
💐SEMOGA SUKA YAH, 🤗💐
*
*
*
15:00
Sore harinya, Grace dan Frans serta mama Alya dan papa Hardi telah sampai di bandara.
Tak menunggu waktu lama, mereka pun memasuki jet pribadi keluarga Karlos di sana.
"Ma, pa bener nih kalian ga mau ikut kita dulu? Sekalian refreshing ma, pa"ucap Frans duduk di belakang tempat duduk mama Alya dan papa Hardi bersama dengan Grace
"Nggak, sayang. Mama dan papa itu cuman bisa ngantar kalian sampe bandara, mama dan papa harus segera ke Swiss, papa ada kerjaan mendadak di sana."ucap mama Alya sedikit murung
"Baiklah, mama dan papa hati-hati yah, di sana nanti"ucap Frans sedikit khawatir mengingat mimpinya tadi malam yang mungkin sangat menyeramkan baginya itu
"Iyah, sayang. Mama dan papa akan selalu hati-hati di sana dan kamu juga baik-baik yah sama Grace, jangan buat Grace terlalu capek loh!"ucap mama Alya terkekeh
"Jangan khawatir bos"ucap Frans membuat tangan menghormat pada mamanya dan papanya di sana Grace yang melihatnya tersenyum manis dia sangat bahagia memiliki keluarga baik dan humoris seperti keluarga ini
*
*
*
20: 09
Setelah cukup lama dalam perjalan udara yang mereka lakukan itu, Frans dan Grace akhirnya sampai di bandara London Heathrow.
Setelah keluar dari pesawat tak lupa mereka berpamitan pada kedua orang tuanya itu mama Alya dan papa Hardi.
"Ma, pa kalian hati-hati di sana yah, aku mohon jaga diri kalian dengan baik di sana."ucap Frans sedikit lesu menyalami kedua orang tuanya itu
"Iyah, sayang. Kamu jangan khawatir, mama dan papa akan selalu jaga diri baik-baik. Kamu dan Grace juga baik yah, nak salam kasih dari mama untuk keluarga di sana"ucap mama Alya memeluk anaknya itu dengan erat
"Iyah, ma. Mama dan papa hati-hati yah,"salam Grace bergantian pada kedua mertuanya itu
"Baiklah. Kalau begitu papa dan mama akan pergi waktu sudah sangat mepet, kalian baik-baik di sini yah,"ucap papa Hardi kembali memeluk anak sulungnya itu dan bergantian dengan menantunya itu.
Frans dan Grace tersenyum manis dan mengangguk.
"Bye ma, pa"ucap Grace melambaikan tangannya pamit lalu pergi bersama dengan Frans dari sana.
*
*
*
__ADS_1
"Sam, apa kamu sudah menemukan dia?"tanya Gilang yang sedang duduk diam penuh tanya di sana
"Aku belum mendapatkan kabar apa-apa dari anak buah ku, sepertinya Grace itu menutup semua identitas nya atau bahkan mengubah identitasnya di kota ini, sulit sekali mencarinya di kota besar seperti ini."ucap Samuel sedikit lesu di sana
"Aku juga tidak tahu, anak buah ku juga sudah turun tangan mencarinya namun belum juga bisa mendapatkan kabar apapun dari mereka"ucap Gilang masih dengan ekspresi dinginnya
"Ini sudah larut malam. Ayok tidur saja. Kita akan mencarinya lagi besok, aku janji kita akan mendapatkan Grace besok pagi,"ucap Samuel berdiri dari duduknya lalu pergi keluar menuju kamarnya sedang Gilang masih termenung tidak tahu apa yang sedang di pikirkan nya di sana.
*
*
*
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, kini Grace dan Frans tengah turun dari mobil khusus yang menjemput mereka dari bandara tadi dan itu pasti mobil khusus keluarga Karlos di negara tersebut.
"Halo, Frans. Welcome to London."teriak seorang laki-laki paruh baya mendekati mereka dari dalam rumah mewah di depannya yang sedari tadi menunggunya di sana.
"Halo, uncle. How are you?"ucap Frans memeluk pria itu dengan erat
"Uncle baik-baik saja. Ini istri kamu yah?"tanya pria yang dipanggil uncle oleh Frans itu
"Iyah, nenek pasti sudah memberitahu kalian siapa dia, namanya Grace"terang Frans di sana
"Ah, ayok masuk. Uncle akan perkenalkan kamu dengan aunty Maria dan yang lainnya,"ucap uncle itu, namanya uncle Neo.
"Iyah, uncle"ucap Grace canggung dari tadi dirinya seperti sangat tegang menemui keluarga itu
Di dalam rumah, terdapat dua orang wanita sedang bercengkrama di sana. Entah apa yang sedang mereka bicarakan itu.
