Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
inikah kekuatanku?


__ADS_3

tiga bulan sudah aku lewati, mulai terbiasa dengan kehidupan dunia baruku yang aneh karena bibi laknat itu menjualku pada monster ini.


sepertinya bibi laknat sedang menertawakanku di alam sana.


kehidupanku yang ku jalani setiap hari adalah, aku kerja sebagai pelayan setiap hari senin sampai jumat. mungkin, aku anggap seperti itu. karena di dunia ini harinya berbeda.


senin \= nis


selasa \= les


rabu \= bor


kamis \= sim


jumat \= mut


sabtu \= tab


minggu \= gua


jadi aku kerja dari hari nis sampai mut. untuk hari tab, aku tidak jadi pelayan, tapi digunakan untuk berlatih. karena tuan memilihku menjadi salah satu dari tim kaki tangan roger.


bisa dibilang sampah ini terpilih menjadi pejuang roger. huahhaha sedikit gaya tapi bebannya berat sih. aku yang sudah tiga bulan diam di dunia baru masih belum mengetahui kekuatanku apa.


bahkan setelah kejadian 'pukpuk' itu aku belum pernah bertemu lagi dengan tuan. sepertinya genre romantis ku ditunda dulu deh.


"moana kemarilah" ucap Santi.


santi adalah manusia setengah kelinci, dia adalah temanku satu satunya yang terbuka diantara yang lainnya. dia memiliki kulit yang putih dan cantik. aku tidak tahu kenapa di dunia semuanya cantik, walaupun diciptakan berbeda. begitulah dunia ini.


"bagaimana san?"tanyaku


"apa kau sudah mencuci baju?" tanyanya


"belum" jawabku


"ayo kita cuci baju bareng, aku akan menceritakan sesuatu yang menarik menurutku" ucap Santi.


"okaii siap kalo begitu"


*kita pergi ke sungai susu untuk mencuci baju dan duduk di bebatuan besar yang ada di sungai susu tersebut*


"kau tau di dunia ini kita memiliki tingkatan yang tidak sama?" tanya Santi.


"tingkatan seperti apa?" tanyaku.


"seperti manusia, manusia hewan, dan manusia burung"


"memangnya berbeda?" tanyaku


"tingkatan paling rendah itu manusia, karena dianggap tidak memiliki kekuatan apa-apa. lalu yang kedua adalah manusia hewan, lalu manusia burung adalah manusia paling kuat di dunia ini." ucap santi


"ohhh benarkah? jadi tingkatanku adalah manusia rendahan?"


"ya sih heheh tapi kau tidak boleh seperti itu... manusia memang dianggap lemah, tapi ras manusia memiliki kekuatan yang sangat istimewa. manusia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki manusia hewan dan manusia burung" ucap santi sembari mencuci baju miliknya.


"huftt bahkan di dunia seperti inipun aku adalah manusia rendahan" gumamku dalam hati.


"itulah sebabnya, orang orang bermimpi memiliki sayap. karena ingin dianggap paling gagah dan memiliki kekuatan penuh dan menjadi orang berpengaruh juga sih" ucap Santi.


"aaahh itulah sebabnya manusia burung menjadi tuan dan kita menjadi pelayan" ucapku

__ADS_1


"betull.. tapi bukan ini yang akan kuceritakan"


"lalu apa?"


"katanya tuan kita bukan keluarga kenari"


"hah benarkah?" reaksiku dengan suara sedikit kencang


"ssuuuuttt... jangan berisik, nanti ada yang mendengarkan kita" ucap santi.


"lalu bagaimana?"


"ini masih rumor sih, karena apa kau tidak bertanya-tanya kenapa sayapnya berwarna coklat sedangkan anaknya yang lain memiliki sayap berwarna hitam tua?" ucap Santi.


aku hanya mencoba menyimak cerita santi sambil mengangguk angguk kepala.


"dan katanya... dia tidak bisa terbang"


"benarkah?" tanyaku.


