Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
aku rindu! mari bertemu


__ADS_3

"kau berubah drastis Romeo, rambutmu menjadi diikat karena panjang"


"rambut kaka juga, kaka nambah cantik" ucapnya


"mmm.. apakah roger sudah pulang?" tanyaku


"Kak Roger sudah pulang dari dua hari yang lalu" ucapnya


"eh?"


"berarti kemarin bukanlah bayangannya saja, tapi benar-benar dia!" ucapku dalam hati


"eeehh benarkah?" tanyaku


"yaa.. aku membawa oleh-oleh dari pesisir untuk kakak, simpan dengan baik yaa" ucapnya sambil memberikan bando berwarna pink gambar pohon sakura.


"waaah cantik sekali, terimakasih" ucapku sambil mengambil bando itu


"akuu akan memakainya lain kali" ucapku sambil tersenyum.


aku pergi sendirian ke taman bunga di belakang rumah, untuk melihat bunga manakah yang masih bertahan di musim salju. karena saat itu sudah mulai hujan salju.


tiba-tiba roger memelukku dari belakang dan dagunya menempel di pundak kananku.


"apa kau merindukan ku?" tanyanya


"Roger!" ucapku sambil menoleh ke kanan lalu memeluknya.


"aku sangat merindukanmu.." ucapku


aku melepaskan pelukanku pada roger lalu sedikit memukul dada kanannya.


"kau lelaki jahat, tidak pernah mengirimkan pesan padaku"


"ahhahah maafkan aku yaa.. maafkan aku" ucapnya sambil memelukku lagi.


aku menatap wajah roger dalam pelukannya, ku tatap wajahnya, rambutnya, pipinya, bibirnya.


"rambutmu sedikit memanjang ya" ucapku


"apa tidak pantas?" tanyanya


"pantas koo, aku rasa kau menjadi lebih dewasa. aku menyukainya"


"moana ku yang pendek ini juga jadi tambah cantik. rambut panjang, dan berponi" ucapnya sambil mengelus poniku


"selamat karena telah menjadi ketua kubu Roger" ucapnya sambil menatap mataku


"terimakasih telah menungguku" dia tersenyum lalu mengecup bibirku.


"ung" sambil mengangguk kepala.


*di kamarku*


aku dengan Arda (Roh naga) sedang duduk di lantai sembari makan snack dan minum teh hangat di kamar, aku bercerita banyak hal dengannya.. walaupun ku rasa dia tau semuanya karena dia adalah bagianku.


ketika aku senang, dia ikut senang, aku sedih dia juga sedih dan lainnya. dia adalah satu-satunya tempat curhat paling aman diantara dengan yang lainnya.


"ahh aku pengen ketemu sama roger" ucapku


"temui saja, dia sudah pulang kan?" tanya Arda


"ya sihh, tapi yakali aku nemuin dia.. murahan banget"


"yakiiin?" tanyanya.


"mungkin? hahahah"


"temui saja, aku tau isi hatimu" ucapnya


"mmmmm... kalo aku temui dia sekarang, aku harus bilang apa?" tanyaku pada Arda


"bilang saja aku rindu, sudah lama tidak bertemu, tidakkah kita berbincang lebih lama lagi?" ucap Arda


"aaaahh aku Maluu kalo ngomong gitu" ucapku


"atau lakukan yang lebih dewasa" ucap Arda

__ADS_1


"aishhh memangnya aku wanita apaan?!" ucapku.


"kau sudah dewasa, kurasa tidak apa melakukannya sekali" ucap Arda.


"aku yang mengajaknya? hahaha hahahah hahaha tidak mungkin!"


"ya sudah, aku hanya memberikan saran saja" ucapnya


aku terus memikirkan cara untuk bertemu dengan Roger.


"aku tau isi hatimu" ucap Arda


"berisik!" ucapku.


aku lalu berdiri dan mondar mandir gak jelas di kamar.


"ga jelas banget, kalo kangen temuin aja.. gak usah so jual mahal" ucap Arda


"siapa tau dia nungguin kamu di kamarnya" ucap Arda


aku mulai mengikuti perkataan Arda dan mencoba buka pintu kamarku


"aaaaaah tidak mungkiiin" ucapku


"aishh, pergilaaah"


"gak mauuuuu"


"gini nih kalo sama wanita, kangen tapi gak pernah mau jujur" ucapnya


"wehh kau tau dari mana kata kata itu?!" tanyaku


"entahlah, mengalir begitu saja" ucapnya.


