MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps. 47. MENJERIT SAKIT


__ADS_3

Sesampainya di rumah Grace segera keluar dari mobil dengan kaki yang sedikit pincang saat itu.


Jam 8 malam tepat Grace sampai di rumah, hujan sangat deras di luar, cuaca sangat dingin dan mencekam untung saja pengawalnya membawa payung agar dia tidak terkena hujan tadi.


Di dalam rumah mama Alya terlihat berjalan kesana kemari seperti mencemaskan sesuatu.


"Ma," panggil Grace


"Ah, Grace, kamu sudah datang nak? Mama sangat khawatir padamu," cemas mama Alya


"Maafkan aku ma, tadi hujan sangat deras dan ban mobil kami kempes di tengah jalan jadi aku tidak bisa pulang dengan cepat ma, maaf membuat mama khawatir" terang Grace


"Tidak apa-apa sayang, mama hanya khawatir terjadi sesuatu padamu tapi mama sangat lega setelah kau pulang nak," ucap mama Alya memeluk Grace dengan lembut dan merasa lega


"Maafkan aku ma," jawab Grace


"Gapapa, owh yah Grace, papa dan Frans baru saja pulang mereka sedang berada di ruang kerja," ucap mama Alya


"Apa? Papa dan mas Frans sudah pulang ma?" tanya Grace kaget dia seakan takut dan ragu jika Frans tahu akan kejadian tadi, sebenarnya Grace tidak mau menyembunyikan apapun lagi dari Frans tapi karena Frans yang masih sibuk dengan urusannya Grace pun merasa takut memberitahu Frans sekarang.


"Iyah sayang, mereka baru pulang beberapa menit yang lalu katanya mereka ingin membahas soal kecelakaan itu," terang mama Alya


"Bukannya mereka akan menjaga Bagas di RS ma?" tanya Grace lagi


"Katanya sih Iyah, sayang tapi, sudahlah ini bukan urusan kita dan semoga saja orang itu bisa tertangkap dan cepat mendapat hukumannya, pengawal juga sudah di sana mereka pasti bisa menjaga Bagas dan lainnya dengan baik" ujar mama Alya


"Iyah ma, kalau begitu kita makan yok ma, aku laper banget soalnya," ajak Grace untuk makan malam pada mama Alya


"Ayok, mama juga udah laper banget hehe," ucap mama Alya


"Ayok ma," ajak Grace berjalan menuju ruang makan


"Sayang, kaki mu kenapa?" tanya mama Alya sedikit khawatir melihat kaki Grace yang pincang saat berjalan


"Ah, ini tadi eh aku–aku tadi terjatuh ma tapi, gapapa kok ini hanya luka kecil mama ga usah khawatir begitu" ucap Grace gugup menjelaskan keadaan kakinya saat itu


"Sini mama liat dulu," lirih mama Alya mendekati Grace dan mengajaknya duduk di sebuah kursi

__ADS_1


"Ga usah ma, aku ga papa kok," tolak Grace mencoba mencegah keinginan mama Alya tapi, karena mama Alya selalu saja memaksa akhirnya Grace pun menyerah dan mau untuk di periksa oleh mama Alya.


"Aw, sakit ma ishhh" jerit Grace sedikit keras karena mama Alya membuka sedikit celana panjang yang dipakainya saat itu.


Saat mama Alya membuka sedikit celana panjang milik Grace, mama Alya pun melihat kaki putih nan mulus itu sudah memar dan berwarna kebiru-biruan di sana, mama Alya yang melihat itu pun tersentak kaget dan segera mengambil kompres dan obat p3k untuk mengobati luka Grace itu.


"Aw, mama" jerit Grace kesakitan saat mama Alya membalut luka Grace dengan perban


"Tahan nak, sedikit lagi dan yup sudah siap," pinta mama Alya kemudian segera menyelesaikan pengobatan itu.


Setelah kakinya sudah di perban mama Alya pun mengajaknya untuk makan karena perut Grace berbunyi bahkan saat dia menjerit tadi.


30 menit kemudian Grace sudah menyelesaikan makannya malam ini bersama mama Alya dan merapikan seluruh alat makan yang mereka pakai itu tadi.


