MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 25. RENCANA PERNIKAHAN


__ADS_3

2 Minggu Kemudian....


"Bagaimana, kalian sudah menentukan tanggal pernikahan kalian?"ucap papa Hardi saat Grace, ayah Kris serta bunda Sania datang ke rumah sang adik


"Belom sih pah,"ucap Frans menatap papanya


"Kok belom sih, jadi kapan nih, kalian nikah?"tanya Tante Abel yang tidak bisa diam dari tadi


"Yah, ga tahu juga kapan!"ucap Frans lagi menatap Grace, Grace yang ditatapnya pun tidak tahu harus mengatakan apa


"Kok, jadi main tatap-tatapan sih, masih bingung yah?"ucap mama Alya melihat kedua anak itu


"Bagaimana kalo kita adakan saja bulan ini? Sekitar 2 Minggu atau 3 Minggu lagi"ucap ayah Kris tiba-tiba


"Iyah, saya setuju. Lebih cepat lebih baik."ucap papa Hardi menyambung


"Bagaimana? Kalian setuju ga? Frans, Grace?"tanya ayah Kris


Grace dan Frans saling menatap. Keduanya terlihat bingung di sana.


"Apa ga terlalu cepat yah?"tanya Grace menggolom jari-jari nya


"Lebih cepat kan lebih baik nak, kita semua berharap kalian berdua bisa secepatnya menikah dan memberikan cucu untuk kita hahaha"tawa ayah Kris menggelegar


diikuti papa Hardi dan yang lainnya


Sedang Frans dan Grace tersenyum kikuk mendengarnya dan kemudian saling terdiam setelah Cleo datang membuat suasana rumah itu sedikit canggung


"Cleo, kamu sudah datang nak?"tanya mama Alya dan diangguki Cleo serta menyalami nya dan semua orang yang lebih tua lalu tersenyum pada Grace dan Frans


Papa Hardi yang melihat kedatangan Cleo sedikit malas. Dilihatnya istrinya itu mulai akrab dengan Cleo padahal selama ini dialah yang paling marah dan murka melihat Cleo karena perbuatannya dulu.


Papa Hardi bingung melihat mama Alya tersenyum manis pada Cleo yang baru saja datang itu.


"Ah, iyah, perkenalkan ini Cleo dia itu..."ucap mama Alya menggantung takut mereka semua salah paham hingga Frans membuka mulutnya dan berbicara "Ah, dia itu sudah aku anggap sebagai adikku om."ucap Frans tegang


"Oww baiklah. Kenapa kau tegang sekali Frans?"ucap ayah Kris setelah Frans duduk kembali di tempatnya

__ADS_1


"Khmmm, oh, gapapa kok om"ucap Frans mencoba untuk tenang padahal sedari tadi wajahnya sudah menegang dan takut. Grace yang melihatnya hanya diam tidak bicara namun dielusnya punggung Frans untuk menenangkannya.


.


.


.


.


"Siapkan sesuai rencana, cari tahu siapa laki-laki br*ngs*k yang ingin menikahi mantan istri ku"ucap seorang laki-laki paruh baya dengan wajah dinginnya yang masih dibaluti perban di kepalanya serta selang infus ditangan kirinya


Dia adalah Gilang. Dia telah siuman beberapa jam lalu.Gilang terkenal dingin, dia adalah salah satu bos mafia yang paling di takuti di negeri itu. Dia sedang melakukan panggilan telepon dengan asistennya yang juga merupakan seorang mafia, namanya Jhon.


Setelah selesai dengan teleponnya tiba-tiba seorang pria datang. Dia setengah berlari menuju Gilang sambil bersujud didepannya.


"Tuan, ma...af kan aku tuan, aku tidak dapat menemukan nona Clara. Sudah kami cari dimana-mana tapi...!"ucap pria tinggi, rambut gondrong dan wajah melekuknya. Seperti memohon agar dirinya tidak di bunuh oleh orang didepannya itu


"Apa? Bagaimana bisa kau tidak menemukannya, bodoh? Mencari perempuan si*l*n itu saja kau tidak mampu."ucap Gilang murka, menarik selimut tipis yang berada di atas kakinya dan melemparkannya kearah pria yang membuatnya marah itu.


Bisa dibilang umurnya sudah hampir tua. Namun, dia belum menikah sama sekali, mencari seorang wanita saja dia tidak sempat dan tidak menginginkannya demi mengabdi pada keluarga Santoso yang adalah sang kakek.


"Lalu bagaimana dengan mama Nadine apa dia sudah siuman?"tanya Gilang sedikit tenang


"Sudah tuan, saya baru saja mengeceknya dan melihat nyonya Nadine telah siuman dan sedang menjerit-jerit nama anda"ucap Ijlan berdiri masih dengan membungkuk


Sebelumnya mama Nadine dan Clara adalah orang yang telah menjebak Gilang hingga menyebabkan dia kecelakaan dan koma. Mama Nadine adalah ibu tirinya yang ke dua. Mama kandungnya sudah meninggal sejak dia dilahirkan ke dunia karena mengalami pendarahan serius dan membuat papa Gilang harus memilih antara anak atau istrinya. Karena permintaan mamanya, papa Gilang pun memilih menyelamatkan anaknya dari pada istrinya. Hingga mama Gilang harus pergi demi Gilang. Sedang istri kedua ayahnya pergi meninggalkan papanya karena papa nya yang saat itu tidak bisa menghidupinya dan harus mengurus Gilang yang masih sangat kecil itu.


