MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 31. NENEK INGIN 3 CICIT


__ADS_3

"Aduh, ibu. Suara ibu jangan kenceng-kenceng dong, kepala ku lagi pusing Bu"rengek mama Alya


"Pusing-pusing, buang tuh kepala kalo pusing mulu"ucap nenek Irma ketus


"Ma, mama masih pusing? Sini aku pijitin kepalanya,"ucap Grace di sana


"Gapapa nak, sakit kepala mama ga terlalu parah kok, sebentar lagi mungkin sudah sembuh"ucap mama Alya dan diangguki Grace di sana


"Frans, kapan kamu bulan madu dengan istrimu"ucap nenek Irma yang sontak membuat Grace dan Frans terkejut


"Baru satu hari ini kita nikah nek, udah bulan madu aja"ucap Frans berdiri


"Yah, kan kita buat perencanaannya dulu, kapan lagi kalo bukan sekarang. Nenek tidak mau tahu kalian akan berbulan madu di Eropa tempat kakek mu dulu dan nenek yang akan mengurus segalanya kau tenang saja, dan nenek menginginkan cicit dari kalian secepatnya."ucap nenek yang sontak membuat Grace dan Frans semakin gelagapan di sana


"Nenek mau cicit berapa? Akan ku buat khusus untuk nenek!"ucap Frans dingin yang langsung mendapat pukulan kecil dari Grace di punggungnya


"Kamu pikir buat anak itu gampang,"ketus mama Alya


"Kita buat gampang, coblos aja tiap hari dan doa yang banyak biar cepat ada hahaha"tawa Frans di sana, mama Alya, Grace serta nenek terdiam heran ada apa dengan anak ini hari ini


"Emang kamu pikir bikin anak itu kek coblos presiden apa?"ucap mama Alya sedikit kesal dengan anaknya ini


"Kalo coblos presiden mah, satu kali 5 tahun tapi kalo coblos yang itu tiap hari juga bisa, hehe"ucap Frans dengan tawa kecilnya sedang Grace sudah sangat malu di sana, wajahnya memerah seketika seperti kepiting rebus di sana


"Katakan saja nek, nenek mau cicit berapa dari aku"ucap Frans lagi masih dengan tawa kecilnya


"Nenek mau setidaknya 3 anak, nenek akan sangat bahagia melihat mereka, apalagi suara tawa mereka akan sangat riuh di setiap sudut rumah ini dan nenek akan mewariskan semua harta nenek pada cicit ku nanti"ucap nenek girang


"Nenek akan mewariskan semua untuk cicit nenek? Lalu untukku, Ana dan Bagas bagaimana?"tanya heran Frans di sana


"Yah, tunggu saja sampai cicit ku tumbuh besar mereka yang akan memberikan apa yang pantas kalian terima nanti, hahaha"tawa nenek menggelegar membuat Frans terdiam duduk di kursinya


.


.


.


.


.


Sedang hari ini Gilang beserta dengan anak buahnya sedang merayakan kemenangan di markasnya.


Mereka telah mengalahkan musuh-musuhnya itu hanya dengan satu ide, ide yang di buat khusus oleh bos mereka yaitu Gilang yang seketika membuat musuh mereka ketakutan dan hancur saat itu.

__ADS_1


Saat ketika Gilang sedang duduk di kursi kebesarannya seorang anak buahnya datang menghampirinya dengan seorang lelaki pincang yang tak lain adalah Jhon yang baru pulang dari RS itu.


"Maaf bos, bos Jhon ada disini"ucap salah satu anak buahnya memberitahu


"Kapan dia datang!"ucap Gilang dingin dan pelan


"Tuan Gilang,"ucap Jhon dengan kaki pincang mendekati Gilang dan menunduk


"Kapan kau kembali, ada apa dengan mu kenapa bisa kau tertembak seperti itu kemaren. Belum pernah kau seperti ini, apa yang membuat mu tidak fokus dalam masalah ini Jhon?"tanya panjang Gilang yang membuat para anak buahnya itu seketika terdiam, dari yang tadinya tertawa menggelegar di sana tiba-tiba berdiam di tempat mereka masing-masing


"Maafkan saya tuan saya tidak bisa melaksanakan tugas saya dengan baik, saya juga minta maaf saya tidak fokus dalam masalah ini tuan,"ucap Jhon meminta maaf pada Gilang sebelum nanti Gilang emosi dan Jhon pasti akan habis di tangannya


"Apa yang sudah kau lakukan selama 2 hari ini?"tanya Gilang dingin meneguk anggur di tangannya


"Saya sedang menyelidiki tentang pernikahan nona Grace tuan,"ucap Jhon dengan wajah menunduknya


Walau Jhon berada di RS dan dia tidak bisa turut ikut dalam permasalahan markas mereka bukan berarti Jhon tidak melakukan apa yang Gilang tugaskan padanya sejak lama itu.


"Kabar apa yang kau dapatkan selama dua hari ini?"tanya Gilang dingin, meletakkan gelas ditangannya di atas meja di sampingnya dengan pelan


"Tuan, saya hanya mendapatkan sebuah kabar bahwa sekarang nona Grace berada di kota c. Namun, saya belum mengetahui dimana dia tinggal tuan, tapi tuan jangan khawatir kita akan cepat menemukan nona dan membawanya pulang. Kita akan mencari nona dengan beberapa orang kepercayaan kita di sana tuan,"ucap Jhon panjang lebar Gilang yang mendengarnya tersenyum kecil lalu menuangkan anggur itu lagi ke dalam gelasnya dan meneguknya dengan sekali teguk


"Khmmm, kerja yang bagus,"ucap Gilang dengan senyum bahagianya, baginya hari ini adalah hari keberuntungannya, dia akan bisa menemukan Grace dan meminta maaf darinya dan di sisi lain dia sudah menyelesaikan permasalahan di markasnya itu


"Tapi ingat, terus cari informasi tentang Grace, aku tidak ingin informasi tentangnya terlewatkan sedikit pun mengerti?"ucap Gilang dingin dan mencekam


"Baiklah,"ucap Gilang singkat dan melambaikan tangannya tanda menyuruh pergi Jhon dari hadapannya


"Saya permisi tuan,"ucap Gilang undur diri


.


