MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 30. KEDATANGAN NENEK YANG TIBA-TIBA


__ADS_3

Pukul 06: 25


Pagi yang cerah, dimana burung-burung berkicau dan matahari yang terpampang indah di atas langit menyinari bumi, dengan perlahan Grace membuka matanya menggeliat, dilihatnya sebuah tangan kekar berbulu halus melingkar diatas perutnya.


Dengan sedikit terkejut dilihatnya wajah putih mulus di depannya dan tersenyum manis di sana.


"Aku akan mencoba membuka hati untuk mu, mas, aku akan mencoba tulus mencintai mu"batin Grace melepas tangan Frans dari atas tubuhnya itu


"Tapi aku ga, diapa-apain kan?"tanya nya dalam hati baru teringat akan kejadian tadi malam, dilihatnya tubuhnya di dalam selimut


Grace menarik nafas lega. Ternyata pakaiannya masih utuh di tubuhnya.


Setelah beberapa menit Grace bangkit dengan pelan dari kasur itu agar tidak menggangu Frans yang masih tertidur nyenyak di sana.


Beberapa detik kemudian Grace beranjak berjalan menuju kamar mandi, dicuci nya wajahnya dan menyikat gigi seperti biasa jika dia bangun tidur.


Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, dia pun beranjak turun menuju lantai 1, dilihatnya mama Alya dan bunda Sania sedang berbincang-bincang di sana.


Bunda Sania serta yang lainnya tidak pulang kemaren malam karena mama Alya memaksa mereka agar tetap tinggal di sana karena waktu sudah sangat larut dan tidak baik untuk kesehatan ayah Kris jika melakukan perjalanan panjang malam itu.


"Ma, Bun, kalian lagi ngobrolin apa sih, serius banget!"ucap Grace mengejutkan kedua perempuan yang sedang serius berbincang itu


"Ah, mama pikir siapa, ga ada kok nak, biasalah ibu-ibu sosialita emang gini"ucap mama Alya tersenyum dan diangguki oleh bunda Sania di sana


"Bun, ma yang lain pada kemana kok ga keliatan dari tadi?"tanya Grace mencari seisi rumah namun tidak menemukan satu pun dari mereka kecuali mama Alya dan bunda Sania di sana


"Mereka lagi joging tuh, bentar lagi pulang kok"ucap bunda Sania berdiri dan mendudukkan Grace di sampingnya


"Grace bagaimana tadi malam apa kalian bersenang-senang?"ucap mama Alya yang langsung mendapat pukulan pelan di bahunya dari bunda Sania


"Ih, kamu yah,"ucap bunda Sania, mama Alya tertawa kecil di sana


Grace tersenyum menanggapi perkataan mama Alya itu. Otak kecil dan polosnya itu seketika berkeliling traveling kemana-mana tidak tahu harus mengatakan apa pada kedua wanita didepannya itu.


"Gimana, gimana? Cerita dikit dong, biar seru"ucap mama Alya penasaran sedang Grace terlihat malu dan tersenyum kikuk di sana


"Langsung gol kok ma, ga usah di tanya"ucap Frans yang tiba-tiba datang dari atas dan mendengar perkataan ketiga wanita itu


Mereka bertiga seketika menengadahkan kepalanya sedikit keatas dan melihat Frans berjalan menuju dapur untuk mengambil minum di sana.


Mama Alya dan bunda Sania tertawa kecil mendengar perkataan Frans itu.


"Hahaha, bagus deh, jadi mama ga susah-susah lagi ngajarinnya"ucap mama Alya tertawa keras dan pukulan kecil dari bunda Sania pun mendarat di punggungnya lagi


"Sakit, loh ka"rengek mama Alya padahal pukulan itu sangat pelan dan tidak sakit sama sekali


"Makanya, mulut tuh dijaga udah tahu anaknya udah gede, ngapain ngajarin soal begituan lagi,"ucap bunda Sania


"Ma, hari ini aku ada acara aku dan Grace akan pergi malam ini, jadi aku mohon jangan ngintip kamar aku lagi kayak tadi malam,"ucap Frans dingin lalu beranjak pergi menuju kamarnya setelah selesai dengan minumnya di sana


Mama Alya, yang mendengar ucapan anaknya itu terlihat malu wajahnya sudah memerah di sana. Bunda Sania yang mendengarnya pun memicingkan mata pada mama Alya, mama Alya yang melihat itu menunduk dan tertawa kecil di sana.

__ADS_1


"Ja....di mama tadi malam, datang ke kamar aku?"tanya Grace gugup dia tak menyangka bahwa mama Alya bisa seberani itu melakukannya


"Hehe, mama ga sengaja. Tadi malam mama sebenarnya datang tuh, mau kasih sesuatu sama kamu tapi karena udah tidur duluan mama jadi ga tega bangunin kamu"ucap mama Alya tertawa malu menjelaskan, bunda Sania yang mendengarnya pun juga tersenyum kikuk di sana.


.


.


.


.


.


Grace sedang makan berdua bersama Frans di ruang makan, karena yang lainnya sudah sarapan tadi pagi dan tidak mau mengganggu mereka yang masih tidur itu.


Ayah Kris serta yang lainnya sudah pulang setelah olahraga, sedang mama Alya sedang berada di kamarnya sekarang, entah apa yang dilakukannya di sana.


