MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 23. SETUJU MENIKAH


__ADS_3

Di Restoran Mall...


Cleo dan Feby sudah sampai di tempat Samuel dan istrinya berada. Mereka duduk di depan kedua orang itu.


"Sam kapan lo datang? dari kemaren gw ajak ketemuan lo selalu ajah ga ada waktu"ucap Cleo


"Gw nyampe kemaren pagi, baru sekarang ada waktu buat ketemu sama kalian"ucap Samuel dingin sambil meminum minumannya


"Owh...!"ucap Cleo


"Gimana sama keadaan Gilang dia udah baikan?"tanya Feby khawatir


"Gilang masih seperti biasa tidak ada perkembangan, dia selalu menangis tidak tahu kenapa, dokter bilang ini mungkin terjadi karena sesuatu hal atau kesalahan yang dia pernah lakukan dulu. Tante Tasya bilang mungkin Gilang merasa bersalah pada Grace, mantan istri pertamanya dulu dan ingin meminta maaf padanya"ucap Samuel menjelaskan


"Trus kenapa kalian ga bawa mantan istrinya itu ke RS?"tanya Cleo penasaran


"Kami tidak tahu keberadaannya sekarang, kami masih terus mencarinya. Menurut kabar yang kami temukan dia sekarang berada di kota ini, tapi aku ga tahu dia tinggal dimana"ucap Samuel


"Jadi perempuan itu belum di temukan juga?"ucap Feby


"Iyah, Feb. Kata dokter kemungkinan Gilang ga akan ada harapan hidup lagi, sudah terlalu lama dia terbaring koma di RS dokter hampir menyerah padanya. Apalagi keadaannya yang sebentar drop sebentar lagi seperti biasa tidak ada perkembangan"ucap Samuel lesu mengingat sahabatnya yang masih terbaring koma di RS itu


Iyah, Gilang mantan suami dari Grace itu, kini sedang terbaring di RS dan sedang dalam keadaan koma. Setiap hari Gilang selalu menangis tidak tahu kenapa. Sudah 1 tahun ini Gilang koma dan belum ada perkembangan. Dokter yang merawat pun sudah menyerah. Keluarga Gilang juga sudah menyerah, mereka tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi.


"Iyah, Tante Tasya dan semua keluarganya pun sudah menyerah, sudah lama kami mencari mantan istrinya itu tapi kami tidak pernah bisa menemukannya"ucap Fiona istri Samuel


"Semoga dia cepat sembuh yah,"ucap Cleo di sana


"Iyah, semoga ajah cle"ucap Feby dan diangguki Fiona serta Samuel di sana


"Amin, doakan saja semoga Gilang bisa cepat sembuh dan bisa kembali seperti biasa lagi"ucap Samuel


"Amin"ucap mereka bersama


***


"Grace apa kamu sudah memikirkan keinginan mama? Apa kamu setuju dan mau untuk menikah dengan anak mama?"tanya mama Alya saat mereka yang sedang makan di sebuah restoran besar dan mewah itu


Grace dan Frans yang mendengarnya terkejut. Bagaimana tidak, mama Alya selalu saja menanyakan hal itu lagi dan lagi. Grace yang masih belom siap selalu membuat alasan agar mama Alya untuk tidak membicarakan hal itu lagi.


Namun kini dengan tegas Grace akan menjawab keinginan mama Alya itu. Dia tidak mau membuat keluarganya selalu berharap jika mereka berdua bisa menikah dan menjalani pernikahan bersama.

__ADS_1


"Mama bisa ga sih, kalo kita lagi makan tuh jangan nanya itu, itu mulu kalo Ceci gak mau jangan dipaksain lah ma. Dia masih butuh waktu."ucap Frans yang komen akan pertanyaan mamanya yang selalu saja mengatakan hal itu


"Iyah, maaf! mama minta maaf. Yaudah kalian lanjutkan makan kalian nanti dingin ga enak lagi"ucap mama Alya tersenyum


"Ma, aku mau"ucap Grace spontan, membuat Frans dan mama Alya terkejut akan jawabannya itu


"Apa? Kamu mau sayang?"ucap mama Alya bahagia sekaligus terharu Grace hanya mengangguk disana


"Aku mau ma, aku mau menikah dengan mas Frans"ucap Grace menarik nafas dalam


"Kamu serius Ci? Kamu ga main-main kan?"ucap Frans sedikit takut jika Grace terpaksa melakukan semua ini karena tekanan mamanya yang selalu membicarakan hal itu terus menerus


"Iyah, mas. Aku serius, aku ga main-main"ucap Grace


"Baiklah, aku tidak bisa berkata apa-apa. Jika semua sudah kamu pikirkan baik-baik apa boleh buat, aku juga pasrah jika nanti kamu yang akan menjadi istriku"ucap Frans tersenyum


"Argh... mama lagi ga mimpi kan?"ucap mama Alya mencubit pipinya dan merasa kesakitan, dia merasa tidak yakin akan keputusan Grace saat ini


Grace mengangguk dan tersenyum kecil dia pasrah untuk mau menikah dengan Frans, sekarang dia hanya ingin membahagiakan mama Alya serta keluarganya yang lain.


