MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 44. KABAR BAIK DAN KABAR BURUK


__ADS_3

"Dok, bagaimana ini pasien semakin kritis dia kehilangan banyak darah dan persediaan darah di sini sudah habis dok"ucap salah satu suster yang terlihat cemas saat operasi kedua Ana sedang di lakukan


"Bagaimana ini? Begini saja sus, coba suster tanya pada keluarga pasien apa mereka bisa mendonorkan darahnya untuk pasien."ucap dokter Al dokter yang menangani Clark, Ana serta Bagas. Salah satu dokter hebat di kota itu yang sudah lama setia pada keluarga Karlos.


"Baik dok, saya coba dulu."ucap sang suster.


Setelah perbincangan itu selesai suster yang merawat ketiganya segera keluar dari ruang operasi dan menanyakan apa yg dokter Al katakan tadi.


Ceklek


Ketika pintu ruangan itu terbuka mama Alya serta Grace yang masih setia menunggu di sana pun tersentak bangkit dari duduknya.


Sedang papa Hardi sedang pergi ke ruangan Bagas dirawat dia ingin berbicara soal Frans pada Mark yang berada di ruangan itu.


"Sus, bagaimana keadaan Ana sus?"tanya Grace menggandeng mama Alya dan hanya diangguki mama Alya di sana


"Pasien kekurangan banyak darah kami harus melakukan pendonoran darah tapi–?"ucap suster itu dengan cemas


"Tapi apa sus, anak saya baik-baik saja kan?"ucap mama Alya tiba-tiba, saking cemasnya dia pada Ana


"Ibu tenang dulu. Kami hanya kekurangan stok darah A di RS ini dan pasien kekurangan banyak darah kami hanya ingin memberitahu pihak keluarga untuk mencari pendonor bergolongan darah A. Apa diantara kalian ada yang bisa mendonorkan darah yang sama dengan golongan darah pasien?"ucap suster dengan cepat dan tanpa basa-basi lagi


"Saya bisa kok dok, saya akan mendonorkan darah saya untuk Ana"ucap Grace menyodorkan diri dengan sedikit terburu-buru


"Saya juga bisa sus, saya juga akan memberikan darah saya sus"ucap mama Alya juga ikut menyodorkan dirinya untuk diambil darahnya


"Baik. Tapi kami masih harus memeriksa golongan darah anda."ucap suster itu


"Iyah sus, segera lakukan sus"ucap Grace


"Sus, suster Maya!"panggil suster itu pada suster yg baru saja keluar dari sebuah ruangan di sana


"Iyah, sus"ucap suster bernama Maya mendekati mama Alya serta suster dan Grace di sana


"Tolong bawa mereka keruangan pemeriksaan darah sus, dan kalau ada yang cocok segera ambil darahnya untuk pasien di dalam"ucap suster itu menjelaskan


"Baik sus, mari buk."ucap suster Maya mempersilakan mereka untuk ikut bersamanya


"Baik sus, ayok!"ucap mama Alya dan di ikuti oleh Grace di sana.

__ADS_1


Saat setelah memasuki ruang pemeriksaan Grace berdiri di depan mama Alya yang akan siap di periksa itu.


"Ma, apa mama yakin bisa melakukan ini? Mama ga usah ikut yah, biar Grace ajah ma"ucap Grace sedikit takut terjadi sesuatu nanti pada mama Alya setelah suster menjelaskan resiko dari donor darah tadi


"Gapapa nak, mama akan lakukan apa saja untuk Ana, Mama bisa kok kamu ga usah khawatir"ucap mama Alya dan saat setelah dirinya selesai di periksa kini giliran Grace yang akan di periksa.


Sedikit lama mereka melakukan pemeriksaan itu, hingga saat pengumuman pemberitahuan kecocokan darah pada pasien ternyata mama Alya maupun Grace tidak ada yang sama dengan golongan darah Ana.


Mama Alya dan Grace terlihat cemas tidak tahu akan melakukan apa namun seketika mereka teringat dengan papa Hardi mereka segera mencari papa Hardi untuk di periksakan juga darahnya. Namun, saat pemeriksaan golongan darah papa Hardi tetap tidak cocok.


Mereka pun segera melakukan pemeriksaan lagi pada beberapa bodyguard yang ikut menemani mereka satu persatu dan Mark juga ikut serta dalam pemeriksaan itu.


Setelah melakukan pemeriksaan panjang dan sedikit rumit untung saja ada seorang bodyguard yang memiliki golongan darah yang sama dengan Ana dan segera di bawa untuk diambil darahnya.