"makanya tuan menjadi tipe penyerang bawah dan menggunakan pedang, sedangkan keluarga kenari lainnya penyerang atas sekaligus pemanah." jawab Santi.


"apa itu penyakit atau apa gitu?" tanyaku


"katanya itu kutukan, dan kutukan itu akan hilang oleh wanita yang dia cintai. itu hanya rumor sih" jawab santi.


"wah kasian sekali tuan"


"memang begitu, aku adalah teman masa kecil tuan. bisa dibilang aku satu jaman dengan tuan. aku memperhatikan perkembangannya. dia selalu diperlakukan beda dengan keluarga kenari lainnya. dia dimarahi, di pukul, dipecut, tidak di kasih makan dan lain sebagainya. tapi dia berhati baik dan tetap mengurus ibu dan ayahnya ketika mereka sedang sakit." ucap santi


*aku menyimak cerita yang disampaikan santi hingga timbul simpati dan empati kepada tuan*


"tapi aku harap ini hanya rumor, aku yakin tuan memiliki kekuatan yang lain" ucap Santi.


*gemuruh geledeg*


"ahhh cuacanya mendung ternyata, hayu pulang" ucap santi.


"lalu cucian Kita?" tanyaku


"tidak apa-apa, kita jemur saja.. nanti juga akan kering" ucap santi.


"baiklah hayu pulang"


"jangan ceritakan cerita ini kepada siapapun yaa.. hanya Kita yang tau!" ucap Santi.


"oke" ucapku


"janji?"


"janji!" sambil menyatukan kelingking


saat perjalanan menuju istana, tepatnya dibawah rimbangnya pohon, aku merasakan firasat buruk. seseorang memantauku dari kejauhan.. dia terbang.. membawa senjata.. heniiing sekali..


"kenapa?" tanya Santi.


"aku memiliki firasat buruk"


"mungkin karena mendung, jadi ayo cepat pulang"


"baiklah ayo lari!"

__ADS_1


tiba-tiba


*tok*


panah melesat ke leher Santi. sebagian darah mengenai wajahku.


aku teriakk sekencangnya, mencari dimana panah itu berasal.. hasil cucianku jatuh..


tak lama kemudian, leherku pun mengalir sesuatu yang hangat, kesadaranku mulai menghilang.. aku mulai tergeletak..


"sepertinya aku mati hari ini... aahhh bibi aku akan menemuimu bentar lagi, tunggu aku, aku akan membunuhmu"


siapa sangka ternyata.. aku kembali ke ruangan dimana tuan merekrutku menjadi pelayannya.


"berikan dia untukku ibu, aku akan menjadikan dia kuat dan membunuh wanita jelek yang ada di depan ku ini!" ucap Roger


"lakukan apa maumu" ucap ibu roger


"ehh?" ucapku terheran-heran


"aku kembali disini lagi?"


"3 bulanku?"


"aku kembali ke nol?"


"lalu bagaimana santi?"


"kita akan kenalan lagi?"


"tidak tidak... ini pasti mimpi.. aku tidak mungkin kembali ke sini lagi"


"siapa yang memanah ku tadi?"


"manusia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki makhluk lain?"


"kau pasti memiliki kekuatan yang istimewa?" seketika aku mengingat ucapan Santi sebelum kembali ke hari ini.


"tidak mungkin, ini pasti mimpi"


"Roger anak buangan?"


"sepertinya begitu"


"ah tidak mungkin" gumamanku dalam hati karena tidak menyangka akan hidup kembali setelah leherku terpanah oleh seseorang yang tidak diketahui siapapun.


"bukankah yang bisa memanah adalah ras burung?"


"berarti yang memanahku adalah ras burung!"


"apakah itu keluarga kenari?"


"aaargggghhh ini membuatku gila"


"aku kembali kesini lagi"


"ke nol lagi?" ku terus bergumam karena tidak percaya.


*tiba-tiba pintu terbuka*


"ikuti aku!" Ucap Roger.

__ADS_1


"baik" ucapku.


"inikah kekuatanku? kembali ke asal ketika sudah mati? benarkah?"


__ADS_2