
💐SEMOGA SUKA🤗💐
*
*
*
*"Besok saya akan pergi ke kota C, kamu siapkan segalanya. Nanti malam sudah akan siap dan tidak ada yang kurang suatu hal apa pun"*ucap Gilang dingin pada asistennya dalam sambungan telepon itu
*"Baik tuan"*ucap Jhon dengan suara seraknya
*"khmmm"*dehem Gilang di seberang sana lalu menutup telepon itu tanpa mendengar perkataan Jhon lagi
Sedang Jhon yang di tutup teleponnya itu hanya bisa menggeleng kepala di sana, dia tidak bisa melakukan apa-apa jika tuannya itu sudah seperti itu.
Sudah 2 hari ini Gilang tidak sabaran akan berangkat pergi menuju kota C untuk bertemu dengan Grace dan meminta maaf padanya.
Setelah beberapa menit kemudian, Jhon kembali menghubungi seseorang di sana.
*"Semuanya sudah siap kan?"*tanya Jhon dingin dan mencekam pada seorang laki-laki yang di teleponnya itu
*"Sudah tuan, semuanya sudah saya laksanakan. Semua beres tuan."*ucap laki-laki di seberang sana itu dengan senyumnya
*"Khmmm, kerja bagus"*ucap Jhon dan menutup telepon itu segera
.
.
.
.
.
Hari sudah semakin gelap, Grace yang baru saja pulang bersama Frans itu berlari kecil menuju kamar mandi.
"Jangan lari, kamu akan terjatuh nanti"ucap Frans yang melihatnya berlari itu
"Maaf mas, aku kebelet banget udah ga tahan dari tadi"ucap Grace menutup pintu kamar mandi dengan cepat
Setelah 2 menitan di dalam kamar mandi Grace pun segera beranjak keluar dari sana, lalu mendudukkan dirinya di atas kasur merah itu.
"Mas Frans dimana, baru tadi aku tinggal disini"batin Grace, namun pada saat yang sama Frans memanggilnya dari arah balkon Grace yang di panggil menengadahkan kepalanya kearah balkon lalu beranjak berdiri
"Ci,"panggil Frans dari balkon
"Iyah, mas"ucap Grace mendekati Frans yang sedang berada di balkon itu
"Ada apa mas, mas Frans manggil aku?"tanya Grace saat sudah sampai di balkon itu
Setelah Grace sampai di balkon dan berdiri didepan Frans, Frans seketika memeluknya dengan hangat. Menutup mata, menarik nafas dalam dan masih seperti itu hingga beberapa detik saat Grace membalas pelukan itu dan sesekali mengelus lembut punggung kekar Frans dengan tangan mungilnya, dia merasa sangat nyaman dan tenang di sana.
"Mas Frans ada apa? Apa sesuatu telah terjadi?"ucap Grace melepas pelukan itu namun di tarik lagi oleh Frans
"Aku masih ingin seperti ini, jangan di lepaskan"ucap Frans masih dengan pelukan hangat itu
"Iyah, baiklah."ucap Grace pelan tidak membantah
__ADS_1
"Ci,"panggil Frans lagi dengan suara yang amat pelan dan lembut
"Iyah, mas"jawab Grace
"Aku ingin bertanya sesuatu pada mu"ucap Frans masih memeluk Grace erat
"Nanya apa mas"ucap Grace
Dilepasnya pelukan itu lalu menatap lekat mata Grace dan mengajaknya duduk diatas ayunan di balkon itu.
"Duduk disini!"ucap Frans dingin
Setelah Grace duduk di sampingnya, dipangkukan nya kepalanya di atas paha Grace, Grace yang memangku kepala Frans pun sedikit terkejut dan sedikit takut, terlihat dari dahinya yang bercucur keringat itu padahal suhu di balkon itu sangat dingin dan mencekam menusuk lubang kulit dengan sangat mendalam.
"Tadi mas mau nanya apa?"ucap Grace gugup
"Elus kepala ku"ucap Frans sedikit manja di sana
"Baiklah,"ucap Grace mengelus pelan dan lembut kening Frans
"Sekarang katakan, apa yang mau mas tanyakan padaku"ucap Grace penasaran
"Aku mau tanya, apa kau pernah mencintai mantan suami mu?"tanya Frans sedikit mengagetkan Grace, karena pertanyaan ini Grace kembali mengingat masa-masa hidupnya di rumah yang amat sangat gelap itu
Seperti tersambar petir Grace mendengar ucapan Frans itu. Dia seketika diam mendengar perkataan Frans barusan hingga deru nafasnya yang sudah tidak beraturan itu harus dia netral kan dengan satu tarikan nafas di sana.
