
Setelah mengetahui bahwa Bagas telah siuman Grace dan Frans segera beranjak pergi menuju ruangan Bagas untuk melihat keadaannya.
Saat di tengah jalan tiba-tiba hp Frans berbunyi dan terlihat nomor Mark yang tertera di sana.
"Sebentar Ci, aku angkat dulu sebentar," ucap Frans saat mereka berjalan menuju ruangan Bagas
"Iyah, mas. Kalo gitu aku duluan yah mas," ucap Grace
"Khmm," dehem Frans dengan anggukan dan senyum tipis yang manis pada Grace.
*
*
*
"Sayang, kau baik-baik saja kan?" tanya mama Alya dengan wajah bersimpuh air mata melihat anaknya yang sudah sadar itu
"Ma–ma," lirih Bagas dengan pelan
"Ada apa sayang, apa ada yang sakit?" tanya mama Alya terdengar sangat khawatir akan keadaan anaknya saat memanggil namanya
"Mama," gumam Bagas lagi dengan mata berlinang di pelupuknya, alat oksigen di wajahnya sudah di lepas oleh suster tadi, sehingga membuat Bagas bisa lebih leluasa berbicara pada mama Alya
"Iyah, sayang mama ada di sini kok," gumam mama Alya masih setia dengan tangan yang selalu merapat dengan tangan anaknya itu
"Bagas, kamu baik-baik saja kan?" tanya papa Hardi dengan wajah khawatir dan serius
"Aku baik pa, kenapa kalian hanya berdua pa, ma yang lain pada kemana? Ana dimana ma, bagaimana keadaannya sekarang, ma jawab Bagas, ma!" jerit Bagas saat teringat kembali pada Ana yang juga ikut dalam kecelakaan itu
"Ma, jawab!" teriak Bagas sedikit keras
"Ana masih koma sayang," ucap mama Alya dengan terpaksa
"Apa? Jadi Ana koma ma?" tanya heran Bagas
"Iyah, sayang Ana koma di ruang ICU dia mengalami geger otak di kepala bagian belakangnya," jelas mama Alya
"Ya Tuhan, hiks hiks." tangis Bagas di sana
"Ini semua salahku ma, andai Ana tidak ikut kemaren ini semua mungkin tidak akan terjadi ma hiks" lirih Bagas dengan wajah menyesal dan memerahnya
"Jangan salahkan dirimu sayang, ini adalah sebuah musibah untuk kita," ujar mama Alya masih setia menemani anaknya dan sesekali menciumi seluruh wajah Bagas seakan masih tidak percaya bahwa Bagas telah siuman saat ini dan mama Alya sangat bersyukur untuk segala keajaiban ini.
*
*
*
*"Khmm, aku akan datang nanti sore kau siapkan segala buktinya dan kita akan mencari keberadaan di brengsek itu"* ucap Frans dalam sambungan telepon itu dan langsung memutusnya dengan sepihak
__ADS_1
"Heh, ternyata kau yang bermain dengan ku, aku tidak sangka kau bisa berbuat hal se keji ini." gumam Frans berbicara sendiri di sana
Kini Grace sudah sampai di ruangan Bagas, ia langsung mendekati Bagas lalu membuka suara.
"Bagaimana keadaan mu Bagas?" tanya Grace saat sudah di dekatnya
"Hehe, aku udah mendingan ka dan besok mungkin sudah bisa kembali," kata Bagas
"Hah, apa aku terlambat?" tanya Frans yang tiba-tiba datang dan membuat suasana ruangan Bagas semakin riuh
"Sangat terlambat! Kaka sudah sangat terlambat," ucap Bagas dengan wajah sedikit marah pada Frans yang berdiri di sampingnya
"Hehe maaf, Kaka tadi habis dapat telepon dari Mark dan mengabarkan kalau penyebab kecelakaan itu adalah unsur kesengajaan dari sebuah truk yang mengalami rem blong saat itu," tutur Frans menjelaskan
"Maksudnya ka?" tanya Bagas dengan serius
"Truk yang menabrak mobil kalian saat itu mengalami rem blong dan hal itu terjadi karena unsur kesengajaan dari seseorang, Mark bilang ada seseorang yang ingin membunuh kalian," jelas Frans.
Mendengar hal itu mereka semua terkejut, bagaimana bisa seseorang ingin membunuh mereka bertiga dengan cara seperti ini.