Sedang papa Hardi sudah berangkat kerja sejak tadi.


Saat mereka makan dengan serius, tiba-tiba bel pintu rumah itu terdengar, Grace yang mendengarnya beranjak dari duduknya untuk membuka pintu.


"Sebentar mas, aku buka pintu dulu"ucap Grace beranjak berdiri sedang Frans hanya mengangguk di sana


Sesampainya di pintu Grace membukanya dengan pelan, dilihatnya seorang wanita tua beruban dan kulit yang sudah terlihat sangat keriput itu berdiri menghadap pintu lalu tersenyum kecil kepadanya.


"Nenek, siapa yah?"tanya Grace sopan sedang nenek itu tersenyum diam di sana


"Maaf nek, mas Frans sedang makan di ruang makan"ucap Grace pelan dan membantu nenek itu mengangkat koper miliknya yang cukup besar itu


"Siapa nenek ini, apa dia neneknya mas Frans yang sering di omongin itu yah?"pikir Grace memasuki ruang tamu dengan koper ditangannya


"Frans, kamu dimana?"teriak nenek itu duduk di sofa, Frans yang mendengarnya tersentak kaget siapa yang memanggilnya di saat makan seperti ini


Mendengar teriakkan itu Frans segera beranjak dari duduknya menuju ruang tamu.


"Nenek!"ucap Frans dingin setelah sampai diruang tamu


Iyah, nenek itu adalah nenek Frans dari ayahnya, namanya nenek Irma. Dia baru pulang setelah beberapa bulan ini dari kota tempatnya berobat, karena nenek Irma sudah beberapa tahun ini mengidap penyakit gula.


"Eh, bocah tengik sini kamu!"ucap nenek dingin menatap Frans di sana


"Iyah, nek ada apa?"tanya Frans setelah menyalaminya dan memeluknya di sana


"Nggak ngundang nenek ke pernikahan, ga kabarin nenek mau nikah, kamu ga anggap nenek, nenek kamu lagi, hah?"ucap nenek menjewer telinga Frans di sana


"Argh, sakit nek, argh"ucap Frans kesakitan


"Kamu terima hukuman dari nenek, em"ucap nenek itu semakin keras menjewer telinga Frans di sana


"Ampun nek, argh"teriak Frans semakin keras Grace yang melihatnya tersenyum kecil belum pernah dilihatnya Frans di hukum seperti itu

__ADS_1


Setelah beberapa detik kemudian, nenek itu melepaskan jewerannya dan kemudian duduk di tempatnya tadi. Sedang Frans yang di jewer masih terlihat kesakitan dan telinganya terlihat merah di sana.


"Itu akibatnya karena kamu ga ngundang nenek di nikahan kamu kemaren"ucap nenek terlihat murung di sana


"Seharusnya nenek itu nanyanya sama mama, nek, mama yang ga mau ngundang nenek"ucap Frans serius dan duduk di atas sofa di belakangnya


"Mama kamu?"ucap nenek itu


"He em"dehem Frans mengangguk di sana


"Awas saja itu anak, Alya, Alya"teriak nenek keras di sana


"Nek, mama lagi di kamar istirahat. Katanya kepalanya sedikit pusing nek, nenek ga usah panggil keras gitu yah, biar Grace yang panggil ke sana"ucap Grace dengan senyumnya yang manis pada nenek itu


"Baiklah, kamu panggil dia sekarang"ucap nenek dengan senyum manisnya


"Aku panggil dulu yah, nek"ucap Grace dan segera pergi setelah anggukan nenek di sana


"Istri kamu cantik yah, Frans"ucap nenek memerhatikan Grace yang pergi itu, Frans yang mendengarnya tertawa kecil di sana


Setelah sampai di kamar mama Alya, Grace segera mengetok pintu memanggil mama Alya dari luar.


"Ma, mama"panggil Grace yang langsung di sahut oleh mama Alya dari dalam


"Iyah, sebentar"ucap mama Alya bangun dari tidurnya dan membuka pintu


"Iyah, ada apa sayang"tanya mama Alya setelah pintu kamar itu terbuka


"Maaf ganggu mama istirahat, itu ada nenek di bawah. Nenek cariin mama katanya"ucap Grace


"Nenek, maksud kamu neneknya Frans?"tanya mama Alya dan diangguki oleh Grace di sana


"Ow, baiklah mama segera turun, sebentar yah"ucap mama Alya


"Iyah, ma"ucap Grace


Setelah sampai di ruang tamu, terlihat nenek dan Frans sedang bercengkrama di sana entah apa yang sedang dibicarakan mereka sedari tadi, hingga kedatangan mereka membuat kedua orang itu seketika diam di sana.


"Ibu,"ucap mama Alya


"Eh, Alya, kamu yah, ga punya etika kamu"ucap nenek sedikit marah


"Maksud ibu apa sih,"ucap mama Alya duduk di atas sofa di samping Frans dan diikuti oleh Grace di sana


"Kenapa kamu ga ngabarin ibu, kalo Frans akan menikah kemaren, hah?"tanya nenek sedikit keras


Mama Alya yang mendengarnya tersenyum kikuk. Dia sengaja tidak mengabari nenek Irma di pernikahan Frans kemaren karena jika nenek Irma datang semuanya akan hancur dan berantakan di buatnya.


Bersambung


Like

__ADS_1


Komen di tunggu 🤗😁


__ADS_2