
Malam telah tiba, para undangan sudah pulang sedari tadi. Sedang kini Grace dan Frans memasuki kamar mereka.
Kamar pengantin itu dirias sangat meriah dengan taburan bunga mawar berbentuk love di kasur putih, bunga melati yang di buat diatas nakas dan balon yang berserakan di lantai.
Grace dan Frans terkejut melihat kamar itu.
"Ini pasti ulah mama sama bunda"ucap Frans duduk di kasur itu
"Hehe iyah, mungkin saja,"ucap Grace canggung
"Baiklah. Aku mandi dulu, tubuh ku sangat lengket"ucap Frans menyadarkan lamunannya di sana
"Khmmm, baiklah."ucap Grace tersenyum lalu mengambil minum di atas meja
dan meminumnya dengan sekali teguk
"Kenapa aku seperti ini? Nafas ku serasa sangat sesak, aku sangat canggung kalau dia disini"ucap Grace meminum air itu lagi dan lagi
20 menit kemudian, Frans keluar dari kamar mandi. Grace menengadahkan kepalanya saat Frans keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya serta air yang masih mengalir satu persatu di tubuh kekar itu.
"Aku sudah siap, kau mandi saja aku akan membereskan semua ini"ucap Frans berjalan memasuki ruang ganti, Grace hanya mengangguk saja di sana
"Lebih baik aku mandi dulu, hah!"batin Grace memasuki kamar mandi dengan gaun yang masih melekat ditubuhnya itu
"Eh, mas Frans"panggil Grace saat Frans berjalan menuju ruang ganti itu
"Iyah, ada apa?"tanya Frans dingin menengadahkan kepalanya kearah Grace
"Maaf mas, aku boleh minta tolong ga mas?"tanya Grace sedikit takut
"Khmmm, mau minta tolong apa?"ucap Frans mendekati Grace
"Boleh ga, mas bantu saya ke kamar mandi soalnya gaun ini sangat panjang saya sulit jalannya mas!"ucap Grace sedikit menunduk
__ADS_1
"Khm, baiklah ayok saya bantu"ucap Frans menarik gaun itu dari belakang, sedang Grace sudah berjalan beberapa langkah sambil mengangkat gaun itu keatas untuk bisa berjalan dengan baik ke kamar mandi
Sesampainya di kamar mandi Frans mulai menurunkan gaun itu ke lantai lalu.
"Sudah, ada yang lain?"tanya Frans
"Ah, ga ada lagi kok mas cuman itu aja makasih yah, mas"ucap Grace berterimakasih pada Frans yang membantunya itu
"Iyah, kalau gitu aku keluar yah,"ucap Frans dan diangguki oleh Grace
Namun, saat dia berjalan menuju pintu keluar dia tidak sengaja menginjak sebuah sabun di lantai. Dia terjatuh di atas gaun Grace dan membuat handuk yang melilit di pinggangnya itu juga terjatuh. Fira yang melihatnya tersentak kaget, matanya melotot sempurna melihat benda yang sejak kecil belum pernah dilihatnya itu harus dilihatnya malam ini.
Dia menutup matanya saat itu juga dan tidak berteriak sama sekali di sana.
Frans yang terjatuh terlihat biasa saja, bagaimana pun Grace itu sudah istrinya sekarang untuk apa dia malu dan salah menunjukkan benda besar itu padanya. Suatu saat dia akan merasakannya juga pikirnya.
Beberapa detik kemudian Frans berdiri, melilitkan handuk itu kembali di pinggangnya dan membuka suara kembali.
"Kau tidak perlu berekspresi seperti itu, kau baru saja melihatnya nanti kau juga akan merasakannya. Aku akan keluar kau mandi saja"ucapnya sembari tersenyum berjalan santai keluar, sedang Grace sudah sangat malu, wajahnya memerah seperti tomat di sana.
"Dasar mesum,"batin Grace membuka matanya, menatap Frans yang sudah keluar itu
Setelah selesai mandi,
Grace segera keluar dari sana. Dilihatnya kamar itu sudah bersih tidak ada satupun hiasan yang terlihat di sana.