"Hi, Frans."ucap wanita tua di depannya tersenyum kecil dan kemudian memeluk Frans dengan erat saat sudah masuk ke dalam rumah
"Hi, aunty."ucap Frans membalas pelukan itu dengan cukup erat di sana
"Ini Grace, istriku"ucapnya memperkenalkan Grace pada wanita itu saat sudah saling melepaskan pelukan itu bersama
"Hi, kamu sangat cantik nak,"ucap aunty Maria yang adalah seorang keturunan London yang fasih berbahasa Indonesia itu
"Makasih, aunty, aunty juga sangat cantik kok, hari ini,"ucap Grace tersenyum dan diangguki oleh aunty Maria di sana
"Yasudah, Melani"teriak aunty Maria sedikit keras di sana
"Iyah, mama Maria"ucap Melani semakin mendekat
"Kamu anter mereka ke kamarnya, biar mereka istirahat dulu. Mereka pasti sangat lelah,"ucap aunty Maria
Sesampainya di kamar, Grace segera merapikan baju-bajunya dan Frans di dalam lemari ruangan itu dengan rapi.
Tak butuh waktu lama, setelah mereka mandi aunty Maria beserta dengan yang lainnya memanggil mereka berdua dari kamar. Mereka ingin merayakan kedatangan Frans dan Grace dari Indonesia dengan menggelar sebuah makan-makan kecil di sana.
"Pengantin baru sudah turun. Grace ayok sini kita masak sosis nih, kamu mau gak?"ucap Melani sang putri aunty Maria, mengajak Grace untuk ikut serta dalam kegiatan memanggang di sana.
Sedang Frans duduk bercengkerama bersama dengan para lelaki, walau dia duduk dengan tenang disana bukan berarti dia tidak memperhatikan Grace yang sedang memasak itu di sana. Hingga tangan Grace yang terkena api panas dari panggangan daging di sana dia melihatnya dan segera menghampirinya dan mencoba menenangkan Grace yang kesakitan itu.
__ADS_1
"Aw, ishh"jerit Grace pelan karena tangannya yang masih terlihat sakit itu.
Untung saja Frans segera mencuci tangan Grace yang terkena luka bakar itu, jika tidak tangannya pasti sudah melepuh dan menghitam di sana.
"Makanya hati-hati,"ucap Frans ketus dan dingin setelah membuat salep dan melilitkan perban di jari kanannya
"Iyah, mas. Aku minta maaf, tadi itu aku cuman...."ucap Grace terjeda karena Frans segera menutup mulutnya dengan jarinya di sana
"Frans, Grace tidak apa-apa kok, itu hanya melepuh dikit kamu jangan terlalu khawatir seperti itu,"ucap uncle Neo yang tiba-tiba datang
"Buat uncle sih sedikit buat aku ini udah luka besar uncle,"ucap Frans sedikit ketus pada uncle Neo di sana, uncle Neo yang mendengarnya hanya tersenyum diam lalu pergi memberikan secarik kertas dari sakunya dan memberikannya pada Frans
"Ini apa uncle,"ucap Frans
"Ini, surat dari nenek mu. Eits jangan di buka sekarang, nenek ingin kamu membukanya besok pagi saat kamu sudah bangun, mengerti"ucap uncle Neo lalu pergi dari hadapan Frans menuju tempat istri dan anaknya bersenang-senang setelah mendapat anggukan dari Frans di sana
"Kamu kok, ngomong gitu sih, tadi. Kalau uncle sakit hati bagaimana?"ucap Grace sedikit tidak enak dengan perilaku suaminya itu pada uncle Neo
"Kamu tidak perlu menasehati ku, mereka sudah terbiasa dan tahu aku seperti ini dari dulu,"ucap ketus Frans dengan nada sedikit tinggi di sana
"Udah, kamu sekarang masuk ke kamar dan istirahat ini sudah malam
*
*
*
"Frans, Grace memanggil mu di kamar"teriak Melani tiba-tiba keluar dari rumah yang sedikit jauh dari pekarangan tempat perayaan itu di laksanakan
"Ada apa dengannya, baru satu jam dia istirahat di kamar, dia sudah memanggil ku"ucap Frans pada aunty Maria dan uncle Neo di sana
"Mungkin dia rindu padamu, dia
ingin bercumbu hahaha"ucap uncle Neo dengan suara seraknya tertawa kecil di sana
"Hah, aku ke kamar dulu aunty Maria, uncle Neo. Aku lihat keadaannya dulu"ucap Frans berpamitan ingin masuk ke dalam kamarnya
"Khmm, baiklah."ucap aunty Maria dan uncle Neo yang mengangguk di sana
Di dalam kamar
"Argh, panas. Mas Frans tolong aku panas sekali, hah, hah"ucap Grace dengan deru nafas yang tidak stabil seperti kepanasan di sana
Frans masuk ke dalam kamar dilihatnya Grace yang sudah belepotan itu, tidak tahu lagi di mana piyama tebal yang dipakainya tadi. Dia sudah membuangnya asal ke lantai.
"Grace kamu kenapa?"tanya Frans khawatir.
Bersambung
like
komen 🤗
__ADS_1