
29 Februari...
Hari berganti hari ayah Kris sudah satu minggu lebih di RS dengan masih keadaan koma, Grace serta keluarga selalu menemani ayah Kris disana kadang mereka bergantian menjaganya.
Pagi ini adalah giliran Grace menjaga ayah Kris di RS. Sekarang dia masih berada di rumah dan sedang bersiap-siap untuk berangkat ke RS disana masih ada ka Alfaro dan bunda Sania yang menjaga ayah Kris sebelum Grace datang kesana.
Setelah selesai Grace keluar dari rumah dia segera berangkat menuju RS.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mama mau kemana? Rapi banget"ucap papa Hardi memasuki kamar dan melihat istrinya itu sedang berlenggak lenggok di depan kaca melihat tubuh ramping nan **** itu walaupun kulit putih itu sudah terlihat sedikit keriput dan tubuh yang sedikit kurus yang membuatnya semakin cantik saja.
Umur semakin tua tapi gaya jangan ditanya bukan hanya anak muda sekarang yang bisa melakukan hal kecil seperti ini siapapun pasti bisa merubah dirinya menjadi lebih berbeda dari biasanya sama seperti ibu tua ini yang kebiasaannya selalu saja berdandan dan berlenggak lenggok di depan kaca dan bahkan meniru gaya-gaya para modeling diluar sana.
"Cantik ga pah? Aku jahit sendiri loh bajunya, bagus kan?" ucap mama Alya pada suaminya yang duduk di kasur merah cerah dengan motif bunga-bunga yang menghiasinya itu
"Cantik tapi mama mau kemana kok pake baju kek gini segala mama mau ketemu selingkuhan mama yah?"tanya papa Hardi dingin dengan wajah kecemburuannya yang semakin menjadi-jadi itu
"Papa kok jadi gini cemburuan amat, ingat! udah tua sebentar lagi papa udah mau punya mantu papa ga malu apa anak udah gede-gede tapi kelakuan masih ajah ga berubah"ucap mama Alya dengan wajah sedikit kesal pada suaminya, bagaimana tidak! suaminya itu selalu saja cemburuan padahal umur sudah tua dan penyok.
Sebenarnya Mama Alya ingin pergi ke acara reuni yang sudah lama di rencanakan oleh teman-temannya sewaktu SMA di restoran X yang sudah disiapkan mereka untuk acara reuni ini.
"Yah siapa tahu ajah mama punya lelaki lain diluar sana, mama kan sering banget jumpa sama sahabat lama mama apalagi sama si Ando si kutu kumpret itu"ucap papa Hardi dengan raut wajah yang malas dan lesu mengingat istrinya itu sering bertemu dengan sahabat lama laki-lakinya yang selalu saja memintanya untuk bertemu dengan alasan hanya reunian saja.
"Papa kok cemburuan banget sih mama kan ga ngapa-ngapain sama mereka, kita cuman ada reunian hari ini di restoran X dan kita ga cuman berdua tapi kita itu banyak ga cuman 3 atau 4 orang tapi satu kelas mama semuanya ikut pah, papah kok jadi gini bikin kesel aja tahu ga selalu ajah cemburu papa kan udah tua tahu umur lah pa kita ini udah dewasa jangan kek anak kecil ahhh"ucap mama Alya kesal dan sedikit membentak suaminya akan kelakuan suaminya yang sudah kelewat batas.
Dengan wajah kesal dan marah mama Alya berjalan keluar membawa tasnya dan pergi dari sana.
"Ma,mama kok marah kan itukan cuman dugaan papa, mah" teriak papa Hardi melihat istrinya keluar dan membanting pintu sedikit keras yang membuat papa Hardi merasa menyesal mengatakan itu
"Hah ngambek lagi,ngambek lagi"ucap papa Hardi setelah mama Alya keluar dari sana
__ADS_1
Setelah perdebatan itu mama Alya turun dari kamar dan melihat kedua anaknya yakni Bagas dan Ana sedang duduk menonton tv dengan sesekali bergurau karena ini adalah hari Minggu dan mereka tidak sekolah hari ini.
