Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Arda si pahlawan imut!


__ADS_3

aku telah sampai di negeri Owlafnia di pagi hari setelah perjalanan selama kurang lebih 2 setengah hari. Negeri Owlafnia yaitu negeri malam yang dihuni oleh burung hantu dan kelelawar. negeri ini malam di kuasai burung hantu, ketika siang di kuasai oleh pedagang yang hijrah dari tempat ke tempat lain, karena banyaknya pendatang, tidak sedikit penjahat berkerumun di negeri ini. saling membunuh, mencuri, dan hal jahat lainnya.


negeri Owlafnia adalah satu negeri sebelum ke negeri Antartik, tempat tujuan kita menjalani misi.


*kereta di masukkan ke tas kecil milik Roger*


"ini adalah negeri perbatasan bumi dan laut, di duniamu sebelumnya ini di sebut apa?" tanya Roger


"pantai, waaahh aku udah lama pengen ke pantai.. akhirnya ke sampaian juga" ucapku


"mmm.. heyy Arda! Kita berada di pantai lohh.. keluarlah!" ucapku sambil menepuk dada sebagai pertanda memanggil Arda dari tubuhku.


arda keluar dari tubuhku dan menyerupai Lelaki usia 17 tahunan yang memiliki rambut warna biru tua.


"waaaaahh ini kah pantai?" tanya Arda dengan antusias


"yaaa.. kau pertama kali ke sini ya?" tanyaku


"ung ung" ucapnya sambil mengangguk kepala


"bolehkah aku main di sini?"


"bolehkah aku main di sini?"


"bolehkah aku main di sini?" tanya Arda sambil ancang-ancang mau lari.


"yaaaa.. main laah" ucapku sambil mengisyaratkan 'hus hus' pada Arda


"yaaaaaaayy horeeee" Arda langsung lari dengan antusias nya.


Roger melihat ku.


"yash, kita akan ke mana dulu? negeri bawah air hanya memiliki kendaraan khusus yang keluar tengah malam." ucap Roger


"benarkah? mmmm.. kalau begitu, kita jalan-jalan di negeri ini saja. negeri apa ini namanya? aku lupa" ucapku


"Owlafnia"


"ah iyaa Owlafnia" ucapku


"kita beli makanan dan pakaian" ucap Roger


"baik laaah" ucapku.


aku pergi jalan-jalan mencari pasar terdekat dengan Roger, meninggalkan Arda main pasir sendirian di perbatasan (pantai).


"ini negeri burung hantu kan ya.. kalo siang berarti gak ada orang dong" tanyaku


"tidak, di sini banyak pedagang dan pekerja lainnya kok. cuma mereka bukan penduduk asli." jawabnya


"seperti apa contoh nya?" tanyaku


"seperti manusia ikan, mereka kadang jualan di sini" Ucapnya


"benarkah? memang apa bedanya duyung dengan manusia ikan?" tanyaku


"sulit menjelaskannya, lihat saja nanti"


"aishh selalu saja begitu" ucapku


"heheheh" roger tertawa.


"waah, itu pasar bukan?" tanyaku


"yaa.. itu pasar.."

__ADS_1


"ummmm.. wangi makanan enak nihh" ucapku langsung lari mendekati pasar


"waaahh.. harum mochi!!" ucapku sambil melirik kiri kanan untuk mencari tahu pusat harum mochi ini.


saat aku menemukan pusat harumnya..


"eh?" aku diam seperti batu.


roger lari mendekati ku, karena merasa ada yang tidak beres.


"Moana? kenapa?" tanya nya.


"hewan apa itu?" tanyaku sambil gemetaran.


"ahh.. itu.. manusia gurita"


"guritaa? yang suka ku makan saat di dunia?"


"gileeee ini serem banget kalo jadi manusia! tangannya banyak banget woe!" gumamku dalam hati.


"tangannya banyak banget" ucapku


"yaa.. kan gurita apa kau takut?" tanya nya


"nanti di laut sana, kau akan menemukan banyak sekali keanehan lainnya. jika kau takut melihat dia, kau tidak akan menyelesaikan misi dengan baik" ucap Roger sambil menepuk pundak ku.


lelaki gurita itu sedang membuat mochi dengan cara memukulnya.


"biasanya yang membuat mochi itu berdua loh" ucapku pada Roger.


"tapi dia hebat, dia kerjakan sendirian karena tangannya banyak" ucapku sambil terus menatap lelaki Gurita.


"kau mau mochi?" tanya Roger


"ung" aku mengangguk kepala.


