
💐 SEMOGA SUKA 🤗💐
*
*
*
"Dimana Samuel?"ucap Gilang saat sudah sampai di kota C dan mengunjungi Samuel di rumahnya
Sekarang Samuel dan istrinya sudah tinggal di kota C itu, karena istri Samuel sangat menyukai tempat itu. Mereka pindah beberapa hari yang lalu di sebuah kompleks yang hanya terdapat orang-orang kaya di sana.
"Tuan Samuel menunggu anda tuan, dia sedang berada di ruang kerjanya sekarang."ucap salah satu pembantu rumah Samuel yang sedari tadi sudah menunggu Gilang datang dan menyambutnya di sana
"Dimana ruang kerjanya?"ucap Gilang dingin
"Mari saya tunjukkan tuan,"ucap sang pelayan
Gilang mengikuti pelayan itu dengan terburu-buru bahkan memaksa pelayan itu untuk berlari menuju ruang kerja Samuel karena dia yang sudah tidak sabaran untuk bertemu Samuel di sana.
"Ini tuan, ruangannya"ucap pelayan itu setelah sampai di depan ruangan kerja Samuel dan ingin mengetok pintu terlebih dahulu namun Gilang yang sangat terburu-buru itu seketika masuk dengan kasar
"Katakan padaku, di mana kau melihatnya?"ucap Gilang sedikit berteriak di sana
"Sini duduk dulu, kita akan mendapatkan Grace secepatnya. Loh, ga usah khawatir, gw juga udah nyuruh anak buah gw buat cari dia sekarang,"ucap Samuel duduk tenang di kursi kebesarannya itu
"Jangan main-main sama gw yah, Sam. Lo bakal mati di tangan gw, kalo loh ga serius dan omongan lo ga bener."ucap Gilang dingin
"Lo ga usah khawatir, percaya sama gw, gw ga bakal biarin sahabat gw galau mulu karena cinta hahaha"ucap Samuel berdiri dari duduknya dan menghampiri Gilang yang sedang duduk di atas meja kerjanya itu
*
*
*
"Frans, Frans...,"teriak nenek Irma dari ruang tamu
Frans yang sedang duduk melamun di atas kasur seketika sadar dan membalas sahutan neneknya itu.
"Iyah, nek"ucap Frans sedikit keras
__ADS_1
Setelah sampai di ruang tamu, didudukan nya dirinya pada kursj sofa di sana. Papa Hardi dan mama Alya juga ada di sana menunggu nenek Irma membuka suaranya.
"Dimana Grace?"tanya nenek Irma
"Grace di sini kok, nek."ucap Grace segera datang setelah dia mendengar suara nenek Irma saat memanggil Frans tadi
"Nah, semua sudah berkumpul. Nenek, langsung saja. Nenek ingin kalian berdua secepatnya berbulan madu, nenek sudah mengurus semuanya kalian akan berangkat nanti sore. Hardi dan Alya akan pergi ke luar negeri bersama karena ada urusan di sana dan nanti nenek akan tinggal di sini bersama pengasuh nenek yang baru."ucap nenek Irma langsung dan tidak bertele-tele
Kedua bola mata Frans dan Grace saling bertatapan. Masih beberapa hari mereka menikah, tapi nenek selalu saja mengatakan hal itu pada mereka, mereka pun pasrah akan kelakuan nenek Irma ini dan menyetujuinya segera, karena jika tidak nenek Irma bisa saja melakukan apapun untuk kedua cucunya itu bersatu dan menata hidup bersama dengan lebih baik.
"Marsya, Marsya"teriak nenek Irma memanggil pengasuh barunya itu
Marsya, pengasuh baru yang nenek ambil dari sebuah yayasan pengasuh di kota itu.
"Iyah, nek"ucap Marsya menunduk setelah sampai di hadapan nenek Irma dan lainnya
"Ini Marsya, pengasuh baru nenek, jadi selama kalian tidak ada nenek akan di jaga oleh dia, dan kalian tidak usah mengkhawatirkan nenek di sini,"ucap nenek Irma panjang lebar, dia sudah mempersiapkan semuanya dari jauh-jauh hari termasuk pengasuhnya di rumah itu, karena jika tidak Grace dan Frans mungkin akan membuat alasan lagi agar mereka menunda bulan madu mereka nanti, pikir nenek Irma.
