MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 36. MALAM PANAS


__ADS_3

💐 MENGANDUNG UNSUR 21+ DI HARAPKAN BIJAK DALAM MEMBACA TERLEBIH ANA-ANAK DI BAWAH UMUR SUPAYA LEBIH BIJAK MEMBACA CUPLIKAN NOVEL INI TERIMAKASIH. 💐


"Grace kamu kenapa?"tanya Frans khawatir


"Panassss"desah kecil Grace yang hampir tak terdengar itu


Frans meletakkan tangannya pada dahi Grace namun, tidak menemukan jika suhu tubuh Grace terasa hangat atau panas di sana.


"Panas, mas. Tolong aku. Tubuhku terasa sangat panas dan sakit."ucap Grace lirih, di genggamnya tangan Frans kuat.


"Tadi kamu baik-baik saja kenapa kamu bisa seperti ini?"ucap Frans


"Aku ga tahu kenapa mas. Tolongin aku mas, panas.."ucap Grace semakin memberontak melepas pakaiannya


"Apa yang kamu lakukan?"tanya Frans mencegah Grace melakukan hal itu di depannya


"Aku tidak bisa menahannya mas, panas banget"ucap Grace lirih dan masih ingin membuka pakaiannya satu persatu namun, selalu saja di cegah oleh Frans


"Kamu jangan buka baju, aku akan cari obat atau apa untuk menghilangkan panas tubuh mu, kamu tunggu di sini jangan buka baju mu, mengerti?"ucap Frans sedikit takut jika nafsunya akan memuncak apalagi Grace yang masih belum siap untuk melakukan itu sekarang. Dia ingin melakukannya jika Grace sudah siap dan setuju pikirnya.


Frans keluar dari kamar setelah menerima anggukan kecil dari Grace. Dilihatnya semua anggota keluarga uncle Neo sudah tidak ada di pekarangan belakang. Bahkan Frans berani mengetuk pintu kamar mereka untuk membangunkan mereka namun, tidak ada satu pun yang mau membuka pintu untuknya.


"Argh, apa yang akan ku lakukan. Sebaiknya aku kembali ke kamar menenangkannya dulu aku akan mencari cara di sana"ucap Frans segera bergegas pergi menuju kamarnya dan Grace


Dibukanya pintu kamar itu, jakunnya naik turun melihat Grace, yang hanya memakai pakaian dalamnya saja.


Pemandangan di depannya ini seketika meningkatkan birahi laki-lakinya. Dia selalu saja menatap tubuh kecil nan mulus itu tanpa berkedip. Pantas, dia itu laki-laki normal. Siapapun laki-laki yang melihat pemandangan seperti ini, tidak mungkin jika mereka tidak memiliki reaksi apapun. Demikian juga dengan Frans nafsunya sudah sedari tadi bereaksi dan bergairah namun masih bisa ditahannya di sana.


"Mas Frans tolong aku, ah sangat panas. Tubuh ku serasa ingin mendapatkan sentuhan mas,"ucap Grace


"Sepertinya kamu meminum obat perangsang. Satu-satunya cara menghilangkannya adalah melakukan intim. Apa kamu siap?"ucap Frans mendekati Grace


"Lakukan apa pun caranya mas, ini sangat menyiksaku. Aku mohon,"ucap Grace lirih Frans yang mendengarnya terdiam bisu dan berfikir

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melakukannya tapi apa kamu tidak akan menyesal melakukan ini bersama ku?"tanya Frans penuh perhatian namun semakin mendekatkan dirinya


"Nggak mas, aku siap. Ini sangat menyiksa ku. Cepatlah mas, aku sudah tidak tahan lagi."ucap Grace


"Baiklah, sayang."ucap Frans tersenyum kecil, membuka satu persatu kancing bajunya dan melemparnya jauh di lantai


"Ini kemauan mu, aku hanya ingin membantu mu, itu pun kau yang memintanya."lirih Frans menaiki kasur dan mulai menyentuh wajah Grace dengan tangannya pelan dan lembut.


Grace yang disentuh malah mendesah pelan tanpa sadar. Frans pun memulai aksinya, saat itu juga di dekam nya bibir Grace dengan bibirnya halus namun, lama kelamaan semakin kasar saja di sana membuat rasa panas di tubuh Grace semakin meningkat dan rasa sakit ditubuhnya sedikit demi sedikit pun menghilang. ******* dari mulut Grace pun membuat gairah laki-laki Frans semakin naik saja di sana.


