MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 48. MENJENGUK BAGAS


__ADS_3

Pagi pagi sekali Grace berjalan menuju dapur untuk memasak namun ia lupa kalau bahan makanan sudah habis sejak kemarin pembantu di rumah juga sudah bangun, lalu Grace segera menyuruhnya untuk membeli bahan makanan ke pasar.


Frans yang terlihat masih kantuk, lesu dan masih setengah sadar turun mendatangi Grace ke bawah dia ingin cepat pergi ke RS bersama papa Hardi tapi papa Hardi sepertinya belum bangun. Jadi dia ingin melakukan joging terlebih dahulu sambil menunggu papa Hardi bangun di ruang fitness.


"Mas ini minumnya," tawar Grace pada Frans yang masih serius melakukan joging nya di sana


"Makasih sayang," ucap Frans menerima secangkir teh dari tangan Grace sambil menunjukkan senyum bahagia di sana


"Mas aku mau bicara sebentar, boleh?" tanya Grace dengan penuh ketakutan dan gugup


"Kenapa nanya gitu sih, boleh dong sayang, kamu mau bicara soal apa?" ucap Frans meletakkan cangkir di tangannya dan mendekati Grace lagi dengan sangat dekat


"A..ku, aku mau bicara soal—drtt,,,drtt,,," potong Grace saat telepon Frans berbunyi di atas meja di sampingnya dan membuat Grace semakin gugup dan plinplan


"Sebentar sayang, aku angkat dulu." ucap Frans permisi untuk menerima panggilan itu


"*Halo, ha sudah kau isi? Ok bagus, khmmm,"* ucap Frans dalam sambungan telepon itu dan sedikit menjauh dari tempat Grace saat ini


"Aku semakin tidak yakin memberitahunya hari ini, aku sangat gugup dan takut. Ya Tuhan, bagaimana caranya agar aku bisa mengatakan masalah ini padanya aku sangat takut Tuhan." seru Grace berdoa dalam hati meminta pada Tuhan agar ia kuat dan berani mengatakan yang sejujurnya akan pertemuannya tadi malam dengan sang mantan.


*


*


*


07:20 RS


"Bagas," lirih seorang wanita berjilbab dengan senyum indahnya mendatangi Bagas ke dalam ruangannya


"Ah, Xela! Kau di sini?" tanya Bagas bingung, duduk bersandar di atas kasur dengan bertopang bantal di belakangnya


"Aku boleh masuk?" tanya balik wanita bernama Xela itu


"Oh, boleh silahkan Xel," ucap Bagas mempersilakan Xela masuk


"Kamu ada apa datang ke sini?" tanya Bagas serius


"Enggak, aku cuman mau liat keadaan kamu ajah tapi kenapa yah banyak pengawal di depan?" tutur Xela


"Pengawal itu?" ucap Bagas dan diangguki oleh Xela di sana


"Oo, mereka itu suruhan Kaka aku untuk menjaga ku di sini!" terang Bagas dengan senyumnya


"Owh, gitu yah," ucap Xela


"Lalu kamu kesini sama siapa?" tanya Bagas


"Aku sendiri tadi tapi saat aku mau masuk RS tiba-tiba Elo datang dan menemaniku ke sini," tutur Xela dengan jujur


"Ow aku pikir siapa, trus Elo nya kemana, kok ga masuk bareng kamu?" tanya Bagas dengan wajah mengangguk nya


"Elo bilang dia ada urusan mendadak Gas, jadi dia ga bisa ikut masuk apalagi kan pengawal kamu di depan ga bolehin orang masuk sembarangan jadinya Elo pergi dan cuman antar aku sampe depan RS doang." terang Xela


"O gitu!" angguk Bagas


"Elo pasti ga mau masuk gara-gara kemaren Xel, ia pasti cemburu liat kamu perhatian gini sama aku," bisik Bagas dalam hati


"Ow yah Gas, kamu udah makan nggak? Aku bawain makanan loh buat kamu," ucap Xela menyodorkan makanan di tangannya dengan gembira

__ADS_1


"Belum Xel, aku masih nungguin ka Grace nganter sarapan aku," ucap Bagas tersenyum hangat


"Pas banget! Aku bawain makanan kesukaan kamu loh Gas," sodor Xela membuka kotak makan di atas meja yang dibawanya tadi.


Saat Xela membuka makanannya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar dan membuat bola mata Bagas serta Xela mengarah ke suara ketukan pintu itu.


Tok tok tok


Ketuk seseorang dari luar kamar.


"Masuk!" silakan Bagas pada orang di luar.


Dan ternyata orang itu adalah Cleo yang baru saja datang menjenguk bagas ke RS karena dia baru kemaren mengetahui berita kecelakaan ketiga orang itu.


