
aku pergi ke tempat Lia kenari memanggilku.
ruangan tempat Lia tinggal sangat indah, banyak taman dan air mancur, harum, penuh bunga... seperti itulah wanita bukan? sepertinya daerah kubu Lia adalah surganya wanita.
*tok tok tok*
"aku tidak boleh takut, aku memiliki tongkat penyihir!" ucapku dalam hati.
"ya tuhan lindungilah akuu.."
"masuklah" ucap Lia.
pintu terbuka tanpa ada yang membukakan, begitulah keindahan dunia ini. hidup tidak susah karena banyak bantuan yang tak terlihat, mungkin itulah yang disebut bantuan tuhan.. tapi kita tidak menyadarinya.
Lia sedang duduk di ayunan yang terbuat dari kain untuk tempat duduknya, dan bunga bunga yang menutupi tali yang menyangga kursinya itu. Lia menggunakan gaun panjang berwarna Putih bersih, lengan panjang, rambut di urai tanpa poni.
sepertinya kamar lia berlawanan sekali dengan kamar Roger yang gelap.. Kamar Lia sangat cerah, harum, bersih..
Lia menyambut kedatanganku dengan senyuman manis
"silahkan duduk" ucap Lia
sesuatu menarik tubuhku dari belakang dan ternyata itu adalah salah satu jurus yang dimiliki Lia.
aku duduk di bantal besar yang berwarna ungu muda.
"ohh.. waw" ucapku dalam hati
"banyak sekali keindahan di dunia ini yang masih belum ku ketahui ternyata" ucapku dalam hati.
"besok lusa, tuan puteri negara tetangga akan datang kemari. jadilah ketua pelayan yang menyajikan teh hangat untuk kami" ucap Lia.
di dunia ini, siapa saja yang melayani tuan puteri adalah orang yang sangat beruntung dan akan mendapatkan kebahagiaan yang cukup lama.
aku mendengar ini ketika aku masih menjadi pelayan sebelum aku menjadi prajurit sepenuhnya..
"jika boleh tahu, negara tetangga kita yang mana nona?" tanyaku
"negara parkit. puterinya adalah sahabatku ketika aku masih sekolah dulu. kau harus sopan santun dan menghormati dia sepenuh hati! ku lihat kau berleha-leha dengan Roger. itu terlihat sangat menjijikan di mataku." ucap Lia
"Maafkan aku nona" ucapku
"kau harus bersiap-siap sejak hari ini, berlatihlah menyajikan teh yang benar pada bangsawan. aku yakin Wolfa mengajarkanmu dengan baik saat itu." ucap Lia.
"saat itu?" tanyaku..
"apa menyadari perubahan?"
__ADS_1
"ah tidak mungkin, dia hanya burung biasa" ucapku
"lusa, pakailah pakaian yang paling indah yang kau miliki. jadilah cantik sesuai pandanganmu. jangan membuat kami malu." ucap Lia
"baik nona" ucapku
*aku kembali ke daerah kubu Roger*
"apa yang terjadi?" tanya Wolfa
"aku ditugasi menjadi ketua pelayan yang menyajikan teh hangat pada puteri parkit besok lusa"
"benarkah?" tanya wolfa dengan reaksi tidak percaya.
"biasanya nona Lia yang melakukan itu, karena dia satu-satunya wanita diantara keluarga kenari. tapi sekarang menugaskan orang lain untuk menyajikan teh, dan itu bukan aku sebagai ketua pelayan.. sulit dimengerti, sepertinya ada yang tidak beres" ucap Wolfa dalam hati.
"aku akan mengajarkanmu menyajikan teh yang baik" ucap Wolfa
"lakukanlah dengan benar, karena ini sesuatu yang sangat istimewa dan tak akan terlupakan!" ucap Wolfa
"siap!" ucapku pada Wolfa sambil tanganku hormat padanya.
"ada yang tidak beres, Lia, dia tidak sebaik itu. pasti ada yang akan terjadi tapi apa? atau dia benar benar berubah karena memiliki orang kuat baru yaitu moana si penyihir?" gumam Wolfa dalam hati.
aku belajar menyajikan teh, berjalan dengan baik dan anggun, berbicara formal sesuai aturan bersama Wolfa dan anggota pelayan lainnya sebagai contoh.
