MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 28. ACARA PERNIKAHAN


__ADS_3

2 Minggu Kemudian,


Suasana rumah sudah ramai, bahkan para undangan sudah berdatangan dengan model pakaian yang serba berbeda itu. Keramaian ini membuat Grace dan Frans merasa tegang dan sedikit takut.


Iyah, karena hari ini adalah hari pernikahan mereka yang sudah ditunggu-tunggu itu.


Semua orang terlihat sangat bahagia terpancar dari wajah mereka yang sudah menantikan saat-saat hari ini.


Ayah Kris mengundang beberapa sahabatnya datang untuk ikut serta dalam kebahagiaan ini. Mama Alya berserta dengan teman-teman arisannya semuanya di undang, sedangkan bunda Sania duduk memerhatikan putrinya di ruang rias pengantin wanita itu.


Bunda Sania tersenyum melihat putrinya yang amat cantik dengan gaun pengantin yang mereka beli bersama mama Alya dan Tante Abel itu. Gaun pengantin itu di gabungkan dengan sebuah mahkota berwarna ungu dengan berlian berwarna ungu yang menghiasinya dengan sangat indah.



(Anggap saja gaunnya sudah di pakai sama pengantin wanitanya yah, semua 🤗😅)



Matanya berkaca-kaca melihat putri satu-satunya itu akan menikah lagi hari ini. Dia selalu berdoa agar pernikahan ini lancar dan tidak ada halangan suatu apapun. Dia juga berdoa agar nanti hidup putrinya itu bahagia bersama Frans dan dia bisa hidup tentram tanpa kesengsaraan bersama Frans.


"Kau sangat cantik sayang, bunda sampai menganga melihat kecantikan putriku yang tidak ada tandingannya ini"ucap bunda Sania memeluk Grace dari belakang dan menyisihkan sedikit pakaian panjang itu saat Grace yang sudah selesai memakai pakaiannya dan di rias itu.


Grace tersenyum membalas pelukan bundanya dengan memeluk tangannya serta mencium tangan bundanya itu.


"Bunda bisa saja, bunda juga sangat cantik hari ini,"ucap Grace memuji bunda Sania yang memang cantik itu



Bunda Sania memakai gaun berwarna hitam, serasi dengan sepatu dan anting serta kalung hitam miliknya. Walau dandanannya yang masih seperti orang jaman dulu dan wajah yang sudah terlihat keriput serta tua namun bunda Sania masih terlihat cantik memakai gaun itu.


"Bun, ayah dimana?"ucap Grace mencari ayahnya yang sudah dia rindukan itu


"Ayah di luar dia sedang bicara dengan sahabat-sahabatnya"ucap bunda Sania tersenyum manis dan hanya diangguki oleh Grace di sana hingga tiba-tiba mama Alya datang dengan elegannya mendekati mereka


"Wow, you are so beautiful."ucap mama Alya


"Mama, hehe makasih ma"ucap Grace dengan senyum manisnya


"Mama, ga nyangka kamu,,, ah cantik banget nak"ucap mama Alya memeluk Grace di sana dan sesekali mencium keningnya di sana


"Mama juga sangat cantik hari ini"ucap Grace melepas pelukannya dan memuji kecantikan mama Alya


"Ah, kamu bisa ajah"ucap mama Alya sedikit malu dipuji oleh Grace di depan bunda Sania, sedang bunda Sania hanya tersenyum mendengar perkataan kedua wanita itu

__ADS_1


"Ka, Kaka cantik loh hari ini, wah!"ucap mama Alya menengadah kearah bunda Sania yang sedari tadi memperhatikan keduanya


"Makasih, kamu juga cantik hari ini, baju kamu cocok banget sama kamu elegan sekali"ucap bunda Sania menatap mama Alya dari bawah sampai atas


"Hahaha makasih kak,"ucap mama Alya tersenyum memperhatikan baju yang dipakainya itu


Sedang di luar ruangan itu kini Frans sedang berbincang-bincang dengan para rekan kerjanya dan sedang membahas pekerjaan di sana.


Dengan setelan jas berwarna ungu yang senada dengan gaun Grace dan kemeja hitam serta dasi hitam yang dipadukan membuat Frans terlihat sangat tampan dengan pakaian itu.



.


.


.


.


.


Sedang sekarang Gilang beserta anak buahnya mendarat dengan helikopter miliknya di sebuah gedung yang cukup tinggi dan luas itu.


Gilang melarikan diri dari RS waktu itu dan langsung pulang dengan para anak buahnya.


