MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 50. GILANG YANG GILA


__ADS_3

"Grace tunggu!" cegah Gilang menangkap tangan Grace saat keluar dari restoran


"Jangan sentuh saya, saya itu hina bagi Anda!" sergah Grace melepaskan tangannya paksa dari genggaman Gilang


"Tunggu Grace," ucap Gilang. Menggenggam tangan Grace lagi, namun Grace tetap melawan dan tidak membiarkan Gilang melakukan hal itu padanya. "Jangan sentuh saya!"


"Ok ... maaf aku tidak akan menyentuh mu lagi aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ku, hanya itu!" jelas Gilang mengangkat kedua tangannya untuk tidak menyentuh Grace lagi, hal itu membuat Grace tidak berkutik dan hanya diam di tempatnya dengan wajah kesal serta emosi yang hampir meledak itu


"Apa yang Anda katakan, Anda bukan siapa-siapa saya lagi tuan, saya mohon jangan dekati saya lagi dan jangan pernah mengatakan jika Anda mencintai saya, saya jij*k mendengarnya! jadi saya memohon kepada Anda dengan sangat tolong jangan pernah mengatakan hal konyol ini lagi pada saya yang hina bagi Anda ini... permisi," gumam Grace beranjak pergi dengan sangat emosi yang tidak bisa terkontrol lagi.


Emosi Grace sudah tidak bisa di tahan, ia sudah sangat tidak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Gilang hingga dia dengan lantang mengatakan hal itu pada Gilang.


Dengan perasaan amburadul Grace pergi dengan penuh air mata, sudah lama air mata itu di tahannya, tapi dia sudah tidak bisa membendungnya lagi saat setelah dia pergi dari hadapan Gilang.


Dengan penyesalan yang amat sangat dalam Gilang menangis di tempatnya, dia tidak bisa membendung air matanya lagi saat ini.


Menyesal? Itulah hal yang paling di benci oleh seorang Gilang, namun apa boleh buat Gilang sudah tidak bisa berkutik menjawab perkataan Grace barusan. Gilang yang malang!


Ini adalah penyesalan paling di bencinya selama ini. Dia seakan tidak bisa menggerakkan tubuh dan kakinya melangkah mendengar semua perkataan Grace, dia berteriak keras akan penyesalannya membuat beberapa orang di sekitarnya melihat kearahnya dan sesekali berbisik-bisik tentangnya.


*


*


*


"Grace, kamu kenapa?" tanya dingin Frans duduk di samping kursi tempat Grace di RS.

__ADS_1


Kini Grace sudah berada di RS, dia duduk di kursi tunggu dekat pintu masuk RS sambil menangis sesenggukan di sana.


Hingga Frans yang sedang berjalan keluar melihatnya menangis tersedu dan mendekatinya dengan khawatir.


"Kenapa kamu nangis?" tanya Frans lagi dengan sedikit emosi.


Melihat istrinya menangis seperti ini rasanya dada Frans sangat sakit dan sesak, hal itu juga membuat gairahnya ingin menghukum orang yang membuat Grace menangis seperti itu segera dengan tangannya sendiri.


"Tidak mas, aku tidak apa-apa," jawab Grace menyeka air matanya segera, tapi cara itu pun tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang terjadi dengan dirinya saat ini.


Ingin rasanya Grace menceritakan segalanya pada Frans, tapi apa yang bisa di perbuat oleh dia? Apa dia tidak akan menambah masalah baru nantinya? Apa dia tidak akan menyusahkan Frans lagi?


Semua pertanyaan itu sangat membuat pikiran Grace semakin pusing, sudah banyak masalah yang sedang di hadapi Frans saat ini, dan selama ini dia selalu terpikirkan bahwa dia akan lebih baik menyembunyikan semua ini darinya dulu dan akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya pada Frans nanti.


Selama ini Grace sudah menyembunyikan masalah ini dari Frans, apakah ini saatnya dia untuk menceritakan tentang Gilang?


Author ;) Lihat saja sendiri 😁


"Ci, katakan padaku siapa orang itu?" teriak Frans dengan nada rendah lagi, mendekatkan wajahnya pada wajah Grace yang menunduk


"Gilang, mantan suamiku, mas! Dia datang menemui ku tadi," jawab Grace terpaksa dengan air mata yang kembali memenuhi wajahnya.


Bagai disambar petir Frans mendengar perkataan Grace, dia seakan tidak percaya jika mantan suami Grace yang membuatnya menangis sampai seperti ini.


"Apa?" tanya kaget Frans dengan nada rendah dan lesu


"Maafkan aku, mas! sebenarnya beberapa hari yang lalu aku sempat ketemu dengannya di RS ini, tapi itu hanya pertemuan yang tidak sengaja mas, aku tidak sengaja bertemu dengannya saat Bagas dinyatakan sadar dari koma dan kau menerima telfon dari Mark, percayalah padaku, mas!" tutur Grace menjelaskan awal pertemuannya dengan Gilang di RS

__ADS_1


"Apa? Tapi kenapa kau tidak memberitahu ku? Hah!" tanya Frans dingin dan wajahnya sudah terlihat memerah sedikit marah di sana.


Dengan mata sembap dan mata bengkak, Grace gelagapan melihat dan mendengar suaminya menanyakan hal yang paling dia takutkan selama ini.


"Apa aku tidak berhak di beritahu? Apa aku bukan orang yang pantas di beritahu soal ini? Kenapa kau menyembunyikan ini semua dariku Ci, katakan!" sergah Frans menyeruak ingin mendapatkan pengakuan dan kejujuran dari Grace saat ini


"Bukan begitu mas, aku hanya tidak mau membebani mu lagi dengan masalah ini, aku tidak ingin kau melupakan masalah keluarga mu dan lebih mementingkan masalah ku, mas!" terang Grace masih mengeluarkan air mata.


Mendengar jawaban Grace, Frans merasa bahwa dia adalah pria yang tidak bisa bertanggung jawab, dia tidak adil dan tidak bisa lebih baik menyelesaikan permasalah keluarga dan istrinya saat ini.


"Maaf kan aku mas, aku tidak bermaksud tidak ingin memberitahu mu, tapi aku tidak mau merepotkan mu dengan masa laluku mas," jelas Grace dengan lantang tanpa ketakutan lagi pada Frans yang duduk di sampingnya.


Dengan sekian perdetik air mata Grace semakin deras saja, ia sudah tidak tahan menyembunyikan ini lagi dan dengan terpaksa mengeluarkan semua isi hatinya yang paling berat selama ini.


Beberapa detik kemudian Frans menaikkan tangannya menuju wajah sang istri, di hapus nya segala air mata yang keluar dari pipi Grace merangkul istrinya dengan erat dan sesekali mengelus lembut punggung Grace dan kepala belakang nya.


"Tidak apa-apa, it's ok, aku tahu kamu tidak salah. Jangan salahkan dirimu akan kebodohan diriku ini Grace, aku yang salah aku tidak bisa memperhatikan mu dengan baik dan membiarkan mu menghadapi sendiri masalah mu, maafkan aku sayang!" jujur Frans masih terus mendekap Grace dalam pelukannya lalu mencium kening Grace sedikit lama


"Maafkan aku juga mas," jawab Grace dengan suara pelan lalu melepaskan pelukannya dari Frans


"Jangan menangis lagi, aku disini sayang, aku tidak akan membiarkan siapapun orang yang membuat mu menangis seperti ini, apalagi mantan suami kamu sekaligus." terang Frans memberikan support pada istrinya.


Bersambung


like


komen

__ADS_1


Semoga suka,


maaf lama update yah 😁


__ADS_2