Setelah semuanya di ketahui oleh Gilang bahwa mereka yang telah menjebak nya dan membuatnya terbaring di RS selama 1 tahun, Gilang sangat murka dan marah.


Dan lebih parahnya lagi, anak buahnya Jhon telah mengetahui siapa sebenarnya yang telah membunuh kakeknya dan menuduh Grace sebagai pelakunya. Mereka adalah mama Nadine dan Clara.


#Flash Back On


"Bukan aku yang membunuhnya tuan, percayalah padaku.Bukan aku yang sudah mencelakakan kakek dan membuatnya meninggal"tangis Grace memohon di kaki Gilang


"Lepaskan kaki ku pemb*n*h, aku tidak sudi dipegang oleh pembunuh seperti mu"bentak Gilang melempar Grace dengan kakinya keras hingga kepalanya lebam terantuk pada sudut meja ruangan itu

__ADS_1


Namun Grace tidak mempedulikan kepalanya, dia lagi dan lagi memohon bersujud pada Gilang agar dia tidak diusir dari rumah itu.


"Tuan aku mohon, tolong dengarkan aku, bukan aku yang membunuh kakek tuan. Mohon percayalah padaku"ucap Grace masih terus memohon memegang kaki Gilang di sana


"Ijlan, usir dia dari sini. Buat orang tuanya menderita, matipun tak masalah"ucap Gilang dengan kejamnya tanpa memikirkan Grace yang menangis memohon di depannya


Seperti disambar petir Grace mendengar perkataan Gilang. Tubuhnya tiba-tiba menegang dan matanya terbelalak. Tubuhnya lemas seperti tak sanggup untuk duduk lagi.


Namun setelah beberapa saat, setelah Grace sadar sebuah koper diturunkan dari kamarnya Grace kembali memohon dan terus memegang kaki Gilang.


"Tuan, aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon ayahku sedang sakit tuan. Jangan usir aku tuan, aku akan menerima hukuman apapun yang tuan berikan, mau mencambuk ku lagi, mau menjambak ku lagi, melempar ku ke hutan lagi atau bahkan membunuhku tuan, tapi tolong jangan sakiti keluargaku tuan"ucap Grace masih memohon bersimpuh di depan Gilang


Gilang menatap bola mata Grace sangat dekat, dengan amarah yang sudah memuncak Gilang menekan keras rahang Grace hingga Grace merasa kesakitan dan merintih.


"Aku tidak akan menyakiti keluarga mu, tapi dengan syarat"ucap Gilang dengan mata melotot dan menekan lebih keras rahang Grace


"Syarat apa tuan?"tanya Grace kesakitan


"Kau harus pergi dari rumah ini selamanya dan jangan pernah menunjukkan batang hidungmu lagi di sini dan kau terima saja surat perceraian dari ku besok, pilihan ada di tangan mu"ucap Gilang melepas paksa tangannya dari rahang Grace dan melemparnya keras


Setelah beberapa detik Grace memikirkan perkataan Gilang dia langsung saja menyetujuinya.


"Baiklah, aku menerimanya."ucap Grace tanpa berpikir apa resiko yang akan diambilnya nanti


"Kau menyetujuinya?"ucap Gilang dingin dan terdengar sangat menakutkan


"Iyah, tuan. Aku menyetujui keinginan tuan. Aku tidak akan datang kesini lagi dan mau untuk bercerai dengan tuan. Bagaimana pun tuan dan saya tidak mempunyai perasaan apa-apa."ucap Grace berani dan tegas memandang kearah Gilang yang sedang membelakanginya


"Baiklah jika itu adalah pilihan mu. Sekarang juga kau pergi dari hadapan ku, Ijlan singkirkan dia dari hadapan ku"teriak Gilang dingin mencekam kearah Ijlan, Ijlan yang mendengarnya tersentak takut dan segera menuruti keinginan tuannya itu.


Setelah Grace dan Ijlan pergi mama Nadine membuka suaranya.


"Kenapa kau membebaskannya, seharunya kau membunuhnya atau bahkan menyiksanya. Kakek mu sudah dibunuh olehnya kau masih mau memberikan dia peluang, begitu?"ucap mama Nadine sedikit marah dan membentak Gilang


"Itu bukan urusan mu, dengan ayahnya yang sedang di RS dan mengetahui semua ini mungkin ayahnya itu akan syok bahkan mati. Itu sudah cukup menjadi penderitaan baginya atas apa yang telah dia lakukan pada kakek"ucap Gilang dingin dan ketus lalu pergi keluar ruangan itu


"Tapi,, Gilang....!"ucap mama Nadine berteriak to setuju dengan perkataan Gilang.

__ADS_1


__ADS_2