MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 27. DAGING MENTAH


__ADS_3

#Flash back on


"Mengingat kejadian itu lagi rasanya hati ini remuk dan hancur berkeping-keping.


Tapi apa dayaku. Sekarang aku bukan suaminya lagi, aku bukan siapa-siapa dia lagi."batin Gilang


"Gilang,"panggil seorang laki-laki bertubuh tinggi, kacamata yang digantung di kerah baju dan suara seraknya, membuat Gilang menengadahkan wajahnya kearah pria itu


Ya, dia adalah Samuel. Sahabatnya yang selalu menjaga dan berada disisinya selama ini.


"Hey, Sam."ucap Gilang ceria kembali saat melihat Samuel datang menjenguknya lalu dipeluknya sahabatnya itu


"Bagaimana kabar mu bro?"ucap Gilang lagi


"Aku baik, jangan pikirkan aku, pikirkan dulu dirimu apa kau sudah baik atau tidak."ucap Samuel sedikit membentak akan perkataan Gilang yang melihat kondisi Samuel dan malah tidak melihat kondisinya sekarang


Mendengar ucapan Samuel, Gilang tersenyum kecil.


"Bagaimana, kapan kau pulang?"ucap Samuel


"Besok mungkin aku sudah bisa pulang"ucap Gilang dingin yang menjadi ciri khasnya itu. Samuel hanya mengangguk di sana


"Bagaimana dengan mantan istri mu, sudah ditemukan?"tanya Samuel lagi


"Hah, belum Sam. Tapi dari mana kau tahu kalau aku sedang mencari dia?"ucap Gilang menarik nafas, menatap dingin Samuel


"Aku tahu dari mama kamu"ucap Samuel


"Dari orang tua itu?"ucap Gilang membuat Samuel bingung kenapa Gilang mengatakan hal itu. Dia terlihat marah setelah Samuel membahas mamanya itu.


"Lo, kenapa?"ucap Samuel


"Orang tua itu yang telah menjebak ku dengan Clara dan membuat ku terbaring selama 1 tahun disini"ucap Gilang dingin sedang Samuel mencerna perkataan Gilang barusan


"Jadi mereka yang buat lo begini,"ucap Samuel heran


"Iyah, mereka yang menjebak ku dan kau tahu mereka jugalah yang membuat kakek meninggal dan menuduh Grace sebagai pelakunya saat itu, padahal Grace sama sekali tidak bersalah. huh, Aku jadi merasa bersalah Sam, aku menyesal"ucap Gilang dingin dengan mata yang berkaca-kaca


"Jadi kau mencarinya untuk meminta maaf begitu?"ucap Samuel dan diangguki oleh Gilang di sana


"Huh, itu sulit Lang. Mungkin dia ga akan bisa memaafkan lo lagi, apalagi jika dia sudah menikah"ucap Samuel duduk di kursi sofa ruang VVIP itu


"Iyah, Sam. Dia akan menikah bulan ini,"ucap Gilang sontak membuat Samuel sedikit terkejut


"Gw bilang juga apa? Trus lo masih mau lanjutin pencarian lo?"ucap Samuel


"Yah, gw akan tetap mencari dia sampai ketemu. Gw harus minta maaf sama dia Sam"ucap Gilang


"Baiklah. Kalo itu kemauan lo. Jika lo butuh bantuan gw buat cari dia, gw bakal bantu loh kok! jangan sungkan-sungkan"ucap Samuel dengan senyum manisnya itu


"Thank you bro, lo selalu ada buat gw"ucap Gilang tersenyum dan hanya diangguki oleh Samuel di sana


"Kalo gitu, gw balik dulu gw mau jemput istri gw"ucap Samuel sontak membuat Gilang bingung


"Istri? Lo udah nikah?"ucap Gilang dan diangguki oleh Samuel dengan senyum kecilnya


"Berani yah, lo nikah tanpa gw"ucap Gilang


"Iyah, itu salah lo, ngapain lo ga ikut. Malah tidur disini lo"ucap Samuel memasukkan tangannya kedalam saku

__ADS_1


"Ini juga bukan kemauan gw tolol, ini mungkin karma buat gw"ucap Gilang lemas


"Galau banget dah nih, cowok satu. Makanya dosa itu jangan ditambah mulu, berubah!"ucap Samuel yang langsung mendapat lemparan bantal dari Gilang


"Emang lo ga berdosa apa?"ucap Gilang sedikit marah


"Yah, pokoknya ga sebanyak dosa lo dan gw udah berubah ga kayak lo"ucap Samuel bersandar pada dinding pintu ruangan itu


dan melempar balik bantal itu pada Gilang dengan sedikit keras


"Sialan lo"ucap Gilang menangkap bantal itu dengan mudah


"Yaudah gw pigi dulu,"ucap Samuel dan hanya dehem an yang di lontarkan Gilang di sana


.


.


.


.


.


Kini di kediaman keluarga Karlos sedang ramai orang. Mereka sedang mengadakan makan malam di taman belakang rumah itu. Sedang Cleo sudah pulang beberapa jam yang lalu.


Grace dan Frans yang juga ikut dalam kegiatan itu duduk berdua di bawah pohon kecil. Mereka tidak diperbolehkan menyentuh apapun di sana. Dan semua itu karena bunda Sania dan mama Alya yang bersikeras mengatakan untuk mereka tidak melakukan apapun di sana.