"Bagas sini in dong remote nya aku kan lagi nonton drakor lagi seru nih, sini in ga"ucap Ana yang berdiri dan ingin merampas remote yang ada ditangan Bagas yang dinaikkan Bagas keatas dan membuat Ana kesusahan mengambilnya, karena tubuh Ana yang pendek dan kecil membuat Bagas semakin bersemangat mengerjai Ana dan sesekali meninggi kan tangannya jika Anna berjinjit mengambil remote itu darinya
"Ambil ajah sendiri kalo bisa, wekk"ucap Bagas dengan lidah yang di keluarkan sedikit dan mengejek Ana yang kecil dan pendek
"Ma liat Bagas ma dia ga mau kasih remote nya sama Ana padahal Ana baru aja nonton drakor kesukaannya Ana tapi Bagas selalu gangguin Ana ma"ucap Ana mengadu pada mama Alya yang sudah sampai di lantai bawah dekat sofa itu
"Ini kenapa sih! kayak anak kecil saja kalian kan udah pada gede, hah kalian itu sama aja kayak papa kalian"ucap mama Alya bertambah kesal dan marah melihat tingkah kedua anaknya yang selalu ribut itu kemudian berjalan keluar dari rumah dan menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh supir untuknya
"Mama kenapa sih kok jadi marah-marah"ucap Ana pada Bagas,Bagas hanya mengangkat bahunya menyatakan tidak tahu akan sikap mama Alya barusan
"Ahh dapat, aku dapat remote nya, wekk"ucap Ana mengeluarkan setengah dari lidahnya setelah berhasil merampas remote dari tangan Bagas karena Bagas yang lengah saat itu.
"Gitu ajah bahagia"ucap Bagas pada Ana dan sedikit kesal karena Ana berhasil merampas remote itu dari tangannya dan beberapa detik kemudian dia beranjak berdiri dari sana dan pergi kekamarnya dengan wajah kesal sambil melirik hpnya yang berbunyi itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Awas ada mobil"teriak seorang perempuan kecil bertubuh mungil dan cantik itu berlari untuk menolong seorang ibu-ibu yang tidak tidak terlalu tua yang hampir tertabrak mobil disana yang tak lain adalah mama Alya yang akan menyeberang kearah barat menuju restoran tempatnya bertemu teman-temanya disana.
Bughhhh....
Hah,,hah,,hah,,,hah,,
dugh,,dugh,,dugh,,dugh,,
.
.
.
__ADS_1
.
.
"Ibu gapapa ibu baik-baik saja kan? Ga ada yang luka kan Bu"ucap perempuan yang tak lain adalah Grace itu yang menolong mama Alya yang hampir tertabrak mobil yang melaju sangat kencang disana.
Dengan suara dan nafas yang tidak beraturan mama Alya menjawab pertanyaan Grace
"Gapapa kok nak,ibu baik-baik saja terimakasih kamu sudah menolong saya untung ada kami kalo ga mungkin saya sudah.."ucap mama Alya dengan wajah yang masih takut dan nafas yang semakin cepat saja
"Syukurlah ibu tidak apa-apa, sini duduk dulu Bu"ucap Grace pada mama Alya dan menyuruhnya untuk duduk dan menenangkan diri di taman kecil di pinggir jalan itu
Setelah mama Alya duduk Grace segera mengambil minum dari tasnya dan memberikan air minum itu pada mama Alya yang sudah terlihat pucat dan takut itu, mama Alya meminumnya dan merasa sedikit tenang disana.
"Terimakasih ya nak, kamu sangat baik ow yah nama kamu siapa?"tanya mama Alya pada Grace yang sudah tenang itu
"Nama saya Grace Bu, saya tadi liat ibu lagi ga fokus yah sampe ibu tadi hampir ketabrak"ucap Grace pada mama Alya yang kembali murung dan lesu mengingat suami dan anak-anaknya yang masih saja seperti anak-anak itu
"Huh! sebenarnya saya lagi kesal sama suami saya dia itu udah tua tapi kelakuan masih saja seperti anak kecil"ucap mama Alya
"Maksud ibu?"tanya Grace lagi
"Panggil saya nama Alya saja"ucap mama Alya pada Grace dan diangguki oleh Grace disana
"Suami saya itu selalu aja cemburuan padahal dia kan udah tua, masa ibu-ibu tua kayak mama ini punya pacar lagi! dia selalu saja cemburu jika mama keluar dari rumah padahal mama itu keluar cuman ketemu sama temen-temennya mama"ucap mama Alya panjang lebar
"Jadi ibu eh mama Alya kesal gara-gara itu?"ucap Grace mendengar cerita mama Alya
"Bukan cuman itu sih anak-anak mama juga bikin pusing satunya ga mau nikah duanya lagi selalu cari ribut dan bikin Mama pusing dengan kelakuan mereka padahal mereka udah besar-besar tapi kelakuan masih kayak anak kecil sama ke papa nya"ucap mama Alya serius pada Grace yang tersenyum itu
"Mama Alya ga usah khawatir kan sudah kewajiban seorang ibu harus seperti itu contohnya bunda saya bunda selalu saja marah-marah ga jelas kalo kita lagi ribut dirumah bunda juga pasti pusing masih ngurus ayah masih ngurus rumah dan lain-lain"ucap Grace bercerita sedikit tentang bunda Sania yang tidak pernah letih mengurus keluarga mereka dan membuatnya salut.
__ADS_1