Grace yang semakin panas akan rangsangan itu pun membalas ciuman itu dengan rakus. Suara decapan semakin terdengar kasar di sana.


Lama Frans bergelut manja di bibir Grace, di ciumnya kembali kening Fira lama, lalu mata dan bibir itu sekilas. Frans kembali memulai aksinya, dia mulai menelusuri leher dengan buah dada Grace di sana hingga Grace mengeluarkan suara desahannya semakin keras yang membuat Frans semakin bersemangat melakukan gerakan bibirnya itu di tubuh Grace.


Grace semakin lemas saja di sana, dia terlihat kelelahan mengimbangi kekuatan Frans yang sudah semakin turun dan mencium titik-titik sensitifnya.


Sekarang tubuh mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benang pun di sana. Frans tersenyum kecil lalu berkata, "Aku akan melakukannya pelan, kau tenang saja. Bukankah kau sudah pernah merasakannya?"ucap Frans ******* kembali bibir ranum milik Grace, Grace yang mendengar hal itu serasa enggan untuk berbicara, dia hanya diam dan membalas setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu padanya.


"Argh, ah..."lirih Grace menutup mata saat benda tumpul itu memasuki gunung rambat nya.


Frans tertegun sejenak, dia seakan tidak percaya jika gua yang sedang di masuki oleh m*l*knya itu sangat susah untuk masuk bahkan harus memaksakannya untuk m*l*knya itu bisa masuk seutuhnya.


"Apa jangan-jangan dia masih, dia.. perawan?"tanya Frans penuh bingung di dalam benaknya


Frans semakin memaksakan m*l*knya itu masuk membuat Grace mengeluarkan suara kecil yang sangat menggoda bagi nya itu.


"Tahan sedikit Grace, sedikit lagi,"lirih Frans mendorong kembali m*l*knya dan akhirnya m*l*k Frans pun masuk seutuhnya pada gunung rambat milik Grace itu.


Setelah semuanya masuk, Frans pun mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan hingga beberapa menit dia melakukannya. Frans pun mulai membungkuk lagi dan mencium bibir Grace sambil menggerakkan pinggulnya semakin keras dan sedikit kasar di sana.


*


*

__ADS_1


*


Sedang di luar kamar Grace dan Frans, terlihat dua orang sedang bersembunyi kecil di sana. Mereka sedang mencoba mendengarkan pergulatan Frans dan Grace yang sudah di ujung tanduk itu dari luar pintu, lalu tertawa kecil saat mendengar ******* kecil Grace semakin bergemuruh di sana.


"Yes, rencana kita berhasil. Saatnya kita pemberitahuan sama Tante Irma, hahaha"ucap mereka melakukan tos berdua di sana


Yah, mereka kedua orang yang sedang bersembunyi itu adalah uncle Neo dan aunty Maria. Mereka lah yang melakukan semua rencana itu dan memasukkan sebuah obat perangsang di dalam minuman Grace saat mereka sedang minum bir bersama di taman belakang tadi.


"Ayok kita ke kamar, takut kita mengganggu nanti. Kita kasih tahu Tante Irma di kamar saja, ayok"ajak uncle Neo berjalan pelan agar tidak terdengar oleh kedua orang di dalam itu Grace dan Frans.


"Let's go"ucap aunty Maria mengikuti suaminya dari belakang


*


*


*


******* demi ******* terdengar di ruangan itu, hingga pada saat di ujung hasratnya, Frans mengeluarkan benih di dalam rahim milik Grace.


"Arghhhhhh"desah Grace untuk yang terakhir kalinya


Akhirnya Frans yang sudah kelelahan yang di baluti rasa bahagianya setelah melakukan hal itu dengan Grace, Frans pun seketika ambruk dan terbaring di samping Grace yang sudah memejamkan mata karena lelahnya di sana.


Beberapa kali mereka melakukannya hingga Frans merasakan puas dan bahagia di sana. Sedang Grace yang sudah sangat lelah dan lemas itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia pun terangsang dan terbuai akan sentuhan kecil dari suaminya yang membuat hasratnya seketika naik dan membalas setiap hal yang di lakukan suaminya itu pada tubuhnya.


Hingga pada akhirnya dengan nafas tersengal-sengal dan merasa sangat kantuk keduanya pun terbaring lemas dan seketika itu matanya terpejam dengan tubuh polos dan saling berpelukan di sana.


Bersambung


like


komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2