"sini..duduklah.." ucap Roger dengan membersihkan kursi yang akan di duduki aku.


"ung" ucap ku.


aku duduk di sebelah Roger untuk menunggu mochi yang sedang diolah.


"halo nona cantik, kau mau beli rasa apa?" tanya nya


"eng.. aku.. ah. di.. di sini.. apa rasa.. eh.. ada rasa apa aja?" tanyaku sambil gemetaran.


"di sini ada rasa coklat, matcha, original, kacang merah, kacang tanah, dan..." dia menyebutkan rasa mochi dengan cepat.


"ahh.. eng.. aku mau mochi yang sedang kau buat saja.." ucap ku


"aku juga.. jadi pesan dua porsi ya" ucap Roger


roger tersenyum dan ketawa tanpa suara, mengetawai ku yang gemetaran melihat lelaki gurita.


"baiklah nona, dua porsi mochi rasa matcha telah siaaap" ucapnya sambil memberikan mochi itu ke meja ku.


"aahh terima kasih"


tiba-tiba dari belakang ada lelaki cheetah yang lari sangat kencang hampir tidak terlihat oleh pandangan mata. aku dan roger menoleh ke belakang karena kaget tiba-tiba angin kencang lewat begitu saja.


di sisi lain, seorang wanita lanjut usia manusia marmut teriak..


"aaaahh dompetku... dompet ku di curi... ada pencuri..." ucap Ibu marmut


"eh.. pencuri? lelaki barusan yang lari adalah pencuri?" tanyaku

__ADS_1


"cepet banget larinya, gimana bisa nangkep" ucap Lelaki gurita.


semua orang hanya melihat kejadian itu karena tidak ada yang bisa mengalahkan pelari cepat seperti cheetah.


"arda kemarilah" ucap ku sambil menepuk dada.


arda yang hampir selesai membuat istana Pasir tiba-tiba di tarik olehku.


"uuuhh apa siihh.. aku hampir menyelesaikan istana pasir tahu!" ucap Arda dengan cemberut


"maafkan aku.. tapi barusan ada pencuri, cari dan tangkap dia... tidak perlu di bunuh, cukup ambil dompetnya lalu kembalikan pada ibu itu" ucapku pada Arda sambil menunjuk ibu Marmut


"mmm! tidak mau!" ucap nya sambil cemberut, tangan di pinggang


"ayolah.. kau kan pahlawan super yang ditakuti semua orang... nanti roger buatkan istana asli" ucapku sambil melihat Roger


"yaa.. nanti aku buatkan istana asli dan istana pasir" ucap Roger.


"mmm.. baiklah" ucap Arda


tanpa menunggu lama, arda yang sedang berwujud manusia seketika berubah menjadi naga berwarna biru lalu terbang dengan cepat mengejar Cheetah pencuri.


semua orang yang ada di sana teriak karena takut pada naga


"aaahh nagaa"


"waaah naga?!" ucap Lelaki Gurita penjual mochi


"nagaaa.. aaaaa"


"lari ada nagaaa" semua orang teriak melihat Arda berwujud naga.


"kau memelihara naga?" tanya lelaki gurita penjual Mochi


"hehe iya, dia Roh yang keluar dari batu" ucapku


"ternyata bisa mengeluarkan naga juga ya.. hebat" ucapnya


"maaf nona, siapa namamu?" tanya nya


"Moana..."


"moana?!" lelaki gurita diam dan menatap wajahku


"kenapa?" tanyaku


"moana apa?" tanya nya


"moana Roger"


"aahh.. moana Roger, baiklah.. lain kali beli lagi mochi buatanku ya" ucapnya


"ung.. baik, ini enak hehe" ucapku.


Arda terbang mengejar cheetah yang sedang kabur.


tanpa membunuhnya, Arda langsung mengambil tas ibu marmut sambil terbang lalu kembali lagi ke pasar.


"oh? tas nya? hilang??" ucap Cheetah sambil kebingungan karena tas yang dia curi tiba-tiba menghilang.


arda berubah wujud lagi menjadi manusia.


"buu.. ini.. aku sudah mengambil tas ini dari pencuri" ucap Arda kepada ibu marmut.


"ohh.. terima kasih naak.." ucap Ibu marmut sambil membungkuk

__ADS_1


aku dan roger mengisyaratkan dua jempol pada Arda, karena dia telah menolong orang yang membutuhkan.


arda tersenyum dan tersipu malu dari kejauhan.


__ADS_2