MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 40. GULUNG TIKAR?


__ADS_3

"Ahh, kenyangnya."ucap Grace saat sudah selesai makan.


Sedang Frans yang sudah kenyang sedari tadi itu terkejut melihat istri kecilnya begitu banyak makan di sana, dia bisa menghabiskan 3 mangkuk besar dengan sangat cepat yang bahkan 1 mangkuk saja Frans tidak bisa menghabiskannya, bagaimana bisa dia melakukan itu? Pikir Frans di sana.


"Ka—"ucap Frans terpotong menganga


"Hehe, aku sangat lapar tadi."ucap Grace dengan senyumnya sedang Frans hanya menggeleng saja di sana


"Kita pulang yuk mas, aku sangat lelah setelah berjam-jam berjalan di kota ini, kaki ku terasa sangat sakit. Ow yah, nanti foto kita di galeri tadi kamu posting di sosmed kamu yah? Nanti aku juga buat di sosmed aku. "ucap Grace dengan manja


"Baiklah. Yasudah, tunggu sebentar. Alex,"ucap Frans lembut pada Grace dan beralih mencari Alex di restoran itu, untung saja Alex tidak jauh dari tempat mereka makan dan bisa di panggil dengan cepat


"Yeah, wait-wait"ucap Alex sedikit keras, dia sedikit sibuk melayani para pembeli disana.


Setelah beberapa menit dia beradu kata dengan para pembeli dan pelayannya, Alex segera mendatangi kedua insan itu dengan cepat.


"We're leaving. Sometime we talk again. Your number is still the same right? (Kami akan pergi. Kapan-kapan kita berbincang lagi. Nomor mu masih sama kan?)"ucap Frans saat mereka berpamitan pada sahabatnya itu


"Yeah! Why are you guysin sucha hurry. Come on don't go yet, I still want to have a long talk with you. (Yeah! Kenapa kalian buru-buru sekali. Ayoklah jangan pergi dulu, aku masih ingin berbicara panjang lebar dengan mu.)"ucap Alex yang masih menginginkan sahabatnya Frans untuk tinggal beberapa menit lagi dan berbincang dengannya.


"I am so sorry Lex, I can't linger. My wife is a little un well. So, we have to go home. I'm sorry🙏. (Aku sangat minta maaf Lex, saya tidak bisa berlama-lama. Istriku sedikit kurang enak badan, jadi kami harus segera pulang. Maaf kan aku,🙏)"ucap Frans meminta maaf pada Alex akan kepergiannya yang buru-buru, toh Frans masih harus mengurus beberapa hal lagi di sana


" Alright. We'll talk next time. thanks for dropping by here. (Baiklah. Lain kali saja kita berbincang. Terimakasih yah, sudah mampir ke sini.)"ucap Alex dengan senyum manis yang terlihat sedikit keriput di sudut-sudut senyumnya itu


"Your welcome. Ow well, all this for free? (Sama-sama. Ow yah, semua ini gratiskan?)"ucap Frans dengan suara khasnya dalam berbahasa sambil menunjuk makanan yang sudah dihabiskan oleh istrinya itu


"Are you kidding? Are you trying to bankrupt me huh? (Apa kau bercanda? Apa kau mau membuat ku bangkrut, hah?)"ucap Alex melipat tangan di atas dada


"Hey, it's only 4 bowls, it won't instanly turn you out of business. (Hey, ini hanya 4 mangkuk, itu tidak akan langsung membuat mu dengan sekejap menggulung tikar,)"ucap Frans berdiri menepuk punggung Alex dengan santai


"You, huh. Well I'll take it and I'll just give it to you and your wife for my absence at your wedding. (Kau, huh. Baiklah aku akan menerimanya dan aku hadiahkan saja untukmu dan istrimu akan ketidakhadiran ku di acara pernikahan mu.)"ucap Alex sedikit marah pada Frans namun tersenyum kearah Grace yang membuat Frans seketika menepuk punggung Alex di sampingnya dengan sedikit keras karena Alex yang memandang Grace dengan senyum manis yang tiada tara itu.

__ADS_1


"Okay, I'll take it as a gift. Ok, then my wife and I should head home, to have some fun first hahaha.(Baiklah, aku anggap itu sebuah kado. Ok, kalau begitu aku dan istriku harus segera pulang, ingin bersenang-senang dulu hahaha.)"ucap Frans tertawa sedikit keras dan diangguki oleh Alex di sana, sedang Grace terpaku diam sejak tadi memperhatikan kedua pria ini berbincang dengan bahasa yang sama sekali tidak dia mengerti itu


"Ayok, sayang."ucap Frans mengajak Grace dan menggandeng selalu tangannya itu


"Bye, Alex. See you next time."ucap Grace melambaikan tangannya pada Alex dan tersenyum hangat padanya


"Khmmm, see you nex time Grace. (Khmmm, selamat bertemu dilain waktu Grace.)"ucap Alex tersenyum hangat pada kedua orang yang sudah berjalan menuju pintu keluar itu.