"Sudah bersih yah, aku pikir aku bisa membantu mu tadi,"ucap Grace berdiri di sebelah kasur yang sudah di duduki oleh Frans di sana
"Khmmm, sudah ku bersihkan semuanya. Lebih baik kita tidur aku sudah sangat kantuk ini sudah larut malam"ucap Frans dingin menaiki kasur, menarik selimut dan tidur
Sedang Grace masih terlihat sangat canggung dan gemetar di sana. Dia sedikit takut bila harus tidur bersama dengan Frans. Dia juga takut jika Frans akan menerkamnya malam ini. Apalagi kejadian tadi sangat membuatnya takut bersama dengan Frans.
"Kau kenapa? Apa kau takut? Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu jadi jangan takut. Ayok, tidur saja aku tidak akan melakukan hal itu malam ini"ucap Frans to the point, Grace yang mendengarnya tersenyum canggung lalu menaiki kasur dan merebahkan dirinya di sana
__ADS_1
Dia belum bisa tidur bahkan menutup mata saja dia masih merasa takut, pantas saja, karena dia belum pernah tidur sekamar dengan pria dan itu sangat mengganjal di hatinya.
Setelah Grace menaiki kasur dan merebahkan tubuhnya di samping Frans, Frans tiba-tiba mematikan lampu kamar dan tentu saja hal itu membuat Grace terkejut setengah mati.
Grace hampir saja terjatuh, pasalnya dia tidur di pinggir kasur sambil membelakangi Frans yang tidur di sampingnya itu.
"Ahhhhh"teriak Grace hampir terjatuh dari kasur, untung Frans segera bangkit dan menangkap tubuh Grace dengan cepat jika tidak sudah dipastikan dia akan jatuh dan kepalanya pasti terantuk pada sudut meja di sampingnya itu
Frans memeluk tubuh Grace saat sudah menarik Grace keatas kasur. Lama mereka bertatapan di sana.
"*Dia terlihat cantik malam ini, tapi ah, sudahlah aku tidak akan menerkamnya malam ini, aku akan menunggunya sampai dia siap nanti"batin Frans karena tubuhnya seakan bergairah saat wajah mereka sangat dekat dan kedua gundukan milik Grace mengena pada dada bidangnya yang pasti membuatnya merasa sangat tidak nyaman di sana
"Aku harus bagaimana, jantungku berdegup kencang, apa dia akan memakan ku sekarang? Argh semoga tidak, aku belum siap sekarang"batin Grace menatap lekat Frans, dia berpikir jika Frans akan menerkamnya malam ini karena tidak mungkin seorang laki-laki tidak memiliki gairah jika dekat dengan seorang wanita seperti ini*
"Untung saja kau tidak apa-apa. Kenapa kau bisa terjatuh, hah?"tanya Frans menghembuskan nafas sedang Grace yang gelagapan tidak tahu harus mengatakan apa
"Kau takut?"ucap Frans lagi sedang Grace masih terbengong mendapat pelukan itu
"Se... sedikit takut karena aku tidak bisa tidur tanpa lampu"ucapnya gemetar dan sedikit menjauh dari tubuh Frans yang amat dekat dengan tubuhnya itu
Frans yang melihatnya seperti itu, merasa tidak tega, diapun menyalakan lampu kamar itu kembali agar Grace bisa tidur dengan tenang.
"Baiklah, sekarang tidur, aku sudah menyalakan lampunya supaya kau bisa tidur dengan tenang"ucap Frans kembali tidur
"Baiklah, terimakasih"ucap Grace gugup
"Khmmm"hanya dehem an yang dilontarkannya pada Grace
"Sabarlah bukan malam ini, kau akan mendapat hadiah mu setelah dia siap, kau harus bisa menunggunya. Dia pasti gugup dan takut,"batin Frans memejamkan matanya lalu tertidur disana
Sedang Grace belum bisa menutup matanya sedari tadi, hatinya masih sedikit takut dia dan Frans tidur bersama di sana.
"Tenang Grace, tenang kau bisa melakukannya, baiklah tutup matamu lalu tidurlah"batin Grace berbicara pada diri sendiri
__ADS_1
Dia pun tertidur setelah cukup lama merenung di sana.