
💐 HI SEMUANYA, KETEMU LAGI SAMA OTHOR👋😆.
MAAF YAH, GA UP BEBERAPA HARI INI OTHOR LAGI KURANG SEHAT DAN KURANG VIT JADI GA BISA UP DEH BUAT KALIAN.
TAPI SYUKUR, OTHOR UDAH BISA UP SEKARANG KARENA SUDAH MULAI VIT DAN SEHAT KEMBALI, YEAY!🤗☺️.
OTHOR UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH UNTUK SEMUA YANG MENDOAKAN OTHOR KEMAREN SAAT OTHOR SAKIT, THANK YOU SO MUCH🙏
AKHIR KATA SELAMAT MEMBACA😁. 💐
*
*
*
Kini Grace sudah memasuki pesawat bersama aunty Maria dan uncle Neo yang duduk dibelakangnya.
"Grace aunty sangat sedih mendengar kabar ini tapi maafkan aunty sama uncle, kami tidak bisa ikut bersama mu ke Indonesia tapi uncle dan aunty pasti akan usahain supaya uncle dan aunty bisa pulang dan melihat keadaan si kembar di sana."ucap aunty Maria dengan wajah sedihnya
"Gapapa kok aunty, uncle dan aunty tidak usah khawatir. Grace juga sedih mendengarnya tapi apa boleh buat aku harus kuat ty. Disisi lain mas Frans tidak bisa dihubungi dan disisi lain ketiga adikku harus sekarat di RS sekarang. Uncle dan aunty doakan saja semoga mereka bisa melewati masa kritisnya dan bisa cepat pulih itu saja sudah cukup kok"ucap Grace dengan wajah sedih, air matanya seketika bercucuran di wajahnya
"Yang sabar yah, sayang! aunty dan uncle pasti mendoakan mereka, pasti!"ucap aunty Maria mengelus lembut punggung Grace.
"Iyah, aunty makasih yah."ucap Grace dengan santai dan sesekali menyeka air mata dari pelupuknya.
*
*
*
"Dokter bagaimana keadaan anak-anak kami dok,"ucap bunda Sania dengan kekhawatirannya saat dokter keluar dari ruangan yang bertulis UGD itu
"Satu diantara mereka sudah melewati masa kritisnya setelah melakukan operasi dan kami sudah memindahkannya keruang rawat tapi 2 lainnya mengalami koma."ucap dokter itu lesu
"Apa dok?"ucap mama Alya
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk ketiga pasien. Tapi kami tidak bisa memastikan kedua anak yang sedang kritis itu bisa selamat karena benturan di dada dan kepala mereka sudah semakin memburuk."ucap dokter menarik nafas tidak teganya
"Maksud dokter?"tanya Tante Abel dengan suara serak karena menangis
__ADS_1
"Begini, anak anda Clark mengalami cedera pada tulang dada yang menyebabkan terjadinya tamponade jantung atau suatu kondisi dimana jantung tertekan akibat benturan yang sangat keras pada dada.
Hal ini menyebabkan darah menggenang dan bergumpal di sekitar jantung di dalam tulang dada. Dan membuat detak jantung hampir berhenti, banyak mengeluarkan darah dari mulut dan robekan jauh ke dalam kulit dan otot untung saja operasi segera dilakukan jika tidak sudah dipastikan anak anda tidak akan selamat.
Sedang pasien yang bernama Ana hampir sama dengan kondisi pasien Clark. Bedanya benturan keras di kepala pasien bernama Ana menyebabkan pendarahan yang sangat hebat dan banyak mengeluarkan darah.
Kami sudah melakukan transfusi darah tadi dan untung saja pasien bernama Ana tertolong tapi kami masih harus melakukan operasi kedua untuknya."ucap dokter yang menangani Clark dan Ana itu sedang Tante Abel yang mendengarnya tersentak jatuh pingsan di lantai mereka semua pun histeris dan segera membawanya untuk dirawat
"Doakan saja semoga keduanya bisa cepat pulih dan kami pasti melakukan yang terbaik,"ucap dokter itu lagi
"Iyah, dok terimakasih."ucap ayah Kris
"Kalau begitu saya permisi, saya harus menangani pasien bernama Bagas dulu."ucap dokter itu karena ruangan Bagas yang berbeda dengan adiknya dan Clark
"Baik dok,"ucap ayah Kris.