*hari kedatangan Puteri Parkit*
Wolfa mendatangi kamarku, dia menyisir rambutku, mendandaniku. aku menggunakan gaun berwarna merah tua keunguan dengan lengan panjang berwarna merah keunguan juga dengan gambar bunga tulip di perutku.
Kedua tangan wolfa memegang pundakku dari belakang dan melihat cermin.
"apapun yang terjadi hari ini, itulah takdir. aku sedikit tidak percaya pada Lia. berhati-hatilah, dia tidak sebaik itu. tapi tidak perlu dipikirkan, ini mungkin hanya prasangka ku saja karena dia baik kepadamu." ucap Wolfa.
"yash, aku akan berhati-hati" ucapku.
"kau harus baik ke semua orang, karena disana kau bercampur dengan pelayan kubu lainnya juga." ucap Wolfa
"ung" ucapku sambil mengangguk kepala.
jujur, ini membuatku degdegan, beban yang sangat berat.. tapi ini kebanggaan untukku. "puteri? secantik apa dia ya" tanyaku dalam hati sambil berjalan ke lapangan pusat di rumah ini untuk menyambut kedatangan tamu.
semua orang sudah berkumpul di lapangan, baris sangat rapiii sekali yang mengosongkan jalan di tengahnya untuk jalan Puteri Parkit dan tamu istimewa lainnya. sangat banyak orang di lapangan, semua anggota kubu kumpul disini. karena aku adalah ketua pelayan, aku berdiri di barisan terdepan dekat tangga menuju ruang utama.
*tetotett tetoteet tetoteetoteeet* suara terompet berbunyi sebagai pertanda tamu istimewa telah hadir.
sebuah roda turun dari atas dengan banyak taburan bunga, haaarum sekali...
__ADS_1
"itukah tumpangan puteri parkit?" tanyaku dalam hati.
*tak* pintunya terbuka.. kaki kanan puteri turun sebelah
dan tadaaaaaaaa...
"waaaaah dia cantik sekaliii" ucapku dalam hati.
"dia burung tapi dia secantik ituuu" ucapku
puteri parkit turun dari kendaraanya, dia menggunakan gaun yang sangat anggun berwarna putih bersih dengan garis biru muda memanjang dibawahnya. rambutnya diikat dan berbentuk pita. puteri parkit tersenyum kepada semua orang dengan bibir tipis yang berwarna pink.
"apakah semua puteri harus menggunakan pakaian putih? kenapa semua puteri warna putih yaa?" tanyaku dalam hati.
puteri parkit dan pelayannya yang semua lelaki manusia kambing berjalan menuju tangga, yang disana telah berdiri tegak keluarga Kenari yang menyambut kedatangan puteri parkit.
"selamat datang puteri Zoya" ucap Lia.
"terimakasih telah mengundang kami kemari" ucap Zoya (puteri Parkit)
"silahkan masuk, kita jalan-jalan mengelilingi kediaman Kenari yang ada di sini. maaf kami tidak menyambutmu di istana" ucap Lia
"tidak apa-apa, aku sudah menabung rindu setelah pertemuan terakhir kita saat di sekolah. sekarang kita bertemu, aku sangat senang" Ucap Zoya
aku bergabung pada perjalanan antara Lia dan Zoya, karena aku sudah ditugasi sebagai ketua pelayan. aku mengikuti kemana pun mereka berjalan. sekaligus aku melihat-lihat daerah kubu lainnya di keluarga kenari.
"oh ini ya daerah kubu Romeo?"
"oh ini daerah kubu ibu?"
"oh ini daerah kubu Alex"
"oh ini.. oh ini.. "
banyak hal yang baru dihari ini, ini pengalaman terbaikku! ucapku
"ternyata rumah ini sangat besar yaa" ucapku dalam hati
aku bersama kedua pelayan bawahanku memberikan semua yang dibutuhkan dan diperlukan nona lia.
ini keren menurutku..
saat malam tiba, semua berkumpul di ruang makan utama. semua tamu istimewa duduk disana, termasuk keluarga kenari, tidak terkecuali Roger.
roger diam namun menatapku dari kejauhan
aku menyajikan makan malam mereka..
__ADS_1