MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 39. PERTEMUAN NENEK IRMA DAN AYAH KRIS


__ADS_3

Indonesia, Jakarta


07:00


Hari ini adalah hari bahagia bagi semua orang, ayah Kris dan bunda Sania sedang berkunjung ke rumah utama keluarga Karlos.


"Silahkan masuk tuan, nyonya, tuan besar dan nyonya besar sudah menunggu,"ucap seorang pelayan membuka pintu utama rumah itu dengan bahagia


"Khmmm, terimakasih yah,"ucap ayah Kris memasuki rumah dengan senyumnya begitupun dengan bunda Sania sedang pelayan itu hanya mengangguk saja di sana


"Kaka, kapan kalian sampai. Ayok duduk ka,"ucap mama Alya menyambut kedua kakanya ini


"Kita baru sampai. Iyah, baiklah."ucap ayah Kris dengan senyumnya dan mulai mendudukkan dirinya pada sofa di depannya itu


"Kalian juga kapan sampainya? Cepat sekali kalian pulang dari luar negeri,"ucap ayah Kris setelah duduk membuka suaranya


"Iyah, ka. Kami baru sampai tadi pagi, dan tidak sempat memberitahu kalian"ucap mama Alya


"Bagaimana dengan urusan kalian di sana, tidak ada masalah kan?"tanya yah Kris


"Tidak, kami hanya mengurus sedikit pekerjaan di sana jadi kami bisa cepat pulang ke sini dan urusan kami juga sudah selesai kami tidak akan pergi ke sana lagi dalam beberapa bulan ini,"ucap papa Hardi dengan senyumnya


"Syukurlah,"ucap ayah Kris


Setelah beberapa menit berbincang di sana, tiba-tiba nenek Irma turun dari kamarnya di atas.


"Siapa yang datang!"ucap nenek Irma berdiri di depan tangga yang baru sampai di lantai bawah itu


"Ibu, sini aku bantu."ucap papa Hardi mendekati nenek Irma dan mencoba membantunya berjalan menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang datang itu


"Kalian ini siapa?"tanya nenek Irma setelah sampai dan duduk diatas sofa ruang tamu bersama papa Hardi yang membantunya tadi


"Ibu tua?"ucap ayah Kris terpengarah


"Kau siapa, apa kau mengenalku?"tanya nenek Irma lagi, maklum saja nenek Irma sekarang sudah menginjak 79 tahun dan dia sudah tidak bisa lagi melihat orang dengan jelas dan harus memakai kacamata namun saat ayah Kris dan bunda Sania datang dia lupa untuk mengambil kacamatanya dari kamar.


"Ibu tua, ini aku Setya."ucap ayah Kris dengan antusias dan langsung memeluk nenek Irma dengan hangat


"Setya? Siapa Setya?"tanya nenek Irma kebingungan sedang yang lainnya tersenyum mendengar ucapan nenek Irma barusan


"Ibu tua, kau tidak ingat lagi dengan diriku? Aku Setya, ibu tua. Kakanya Alya,"ucap ayah Kris mencoba menjelaskan siapa dirinya dan melonggarkan pelukannya dari nenek Irma lembut


"Ah, kakanya Alya? Bukankah kakanya sudah meninggal? Benar kan Alya Kaka mu sudah meninggal? Mana mungkin dia adalah Setya si anak polisi,"ucap nenek Irma bingung, mana mungkin ayah Kris masih hidup pikirnya


"Iyah, bu. Dia adalah Kaka ku, dia masih hidup bu."ucap mama Alya mendekati nenek Irma dan mencoba menjelaskan semuanya padanya sambil merangkul nenek Irma dengan lembut di sana

__ADS_1


"Dia masih hidup?"ucap nenek Irma menganga karena keterkejutannya


"Iyah, ibu tua. Aku masih hidup,"ucap ayah Kris lagi, nenek Irma yang mendengarnya tersenyum lembut dan kembali memeluk ayah Kris dengan erat di sana


"Kau masih hidup, anakku."ucap nenek Irma dengan tangisnya masih memeluk ayah Kris di sana


"Iyah, ini Setya Bu."ucap ayah Kris juga ikut terharu di sana


"Ibu tua, ini istriku. Namanya Sania,"ucap ayah Kris setelah melonggarkan pelukannya dari nenek Irma dan memperkenalkan istrinya padanya


"Kau sudah menikah?"tanya nenek Irma heran


"Iyah, bu. Aku sudah menikah dan mempunyai 2 anak laki-laki,"ucap ayah Kris dengan senyum mengembangnya sedang bunda Sania tersenyum mendekati nenek Irma dan menyalaminya di sana


"Wah, aku sangat bahagia mendengar ini nak. Aku sangat-sangat bahagia,"ucap nenek Irma kembali memeluk ayah Kris di sana


"Iyah, Bu. Aku juga sangat bahagia bisa melihat ibu lagi, tapi kapan ibu datang kenapa aku tidak tahu."ucap ayah Kris dengan bahagia lalu melepas pelukan itu lagi dan kemudian menatap papa Hardi dan mama Alya serta nenek Irma bergantian ingin meminta penjelasan dari mereka tentang kepulangan nenek Irma yang tidak di ketahuinya itu