"baiklaaahh.. aku akan keluar dan menemui roger" ucapku


"hmmm.. pergilah, dasar berisik"


aku membuka pintu, lalu keluar dari kamar.


"hey moana! kau mau kemana?" tanya Julian, karena julian kamarnya sebelahan denganku


"benarkah? mau jalan-jalan bareng?" tanyanya


"aaah tidak, aku mau sendiri aja" ucapku


aku lalu masuk lagi ke kamar


"hoaaa, banyak banget orang di luar, padahal sedingin ini.." ucapku


aku melihat jam, saat itu jam 7 malam.


"ini masih jam 7, mungkin aku tidur saja kali yaakk.."


"terserah" ucap Arda


aku pergi ke kasurku, lalu menggunakan selimut pada tubuhku.


"yaaa.. selamat malam Arda" ucapku.


waktu demi waktu berjalan, setengah delapan, jam delapan, setengah sembilan, jam sembilan.


selama itu aku hanya berbaring saja di kasur dan tidak bisa tidur. aku terus mencoba menutup mata ku, tapi tidak bisa tidur. entah kenapa.


sudah jam setengah sepuluh, malam hari semakin dingin karena hujan salju.


"aku harus bangun dan membuat penghangat ruangan, kurasa kamar ini dingin sekali" ucapku.


aku bangun dari kasur, lalu melihat arda yang sudah tidur di lantai.


"dia tidur di mana saja, kalo sakit gimana wehh" ucapku saat melihat arda.


sebelum menyalakan api, aku membuka pintu kamar dan melihat salju sudah semakin banyak di luar.


"hushhh pantas sedingin ini.. "


aku menoleh kiri dan kanan, nampaknya malam itu seisi rumah sudah sepi, karena sudah ada di kamar masing-masing.

__ADS_1


aku pergi ke gudang dan mengambil banyak kayu untuk dibakar.


"apa aku ke kamar Roger saja ya?" tanyaku dalam hati.


"apa dia kedinginan?"


"apa dia sudah tidur?" tanyaku


"ini sudah malam, mungkin dia sudah tidur" ucapku


aku kembali ke kamar, lalu menyalakan api untuk menghangatkan ruangan.


aku duduk dekat dengan obor penghangat.


"kenapa aku tidak bisa tidur yaa"


"cuaca sangat dingin malam ini" ucapku sambil menarik Arda ke dekat penghangat.


"bocah ini tidur nyenyak banget" ucapku.


"kalo aku ke kamarnya, aku bilang apa ya?"


"hai roger, aku kangen.."


"hai roger apa aku mengganggumu?"


"hai roger apa kau bisa tidur?"


"hai roger.. hai roger" ucapku yang berbicara sendirian depan pemanas.


"baiklah, aku akan ke kamar Roger, jika dia tidak membuka pintu.. mungkin dia sudah tidur, jika membuka pintu, apapun yang aku katakan.. itu sesuai ingatanku saja" ucapku


lalu aku berdiri dan mengambil mantel bulu putih yang digantung di tembok.


"tidur yang nyenyak ya Arda" ucapku sambil menyelimuti Arda yang sedang tidur.


aku keluar kamar, lalu pergi ke kamar roger secara diam-diam.


*di depan kamar Roger*


*tok tok tok* ketukan pertama aku tidak mengatakan apapun.


*tok tok tok* ketukan kedua aku tidak mengatakan apapun juga


"kalo ketukan ketiga, pintu ini tidak terbuka. aku akan ke kamar lagi lalu pulang" ucapku.


*tok tok tok*


ternyata pintu kamar Roger terbuka.


"oh Moana? kau belum tidur?" tanyanya


"aishh sini masuk, di luar sangat dingin" ucapnya sambil menarik tanganku masuk ke kamar Roger.


*Roger menutup pintu*


"aah iyaa aku tidak bisa tidur" ucapku.


"ko bisa?" tanyanya


"yaa.. emmm.. karena.."


"karena.."


"ekhm.. mungkin karena aku masih merindukanmu" ucapku sambil nunduk


"eh? benarkah hahah" tanyanya sambil ketawa


"jangan ketawa! aku malu tauu!" ucapku


"kita sudah lama tidak bertemu, apa kita tidak boleh menghabiskan waktu lebih lama lagi?" tanyaku


"boleh koo, ayo kita mengahangatkan diri sambil minum teh, disini dingin" ucapnya.


"aku.."


"aku.." aku melihat mata Roger

__ADS_1


"aku ingin tidur denganmu malam ini"


*Roger terdiam dan hanya menatap mataku*


__ADS_2