Grace yang penurut itu hanya bisa diam dan mengikuti kemauan keluarganya itu.


"Mas,"panggil Grace pelan


"Khmmm,"dehem Frans tanpa menoleh kearah Grace


"Mungkin, tapi aku masih ragu mungkinkah kita bisa bahagia nanti?"ucap Frans menatap Grace sekejap dan kemudian menatap keluarga yang amat bahagia itu


"Kita jalani ajah, mas."ucap Grace menatap Frans


"Mungkin itu cara satu-satunya"ucap Frans saling menatap di sana dan kemudian Frans merangkul Grace dan menengadahkan kepalanya di dada bidang miliknya lalu sama-sama tersenyum melihat keluarga mereka ikut bahagia melihat mereka akrab seperti itu


.


.


.


.


.


"Tuan, maaf saya tidak bisa mencari nona sekarang, markas sedang rusuh tuan"ucap Jhon dalam sambungan telepon itu


"Apa? Kenapa bisa seperti itu?"ucap Gilang murka, terdengar beberapa kali suara tembakan di sana


"Musuh datang ke markas dan membuat kericuhan tuan, karena mereka ingin membalaskan dendamnya pada kita"ucap Jhon di seberang sana


"Segera kau atasi masalah itu, atau aku yang akan bertindak dan turun tangan sendiri"ucap Gilang dengan wajah dinginnya, mengepal tangan keras dan mata yang merah menandakan dirinya sedang marah sekarang


"Baik tuan, saya akan melakukan yang terbaik"ucap Jhon di seberang sana

__ADS_1


"Khmmm, hancurkan mereka se hancur-hancurnya aku tidak ingin mendengar markas seperti ini lagi besok mengerti?"ucap Gilang dingin dan mencekam Jhon yang mendengarnya serasa takut dan merinding belum pernah suara Gilang seperti ini saat markas sedang ada masalah


"Ba...ik tuan saya akan berusaha semampu saya"ucap Jhon dengan wajah sedikit takut dan gugup


"Khmmm"dehem Gilang lalu mematikan telepon itu


"Ijlan......,"teriak Gilang keras


Ijlan datang tergopoh-gopoh menuju tempat tuannya Gilang.


"A...da apa tuan?"ucap Ijlan gugup menghadap Gilang


"Aku ingin ke markas hari ini, persiapkan anak buah mu untuk ikut bersama ku ke sana"ucap Gilang dingin


"Tapi tuan, an...da belum diperbolehkan pulang tuan karena besok anda akan melakukan cek up untuk mengetahui penyakit tuan"ucap Ijlan masih dengan gugupnya


"Aku tidak perduli, kau turuti saja perintah ku."ucap Gilang berdiri dari tempat tidur dan membuka baju RS yang amat sangat tidak disukainya itu


"Tapi tuan,"ucap Ijlan lagi dan langsung di pelototi oleh Gilang


Ijlan yang dipelototi seketika berlari keluar untuk melakukan perintah bosnya itu.


.


.


.


.


.


"Grace bagaimana enak tidak masakan ku"ucap Aldo tersenyum saat mereka sudah memulai acara makan-makan itu


Aldo membuat makanan khusus untuk adiknya Grace, dia bilang suatu saat nanti pasti dia tidak akan bisa memasak untuk adiknya, makanya hari ini dia memasak demi adiknya itu. Walau seumur hidup dia belum pernah memasak dia tetap melakukan itu demi Grace yang sebentar lagi akan menikah itu.


"Enak kok, ka. Seumur-umur Kaka belum pernah memasak tapi masakan Kaka enak sekali, aku suka"ucap Grace saat memakan sepotong daging merah yang dibuat kakanya itu


Sebenarnya, daging itu masih kurang matang dan rasanya yang terlalu manis serta darah merahnya masih berlumuran saat dipotong.


"Sini aku coba juga kalo enak,"ucap Alfaro dan diikuti oleh Ana di sana


"Aku mau coba juga"ucap Ana


Ketika mereka memakan daging merah itu, seketika mereka berdua memuntahkan makanan yang dibuat oleh Aldo itu.


Aldo serta yang lainnya, bingung kenapa bisa mereka berdua mengatakan bahwa itu tidak enak padahal Grace tadi memuji makanan itu.


"Uwek..... enak dari mana ini, rasanya sangat manis dan darahnya masih sangat menyengat di lidah"ucap Alfaro setelah minum air putih milik ayah Kris


"Iyah, rasanya ga enak dagingnya belum matang. Bagaimana Kaka bisa mengatakan ini enak?"ucap Ana juga menimpali perkataan Alfaro


"Tidak enak dari mana, sini aku coba"ucap Aldo merasa tidak percaya, dipotongnya sedikit daging itu dan memakannya


Belum digigitnya saja dia sudah memuntahkan makanan itu dari mulutnya.


"Uwekk,,,,,,"


"Bagaimana enak?"ucap Alfaro meledek kakanya itu

__ADS_1


"Rasanya sangat manis, tidak enak sama sekali"ucap Aldo, semua orang yang mendengarnya tertawa melihat ekspresi Aldo yang sulit ditebak itu.


Kebahagiaan meliputi mereka semua. Canda dan tawa membuat suasana di sana semakin ricuh. Mereka juga sesekali berfoto bersama mengabadikan suasana bahagia itu.Terpancar kebahagiaan di wajah mereka semua.


__ADS_2