MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps.06. KOMA


__ADS_3

"Tuan tidak apa-apa kan? Ga ada yang luka kan? Huh! saya berterimakasih pada tuan,tuan sudah menolong saya tadi TERIMAKASIH"ucap Grace saat sudah mulai sadar dan mengkhawatirkan keadaan Frans yang sedikit kesakitan itu


"Tidak apa-apa saya baik-baik saja lain kali hati-hati" ucap Frans pada Grace yang masih saja berterimakasih padanya


"Iyah tuan saya sangat berterimakasih pada tuan kalau tidak ada tuan mungkin saya yang akan terkena AC itu terimakasih sekali lagi" ucap Grace


"Khmmm" hanya dehem an yang dilontarkan Frans pada Grace


"Apa tuan ada yang luka biar saya obati tuan itung-itung saya balas budi" ucap Grace pada Frans yang masih saja memegang punggung belakangnya yang terasa sakit


"Gapapa kamu tidak perlu melakukan itu"ucap Frans dingin


"Syukurlah tuan tidak apa-apa"ucap Grace sedikit lega mendengar perkataan Frans barusan namun tiba-tiba hp Grace berbunyi dengan orang dan nama yang sama yang meneleponnya tadi yakni kakanya Aldo


"Halo ka" ucap Grace kembali mengingat ayah Kris yang ada di RS sekarang


"Iya ka aku kesana sekarang"ucap Grace menanggapi perkataan Aldo diseberang sana lalu mematikan telepon itu dengan khawatir dan gugup lalu membuka suara kembali


"Tuan maaf sekali saya harus pergi saya buru-buru, maaf saya tidak bisa membayar kebaikan tuan terimakasih sekali lagi tuan terimakasih saya permisi dulu"ucap Grace sedikit membungkuk dan berlari keluar dari kantor itu


"Khmmm" hanya dehem an yang dijawab oleh Frans pada Grace yang sudah pergi itu dengan mata yang masih saja tertuju pada Grace sampai Grace sudah tidak terlihat lagi disana.


Setelah beberapa detik kemudian Frans membuka suara kembali


"Mark kita keruangan saya nanti makanannya di order saja punggung ku sedikit sakit! aku akan makan di ruangan ku saja"ucap Frans membopong tubuh Frans lalu berjalan menuju ruangan Frans


"Baik tuan mari" ucap Mark mulai melangkahkan kakinya


"Tuan sebentar"ucap Mark menghentikan langkahnya


"Ada apa lagi?"ucap Frans sedikit malas

__ADS_1


"Saya hanya ingin memberi tahukan pada mereka untuk memperbaiki peralatan yang ada disini biar nanti tidak terjadi hal seperti tadi tuan" ucap Mark melepas tangannya dari Frans


"Baiklah"ucap Frans ketus


Mark kemudian memanggil dua satpam yang berjaga disana


"Ini diperbaiki saya tidak mau tahu semua peralatan yang ada di kantor ini termasuk semua AC-nya harus diperbaiki lagi dengan benar saya tidak mau terjadi hal seperti ini lagi, mengerti"ucap Mark dingin dan membuat kedua satpam itu ketakutan dengan wajah dingin Mark itu


"Baik tuan"ucap mereka serentak dan langsung melakukan pekerjaan mereka sedang Frans sudah tidak terlihat disana mungkin dia sudah naik ke ruangannya tanpa memberi tahukan pada Mark.


Mark yang tidak melihat Frans lagi disana langsung berlari menuju ruangan Frans diatas dia tidak mau tuannya marah jika dia tidak ada disana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak butuh waktu lama kini Grace sudah sampai di RS dengan tangan yang memegang tas besar dan berlari kencang menelusuri ruangan-ruangan RS itu, Setelah sampai di ruangan yang bertuliskan Ruang Operasi itu dilihatnya bunda Sania dan kak Aldo serta Tante Abel yang sedang duduk disana menunggu operasi berlangsung.


"Bunda gimana keadaan ayah,ayah baik-baik aja kan?"ucap Grace pada bunda Sania dan memegang tangan bunda Sania yang sedang duduk bersama dengan ka Aldo dan Tante Abel disana dengan suara yang tidak beraturan dan terdengar sangat letih


"Bunda ga usah khawatir ayah pasti baik-baik saja disana bunda juga yang tabah jangan berpikir yang enggak-enggak dulu Bun"ucap Grace menenangkan bunda Sania yang sudah mulai mengeluarkan air mata begitu pun dengan Grace yang menangis mengingat ayahnya yang masih ditangani didalam sana.