"Maaf mengganggu," ucap Cleo membawa beberapa buah di tangannya lalu memasuki ruangan Bagas


"Ka Cleo! gapapa ko ka silahkan masuk ka," kaget Bagas saat Cleo memperlihatkan wajahnya masuk


"Gimana kabar kamu? Maaf banget Kaka baru bisa datang sekarang, soalnya kakak baru kemaren dapat berita ini dari Frans dan Kaka belum tahu kalian sedang mengalami hal seberat ini, Kaka sangat minta maaf Bagas maafkan Kaka yah?" terang Cleo meminta maaf pada Bagas


"Gapapa ka, Bagas maklum kok doakan saja semoga Ana dan Clark bisa selamat dari segala maut yang menimpa mereka ka," lirih Bagas dengan senyumnya


"Oh Iyah, Kaka bawa in kamu buah, semoga kamu suka yah!" ucap Cleo mengangguk tersenyum memberikan buah itu pada Bagas


"Iyah, ka Makasih banget udah mau jenguk in aku ke sini," lirih Bagas meletakkan buah itu di atas nakas di sampingnya


"Iyah sama-sama, ow yah dia siapa? Pacar kamu yah?" tunjuk Cleo melihat Xela berdiri mematung di sampingnya


"Ah ga kok ka, dia itu cuman teman kampus doang dia bukan pacar aku kok," jelas Bagas sedikit memelas di sana


"Iyah, ka kita hanya temen kok," lanjut Xela


"Hehe,"


"Kalo gitu aku permisi yah Gas, aku masih harus ngampus." pamit Xela


"Kok cepet banget, baru ajah nyampe!" ucap Bagas kepada Xela yang terburu-buru itu


"Maafkan aku Gas, aku harus pergi sekarang aku sudah terlambat aku masih ada urusan soalnya," jelas Xela ingin pergi karena urusan kampusnya yang sibuk itu


"Yaudah deh, makasih yah udah jenguk in aku kesini dan makasih juga buat makanannya," tutur Bagas mengijinkan Xela untuk pergi dan berterimakasih padanya


"Iyah Gas, kalo gitu aku permisi yah," pamit Xela pada Bagas dan juga Cleo sambil tersenyum kearahnya dan dibalas oleh mereka bersama


"Bye Bagas," ucap Xela dan diangguki senyum oleh Bagas di sana


*


*


*


"Ci ayo, nanti Bagas keburu laper loh," panggil Frans dari ruang tamu sedang Grace masih menyiapkan bekal sarapan untuk di bawa ke RS


"Iyah, sebentar mas" jawab Grace dari jauh.


5 menit kemudian Grace keluar dari ruang makan lalu mendekati Frans yang sudah rapi seperti biasanya.


"Sudah siap mas yok kita berangkat," ajak Grace dengan semangat dan bekal di tangannya sedang Frans sedang bermain gadget di sana

__ADS_1


"Khmm," jawab Frans dingin sambil menyimpan gadget nya ke dalam saku


*


*


*


Setelah sampai di RS Grace dan Frans segera beranjak menuju ruangan Bagas saat memasuki ruangan itu Grace dan Frans tersentak kaget saat Cleo sedang bercanda gurau dengan Bagas di sana.


"Seru banget lagi ngomongin apa sih?" tanya Grace saat masuk ke dalam ruangan Bagas bersama Frans yang mengawalnya dari belakang


"Hehe, Kaka udah dateng? Ga, ga ngomongin apa-apa kok ka lagi becandaan aja," jawab Bagas dari kasurnya dengan wajah bahagia nya sehabis tertawa


"Ini Kaka bawain sarapan kamu maaf yah, Kaka datang sedikit lama soalnya nunggu bahan makanan dulu tadi," jelas Grace meletakkan makannya di atas nakas


"Aduh ka, tapi aku udah makan tadi," lirih Bagas sedikit menunjukkan kelesuan di wajahnya


"Udah makan ajah lagi susah amat," sahut Frans


"Tapi aku udah kenyang banget ka," jawab Bagas mengelus lembut perutnya sambil memelas kekenyangan di sana


"Yaudah kalo gitu biar nanti Kaka aja yang makan, soalnya Kaka ga sempet sarapan tadi pagi saking sibuknya ngurusin rumah," ucap Grace santai


"Iyah ka, maaf yah" ucap Bagas


"Iyah gapapa," jawab Grace


"Cleo, kamu udah lama?" tanya Grace dengan senyum manisnya


"Belum sih, 30 menit an lah kira-kira ini aku juga mau pamitan soalnya aku masih ada urusan penting dan harus ke sana secepatnya," jelas Cleo dengan santai sambil mengambil tasnya di atas kursi lalu pamit pada ketiga orang itu


"Yaudah kalo gitu aku pamit yah," ucap Cleo lagi


"Iyah, kamu hati-hati yah" ucap Grace


"Ok, bye"


"Bye."


Setelah Cleo berpamitan dan pergi Bagas kemudian membuka suara kembali.


"Ka gimana keadaannya Ana, dari tadi aku kepikiran banget sama dia, Ana baik-baik aja kan?" tanya Bagas sedikit khawatir


"Ana sudah semakin membaik, kamu tenang saja Kaka udah cari dokter spesialis hebat untuk nya," jawab Frans duduk diatas sofa


"Syukurlah ka, aku khawatir banget sama Ana, aku merasa bersalah padanya ini semua salah ku, ka" ucap Bagas merasa bersalah akan keadaan Ana saat ini


"Udah ga usah lebay, Ana itu kuat ia pasti bisa menghadapi semua ini," ujar Frans


"Aku tahu Ana pasti kuat ka," ucap Bagas


"Kamu yang sabar yah, Ana pasti bisa menghadapi semua tantangan dan cobaan ini Ana itu wanita kuat Gas," timpal Grace di atas sofa di samping Frans


"Iyah ka, makasih" jawab Bagas dengan anggukan di sana.


Bersambung


Like

__ADS_1


Komen


__ADS_2