
"Sebenarnya....." Grace menceritakan semua kehidupan masa lalunya bersama laki-laki yang dulu pernah menjadi suaminya itu pada Tante Abel, dari awal menikah sampai Grace bercerai dengan laki-laki itu.
Tante Abel,Grace termasuk bunda Sania menangis ketika Grace menceritakan semua kejadian itu padanya.Perasaaan Grace sangat tegar saat dia menceritakan semua kejadian itu pada Tante Abel.
"Jadi kamu tahu siapa yang menyebabkan kematian kakek tua itu? sampai-sampai kamu yang disalahkan atas kematian kakeknya itu" ucap Tante Abel saat Grace bercerita tentang kakek yang ayah pinjam uangnya itu meninggal karena tabrak lari
"Aku juga ga tahu tan, sudah lebih dari 2 tahun ini aku bercerai dengan mantan suamiku dan aku belum pernah mendengar kalau orang yang menabrak kakek sudah ditemukan atau tidak"
"Mungkin saja orang yang menabrak kakek tua itu adalah salah satu keluarga mereka atau bahkan cucu kakek itu, dan semua kejadian itu disalahkan padamu Grace" ucap bunda Sania
"Aku juga ga tahu Bun, tiba-tiba saja aku dapat kabar kalau kakek sudah meninggal disebabkan karena tabrak lari, dan waktu itu juga aku yang disalahkan sama mereka semua kalau aku yang sudah menabrak kakek sampai mati dengan alasan aku ingin mengambil semua harta kakek, hingga akhirnya mereka sempat membawa ku kekantor polisi untuk diinterogasi, untung saja tidak ada bukti kuat kalau aku yang membunuh kakek waktu itu dan aku pun dibebaskan, mulai dari hari itu rumah tanggaku berantakan dan dia ingin aku bercerai dengannya Bun,Tan" ucap Grace dengan wajah sembab karena menangis
"Sudah terlalu banyak hal yang kamu alami nak, bunda minta maaf sama Grace bunda sangat menyesal karena bunda kamu jadi seperti ini" ucap bunda Sania dengan air matanya sedang Tante Abel sembari mengelus punggung kakaknya itu untuk menenangkannya disana.
"Bunda ga usah minta maaf Grace udah maafin bunda kok, lupain ajah semuanya Bun dan tolong jangan menangis seperti ini aku tidak mau bunda mengeluarkan air mata hanya untuk Grace yang bukan anak kandung bunda ini" ucap Grace, mendengar itu Tante Abel pun mengernyit pada bunda Sania
"Jadi ka Sania sama ka Kris udah kasih tahu kalau Grace itu bukan anak kandung kalian?" ucap Tante Abel pada mereka berdua, bunda Sania hanya mengangguk mendengar perkataan Tante Abel
"Iya Tan, Grace udah tahu kok kalo Grace itu bukan anak kandungnya bunda sama ayah, Grace tahu soal ini waktu ayah sama bunda cerita di teras beberapa hari yang lalu" ucap Grace menghapus air matanya dan mulai tersenyum kembali, walau dia bukan anak kandung ayah dan bundanya dia tetap bersyukur dia masih mempunyai orang tua yang menjaganya dan selalu ada untuknya.
"Syukurlah kamu sudah mengetahuinya nak, Tante sangat bangga pada Grace, kalau saja Tante yang ada di posisi kamu waktu itu Tante pasti lebih baik mati daripada harus menanggung semua itu dan Tante sangat salut akan kebaikan dan tanggung jawab kamu nak, Tante sangat bangga pada mu" ucap Tante Abel memeluk Grace dengan erat dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Ditempat lain,
Tak,,,tak,,,tak,,,
Suara kaki terdengar sangat jelas diruangan itu, banyak orang melirik bahkan berjinjit hanya untuk melihat orang yang berjalan masuk dengan elegannya itu.