Namun, saat setelah selesai dengan pendonoran kini Grace dan mama Alya ikut cemas dan khawatir karena Clark yang juga ikut drop di ruangannya. Mereka pun berbagi tempat untuk menjaga keduanya.


"Dok, bagaimana keadaan Clark dok"ucap Grace karena dia yang di rujuk untuk menjaga Clark sebelum Tante Abel dan lainnya datang


"Pasien masih kritis. Tadi pasien hanya mengalami sedikit masalah dan hal itu sempat membuat jantung pasien berhenti, tapi sekarang jantung pasien sudah kembali normal tapi tetap tidak ada perubahan di tubuh pasien"ucap sang dokter menjelaskan


"Tolong lakukan apapun dok asal adik saya kembali pulih dok, saya mohon"ucap Grace dengan air mata yang sudah bercucuran dan wajah yang memerah karena menangis


"Kami pasti akan melakukan yang terbaik. Doakan saja semoga pasien bisa cepat sadar dari komanya."lirih sang dokter dengan wajah sedihnya


"Iyah, dok."angguk Grace masih dengan tangisnya


"Kalau begitu saya permisi saya masih harus kembali merawat pasien lain jika sesuatu terjadi tolong segera beritahu kami, kami akan segera datang karena dokter Al masih menangani pasien bernama Ana dan mengalami sedikit kerumitan di sana."jelas sang dokter


"Baik dok, saya akan segera beritahu kalian jika keadaan Clark kembali seperti itu"lirih Grace


"Kalau begitu saya permisi"pamit dokter itu


"Baik dok, terimakasih yah dok."ucap Grace


"Sama-sama buk."ucap dokter itu dan segera pergi melihat pasien lain.


*


*

__ADS_1


*


Sudah berjam-jam Ana melakukan operasi namun dokter belum juga keluar dari sana. Mama Alya yang menunggunya juga semakin cemas dan gelisah pada putri semata wayangnya itu.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul satu siang mereka masih setia menunggu dokter Al yang juga belum keluar-keluar itu.


Saat beberapa menit kemudian lampu ruangan itu menunjukkan warna hijau tanda operasi telah selesai. Dokter keluar dengan jubah hijaunya. Grace dan bunda Sania serta ayah Kris juga datang mendekati mereka.


Bunda Sania dan ayah Kris serta Tante Abel datang setelah mereka mendapat kabar bahwa Clark kembali drop tadi. Dan mereka juga ingin melihat keadaan Ana yang sedang operasi itu.


"Bagaimana dok, apa operasinya lancar? Bagaimana keadaan anak saya sekarang dok?"tanya mama Alya terlihat sangat cemas


"Ada kabar baik bu tapi ada kabar buruk juga"ucap sang dokter sedikit lesu


"Kabar buruk?"kaget ayah Kris


"Kabar baiknya anak anda Bagas sudah menunjukkan tanda-tanda sadar dan keadaannya juga semakin stabil tapi kami belum bisa memastikan dengan jelas kapan dia akan sadar."ucap dokter Al dengan sopan


"Lalu kabar buruknya apa dok?"ucap papa Hardi sedikit takut


"Kabar buruknya, anak anda Ana masih dalam keadaan kritis dan tidak ada perubahan sama sekali kami juga sudah berusaha semampu kami tapi keadaannya sempat drop saat operasi tadi dan itu membuatnya semakin mudah untuk drop lagi dan lagi"ucap dokter Al menghela nafas.


Saat dokter Al tengah menyelesaikan ucapannya tiba-tiba seorang suster datang dengan buru-buru dan wajahnya terlihat sangat cemas di sana.


"Dok pasien bernama Clark drop lagi, dokter Radit tidak bisa menangani lagi dok"ucap salah satu suster yang tiba-tiba menjerit dan berlari mendekati dokter Al


"Apa? Kenapa bisa seperti itu sus?"ucap dokter Al berlari menuju ruangan UGD tempat Clark di rawat dan diikuti oleh suster itu dari belakang


"Saya juga kurang tahu dok,"ucap sang suster memasuki ruangan itu dengan tergesa-gesa


Sedang Grace dan lainnya seketika cemas mereka juga ikut berlari menuju ruang UGD untuk melihat keadaan Clark di sana.


Tante Abel yang juga sudah tiba bersama bunda Sania dan ayah Kris itu terlihat sangat sedih dan khawatir. Dia menangis pilu menunggu di luar ruangan itu.


Grace yang melihatnya pun turut sedih dia dan lainnya juga menangis pilu di sana.


Bersambung


Like

__ADS_1


Komen


__ADS_2