Mama Alya terlihat sangat bahagia, dipeluknya Grace dan Frans bergantian dan tak lupa mengucap syukur pada Tuhan akan kemauan Grace untuk menikah dengan Frans, Frans yang melihatnya pun turut bahagia. Namun dari pelupuk matanya dia tidak bisa berbohong kalau dia masih belum siap dan bisa sepenuhnya untuk melakukan semua ini, tapi yang dipikirkannya sekarang adalah mamanya jika mamanya bahagia dia juga bahagia.


*"*Halo ka"*


*"Halo dek, ada apa kamu nelfon kaka?"*


*"ka Kris aku sangat, sangat, sangat bahagia hari ini!"*


*"Bahagia kenapa sayang?"*


*"Aku bahagia banget ka, hari ini Grace bilang dia mau untuk menikah dengan Frans ka"*


"*Apa? Maksud kamu Grace setuju dan mau menikah dengan Frans?"*


*"Iyah, ka. Grace setuju dan mau menikah dengan Frans,"*


*"Alhamdulillah, Kaka turut bahagia mendengarnya. Tolong kamu kasih sama Grace, Kaka mau bicara"*


*"Iyah, ka sebentar*"*


"Ini Grace ayah ingin berbicara padamu"ucap mama Alya memberikan ponselnya pada Grace, Grace pun menerimanya

__ADS_1


*"*Halo yah!"* ucap Grace dlm sambungan telepon itu


*"Halo Grace, ayah sangat senang nak, bahagia sekali kamu setuju untuk menikah dengan Frans, tapi ayah mohon sama kamu jujur sama ayah, apa kamu terpaksa melakukan semua ini nak?"*


*"Nggak kok yah, Grace gak terpaksa kok! Grace itu setuju bukan karena paksaan dari siapapun. Ini niat Grace sendiri, Grace pengen hidup jauh lebih baik lagi yah, Grace ga mau terlalu mengambil trauma Grace yang membuat Grace tidak bisa bahagia yah, Grace ingin melupakan semua trauma Grace, yah!"*


*"Syukur Alhamdulillah nak, akhirnya kamu bisa menghadapi trauma mu dan mau menikah dengan Frans, ayah sangat bahagia"*


"*Grace bunda ingin bicara padamu"*ucap ayah Kris memberikan telpon itu pada bunda Sania


*"Ah, iyah, yah"*ucap Grace memandang mama Alya yang tersenyum sedang Frans terlihat biasa saja di sana


*"Halo Grace, sayang!"*ucap bunda Sania


*"Halo Bun,"*


*"Sayang bunda sangat bahagia mendengar kabar ini, bunda sangat senang nak."*ucap bunda Sania terharu dan menangis


*"Iyah, bun, Grace juga bahagia kalo ayah sama bunda bahagia"*ucap Grace yang juga ikut menangis mendengar bundanya menangis


*"Bunda hanya ingin mengatakan, semoga keputusan kamu ini keputusan yang tepat yah, nak. Bunda ga mau kamu terpaksa melakukan semua ini,"*ucap bunda Sania


*"Iyah, bun. Bunda ga usah khawatir. Grace udah pikirin ini mateng-mateng dan ga ada paksaan dari siapapun"*ucap Grace menghapus air matanya


*"Baiklah nak, semoga kamu bahagia dengan keputusan mu ini, bunda tutup dulu mau kasih kabar ini ke semuanya"*ucap bunda Sania antusias dan langsung mematikan sambungan telepon itu


*"Iyah, Bun"*ucap Grace dan memberikan hp itu pada mama Alya*


"Ini mah hp mama"


"Sudah dimatikan sayang?"tanya mama Alya


"Udah ma, mereka bahagia banget denger kabar ini"ucap Grace tersenyum bahagia


"Semoga keputusan ini tidak salah ya Allah dan semoga engkau memberikan yang terbaik untukku nanti"batin Grace berdoa


"Alhamdulillah"ucap syukur mama Alya memeluk Grace lagi


"Ma, udah makan dulu nanti kita bicarakan ini lagi nanti, ayok"ucap Frans dingin


"Saking girangnya mama, mama jadi lupa makan. Ah bahagianya mama!"ucap mama Alya duduk ditempatnya tadi dan memulai makannya lagi dengan wajah yang sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2