MENIKAHI JANDA MUDA

MENIKAHI JANDA MUDA
Eps.17. MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Hari ini adalah hari paling bahagia untuk mama Alya,Kakanya yang sudah lama tidak bertemu itu akan datang ke rumah itu lagi malam ini.


Mama Alya menyiapkan makanan paling istimewa untuk kakanya, semua makanan kesukaan kakanya dia siapkan, wajahnya yang berseri-seri membuat Bagas yang baru saja pulang itu melihat bingung, ada apa dengan mama Alya hari ini.


"Ma!"ucap Bagas pelan hingga mengejutkan mama Alya yang sedang beberes itu


"Ah! astaga Bagas,kamu ngagetin mama aja untung jantung mama ga copot"ucap mama Alya mengelus dadanya lembut


"Hahaha, kenapa ga sekalian aja mama bawa panci tempat jantung mama biar nanti bisa di perbaiki lagi"ledek Bagas


"Jadi kamu mau, jantung mama copot, hah?"ucap mama Alya menjewer telinga Bagas hingga dia mengeluarkan ******* kecil yang


"Ma,mama sakit ma, ok,ok aku minta maaf"ucap Bagas


"Hahaha, rasain! kena jewer dari mama hahaha"ucap Ana yang baru turun dari kamarnya dan melihat kejadian itu


"Rasain kamu yah!"ucap mama Alya menjewer telinga Bagas semakin keras


"Ampun ma, ampun! Bagas janji ga akan bilang gitu lagi sama mama, toh aku cuma becanda ko ma"ucap Bagas kesakitan karena telinganya sudah terlihat merah karena jewer an mama Alya


"Becanda kamu bilang?"ucap mama Alya semakin keras menjewer telinga Bagas, sedang Ana yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, memegang perutnya kesakitan karena tertawa


"Hahaha jewer lagi ma, Bagas itu emang harus di jewer dulu baru tahu rasa"ucap Ana masih tertawa


"Bukannya nolongin gw, lo malah ketawa disitu ah, ah, ma sakit ma"ucap Bagas


"Wek rasain tuh!"ucap Ana mencondongkan lidahnya pada Bagas dan kemudian berlari naik kekamarnya lagi


"Ma lepasin ma sakit tahu!"ucap Bagas


"Kamu janji dulu sama mama, kalo kamu ga akan ngulangin lagi"ucap mama Alya


"Ok,ok ma aku janji ga bakal bikin Mama marah lagi, janji!"ucap Bagas


"Janji?"ucap mama Alya


"Iyah Bagas janji ma, janji ah!"ucap Bagas kesakitan dan membuat 2 jari keatas meyakinkan ucapannya


"Janji ga akan gangguin adek kamu lagi?"ucap mama Alya


"Iyah,iyah janji ma Bagas janji ga bakal gangguin Ana lagi"ucap Bagas masih dengan kedua jarinya


"Baiklah mama pegang janji kamu"ucap mama Alya melepaskan tangannya dari telinga Bagas


"Aduh! sakit tahu ma"ucap Bagas yang merengek itu


"Apa? Mau mama jewer lagi?"ucap mama Alya bertolak pinggang dan sedikit mengeraskan suaranya


"Ng,,,gak ma, Bagas udah ampun, tangan mama kek tangan genderuwo"ucap Bagas pelan dan berlari ke atas menuju kamarnya, takut mama Alya akan marah mendengar perkataannya


"Apa? Bagas!"ucap mama Alya berteriak hingga membuat papa Hardi yang sudah datang dari kantor merasa telinganya kesakitan mendengar mama Alya berteriak


"Mama! kenapa mama berteriak seperti itu"ucap papa Hardi

__ADS_1


"itu pa, Bagas! anak nakal itu mendoakan mama agar jantung mama copot dan diletakkan di dalam panci dan bilang tangan mama itu kayak tangan genderuwo, bikin Mama emosi"ucap mama Alya mengadu


"Becanda doang kali ma!"ucap papa Hardi


"Udah mama yang sabar aja, namanya juga anak-anak"ucap papa Hardi menenangkan mama Alya dan diangguki oleh mama Alya dan kemudian kembali melakukan pekerjaannya tadi.


***


06:09 Malam


"Ana, kamu udah siap nak?"ucap mama Alya


"Belom ma,Ana belom siap sebentar lagi ma"ucap Ana yang sedang bersiap-siap di kamarnya itu


"Baiklah kamu turun secepatnya yah?"ucap mama Alya


"Ok ma"ucap Ana.


Setelah selesai dengan Ana kini mama Alya sudah menuruni anak tangga, papa Hardi yang melihatnya tersenyum kecil melihat istrinya yang terlihat sangat cantik malam ini.


Mama Alya dengan dress merah dibawah lutut itu berjalan kearah papa Hardi, dengan tubuhnya yang seperti bak guitar itu dia berjalan berlenggak lenggok menuju suaminya.