.


.


.


.


"Nenek, mau aku pijitin? Dari tadi aku liat nenek kayaknya capek banget,"ucap Grace mendekati nenek setelah selesai makan


"Baiklah, tapi kamu tahu kan cara memijat?"tanya nenek Irma sedikit keliru, Grace kemudian mendekati nenek Irma dan mengambil minyak angin di laci meja nakas di sana


"Aku tahu kok, nek. Dari dulu aku selalu memijat tubuh ayahku, apalagi saat dia sedang sakit seperti ini"ucap Grace tersenyum kecil lalu mengoles sedikit demi sedikit minyak angin itu di leher nenek Irma

__ADS_1


Setelah beberapa menit Grace memijat punggung nenek Irma, nenek Irma kembali membuka suaranya.


"Ternyata kau pintar memijit yah?"ucap nenek Irma, Grace yang mendengar pujian itu tersenyum lembut


"Grace,"panggil nenek Irma


"Iyah, nek."ucap Grace masih dengan memijit


"Kau tahu, dulu nenek itu tidak punya siapa-siapa, hidup tanpa orang tua itu sangat menyakitkan fisik dan juga jiwa nenek. Nenek serasa sangat tersiksa selama nenek hidup tanpa mereka. Dan kau tahu, orang tua nenek meninggal itu karena balas dendam keluarga kakek mu yang sangat menginginkan kepintaran dari ayah nenek dulu.


Hingga saat kakek mu menikah dengan nenek baru nenek tahu bahwa keluarga Karlos adalah orang yang telah membunuh ayah, nenek. Nenek sangat marah waktu itu dan pergi meninggalkan kakek mu selama 1 tahun, tapi saking cintanya Kakek mu pada nenek, dia mencari nenek sampai dia hampir mati waktu itu."ucap nenek Irma sedikit bercerita tentang masa lalunya


"Lalu bagaimana nenek bisa di temukan oleh kakek waktu itu?"tanya Grace penasaran tentang kisah cinta nenek Irma dulu


"Hahaha, kau akan tertawa jika nenek menceritakan semuanya pada mu hahaha"ucap nenek Irma dengan tawanya


"Dulu kau tahu saat kakek mu menemukan nenek, dia bersujud meminta maaf pada nenek bahkan dia hampir bunuh diri demi maaf dari nenek, tapi nenek menghiraukan semua perkataannya itu nenek pikir perkataannya itu hanya ancaman untuk kakek bisa mendapat maaf dari nenek, tapi ternyata kakek tidak main-main dengan ucapannya dia malah menabrakkan dirinya pada sebuah mobil di depannya dan akhirnya dia masuk RS dan mengalami koma"ucap nenek Irma sedikit lesu menceritakan kejadian lama itu


"Lalu, apa nenek memaafkan kakek?"ucap Grace semakin penasaran


"Apa boleh buat, nenek memaafkannya saat itu. Berbulan-bulan nenek menunggunya sadar dan akhirnya setelah sadar kakek mu membawa nenek pulang. Semua keluarganya juga meminta maaf pada nenek dan nenek pun memaafkan mereka.


Dan apa kau tahu, sebelum Hardi papanya Frans ada dalam rahim nenek, kakek mu semakin lembut pada nenek dan kau tahu nenek selalu saja di gempur tiap malam sama kakek mu, hahaha nenek jadi ingat lagi bagaimana kakek mu menggempur nenek waktu itu hahahaha"ucap nenek Irma, Grace yang mendengarnya tersenyum kecut


"Nenek, kenapa jadi lari ke situ sih, nek!"ucap Grace dengan tawa kecil di sana


"Biar kamu belajar, lika liku pernikahan itu tidak gampang manusia mana yang belum pernah merasakannya. Jadi nenek ingetin sama kamu percaya, jujur dan saling terbuka pada suami itu adalah kunci dari segalanya. Jika kamu ingin rumah tangga mu bahagia dan bisa hidup tentram dengan suami mu kamu harus melakukan ketiga hal itu"ucap nenek Irma memberi nasehat pada Grace untuk lebih tegar dengan pernikahan mereka nanti


"Makasih yah, nek, buat nasehatnya."ucap Grace sopan dan diangguki oleh nenek Irma di sana


"Dan satu hal lagi,"ucap nenek Irma


"Apa nek?"tanya Grace masih dengan tangan yang masih bergerak kesana kemari itu


"Kalo kamu mau belajar dari nenek, kamu bisa tanya sama nenek termasuk soal itu,"ucap nenek pelan


"Soal apa nek?"tanya Grace polos


"Soal itu, soal ranjang panas hahaha"ucap nenek Irma tertawa menggelegar di sana sedang Grace yang mendengarnya tersenyum malu, terlihat dari wajahnya yang sudah memerah itu


"Nenek bisa aja,"ucap Grace menunduk malu


"Apa belum selesai?"tanya nenek Irma


"Sudah nek, gimana badan nenek udah baikan"ucap Grace bertanya

__ADS_1


"Sudah ga sakit lagi, makasih yah, Grace"ucap nenek Irma


"Sama-sama nek."ucap Grace menyimpan minyak angin di tangannya itu.


__ADS_2