
"Ini anak aku Bagas dan Ana. Dan mereka itu kembar."ucap mama Alya memperkenalkan kedua anaknya
"Bagas,Ana dia om kalian, Kaka kandung mama"ucap mama Alya
"Ayok salam om kamu"ucap mama Alya
"Bagas om,"ucap Bagas mencium tangan ayah Kris lembut
"Ana om"ucap Ana yang juga ikut menyalami ayah Kris disana
"Ma, emangnya mama itu punya sodara? kok kita ga pernah tahu ma?"ucap Ana polos
"Mama itu cuma punya satu Kaka. Dan dia adalah kaka mama, dia adalah kaka kandung mama yang pernah hilang dulu"ucap mama Alya menjelaskan
"Hilang?"ucap Bagas bingung
"Iyah sayang! udah kita ga usah bahas itu dulu"ucap mama Alya dengan senyumnya dan diangguki kedua anaknya itu
"Owh ya Bagas,Ana ini Tante kamu, ini kaka kamu anak om Setya, yang ini namanya Alfaro dan ini Aldo, yang ini namanya Clark anak tante yang duduk disampingnya Tante Abel namanya. Dan ini kaka kamu juga, namanya Grace, tapi Kaka kalian Frans manggil namanya tuh Cecilia dan yang paling kalian harus tahu dia ini anak asuh mama dulu"ucap mama Alya memperkenalkan satu persatu dari mereka termasuk Grace disana.
Bagas dan Ana menyalami semua orang disana. Namun pada saat Ana bersalaman dengan Clark, Clark sepertinya tertarik pada Ana. Terlihat dari wajahnya yang sepertinya mengagumi wajah Ana yang amat sangat cantik itu.
"Cantik juga nih cewe! wajahnya cantik, mulus plus putih jadi keingat sama Andira. Eh ngomong apaan sih gw" ucap Clark dalam hati lalu tersadar akan ucapannya yang menurutnya ngelantur itu.
***
"Ini anak kamu Al?"ucap ayah Kris
"Iyah ka mereka ini anak aku. Sebelum Kaka dan Grace dinyatakan meninggal, ternyata aku sedang mengandung ka dan syukur Alhamdulillah anaknya kembar ka"ucap mama Alya bercerita sedikit tentang kedua anak kembarnya itu
"Kaka ga nyangka Al kamu masih bisa memiliki anak. Saat melihat mu depresi dulu Kaka sangat takut kamu ga bisa menerima semuanya, tapi sekarang kamu,,,kamu"ucap ayah Kris tak sanggup berbicara lagi. Dari pelupuk matanya sudah terlihat ayah Kris hampir mengeluarkan air mata. Dia tak sanggup mengingat masa lalu itu.
__ADS_1
"Sudah jangan menangis, semua sudah berlalu, mari kita lupakan semua itu. Sekarang kita sudah berkumpul menjadi keluarga besar, lupain masa lalu. Baiklah mari kita mulai makan malamnya, silahkan duduk semuanya"ucap papa Hardi memulai makan malam yang dibaluti kebahagiaan itu.
Semua yang mendengar ucapan papa Hardi mulai duduk ditempat masing-masing, dan tak butuh waktu lama mereka mulai menyantap makanan mereka dengan lahap.
Pada saat makan malam itu, sedari tadi mata Clark tertuju pada Ana, matanya seakan tidak mau lepas dari Ana, dengan mata indah dan senyum yang amat enak dilihat itu, membuat Clark tersenyum.
Alfaro yang melihatnya pun tersenyum dia belum pernah melihat pria dingin ini seperti itu.
"Liatin apa? Lagi liatin dia yah?"ucap Alfaro menyenggol pelan tangan Clark dan berbicara pelan ditelinga Clark sambil menunjuk Ana yang tersenyum pada ayah Kris yang sedang berbincang itu
"Apaan! Liatin apa? Gw juga ga liatin apa-apa kok"ucap Clark mengelak
"Yae lah jujur aja! loh suka kan sama Ana?"ucap Alfaro membuat Clark seketika diam dibuatnya
"Apaan sih! jangan ngasal ngomong lo, siapa juga yang suka sama dia."ucap Clark dengan ekspresi dinginnya itu
"Kita liat aja nanti"ucap Alfaro tersenyum kikuk dan kembali duduk dengan tegak di tempatnya dan kembali menyantap makanannya disana.