"A....aku, aku, aku pernah mencoba mencintainya saja tapi belum pernah berhasil dan malah karena masalah kakeknya dan memenjarakan ku, aku semakin menutup diri dan lama-kelamaan melupakannya."ucap Grace sedikit gugup menceritakan semua kejadian itu lagi
"Lalu apa kau tahu apa dia itu mencintai kamu atau tidak?"ucap Frans menutup matanya pelan merasa sangat nyaman di sana
"Menurut ku sih, tidak karena dia itu orang yang paling jahat yang pernah saya kenal"ucap Grace sedikit malas
"Belum pernah aku menemukan laki-laki sejahat dirinya."ucap Grace singkat yang cukup membuat Frans penasaran akan hal itu
"Maksudnya kamu sering di sakiti olehnya?"ucap Frans membuka matanya dan melihat lekat wajah Grace, Grace yang mendengarnya mengangguk
"Iyah, mas. Dulu itu aku pernah di sakiti sama dia karena aku ga bisa melakukan pekerjaan ku dengan baik padahal waktu itu aku sedang kurang enak badan karena semua pekerjaan pembantu di rumah itu harus aku yang mengerjakannya dan tidak boleh ada seorang pembantu pun yang membantuku dan akhirnya penyakit ku semakin parah waktu itu."cerita Grace panjang lebar dengan nafas berat dan lesu terlihat juga di matanya yang sudah tergenang air mata di pelupuknya itu
Frans yang mendengarnya merasa sangat iba pada Grace. Andai saja dia lah laki-laki pertama yang menikahinya dia tidak akan pernah melakukan hal itu padanya. Grace itu wanita baik, dan sangat disayangkan bila seorang lelaki bisa meninggalkannya seperti itu. Namun, apa boleh buat semua sudah takdir yang menentukannya.
"Ci,"panggil Frans lagi
"Iyah, mas"ucap Grace lagi menatap Frans lekat dan mencoba tenang di sana
"Satu hal lagi yang ingin aku tanyakan padamu"ucap Frans duduk bersandar pada dinding ayunan itu
"Apa?"ucap Grace
"Huft,,, siapa laki-laki itu? Siapa namanya dan keluarganya?"ucap Frans menyelidik
Dengan berat hati Grace membuka suaranya.
"Namanya...nama....,"ucap Grace menggantung karena hp Frans berdering tiba-tiba
Drtt..... drtt..... drtt.....
"Siapa sih, mengganggu saja"ucap Frans kesal lalu mematikan dan menutupnya kasar
"Kenapa ga diangkat mas? Siapa tahu penting loh"ucap Grace lembut
__ADS_1
"Bukan siapa-siapa. Lanjutkan, tadi siapa namanya?"ucap Frans lagi
"Na..."ucap Grace menggantung lagi karena sambungan telepon Frans yang menggangu itu
"hah,"ucap Frans menarik nafas kasar lalu mengangkat telepon itu
*"Halo, ada apa?"*ucapnya setelah sambungan telepon itu menyambung
*"Hehe, tidak. Kau sulit sekali di hubungi akhir-akhir ini,"*ucap seseorang di seberang sana
*"Katakan saja apa yang kau inginkan, aku tahu kau menginginkan sesuatu hingga kau menelepon ku malam-malam begini!"*ucap Frans ketus dan masih dengan kekesalannya pada orang itu
*"Hehe, kau sangat sibuk akhir-akhir ini Kaka ipar sudah memberi mu apa hingga kau sulit untuk dihubungi. Ow aku tahu kau pasti bersenang-senang kan?"*ucap orang itu asal
*"Khmmm, kau tahu tapi pura-pura bloon. Sudah tahu aku sedang bersamanya kau menelepon ku malam-malam begini, merusak suasana saja"*ucap Frans ketus dan dingin
*"Hahaha,"*tawanya menggelar di sana
*"Katakan apa yang kau inginkan sebelum aku memutus sambungan telepon ini dan kau tidak akan bisa menghubungi ku lagi nanti"*ucap Frans mengancam
*"Hadeh, baiklah. Aku menelepon mu ingin mengatakan besok aku pulang ke Indonesia aku ingin memakai jet pribadi mu bisa tidak?"*ucap orang itu sedikit kesal
*"Hanya itu? Mengganggu saja. Kenapa harus jet pribadi ku, kau kan punya jet pribadi? Dimana jet pribadi mu?"*tanya Frans dingin
*"Lagi di sita"*ucap orang itu singkat
*"Pasti kau berulah lagi, dasar bocah tengik. Baiklah besok aku akan mempersiapkannya menjemput mu di sana,"*ucap Frans dingin
*"Ok bos, hehe"*senyum kikuk orang itu
*"Khmmm*"ucap Frans lalu mematikan sambungan telepon itu langsung
Setelah sambungan telepon itu terputus Frans segera menatap Grace lagi.
"Siapa mas?"ucap Grace bertanya siapa orang yang meneleponnya tadi
"Bukan siapa-siapa,"ucap Frans singkat
"Baiklah, tadi siapa namanya?"ucap Frans menanyakan hal itu lagi
"Besok ajah yah, mas. Aku ngantuk banget nih, dari tadi udah menguap mulu, hehe"ucap Grace kembali menguap
"Khmmm, baiklah kau terlihat sangat capek, tidurlah."ucap Frans perhatian
"Lalu mas Frans ga tidur? Disini dingin loh mas,"tanya Grace takut jika Frans akan kedinginan nanti
"Gapapa, kau tidur saja, aku belum mengantuk nanti aku menyusul"ucap Frans
"Baiklah, aku tidur duluan yah, mas."ucap Grace dan hanya dehem an yang dilontarkannya di sana
Mendengar dehem an itu Grace segera beranjak berdiri lalu mengganti pakaiannya dan segera menaiki kasur dan tidur lelap.
Sedang Frans masih saja duduk di balkon entah apa yang sedang dipikirkannya di sana sendirian.
Bersambung
like
komen 🤗
__ADS_1