Setelah dokter itu pergi menuju ruangan Bagas, mama Alya serta papa Hardi segera duduk di tempatnya tadi. Mama Alya pun membuka suaranya.
"Bagaimana dengan anak-anak kita pah, hiks hiks hiks mereka akan selamat kan pa? hiks"ucap mama Alya di pelukan suaminya dan sesekali sesegukan di sana
"Kita doakan saja ma, semoga anak-anak baik-baik saja mama jangan terlalu khawatir mereka itu anak-anak yang kuat, mereka pasti bisa sembuh,"ucap papa Hardi menenangkan istrinya dan sesekali mengelus punggung nya dengan lembut
"Hiks hiks hiks"tangis mama Alya masih terdengar serak dalam pelukan itu dan terlihat juga ayah Kris dan bunda Sania yang mencoba saling menguatkan di sana.
*
*
*
Kini Grace sudah sampai di Indonesia. Dengan cepat dia berlari keluar dari bandara, menepikan taksi dan segera berangkat menuju RS.
"Pak, ke RS XXX sekarang pak. Ayo pak,"ucap Grace dan segera sang supir taksi melajukan mobilnya menuju RS yang di katakan oleh Grace tadi.
*
*
*
London, 21:03
__ADS_1
"Sayang, Ci kamu dimana?"teriak Frans berlari menuju kamar namun tidak menemukan Grace di mana-mana
Frans seketika cemas, dia keluar dari kamar dan ingin mencari Grace di luar kamar. Sudah beberapa menit dia mencari Grace di setiap sudut ruangan rumah itu namun tetap tidak menemukannya di sana dan hal itu pun cukup membuatnya sedikit takut dan gelisah.
Karena cemasnya pada istrinya itu dia pun ingin menghubunginya, segera dirabanya sakunya satu persatu untuk mencari hpnya namun tidak menemukannya di sana hingga saat yang di butuhkan Melani pun datang kearahnya dengan nafas lelahnya sehabis berlari dari kamarnya setelah mendengar Frans pulang.
"Ka, hah hah hah"ucap Melani saat sudah sampai di depan Frans berdiri
"Melani? Kamu liat Kaka kamu ga?"tanya Frans dengan cemas dan gelisah
"Nah, itu aku mau ngomong itu sama Kaka. Sebenarnya ka Grace udah berangkat tadi pagi sama Mommy sama Daddy ke Indonesia katanya si kembar kecelakaan dan hampir tak tertolong ka,"ucap Melani dengan cepat dan sedikit tenang dari lelahnya
"Apa?"ucap Frans terkejut
"Iyah, ka. Tadi ka Grace cemas banget tahu dia udah hubungin Kaka dari tadi pagi tapi kaka ga angkat-angkat hp kaka. Sebenarnya Kaka dari mana sih, sampe kaka ga angkat hp kaka?"ucap Melani sedikit emosi karena sudah tidak tahan dengan ulah Frans
"Ya ampun! hp kaka ketinggalan di mobil,"ucap Frans seketika berlari menuju mobilnya untuk mengambil hpnya di sana
Sesampainya di dalam mobil diambilnya benda pipih itu dan segera mengeceknya dengan cepat.
"Astaga, argh bodoh bodoh bodoh,"teriak Frans menendang dan memukuli mobil di depannya setelah dilihatnya puluhan kali panggilan tak terjawab di sana
"Ka, lebih baik Kaka segera pulang ke Indonesia mereka sedang butuh Kaka di sana,"ucap Melani
"Lalu kamu bagaimana?"ucap Frans
"Kaka ga usah khawatir Melani di sini kan ga sendirian masih banyak pembantu dan penjaga di sini Kaka tenang saja Melani udah biasa kok seperti ini"ucap Melani dengan tenang
"Udah! lebih baik Kaka segera berangkat, jangan khawatirin aku yang terpenting sekarang itu si kembar sama ka Grace, ka"ucap Melani lagi
"Baiklah, kalau begitu kaka pergi. Kamu gapapa kan Kaka tinggal sendiri dulu,"ucap Frans masih ragu jika sesuatu terjadi pada Melani karena harus sendirian di rumah besar itu
"Gapapa ka, udah Kaka pergi aja ayok buruan!"ucap Melani mendorong Frans masuk ke dalam mobil
"Bye ka,"ucap Melani lagi saat Frans sudah melajukan mobilnya keluar dari lapangan parkir rumah itu.
Bersambung
like
komen
__ADS_1