"Baiklah, jika itu keinginan nenek."ucap Grace tersenyum kikuk tidak mau nenek Irma akan marah karena penolakan mereka nanti
"Bagus, dan kalian berdua,"tunjuk nenek Irma pada mama Alya dan papa Hardi
"Maksud ibu, kami melakukan apa?"ucap papa Hardi
"Jangan lupa Hardi, ibu dulu tertipu akan perkataan mu waktu itu dan kalian malah enak-enakan keluar negeri berdua dan membuat cucu untuk ibu disana, sedang ibu kalian tinggal sendirian di sini"ucap nenek Irma dengan nada serius dan dunia cemberutnya
"Hahaha, ibu masih mengingatnya?"tanya papa Hardi dengan tawanya
"Apa yang tidak ibu ingat, dulu kalian pernah berciuman di depan ibu, sewaktu ibu baru pulang dari makam ayah mu. Apa kau tidak punya malu?"ucap nenek Irma sedikit membongkar masa lalu
"Hehe ternyata ibu masih ingat hal itu!"ucap papa Hardi tersenyum kecut pasalnya nenek Irma tahu sekali cara membuatnya seketika terdiam kikuk jika dia sudah mulai mengatakan hal itu
"Ibu sudah bilang apa yang tidak ibu ingat, masih banyak lagi kelakuan mu yang belum ibu bongkar"ucap nenek Irma mengancam papa Hardi dan mama Alya di sana
"Ow iyah, ibu hampir lupa, bagaimana dengan makam kaka mu, Alya. Apa kalian mengunjunginya?"ucap nenek Irma mengungkit masalah itu lagi, mama Alya yang mendengarnya memutar bola matanya malas lalu membuka suara di sana
"Kaka ku belum mati Bu,"ucap mama Alya
"Ow, belum meninggal. Apa? Maksudnya bagaimana ini?"ucap nenek Irma terkejut
"Alya lagi malas berbicara soal itu Bu, kapan-kapan ajah bahas nya"ucap mama Alya malas
__ADS_1
"Baiklah, tapi kau harus menceritakan semuanya pada ibu, mengerti?"ucap nenek Irma dan diangguki oleh mama Alya di sana
"Yasudah, kalian segera beberes saja sekarang, biar nanti kalian tidak repot saat pergi."ucap nenek Irma berdiri dari duduknya dengan tongkat kecil ditangannya itu
"Baiklah, kalau begitu aku dan Grace beberes dulu ma, pa dan nenek!"ucap Frans menarik tangan Grace menuju kamar mereka setelah mendapat anggukan dari kedua orangtuanya dan nenek Irma di sana
"Ibu ke kamar dulu, Marsya ayok bantu nenek ke kamar"ucap nenek Irma berjalan dengan tongkatnya
"Iyah, nek ayok!"ucap Marsya membantu nenek Irma dan memapahnya menuju kamar nenek Irma sedang mama Alya dan papa Hardi berdiam diri di tempatnya masing-masing di sana.
*
*
*
*"Cleo, kita bisa bertemu hari ini?"*tanya Samuel duduk di kursi kerjanya dengan Gilang yang duduk di sofa ruangan itu mendengar Samuel menelfon Cleo di sana
*"Aku tidak bisa hari ini, aku ada urusan kalo mau bertemu kau datang saja ke rumah ku malam ini, aku pulang sedikit lambat jadi kau datang saja sekitar pukul 21:00 nanti malam, bagaimana?"*ucap Cleo di seberang sana
*"Baiklah, aku akan datang malam ini. Aku tutup yah,"*ucap Samuel tersenyum
*"Ok,"*ucap Cleo singkat lalu mematikan sambungan telepon itu dengan cepat
Tut
"Untuk apa kau meneleponnya?"tanya ketus Gilang duduk bersilang di sana
"Dia tahu di mana Grace berada,"ucap Samuel yang langsung membuat bola mata Gilang melotot sempurna dan sedikit terkejut di sana
"Apa? Dari mana kau tahu kalau dia tahu di mana Grace berada?"tanya Gilang penasaran
"Kau seperti tidak tahu saja diriku, aku bisa dengan mudah menemukan di mana Grace di kota ini, jadi kau tidak perlu khawatir aku akan membantu mu Lang"ucap Samuel berdiri dari duduknya dan tersenyum manis pada Gilang di sana
"Aku percaya padamu"ucap Gilang dengan senyum mengembangnya.
Bersambung
like
komen 🤗
__ADS_1