
"Ka, minta buah dong!" pinta Bagas tersenyum manja
"Ngapain minta sama Grace? Kamu kan punya tangan, tangan kamu juga ga kenapa-kenapa. Jangan manja, ambil sendiri!" lotot Frans dingin sedikit tidak suka dengan permintaan Bagas pada istrinya pada Bagas
"Mas, jangan gitu! Sini, biar Kaka kupasin, kamu mau buah apa?" tanya Grace mengambil buah yang di bawa oleh Cleo untuk Bagas tadi
"Yeh! ka Grace ajah ga nolak, malah Kaka yang repot! khmm buah apel kayaknya enak deh ka." balas Bagas meminta buah apel di tangan Grace dan sesekali memanas-manasi Frans
"Dasar anak gay," cetus Frans dingin dengan suara kecil, mengambil gadgetnya dan memainkannya di sana
"Kaka bilang apa tadi?" tanya Bagas hampir tidak mendengar perkataan Frans barusan
"Tidak, aku hanya bilang kau itu tidak tampan saja dari ku!" jawab Frans dengan nada biasa saja
"Dasar es balok!" sindir Bagas kepada kakanya duluan
"Berani yah kamu ngomong gitu! Dasar anak Ragil luh, bapaknya ada dua emaknya kagak ada, hahaha" tawa menggelegar Frans saat mengatakannya dengan nada mengejek pada Bagas yang membuat Bagas seketika marah dan melempar bantal di belakangnya pada Frans dengan cepat
"Daripada kaka duda beranak tiga yang emaknya batangan semua hahaha bengek aku, hahaha" ejek Bagas melawan Frans dengan ejekan andalannya yang membuat Grace yang mendengarnya juga tersenyum kecil di sana
"Udah jangan ribut, ini buahnya udah Kaka kupas," ucap Grace menyodorkan buah di atas piring itu pada Bagas
"Makasih ka," ucap Bagas dengan senyum manisnya meminta buah itu dari tangan Grace
"Iyah sama-sama" jawab Grace tersenyum
"Anak gay emang gitu, suka ngebacot ngomong nya ajah udah mirip sama emaknya Ragil," sindir Frans dengan sangat mudah membuat Bagas seketika murka dan wajahnya langsung memerah karena marah, tapi Frans dia bahkan tidak memedulikan kemurkaan Bagas di sana dia dengan tenangnya memainkan gadgetnya di sofa dan Grace tertawa lucu mendengar nya.
*
*
*
Di siang bolong seperti ini Grace terlihat sangat bosan berada di dalam kamar Bagas, sedang Frans sudah pergi ke kantor untuk menemui Mark untuk membicarakan soal kecelakaan itu.
__ADS_1
"Bosan banget huh! Bagas juga udah tidur, ahhh lebih baik aku keluar sebentar aku sangat lapar nanti aku akan kembali lagi saja setelah makan siang," bisik Grace dengan pelan pada dirinya sendiri.
Setelah mengatakan hal itu Grace segera beranjak pergi dari tempatnya menuju ke sebuah restoran dekat RS, restoran besar yang sangat di minati oleh banyak orang karena keindahannya yang seperti surga yang berada di dalam restoran tersebut.
Sesampainya di restoran Grace segera mendudukkan dirinya di atas kursi restoran itu lalu memanggil pelayan dari sana.
"Mba," panggilnya
"Iyah mbak, mau pesan apa?" tanya pelayan setelah sampai di tempat Grace saat ini
"Saya mau pesan es coklat susu sama Pudding coklat yah mbak," pesan Grace dengan cepat dan sopan
"Baik, silahkan di tunggu yah mbak," jawab sang pelayan
"Iyah," ucap Grace.
Saat pelayan sudah pergi tiba-tiba Frans meneleponnya, diangkatnya telepon itu segera.
*"Halo! Iyah mas, aku di restoran dekat RS sekarang, Iyah mas, ok, khmmm, bye see you,"* jawabnya dengan ceria dan penuh dengan senyum di wajahnya
"Hah!" deru nafas Grace. Menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan pelan seakan ingin membuang segala keluh kesahnya di sana. Tapi dengan tiba-tiba pelayan mendatangi Grace dengan pesanannya di tangannya. Meletakkan pesanan itu, lalu Grace membuka suara,"Terimakasih ya."
Grace mulai memakan makanannya namun saat sedang duduk santai membuang segala hal suntuk yang memusingkan kepalanya Grace memandang keluar restoran melihat pemandangan yang amat sangat bagus dan indah itu. Walaupun pemandangan yang sangat indah itu adalah pemandangan buatan manusia namun Grace sangat takjub dan bahagia menikmati, merasakan tenang melihat pemandangan yang di buat penuh dengan pohon hijau serta hewan lucu yang menghiasinya itu.
Namun, saat Grace sedang asik dengan pemandangan indah itu Grace mendapat sebuah colekan di bahunya, dia sedikit terkejut dengan gerakan itu dia berpikir itu pasti adalah Frans, lalu dengan sangat cepat dan ceria dia menghadap kebelakang.
"Hi," sapa seorang laki-laki yang amat sangat di kenalnya itu.