"Wah,,sangat tampan" begitulah kira-kira pujian yang dilontarkan orang-orang itu melihat seorang lelaki datang dengan gagahnya kedalam ruangan yang sudah dipenuhi karyawan itu.
Dengan kaki panjangnya yang sangat kekar dia memasuki perusahaan yang ada dihadapannya itu tanpa melirik atau memiringkan kepala pada para staf dan karyawan yang menunduk dan mengucapkan salam atas kedatangannya kesana.
"Selamat pagi Pak Frans" ucap mereka serentak dengan badan yang membungkuk dan wajah yang ceria.
Lelaki yang bernama Frans itu berjalan tanpa suara kedalam perusahaan dan hanya anggukan yang dia berikan pada para staf yang membungkuk tadi.
"Iyah, tampan banget ya! kayak aktor Korea gitu, udah cakep, berwibawa, CEO lagi emang dunia itu sempit yah bisa jumpa sama cowok setampan dia wajahnya aja mulus banget kayak susu" ucap seorang karyawan lainnya lagi memuji CEO baru mereka yang baru datang dari luar negeri dan akan menetap di Indonesia dan menjadi pemimpin perusahaan terkenal itu.
CEO baru yang dibicarakan mereka adalah CEO tampan yang baru saja lewat dari depan mereka yang akan menjadi pemimpin perusahaan yang menggantikan ayahnya yang sudah turun jabatan itu.
"Namanya siapa tadi, owh iya pak Frans Adizero Karlos yang baru datang dari luar negeri itu kan?"ucap sekretaris Maya pada para anggotanya
"Iya, dia itu CEO paling keren yang pernah gw liat, ga kayak pak Albert CEO es balok dan paling kejam itu" ucap Laras lagi pada mereka dan diangguki para teman-teman dan karyawan lain yang mendengar perkataan Laras barusan.
__ADS_1
CEO atau yang biasa dipanggil pak Frans itu berjalan diikuti asistennya Mark menuju ruangan CEO di kantor itu, hingga para staf dan karyawan lain yang menunduk padanya saat dia masuk membicarakan tentang ketampanan CEO baru mereka itu.
"Silahkan tuan, ini ruangan anda" ucap asisten Mark padanya
"Iya kamu boleh keluar sekarang dan tolong bawakan saya teh saya ingin istirahat sebentar" ucap pak Frans pada Mark yang segera beranjak untuk melakukan perintah dari tuannya itu
"Baik tuan, saya permisi" ucap Mark
Setelah kepergian Mark dari ruangan itu, terdengar suara ketokan dari luar membuat Frans membuka matanya saat dia sedang beristirahat sebentar ditempat duduknya sambil menutup mata, lalu membuka suara.
"Masuk" ucap Frans
"Permisi pak"
"Iya, ada apa yah?" tanya Frans pada sekretaris Maya yang mengetok pintu tadi dengan wajah sedikit lelah
"Maaf pak Frans saya mengganggu waktunya, saya kesini hanya ingin menyampaikan kalau hari ini bapak akan melakukan pertemuan dengan para petinggi disini untuk mencetuskan bapak yang akan menjadi CEO baru disini dan pertemuan itu dilakukan diruang miting pak hanya itu saja pak yang ingin saya sampaikan" ucap sekretaris Maya pada Frans yang duduk dengan elegannya disana.
"Wah tampan sekali, dilihat dari jauh saja sudah sangat tampan apalagi dilihat dari dekat , Huh Kenapa jantungku berdetak kencang gini ya? aku sudah gila" batin sekertaris Maya
"Hanya itu? baiklah kamu boleh pergi saya ingin istirahat sebentar" ucap Frans pada sekretaris Maya yang berdiri tanpa mengedipkan mata melihat CEOnya itu.
__ADS_1
"Kenapa masih bengong disini?" tanya Frans yang melihat Maya yang masih berada disana.
"Ahh, iya pak saya permisi pak Frans" ucap sekretaris Maya dan diangguki oleh Frans saat Maya yang sudah beranjak pergi dari ruangan itu.