"Grace mama ke kamar duluan yah, awas kaki mu jangan sampai kena air dan jangan sampai terantuk lagi, mengerti?" tutur mama Alya memberi arahan pada Grace yang baru saja memulai mencuci piring yang mereka pakai tadi


"Iyah, mama ga usah khawatir," ucap Grace sambil mencuci piring di tangannya


"Kalau begitu, mama ke kamar dulu, inget kata-kata mama yah jangan sampai kena air!" jerit mama Alya sedikit keras saat sudah semakin menjauh dari Grace di dapur


Setelah selesai dengan acara cuci piring itu Grace segera beranjak pergi menuju ruang tengah dan tiba-tiba melihat Frans yang baru saja keluar dari ruang kerja itu.


"Ci, kamu belum tidur?" tanya Frans lembut saat berjalan mendekati Grace yang sudah mendudukkan dirinya di atas sofa


"Ah, nggak mas, aku masih belum kantuk aku tidur sedikit lama tadi sore," terang Grace dengan lembut, Frans yang mendengarnya tersenyum hangat dan kemudian duduk di sebelah Grace lalu mendekam Grace dalam pelukannya


"Papa di mana mas, bukannya papa balik sama kamu?" tanya Grace mengkhawatirkan mertuanya itu


"Papa udah pergi ke kamar, papa terlihat kantuk tadi jadi aku suruh ajah ke kamar buat istirahat," balas Frans dengan lembut dan senyum manis yang menghiasinya.


Grace yang mendengarnya tersenyum hangat dan kemudian menyandarkan kembali kepalanya di dada bidang milik Frans itu.


Semakin lama pelukan itu semakin hangat, Grace yang merasa sangat nyaman tidak mau untuk melepasnya dan hanya ingin seperti itu untuk beberapa menit mendatang. Sedang Frans yang di peluk hanya tersenyum diam, dan semakin mempererat pelukannya pada Grace.


Saat setelah beberapa menit kemudian Grace pun merasa sangat kantuk dan ingin segera tidur ke kamar.


"Aw..," jerit Grace saat dia melupakan kakinya yang sedang sakit saking kantuknya dia di sana

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa? Kaki kamu kenapa hah?" tanya penuh khawatir Frans


"Ga kok mas, aku baik-baik saja," ucap Grace tidak mau membuat Frans khawatir akan keadaannya saat ini


"Baik gimana? Liat kaki mu, kaki kamu sampai di perban gitu kamu bilang baik-baik saja," tukas Frans semakin khawatir


"Aku gapapa kok mas, mas Frans ga usah khawatir, aku baik-baik aja kok ini tadi..." balas terpotong Grace dengan wajah gugup dan takutnya


"Hmppp— mas Frans." jerit Grace saat Frans tiba-tiba menciumnya


"Hah," deru nafas Grace saat setelah Frans melepas cium*n di bibirnya dengan rakus beberapa menit lalu


"Masih kurang?" tanya Frans dengan senyum licik dan isengnya itu


"Dasar mesum!" ucap Grace


"Makanya jangan sok kuat bilang saja kau ingin mendapat ciuman dari ku," tawa Frans sedikit keras


"Bodo! Udah ah, aku mau ke kamar ajah, malas liat cowok mesum di depan ku" sindir Grace pada Frans yang mencoba ingin menciumnya lagi namun Grace menolaknya mentah-mentah


"Aduh, sakit juga ternyata hehe," gumam Grace dengan pelan pada dirinya sendiri saat ingin berjalan menuju kamarnya


"Arghhh," jerit Grace saat Frans menggendongnya dengan tiba-tiba dan membuatnya sedikit terkejut.


"Mas Frans turunkan aku, aku bisa jalan sendiri kok mas, tolong turunkan aku," seru Grace mencoba membuat Frans luluh dan melepasnya agar bisa berjalan sendiri ke kamarnya namun, siapa yang tidak tahu orang keras kepala seperti Frans itu tidak bisa di bantah saat seperti ini


"Diam!" tegas Frans dengan wajah dingin dan kaku menggendong Grace dengan tangan kekarnya itu.


Setelah sampai di dalam kamar Frans segera meletakkan tubuh Grace di atas kasur dengan lembut, di rapikan nya satu persatu helaian rambut yang menutupi wajah Grace dan segera membawa Grace dalam kenikmatan dari beberapa sentuhan di lehernya yang amat sangat meres*hkan itu.


Grace pun terbuai akan sentuhan-sentuhan halus dan merangs*ng itu dan mencoba membalas setiap sentuhan di tubuhnya oleh Frans dan mereka pun memulai malam itu dengan indah dan penuh kebahagiaan.


Bersambung


like


komen.

__ADS_1


__ADS_2