Melihat wajah laki-laki tersebut Grace seketika menegang. Dia sangat terkejut melihat wajah itu lagi apalagi di saat dia sedang asik dan bahagia melihat pemandangan di sampingnya, namun hal itu membuat mood Grace semakin buruk saja.
Jangan tanyakan lagi siapa nama pria itu yang pasti ia adalah Gilang, ia melihat dan datang ke arah Grace saat dia sedang asik duduk memakan makanannya di sebelah tempat Grace.
Grace masih tidak percaya, saat ini dia sedang berhadapan langsung dengan seorang Gilang yang amat sangat ia kenal dengan sifat arogannya itu. Gilang berdiri di depan Grace bertolak meja di depannya. Grace juga sangat bingung harus melakukan apa dia pun hanya diam dan duduk dengan manis dan elegannya di tempatnya.
"Apa aku boleh duduk di sini?" tanya Gilang lembut
__ADS_1
"Manis sekali mulut itu berkata, apa kau tidak ingat dengan segala perbuatan mu dulu padaku? Dan sekarang kau datang menghadap pada seorang perempuan miskin dan hina bagimu ini? Heh, seorang Gilang yang amat sangat kaya ini rupanya sudah kehilangan harga diri! nama yang selalu membuat hidup ku sengsara tapi sekarang lihat dia heh, dia sangat lucu," batin Grace dengan mood buruknya saat mendengar ucapan Gilang yang dibaluti dengan senyum kecil di wajah sok polosnya itu.
Kini Grace bukan lah Grace yang dulu yang bisa di injak-injak dan di hina dengan semaunya. Grace yang sekarang sudah berubah, dia bertekad mengubah hidupnya dan berprinsip akan menjadi wanita tangguh dan berani saat dia akan sudah menikah dengan Frans.
Saat itu Grace tidak menjawab pertanyaan Gilang, dia hanya diam saja di tempatnya, bola matanya melihat kembali pemandangan itu dengan jenuh dan kesal karena Gilang yang berdiri di depannya saat ini.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Gilang melihat wajah murung di wajah Grace saat itu namun Grace segera mengangguk menjawab pertanyaan itu dan membuat Gilang merasa sangat canggung berada di sana
"Maafkan aku mengagetkan mu tadi," pinta Gilang dengan sopan lalu duduk di kursi di depan Grace yang kosong dan membuat Grace sangat tidak nyaman akan hal itu dan Grace juga belum memberikan ijin Gilang untuk duduk di sana tapi dia dengan seenaknya duduk dan membuat mood Grace semakin buruk saja.
"Kapan kepala anak orang kaya ini terbentur? Sampai-sampai dia bisa mengatakan hal konyol itu dari mulut sok manisnya itu kepadaku," batin Grace dalam hati dia merasa sangat terganggu dengan kehadiran Gilang saat ini
"Apa aku menggangu mu?" tanya Gilang melihat Grace meminum minumannya dengan terlihat sedikit kasar di sana.
Akhirnya dengan sangat kesal Grace membuka suaranya dengan kasar dan membuat Gilang terkejut mendengar itu karena selama Grace bersamanya belum pernah Grace berani dan lantang mengatakan hal itu padanya.
"Saya tidak punya waktu untuk berbicara dengan Anda, akan lebih baik jika anda pergi atau saya yang pergi dari sini!" tegas Grace saat Gilang menanyakan hal yang menurut nya adalah hal yang biasa, namun bagi Grace pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat menggangu
"Tapi...," jawab terbata Gilang di sana
"Saya permisi," ucap Grace dengan wajahnya yang sangat tidak terlihat bagus itu
"Grace tunggu," cegah Gilang, Grace seketika berhenti di tempatnya berdiri
"Aku mencintaimu–aku sangat mencintai mu Grace, tolong berada di sisiku selamanya!" terang Gilang mengungkapkan isi hatinya yang dia sembunyikan selama ini dari Grace dengan setengah suara dan sedikit terbata.
Bagai di sambar petir Grace mendengar ungkapan itu, dia sangat terkejut mendengarnya.
Grace berdiri diam di tempatnya dengan pikiran yang sudah melayang kemana-mana saat ini.
Dia tidak bisa mengatakan apa-apa di sana. Ekspresi wajahnya seketika berubah, dia tercengang bingung di sana.
"A...apa yang An...da katakan! Apa Anda sudah gila? Apa Anda mengalami benturan keras di kepala Anda? Anda sangat tidak waras tuan Gilang!" sergah Grace mencoba meluruskan pikirannya dan mengatakan hal itu pada Gilang sambil berbalik menatapnya
"Aku tidak gila Grace, aku sungguh tulus mencintaimu, aku sangat mencintaimu Grace," jujur Gilang di depan Grace yang di tonton oleh banyak orang di sana.
__ADS_1
Kini Grace tidak dapat mencerna semua perkataan Gilang barusan, pikirannya melayang entah kemana dia sangat bingung saat ini.
"Kau sudah gila tuan Gilang, kau sangat gila!" teriak keras Grace dengan amarahnya dan kemudian berjalan cepat keluar dari restoran itu.