"Iyah ka,kita berdoa saja semoga kak Kris baik-baik saja dan bisa kumpul sama-sama lagi sama kita"ucap Tante Abel yang juga sedang duduk menenangkan bunda Sania yang masih saja menangis disana


Saat mereka sedang sibuk menenangkan bunda Sania tiba-tiba dokter keluar dari ruangan tempat ayah Kris ditangani dengan baju serba hijau dan masker diwajahnya dan dengan suara yang kelelahan dan sedikit tergesa-gesa.


"Dok, gimana keadaan ayah saya dok"ucap Grace berdiri dan diikuti bunda Sania,Tante Abel dan ka Aldo bersama


"Iya dok bagaimana keadaan Kaka saya dok, dia baik-baik saja kan? operasinya berjalan dengan lancar kan dok?"ucap Tante Abel sedikit takut jika terjadi sesuatu pd kakanya itu


"Operasinya berjalan lancar, namun penyakit tumor yang dimiliki pasien sekarang sudah memasuki stadium 4"ucap dokter


"Apa stadium 4 dok?"ucap bunda Sania dengan tubuh yang sudah gemetar dan diangguki oleh dokter itu

__ADS_1


"Iyah bu dan sebentar lagi kami akan memindahkan pasien keruang rawat tapi.."ucap dokter itu dengan sedikit gugup


"Tapi kenapa dok ada apa dengan ayah saya dok"ucap ka Aldo dengan suara yang sedikit keras dan deraian air mata


"Begini, pada saat kami melakukan operasi tadi keadaan pasien sangat kritis dan mengalami pendarahan hebat di kepalanya dia kehilangan banyak darah dan sangat lemah saat kami mengoperasinya tadi saya pikir pasien mungkin tidak ada harapan lagi namun dengan segala usaha kami pun berhasil melakukan operasi besar ini dengan lancar namun sekarang pasien dalam keadaan koma"ucap dokter itu dengan jujur dan berat hati


"Apa koma dok?"ucap bunda Sania dengan air mata yang masih saja berderai dan tubuh yang gemetar, mendengar hal itu bunda Sania tidak sadarkan diri dan terjatuh untung Aldo yang merangkulnya tadi memegangnya dengan erat dan mendudukkannya dikursi RS itu sedang Grace dan Tante Abel terlihat khawatir dengan keadaan bunda Sania yang pingsan itu


"Bun,bunda bunda bangun bunda, bunda"ucap ka Aldo menampar kecil wajah bunda Sania untuk menyadarkannya dari pingsan dengan air mata yang masih terlihat di kelopak matanya.


Demikian dengan Grace dan Tante Abel mereka terlihat khawatir dan lesu mendengar keadaan ayah Kris dan juga ke pingsanan bunda Sania yang membuat mereka tidak berkutik dan hanya duduk frustasi mencoba menyadarkan bunda Sania dari pingsannya itu.


"Dok apa kita bisa jenguk Kaka saya sekarang dok?"tanya Tante Abel pada dokter yang masih berdiri mematung disana


"Anda bisa menjenguk pasien! tapi setelah kami memindahkannya ke ruang rawat dulu dan tolong jangan terlalu banyak yang menjenguknya karena nanti bisa terganggu dengan keadaan pasien dan membuatnya drop lagi"ucap dokter itu


"Baik dok"ucap Tante Abel


"Baiklah, kalau begitu saya permisi"ucap dokter itu lagi lalu pergi dari sana


"Iya dok"ucap Grace dan Tante Abel sedang ka Aldo sedang susah payah membuat bunda Sania sadar hingga saat dia memberikan minum untuknya barulah bunda Sania sadar namun masih saja menangis mengingat perkataan dokter tadi


"Al ayah mu baik-baik saja kan? ayah mu tidak apa-apa kan? Jawab bunda Al"ucap bunda Sania dengan air mata menatap Aldo yang tidak tahu harus mengatakan apa


"Bun,bunda yang sabar ayah pasti bisa melewati ini semua Bun,bunda yang tabah Bun, bunda yang kuat"ucap Grace menenangkan bunda Sania


"Ayah dimana sekarang?"ucap bunda Sania


"Ayah akan dipindahkan ke ruang rawat Bun dan sebentar lagi bunda juga bisa menjenguknya disana"ucap Aldo mulai tenang


"Ibu ingin bertemu ayah mu Al, ibu ingin bertemu dengannya"ucap bunda Sania dengan lesu dan menghapus air matanya

__ADS_1


"Iya Bun bunda pasti akan bertemu sama ayah,bunda sabar dulu ayah belum dipindahkan Bun"ucap Grace sedang Tante Abel merangkulnya pundak Tante Abel dan sesekali mengelusnya dengan lembut.


__ADS_2