"Mama cantik banget hari ini"ucap papa Hardi dengan senyum nakalnya sambil bersiul


"Ah masa sih pah"ucap mama Alya dengan wajah malunya itu


"Iyah ma,mama terlihat aduhai di mata papa, walau mama sudah terlihat keriput seperti ini tapi mama masih sangat cantik malam ini"ucap papa Hardi memuji kecantikan mama Alya


"Eh omong-omong Frans mana pa?"ucap mama Alya lagi menanyakan anaknya Frans


"Frans kan,,,itu dia!"ucap papa Hardi melihat Frans serta keluarga Prasetya yang sudah datang itu


Seketika mama Alya merasa bahagia lagi dan lagi, dipeluknya kakaknya itu dan mencium tangannya serta semua orang termasuk bunda Sania yang berada di belakang ayah Kris.


"Kaka aku senang banget kalian udah datang, Kaka tampan sekali malam ini"ucap mama Alya yang hampir meneteskan air mata itu


"Kamu juga cantik kok"ucap bunda Sania memuji mama Alya


"Ah! Kaka bisa aja Kaka juga cantik hari ini"ucap mama Alya


"Iyah, Kaka cantik tahu. Ka Alya aja bilang Kaka cantik. Kakak sih minder"ucap Tante Abel,bunda Sania hanya tersenyum malu mendengarnya


"Kamu juga cantik hari ini bel"ucap mama Alya


"Cantikan Kaka keknya"ucap Tante Abel tersenyum


"Ah biasa aja"ucap mama Alya


Setelah perbincangan itu selesai papa Hardi pun membuka suara kembali.


"Yasudah silahkan masuk semuanya, anggap saja rumah sendiri"ucap papa Hardi mempersilahkan ayah Kris serta yang lainnya untuk masuk


Setelah semua sudah duduk rapi, kini Frans dan Grace duduk bersebelahan sedang Alfaro dan Aldo duduk di depan mereka berdua. Keduanya saling bertatapan. Frans terkagum dengan kecantikan Grace malam ini.

__ADS_1


"Ma, Bagas sama Ana dimana?"ucap papa Hardi dengan suara amat pelan pada mama Alya


"Aku juga ga tahu pa, katanya tadi mereka bakal datang sebentar lagi"ucap mama Alya


"Kamu panggil mereka sana"ucap papa Hardi dan diangguki mama Alya


"Ah, semuanya maaf saya permisi sebentar ya"ucap mama Alya beranjak dari duduknya dan sedikit tergesa-gesa


"Pasti mama mau panggil Ana sama Bagas, kedua bocah itu emang ya buat malu aja"ucap Frans dalam hati namun masih membuat ekspresi dinginnya disana


Di Lantai 2


"Bagas! Bagas"ucap mama Alya menggedor pintu sedikit keras


"Iyah ma"ucap Bagas dari dalam kamar


"Kamu kok belum turun tamunya udah datang tuh"ucap mama Alya sedikit berteriak


"Iyah aku udah siap"ucap Bagas membuka pintu


"Lama banget sih ga sopan tahu! tamu udah di bawah kamu masih disini"ucap mama Alya


"Yah maaf ma, Bagas pikir tamunya belom datang jadi Bagas main hp dulu disini lagian mama ga kasih tahu sih kalo tamunya dah dateng"ucap Bagas


"Sekarang kamu turun dan letakkan hp kamu, nanti kamu bisa lanjutin itu setelah siap makan, dan mama mau kamu jangan pernah buat ulah lagi dan ingat janji kamu sama mama"ucap mama Alya melotot mengancam anaknya


"Siap ma"ucap Bagas lesu


"Hmmm"dehem mama Alya dan segera berjalan menuju kamar Ana


yang tak jauh dari kamar Bagas


"Ana!"ucap mama Alya melihat putri cantiknya itu sudah keluar dari kamar. Dengan dress biru diatas lutut, kulit putih dan body yang elegan membuat dress itu sangat cocok untuknya.


"Mama"ucap Ana


"Kamu dari mana aja sih na, tamunya udh datang loh"ucap mama Alya lesu


"Maaf ma tadi Ana ke kamar mandi lagi. Tadi Ana lagi datang bulan ma, jadi agak lama turunnya hehe"ucap Ana menjelaskan


"Yasudah kita turun sekarang"ucap mama Alya


"Loh Bagas, kenapa belom turun"ucap mama Alya melihat Bagas yang masih berdiri disana


"Sengaja nungguin mama sama Ana"ucap Bagas bersandar pada dinding di samping kirinya itu


"Yaudah ayok"ucap mama Alya dan segera turun kebawah bersama kedua anaknya itu


"Iya ma ayok"ucap Bagas bersama dengan Ana.


Sesampainya dibawah semua mata tertuju pada ketiga makhluk yang baru tiba itu, mereka termasuk ayah Kris terheran melihat kedua anak yang berada di samping mama Alya itu.


Ayah Kris melihat papa Hardi seakan bertanya siapa kedua anak itu sedang papa Hardi yang melihat wajah bingung ayah Kris hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2