
" Ga aku ga mau lepasin kamu."ucap Frans masih terus mencegah Grace memberontak.
Sesaat keheningan terjadi di sana. Grace terdiam, menghapus sedikit demi sedikit air matanya dan terdengar sesekali sesegukan dari mulutnya.
Namun, saat Frans ingin kembali membuka suara tiba-tiba hpnya berbunyi,
Drtt,,, drtt,,, drtt,,,
Frans yang mendengarnya sama sekali tidak menggubris suara itu dia lebih mementingkan istrinya yang ngambek dan meminta maaf padanya serta meluluhkan hatinya dahulu daripada bunyi hpnya itu.
Mungkin mama, bunda atau nenek atau yang lainnya, pikir Frans dengan tenang lalu mematikan hpnya tanpa melihat siapa yang menelepon nya itu.
Drtt,,, drtt,,, drtt,,,
"Siapa sih,"gerutu Frans dalam hati merasa sangat kesal, diambilnya benda itu dari sakunya dengan satu tangan dan tangan satunya masih tetap dlm posisi seperti itu memeluk Grace.
"Lepasin mas,"ucap Grace dingin
"Tidak, tetap disini."ucap Frans juga dengan wajah datarnya lalu membuka hp dan melihat siapa yang meneleponnya sepagi ini
"Ngapain perempuan ini nelfon, bisa kacau semua rencana maaf ku sama Grace. Ini juga cewek satu, hah aku harus bagaimana? Ah tidak lebih penting istriku daripada masalah perempuan ini Tut."batin Frans di dalam hati ketika melihat siapa orang yang meneleponnya dan mematikannya dengan cepat
"Aku mau ke kamar, lepaskan aku. Aku tahu pasti perempuan itu kan, yang nelfon kamu?"ucap Grace sedikit malas dan cemberut
"Ah, e... nggak kok sayang. I....ini dari Mark kok."ucap Frans sedikit gugup tidak memberi tahu siapa yang meneleponnya itu, dia takut jika nanti istrinya itu akan semakin marah dan ngambek padanya
"Khmmm,"dehem Grace dingin
Drtt,,, drtt,,, drtt,,,
"Apaan lagi sih,"gerutu Frans dengan tangan yang masih saja tidak mau lepas dari atas perut Grace.
Grace yang melihatnya menarik paksa handphone Frans dari tangannya lalu mematikannya dengan marah. Dihempaskan nya tangan Frans dari perutnya dan melempar hp Frans kearahnya lalu pergi dengan wajah merah dan marah.
"Yang, ini bukan seperti apa yang kamu pikirkan,"ucap Frans berlari mengejar istrinya seakan tahu apa yang sedang dipikirkannya saat itu, namun lagi-lagi hpnya berbunyi dan dengan cepat dia menolak sambungan telepon itu.
__ADS_1
"Ci,"panggil Frans dengan sedikit keras.
Namun naas sudah terlambat Grace seketika menutup pintu kamarnya dan membantingnya dengan keras dan Frans tidak bisa masuk karena Grace dengan cepat mengunci pintu kamar itu dengan cepat.
"Yang, dengerin aku dulu. Grace..,"ucap Frans merasa sangat menyesal dan lesu, kenapa juga perempuan itu datang meminta tolong padanya dan membuat hubungannya bermasalah dengan istrinya pikirnya.
Diketoknya beberapa kali pintu kamar dengan pelan dan terus memanggil nama Grace untuk membuka pintu itu namun Grace tidak perduli dan menggubrisnya di sana.
Namun, beberapa menit kemudian sebuah pesan terlihat dari balik wallpaper foto istrinya dan dirinya sewaktu jalan-jalan ke Gallery Queen's 1 Minggu yang lalu itu.
"Please, help me. My child doesn't want to take the medicine. Be is always fussy and asks me to call you and tell you to come here, I beg you to come just this time, I will not ask you for anything else (Pliss, tolong saya. Anakku tidak mau meminum obatnya. Dia selalu saja rewel dan meminta saya untuk menelfon mu dan menyuruh mu ke sini, aku mohon datang lah kali ini saja, aku tidak akan meminta apa-apa lagi padamu.)"isi pesan yang cukup panjang dari perempuan yang sedari tadi menelfon nya itu
"Ah, aku juga tidak tega. Lebih baik aku akan bujuk Grace lagi nanti, setelah melihat Maxuel di rumah sakit dulu."gumam Frans dengan pelan lalu pergi menuju RS sedang Grace sedang duduk merenung diatas kasur, dia menangis sesegukan setelah lama tidak mendengar suara suaminya diluar lagi.
"Bodohnya kau Grace, untuk apa kau menangis hanya karena perempuan yang baru saja dikenal mas Frans itu, toh kamu itu hanya seorang perempuan yang dijodohkan sama mas Frans, dia tidak mencintai mu Grace kamu harus sadar, jika dia menemukan wanita sejatinya apa boleh buat walau sangat sakit kamu tidak akan bisa mengubahnya. Mental kamu harus kuat jangan jadi perempuan cengeng seperti ini, aku harus ketemu sama perempuan itu dan bicara langsung padanya, ada apa sebenarnya sampai mas Frans lupa dengan pesan ku waktu itu."gumam Grace pelan memikirkan masalah perempuan yang membuatnya dan suaminya itu sedikit bermasalah.