*


*


*


1 Minggu kemudian....


Tak terasa kini Grace dan Frans sudah satu Minggu di negara London. Mereka tinggal dengan bahagia di sana. Walau bahkan beberapa hari ini Grace sedang cemberut dan marah pada suaminya Frans.


"Sayang, pliss maafin aku. Udah 3 hari loh kamu cuekin aku, pliss! jangan begini terus, aku—"ucap Frans terpotong oleh Grace yang membuat tangannya ke arah Frans seperti menyuruhnya untuk diam.


Melihat itu Frans seketika diam, Grace sudah keluar dari kamar sejak Frans diam di tempatnya.


"Ci, pliss dong! jangan cuekin aku terus, Ci"ucap Frans melenyut melihat istrinya itu keluar tanpa sedikitpun berbicara padanya.


Sebenarnya, Grace marah pada Frans itu karena Frans yang lebih mementingkan kepentingan seorang perempuan yang baru di kenalnya di mall waktu itu dibanding dengan dirinya yang hanya ingin meminta tolong pada Frans untuk membelikan sebuah kado untuk di kirim ke Indonesia.


2 hari yang lalu adalah hari ulangtahun pernikahan bunda Sania dan ayah Kris yang ke 23 tahun dan dia ingin mengirimkan sebuah kado untuk mereka, namun Frans melupakan pesan istrinya itu dan membuat Grace sakit hati, dia merasa sedih karena di saat-saat dia membutuhkan suaminya, suaminya malah lebih mengurusi urusan orang lain daripada istrinya sendiri.


Dia mendiamkan Frans selama beberapa hari hanya untuk memberinya pelajaran, pantas dia bisa cemburu dan marah seperti itu pada suaminya, istri mana yang tidak marah akan kelakuan suami jika suaminya seperti itu.


Sebenarnya Grace juga tidak tega melihat suaminya selalu saja meminta maaf padanya, tapi apa boleh buat dia harus memberi Frans pelajaran dulu, dan suatu keuntungan juga baginya, dia bisa lolos dari sentuhan dan serangan suaminya yang tiba-tiba itu selama beberapa hari ini.

__ADS_1


Karena sejak awal pertama kali melakukan hubungan suami istri Frans selalu memintanya setiap hari dan tidak ada yang bisa dilakukan Grace jika suaminya sudah melakukan hal yang menurutnya sangat menggoda bagi dirinya yang sangat mudah tergoda itu.


Dan sekarang dengan pelajaran itu, mungkin Frans beberapa hari ini merasa sangat tersiksa bagaimana tidak istrinya telah mendiamkannya beberapa hari dan masih seperti itu sampai sekarang.


*


*


*


Di lantai bawah,


Hari sudah siang kini Frans dan Grace sedang makan berdua di ruang makan karena Melani dan uncle Neo serta aunty Maria sedang tidak ada di rumah.


"Ci, aku mau di suapin,"ucap Frans manja namun tidak di gubris oleh Grace di sana, dia hanya diam dan melanjutkan makannya sendiri dan tidak memedulikan suaminya didepannya itu


"Ci,"cegah Frans memeluknya dari belakang dan sesekali mengecup lembut leher mulus dan halus milik Grace saat Grace beranjak dari duduknya membawa makanannya di atas tangan, sepertinya dia akan makan di kamar untuk menghindari suaminya yang selalu mengajaknya berbicara itu.


"Aku minta maaf. Sungguh aku benar-benar lupa pesan kamu sayang. Maaf in aku, aku tidak sengaja melakukannya aku hanya kasihan pada perempuan itu dan tidak ada yang lain. Aku mohon Ci,"ucap Frans mengecup kembali kepala bagian belakang Grace dengan lembut dan masih memeluknya dengan erat di sana


"Lepasin aku. Lepaskan mas!"ucap Grace memberontak dan sedikit berteriak air matanya menetes seketika


"Ga, aku ga akan lepasin kamu sebelum kamu memaafkan aku."ucap Frans ngeyel dan keras kepala


"Lepaskan."ucap grace memberontak lagi dan lagi


"Nggak, aku nggak akan lepasin kamu."ucap Frans menahan keras Grace yang sedang marah itu, bukannya semakin mereda malah Grace semakin murka di sana. Wajahnya sudah memerah dan air matanya sudah bercucuran, dia benar-benar sangat kecewa pada suaminya.


Bersambung


Like

__ADS_1


Komen


__ADS_2