"Apa kalian tidak mau aku datang dan menyambut ibu tua ku ini?"tanya ayah Kris menatap mama Alya dan papa Hardi


"Bukan begitu ka, kami ingin sekali memberitahu kalian soal kepulangan ibu tapi karena kami sedikit sibuk dan ibu belum tahu kalau Kaka masih hidup jadi kami tidak bisa memberitahu kalian saat itu, maaf yah


ka."ucap mama Alya sedikit menyesal


"Belum, kami belum mendapat kabar dari mereka. Mungkin mereka sedang bersenang-senang di sana."ucap nenek Irma menimpali


"Iyah, mungkin saja."ucap ayah Kris


"Eh, Sania kenapa kau dari tadi tidak bicara? Jangan sungkan nak, di sini tidak ada yang akan menggigit mu,"ucap nenek Irma sedikit mengejek bunda Sania yang hanya tersenyum saja di sana


"Tidak Bu, saya hanya tidak terlalu suka berbicara saja."ucap bunda Sania sopan dengan senyum manisnya


"Iyah, baiklah nak."ucap nenek Irma dengan senyumnya.


*


*


*


Kruk.. kruk...


"Hehe,"senyum Grace menatap suaminya saat perutnya berbunyi saat mereka mengelilingi dan berjalan melihat-lihat lukisan dan benda-benda jaman kuno di galeri ratu itu


"Hm, baiklah ayok kita makan."ucap Frans melihat jam ditangannya, menggandeng Grace dan membawanya keluar untuk makan

__ADS_1


Setelah menempuh jalan panjang akhirnya Frans dan Grace tiba di sebuah restoran besar dan mewah di kota itu.


"Wah, Frans. How are you?"ucap seorang laki-laki mendekati mereka di kursi tempat mereka duduk dan memeluk Frans disana, tubuhnya kekar dan tinggi terlihat dari wajahnya sepertinya dia adalah masyarakat asli negara itu


"I'm fine. And you?"jawab Frans melepas pelukannya dari orang bule itu


"I'm fine too,"ucap laki-laki itu


"Who she's a girl? (Siapa dia?)"ucap laki-laki itu menunjuk Grace yang berada di samping Frans


"Ow, she's my wife, she's name is Grace. (Oh, dia istriku, namanya Grace.)"ucap Frans dengan girang memperkenalkan Grace padanya


"Your wife? Wow, halo Grace, nice to meet you. My name is Alexo Fedrosa, you can call me Alex, Frans is my best friend since childhood. (Istrimu? Wah, halo Grace, senang bertemu dengan mu. Nama saya Alexo Fedrosa, kamu bisa memanggilku Alex. Frans adalah sahabat saya dari kecil.)"ucap pria putih nan tampan itu pada Frans dan beralih pada Grace sambil berjabat tangan dengannya.


"Hi, Alex nice to meet you too.( Hi, Alex senang juga bertemu dengan mu.)"ucap Grace berkenalan dengan Alex sambil tersenyum


"When did you get merried? (Kapan kalian menikah?)"tanyanya lagi


"Only one week, (baru satu Minggu)"ucap Frans dengan senyumnya


"Wow in turns out they are still newlyweds. I'm happy hear this. (Wah, ternyata masih pengantin baru. Saya senang mendengar ini.)"ucap Alex dengan senyum mengembangnya di sana


"Thanks,"ucap Frans berterimakasih


"So, what do you want to order? (Jadi, kalian mau pesan apa?)"tanya Alex


"I want to order Spaghetti and what are you order baby? (Saya ingin memesan Spaghetti dan kamu mau pesan apa sayang?)"ucap Frans bertanya pada Grace


"Samakan saja mas,"ucap Grace di sana


"Ow ok, we ordered 2 Spaghetti and 2 Juice orange, (Ow baiklah, kami pesan 2 Spaghetti dan 2 jus orange,)"ucap Frans memesan beberapa makanan untuk mereka


"Okay, waiting for you, soon your order Will come. Then i'll excuse myself first, I have to serve the other's first. (Baiklah, di tunggu yah, sebentar lagi pesanan kalian akan datang. Kalau begitu saya permisi dulu, saya harus melayani yang lain dulu.)"ucap Alex berdiri dari duduknya tadi dan kemudian berpamitan pergi dari sana


"Okay, thanks ya bro."ucap Frans saat Alex sudah sedikit jauh dari tempat mereka


"Your welcome,"ucap Alex dari jauh dan sedikit berteriak.


Alex adalah pemilik restoran tersebut. Restoran itu sudah lama berdiri sekitar tahun 90 an sampai saat ini. Sebenarnya restoran itu adalah harta turun temurun yang di berikan orangtuanya pada Alex. Dan karena Alex adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarganya maka dia yang harus mengolah restoran itu di sana.


Bersambung....


Like 🤗


Komen 😘

__ADS_1


__ADS_2