Diseka nya air mata dari pelupuknya sedikit demi sedikit. Dirapikan nya wajah dan rambutnya yang sedikit kusut itu lalu beranjak berdiri dari kasur, membuka pintu namun tidak melihat Frans di sana.
"Pasti menemui perempuan itu."ucap Grace lesu dan hampir mengeluarkan lagi air mata di sana
Namun saat melakukan pelacakan itu tiba-tiba dilihatnya puluhan kali panggilan telepon tak terjawab dari mama Alya, kakak-kakaknya, bunda Sania, ayah Kris serta papa Hardi di sana.
Saking terkejutnya ia di sana, di teleponnya kembali bunda Sania dan ayah Kris namun mereka tidak mengangkatnya. lalu diteleponnya kembali mama Alya, mama Alya langsung mengangkatnya dan terdengar suara tangisan di sana.
*"Halo ma."*ucap Grace saat sambungan telepon itu tersambung
*"Halo Grace......."*ucap mama Alya menceritakan semua kejadian di sana
*"Apa? Bagas, Ana dan Clark kecelakaan?"*ucap Grace tersentak kaget seketika air matanya menetes di kedua pipinya dengan deras
*"Sekarang mereka bertiga sedang di rumah sakit, mereka koma sayang hiks,,, hiks"*ucap mama Alya dengan tangisnya yang sudah terdengar sangat gelisah dan takut serta gemetaran itu
*"Mama, mama sabar yah aku akan pulang secepatnya mama tenang saja."*ucap Grace dengan terburu-buru
*"Dari kemaren mama menelepon mu dan Frans, kenapa kalian tidak mengangkat telepon mama."*ucap mama Alya sedikit marah dan kesal pada Grace
__ADS_1
*"Maafkan aku ma, aku tidak memegang hp kemaren karena kemaren sahabat mas Frans datang dan makan malam di sini jadi aku tidak memperhatikannya ma, maafkan aku."*ucap Grace dengan masih penuh air mata
*"Baiklah, mama mohon cepat pulang nak, mama ga bisa menghadapi ini semua kedua anak mama sedang dalam bahaya sekarang hiks... hiks...."*ucap mama Alya semakin lesu karena menangis tiba-tiba hp itu terjatuh dari tangan mama Alya, mama Alya seketika pingsan dan sambungan telepon itu terputus begitu saja.
*"Halo ma, ma"*ucap Grace sedikit keras memanggil mama Alya namun panggilan itu sudah terputus.
*
*
*
Tuesday (kamis), 13:45
"Mas, kamu dimana sih. Mas angkat dong."ucap Grace semakin gelisah sedari tadi di teleponnya Frans suaminya namun tidak diangkat-angkat juga.
"Mas Frans dimana sih, aku mohon mas angkat hp mu."ucap Grace terus menerus menelepon Frans namun tetap saja seperti itu tidak diangkat
Tok... tok... tok...
"Ah, uncle Neo."ucap Grace sedikit terkejut melihat uncle Neo mengetuk pintu kamarnya dan tidak mendengarnya datang karena saking seriusnya di sana
"Maaf aku mengganggu mu, uncle sudah pesan tiket untukmu dan Frans pulang hari ini, maaf uncle belum bisa pulang melihat mereka karena uncle masih sangat sibuk dan harus keluar kota hari ini."ucap uncle Neo berdiri di depan Grace memberitahu bahwa tiket mereka sudah diambil oleh uncle Neo barusan
"Iyah, uncle, Grace maklum kok. Grace akan pulang sendirian dulu, mas Frans tidak tahu entah di mana sekarang dari tadi aku menelponnya tapi tidak diangkat juga, aku lacak lokasinya tapi tidak ketemu uncle hiks... hiks.."tangis Grace mengingat suaminya yang tak kunjung pulang itu
"Apa kamu tidak mau menunggu Frans pulang? Dia akan marah nanti jika kamu pulang sendirian begini."ucap uncle Neo
"Aku tidak bisa menunggunya lagi uncle, mama Alya sedang butuh aku di sana. Aku akan mengirimkan SMS padanya saja untuk memberitahunya kalau aku sudah pulang hari ini ke Indonesia."ucap Grace dengan tangisnya
"Baiklah jika itu keinginan mu, uncle tidak bisa apa-apa. Satu lagi, nanti kamu pulang saja bersama kami, kami akan ke Thailand dan kamu akan berangkat dari Thailand ke Indonesia biar lebih dekat dan cepat."ucap uncle Neo menerangkan dan diangguki oleh Grace
"Kalau begitu uncle akan beberes, kamu siap-siap saja. Kita akan berangkat sebentar lagi."ucap uncle Neo lagi
"Iyah uncle,"ucap Grace lesu dan memasukkan hpnya kedalam tas yang sudah ditata rapi olehnya untuk berangkat pulang ke Indonesia siang ini setelah uncle Neo keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Mas, sepenting itu kah perempuan itu? sampai telfon dari ku saja kamu tidak bisa mengangkatnya? Kamu dimana mas, aku mohon kamu pulang sekarang mama lagi butuh kita mas hiks hiks hiks. Aku kecewa sama kamu mas, aku sangat kecewa."batin Grace merasa sakit hati akan kelakuan suaminya itu.