"Owh yah ka, aku mau ngomong sesuatu sama Kaka dan yang lainnya"ucap mama Alya. Semua mata tertuju pada mama Alya
"Mau ngomong apa sih serius amat"ucap papa Hardi sambil menyantap makanannya disana
"Kalo Kaka ga keberatan, aku mau menjodohkan Grace dengan Frans"ucap mama Alya to the point
"Uhuk,, uhuk,, uhuk,,"batuk Frans disana yang kaget akan perkataan mamanya itu, Grace yang melihatnya seperti itu memberikan air minum untuknya
"Ini minum dulu"ucap Grace lembut dan memberikan air minum itu pada Frans
"Apaan sih ma!"ucap Frans dingin setelah selesai minum
"Yah! mama ga salah kan jodoh in kalian berdua kan mama bermaksud baik"ucap mama Alya
__ADS_1
"Gimana ka, kalian setuju ga"ucap mama Alya lagi semua terlihat tegang. Mereka saling menatap satu sama lain apalagi Grace yang sudah menikah itu apa Frans akan menerimanya dengan status menjanda nya itu
"Kami semua tidak keberatan, tapi kuncinya itu ada di Grace Al, kalo dia setuju dan mau menikah dengan nak Frans kami juga akan setuju, iya kan Bun, bel dan semuanya"ucap ayah Kris disana dan diangguki oleh semuanya
"Iyah yah, kita semua setuju-setuju saja, tapi jika Grace menolaknya kami bisa apa"ucap bunda Sania disana
"Bagaimana nak, apa kamu bersedia?"ucap bunda Sania lagi dan terlihat khawatir dengan Grace yang menunduk itu.
Grace yang terlihat khawatir hanya terdiam duduk, dia meletakkan kembali makanannya. Dia bingung apa yang akan dijawabnya pada mereka semua, jika dia menolak dia takut mama Alya akan marah padanya dan jika dia menerima dia masih trauma akan masa lalunya yang amat sangat menyakitkan itu.
"Grace pikir-pikir dulu Bun, yah, semuanya. Grace masih belum bisa memberikan jawaban sekarang"ucap Grace takut salah disana, yang dari tadi hanya menunduk itu
"Mama ga maksa kok nak, jika kamu tidak bersedia mama tidak apa-apa, cuman mama hanya ingin yang terbaik buat kalian, siapa tahu! nanti kalian bisa membuka hati sama-sama"ucap mama Alya sedikit lesu disana
"Ma, mama jangan bahas itu dulu, kasihan dia,"ucap Frans meyakinkan mama Alya yang terlihat lesu itu kalau Grace yang meminta waktu untuk memikirkan keinginannya itu
"Grace, kalo kamu memang tidak mau atau bersedia katakan yang sejujurnya nak, kita akan terima tapi satu hal yang harus kamu tahu! Frans itu anak baik dia bukan seperti lelaki mantan suami kamu itu"ucap papa Hardi dengan senyumannya
"Aku tahu om tapi aku belom siap menerima semua ini, aku butuh waktu"ucap Grace sedikit gusar karena papa Hardi yang membahas mantan suaminya itu lagi
"Yasudah gapapa! kamu pikir-pikir dulu, soal diterima atau tidaknya kamu pikirkan dulu mateng-mateng"ucap papa Hardi dan diangguki oleh semuanya
"Iyah Grace, kamu pikirkan dulu baik-baik, putuskan apa yang menurut mu baik untukmu jangan memaksakan dirimu hanya untuk kebahagiaan semua orang, kamu harus memikirkan dirimu juga."ucap Aldo pada Grace yang masih menunduk itu.
"Baiklah jika kamu butuh waktu nak, mama ga maksa
bener kata Kaka kamu pikirkan apa yang terbaik buat kamu"ucap mama Alya kembali melahap makanannya
"Tapi omong-omong, apa nak Frans juga mau untuk menikah dengan anak cantik kami ini,,?"ucap Tante Abel menatap Frans sambil menyantap makanannya
"Kalau soal maunya sih! saya ga apa-apa tan, kalo itu yang buat mama senang aku akan terima, tapi sekarang saya juga kasihan sama Ceci, yang masih terlihat bingung dan takut dengan yang namanya pernikahan tan."ucap Frans to the point pada mereka tanpa takut sedikitpun.
__ADS_1
"Baiklah! kita makan malam saja dulu, kita bicarakan ini nanti saja, kasihan makanannya sudah dingin"ucap ayah Kris tersenyum menyelesaikan pembahasan soal pernikahan itu dan diangguki oleh semuanya dan kembali melanjutkan makannya.