Sudah 2 Minggu dia menunggu kabar dari Jhon namun Jhon selalu saja tidak bisa dihubungi, hingga Gilang datang dengan sendirinya menuju markas mereka dengan anak buahnya yang masih tertinggal bersamanya itu.


"Bos,"ucap mereka serentak setelah melihat Gilang datang dengan beberapa anak buahnya


"Dimana Jhon?"tanya Gilang dingin dan mencekam


Anak buahnya itu hanya tertunduk diam. Mereka takut jika bosnya akan marah jika tahu Jhon sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja hari ini.


"Aku tanya dimana Jhon sekarang?"teriak Gilang sedikit emosi


"Ma...aaf tuan, bos Jhon di RS tuan"ucap salah seorang dari mereka dengan gugup gemetar di sana


"Apa? Kenapa bisa seperti itu?"tanya Gilang emosi


"Dia tertembak tuan"ucap salah satu dari mereka lagi


"Br*ngs*k, bagaimana dengan para musuh apa sudah bisa kalian hancurkan?"tanya Gilang sedikit lebih tenang di sana namun, terlihat sangat menakutkan jika dilihat dari dekat itu

__ADS_1


"Musuh masih terus melakukan serangan tuan, kami sudah berusaha namun semakin lama mereka semakin kuat saja tuan dan para anak buahnya juga semakin banyak kami tidak bisa mengimbangi kekuatan mereka tuan"ucap anak buahnya yang bernama Lasro


"****, tidak akan aku biarkan mereka masih bisa menginjak dunia ini."ucap Gilang meremas keras kursi didepannya yang disediakan khusus untuknya itu


.


.


.


.


.


Kini acara demi acara telah dimulai. Para undangan bersorak ceria melihat kedua insan itu berjalan menuju tempat mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.


Frans yang tegang dan deg-degan itu terlihat sangat pucat tubuhnya seakan bergetar melihat orang-orang itu menyoraki nama mereka dengan bahagia.


Para karyawan kantor tidak ada satu pun yang diundang. Grace mengatakan bahwa dia tidak ingin pernikahan ini disebar luaskan karena dia tidak ingin keluarganya serta dirinya dan suaminya nanti akan di cela oleh banyak orang di luar sana.


Setelah kedua pengantin itu duduk, kini adalah saatnya mereka akan mengadakan ijab kabul. Tegang dan takut membuat Frans dan Grace seakan gugup menghadap penghulu di sana. Beberapa menit lagi mereka akan sah menjadi suami istri dan beberapa menit lagi mereka akan menjadi seorang menantu dari kedua pihak keluarga mereka.


"Sah,"ucap semua orang


bersamaan menegaskan bahwa acara ijab kabul itu berjalan dengan lancar


"Alhamdulillah"ucap mereka bersyukur atas kelancaran ijab kabul yang sudah di tunggu-tunggu itu


Kini Grace dan Frans sudah sah menjadi suami istri. Grace menyalami Frans yang sudah menjadi suaminya itu dan Frans mencium kening Grace lama merasa sangat lega atas keberhasilannya melakukan ijab kabul yang sangat menegangkan itu.


Setelah selesai dengan ijab kabul kini mereka kembali bersyukur dan meminta berkat dan restu dari kedua orang tua mereka secara bergantian.


"Ma,pa terimakasih atas doa mama hingga acara ini selesai. Doakan kami yah, ma,pa semoga hubungan kami ini langgeng dan selalu menjadi anak kebanggaan mama sama papa dan kelak kami akan sama seperti kalian bisa bersama sampai akhir hidup kami Amin"ucap Frans di depan mama dan papanya yang terharu dengan perkataan anaknya itu


Frans meminta restu dari kedua orangtuanya dan menyalami nya serta memeluknya dengan sangat erat yang juga dibaluti dengan air mata yang sedari tadi di tahannya itu.


"Ayah, Bun terimakasih untuk kalian, aku bisa seperti ini itu semua karena doa kalian. Aku sangat bersyukur bisa dibesarkan ayah sama bunda.


Terimakasih Bun, yah untuk restu kalian, doakan aku dan suamiku Bun,yah untuk kami bisa memulai hubungan kami ini dengan baik dan langgeng dan semoga pernikahan kami ini adalah yang terbaik untuk semuanya, terimakasih banyak Bun, yah"ucap Grace masih dengan tangis yang membasahi pipi mulusnya itu


Mata ayah Kris dan bunda Sania berkaca-kaca, dipeluknya erat putrinya itu dan mendoakan serta memberikan doa yang terbaik untuk mereka kelak.


Dan begitupun sebaliknya mereka bergantian menyalami dan meminta restu pada kedua orang tua mereka serta menyalaminya dan meminta doa yang terbaik dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2