"Tapi siapa orang yang melakukan itu Frans?" tanya papa Hardi dan diangguki oleh mama Alya
"Aku tidak bisa memberi tahu kalian siapa orang itu saat ini, aku yang akan mengurusnya ma, pa." ucap Frans dengan jujur
"Baiklah, mama percaya padamu nak" sahut mama Alya dengan nada rendah sehabis menangis
"Ow yah pa, ma" seru Frans
"Mulai hari ini aku akan membawa beberapa bodyguard lagi untuk menjaga Bagas, Ana dan Clark dan memperketat pengawasan di sini siapa tahu orang itu akan mencoba kembali rencananya pada mereka bertiga lebih baik kita berjaga sekarang dari pada akan menyesal nantinya ma, pa" ujar Frans sedikit cemas
"Yah, jika itu adalah yang terbaik papa setuju, papa juga akan mencoba cari beberapa orang bodyguard untuk memantau mereka dari jarak jauh," jelas papa Hardi memberi solusi
"Iyah, pa, mama akan mendukung setiap apa yang kalian lakukan" ucap mama Alya menyemangati keduanya
"Grace juga setuju, kita harus lebih berhati-hati lagi menjaga mereka," ujar Grace dengan semangat
"Bukan hanya mereka yang akan di perketat ma, Ci, aku juga akan memperketat penjagaan pada kalian semua, jika ingin pergi kalian harus di temani oleh bodyguard aku tidak mau orang itu akan mencoba mencelakai kalian nanti," tegas Frans
"Baiklah, papa setuju" jawab papa Hardi dan diangguki oleh mereka semua di sana.
*
*
*
Sore hari telah tiba, mama Alya serta Grace baru saja pulang dari RS. Sesampainya di rumah mereka mencoba membaringkan tubuh dan terlelap sebentar mereka terlihat sangat lelah dan kantuk yang menjadi sejak saat menjaga Bagas dan Ana di RS hingga mereka tidak terganggu sedikit pun di sana.
Setelah beberapa jam tidur Grace pun terbangun dan ingin pergi ke dapur untuk memasak namun saat sampai di dapur dan ingin memasak beberapa bahan makanan tidak tersedia di kulkas dia pun membangunkan mama Alya untuk permisi keluar untuk membeli makan malam untuk mereka berdua, sedang Frans dan papa Hardi akan pulang telat nanti malam.
Mama Alya pun menyetujuinya dan mengijinkan Grace keluar untuk membeli makanan tapi harus di jaga oleh bodyguard dan membeli makanan dari tempat terdekat saja. Grace yang di ijinkan pun tersenyum mengangguk dan pergi dengan beberapa bodyguard bersamanya.
__ADS_1
Sesaat setelah sampai di sebuah restoran terdekat, Grace memasuki restoran tanpa bodyguard dan itu karena keinginannya sendiri.
Di dalam restoran saat Grace menunggu pesanannya tiba-tiba seseorang mendekatinya dan membuatnya terkejut takut.
"Grace," panggil orang itu dengan pelan seakan memastikan kalau itu adalah Grace yang dia kenal
"Ah, ka...u? Apa yang–yang kau lakukan di...sini?" tanya Grace dengan sangat gugup dan takut bahkan keringatnya sudah berjatuhan membasahi dahinya
"Apa kau masih mengingat ku?" tanya pria itu dengan wajah sumringah kepadanya
"A...ku— maaf buk ini pesanannya," potong seorang pelayan memutus percakapan kedua insan itu
"Iyah mbak, ini uangnya" ucap Grace memberikan beberapa lembar kertas uang kepada pelayan tersebut
"Tidak, biar aku yang membayar nya," ujar pria yang tak lain adalah Gilang itu
"Biarkan saya saja mbak, ini" ucap Grace dengan wajah takut
"Tidak, biar saya saja ini, kamu simpan saja" jawab Gilang masih nekat memaksa Grace untuk membayar makanan itu
"Ah, tidak mbak biar saya saja, ini"
"Tidak biar saya saja, ini" keras Gilang dan menyodorkan uang itu ke tangan pelayan sedikit paksa
"Terimakasih," ucap Grace berterimakasih dan langsung pergi keluar tanpa berkata apa-apa lagi
"Grace tunggu, Grace" teriak Gilang sedikit keras.
Grace keluar dengan sedikit berlari dari restoran pada bodyguard sudah menunggunya di depan pintu, seorang bodyguard langsung membawa makanan yang ada di tangannya lalu mempersilakan Grace masuk ke dalam mobil.
Grace sangat terburu-buru, hingga kakinya terantuk pada pintu mobil yang sudah di buka oleh seorang pengawal nya itu.
"Aww, ishhh" rintih Grace saat kakinya terantuk pada pintu mobil.
Setelah sampai di dalam mobil Grace segera memberitahu pengawalnya untuk melajukan mobil secepatnya karena Gilang memanggilnya sedari tadi.
"Pak ayo pak, kita pergi sekarang!" teriak Grace sedikit keras.
Setelah mobil Grace melaju Gilang sampai di luar restoran dan tidak bisa menjangkau Grace pergi dari restoran itu.
"Grace!" teriak Gilang dengan sangat keras
"Arghhh," jerit Gilang karena ia tidak berhasil menjangkau Grace dan berbicara dengannya.
Di dalam mobil Grace masih saja memikirkan pertemuannya dengan Gilang tadi, ia terlihat sangat takut dan masih gemetaran di sana.
"Bagaimana bisa aku bertemu dengannya di saat yang tidak tepat seperti ini dan bagaimana aku bisa memberitahu semua ini pada mas Frans? Hiks aku harus bagaimana ya Tuhan aku tidak mau hanya karena kejadian ini aku akan memberikan masalah lagi pada mas Frans," batin Grace dengan wajah gelisah dan tangan yang terlihat gemetar di sana.
Bersambung
like
__ADS_1
komen 👍