ke sekolahnya yang berbeda dengan Ana.
"Ana loh gapapa kan?" tanya Bagas pada Ana yang terjatuh diaspal dengan kaki yang terluka
"Eh turun loh, loh kan yang udah nyerempet Ana sampe luka gitu?" ucap Bagas marah dan menarik kerah baju orang yang menyerempet Ana tadi ketika melihat orang yang menyerempet adiknya itu berhenti sedikit jauh dari Ana
"Eh slow man! dia juga yang ga hati-hati udah liat dan denger motor gw datang dari belakang dia malah jalan santai di tengah jalan lagi gimana ga keserempet tuh bocah" ucap laki-laki yang menyerempet Ana itu dan melepas paksa tangan Bagas dari kerah bajunya
yang di golom kuat oleh Bagas
"Bagas udah, aku yang salah kok jalan gak liat-liat, aku juga gapapa! maaf yah, ka aku ga hati-hati tadi" ucap Ana pada Bagas dan pria itu dengan lesu sambil berjalan kearah Bagas dengan kaki tengkat
__ADS_1
"Khmm" ucap laki-laki yang tak lain adalah Kaka senior dari Ana itu. Namanya Nando dia anak paling pintar dan populer disekolah namun juga memiliki perilaku buruk yang membuat para guru-guru tidak tahu harus berbuat apalagi pada anak itu.
Nando menyalakan motornya dan mulai memasuki sekolah sedang Bagas tidak suka dengan Ana yang malah meminta maaf pada pria itu.
"Hey mau kemana loh" teriak Bagas yang tidak terima dengan kepergian Nando begitu saja
"Bagas udah aku bilang udah,udah kamu pergi aja sana nanti kamu telat loh" ucap Ana pada Bagas dengan raut wajah yang sedikit marah akan tindakan Bagas barusan
"Kamu kenapa minta maaf sih sama tu orang dia udah nyerempet kamu loh sampe kaki kamu luka gitu kenapa jadi kamu yang minta maaf harusnya dia yang minta maaf sama kamu Na kamu celaka gara-gara dia kalau kamu kenapa-kenapa gimana?"ucap Bagas panjang lebar
"Aku yang kena serempet kenapa kamu yang sewot sih! ini urusan aku, lebih kamu pergi deh, nanti kamu telat sekolahnya aku juga yang kamu salah in" ucap Ana sedikit marah dan kesal akan kelakuannya kemarin pada Ana yang membuat Ana sampe seperti itu
"Udah sana pergi" ucap Ana lagi pada Bagas yang masih bingung akan tingkah laku adik kembarnya itu yang selalu membuatnya pusing
"Iyah gw pergi, eh tunggu gw mau nanya sama loh, loh udah maafin gw kan soal kemarin?" ucap Bagas mengingatkan kejadian kemarin yang membuat Ana sampai marah padanya.
Tanpa berkata apapun Ana langsung pergi begitu saja dari sana karena dia tidak mau membahas tentang hal itu lagi karena dia masih marah dan kesal pada Bagas akan kekakuannya itu sedang Bagas yang tidak digubris oleh Ana berteriak pada Ana yang sudah jauh darinya
"Ana loh maafin gw kan Ana,,,," ucap Bagas berteriak namun masih saja tidak digubris oleh Ana
"Kalo loh ada apa-apa lagi atau diganggu sama cowok tadi kasih tahu gw nanti gw kasih pelajaran sama dia" ucap Bagas berteriak hingga para cewe ciwi sekolah itu mendekatinya
"Ahh ganteng banget ka bisa foto ga ka?"ucap cewek-cewek itu mengambil ponselnya dan ingin berfoto dengan Bagas yang memang ketampanannya itu melebihi para selebritis kalangan atas yang ada di kota itu.
Bagas memang sering sekali berangkat dengan Ana ke sekolah namun belum pernah dia keluar dari mobilnya saat mereka sudah sampai di sekolah Ana karena dia yang sangat tidak suka jika perempuan sekolah itu mendekatinya dan meminta untuk berfoto bersamanya.
"Maaf ya semua! saya harus pergi! saya udah telat nih, permisi." ucap Bagas lagi pada mereka yang mulai mengkerumuninya dan ingin berfoto dengannya
__ADS_1
"Yah pergi!" ucap mereka bersama setelah Bagas menaiki mobilnya dan mulai melajukan nya dengan kencang.