
ketika pagi nya.. aku bangun dan melihat luar hotel dari jendela.
luar biasa sekalii... penyu dan ikan pari adalah ikan yang di jadikan kendaraan. banyak manusia duyung yang berjalan menggunakan kaki ikannya. tapi ku pikir tidak se seksi puteri duyung dalam cerita. di sini semua duyung berpakaian rapi dan tertutup. mengenakan kaos sampai pinggang, pinggang di biarkan karena ciri khas mereka sebagai manusia duyung.
"ternyata mereka tidak seseram yang aku pikirkan" ucapku sambil memandang mereka di jendela
"baguslah kalau begitu" ucap Roger yang sedang duduk di kursi sebelah kasur.
"kita pergi jam berapa?" tanyaku
"sekarang aja, sambil cari makanan" ucapnya
aku langsung siap-siap meninggalkan hotel, lalu pergi ke luar
setelah berjalan beberapa menit, kami sampai di pintu gerbang Istana Antartik. istana perpaduan warna ungu tua ungu muda yang menyegarkan mata.
kami masuk menggunakan tanda mengenal milik Roger sebagai tamu undangan istana.
yang membuatku senang berada di sana, adalah kehidupan mereka seperti manusia biasannya. namun yang membedakan adalah ini di bawah laut.
ketika aku baru memasuki istana, seorang laki-laki duyung masuk ke istana dalam keadaan wajah masam dan marah-marah.
hampir semua barang yang ada di depannya dia injak dan tendang. keadaan menjadi rusuh saat itu. Roger menutup tubuhku dengan membuka sayap kirinya. mungkin sebagai antisipasi takutnya ada barang yang terbang mengenai ku.
lelaki itu lewat di depan ku tanpa melihat kami yang sedang diam di sisi.
"dia siapa?" tanyaku
"dia pangeran duyung"
"benarkah? perilakunya jelek banget, gimana ke rakyatnya ya"
"suutt" ucapnya sambil mengisyaratkan jari telunjuk di bibir.
kami melanjutkan perjalanan menuju ruang utama.
"Pangeran Roger telah tiba" Ucap penjaga pintu, manusia kodok sambil membuka pintu.
saat kami masuk, pangeran tadi yang sedang duduk di kursi dengan kaki naik sebelah terkejut melihatku.
"moana?" dia yang sedang duduk lalu berdiri dan menghampiriku.
roger mengepakkan lagi sayap nya lalu menghalangi ku dari pangeran duyung.
"apa yang kau lakukan?!" tanya Pangeran sambil melotot pada Roger
"saya sedang melakukan tugas saya yang melindungi anak buah saya" ucap Roger
"aku tidak akan membunuh atau menyakitinya. jangan halangi aku" ucap nya dengan tangan sedikit mendorong roger.
"simon apa yang kau lakukan pada tamu kita?" tanya Ratu duyung yang baru datang ke ruang utama.
roger mendekati Ratu duyung lalu mencium tangan ratu dengan hormat.
__ADS_1
"lama tidak bertemu, ratu" ucap Roger dengan sedikit menekuk lututnya.
saat roger mendekati ratu, pangeran duyung memelukku.
"moana! aku yakin ini kamu!" ucap nya
"eh?" aku terkejut, saat di peluk aku melihat wajah Roger dan ratu.
aku melepaskan pelukan pangeran.
"aku memang Moana.. tapi aku tidak mengenalimu. apa kita pernah bertemu?" tanyaku
"aku adalah anak kecil yang kamu selamatkan tadi malam"
"eh? kau seorang pangeran?" aku sedikit terkejut mendengarnya.
dia tersenyum dan memelukku lagi
"aaaahh aku bahagia sekali" ucapnya
lalu Roger melepaskan pelukan kami dan menarik ku ke belakang punggung roger.
"maaf dia bukan wanita murahan yang bisa kau peluk begitu saja" ucap Roger sambil tersenyum namun sinis
jika ada tanda isyarat, mungkin sepertinya ada tanda listrik sedang mengalir diantara kening mereka berdua.
"mmmm.. baiklah, aku yakin kau kemari pasti ada sesuatu yang kau inginkan bukan?" tanya Pangeran
"simon! cukup!!" ucap Ratu
ratu memakai mahkota kain berbentuk love besar. rambut di urai berwarna pink tua, kulit putih, gaun tipis yang membuat dia cantik nan elegan.
para pangeran tidak menggunakan sehelai kain pun, mereka hanya mengandalkan perut six pack nya dan ekor duyung yang membuat mereka memiliki ciri khas sebagai pangeran.
ratu memiliki tiga anak, dua pangeran dan satu puteri. pangeran Salamon adalah pangeran yang memiliki rambut warna kuning cerah, pangeran Simon yang memelukku memiliki rambut warna Orange dan Puteri Carla memiliki rambut warna pink muda di urai panjang tanpa poni.
lalu kami berada di ruang utama yang besar dengan meja bundar besar juga. Ratu, dua pangeran duyung dan satu puteri duyung yang masih kecil.
"halo Roger, maafkan kekacauan yang di lakukan pangeran simon sebelumnya." ucap Ratu
"tidak apa-apa ratu" ucap Roger sambil tersenyum
"kau kemari karena misi dari ayah mu bukan? aku akan memberikan gulungan ini, tolong jaga barang ini baik-baik saat perjalanan pulang ya.. tolong sampaikan pada ayahmu, aku sangat merindukan pertemuan kita" ucap Ratu sambil memberikan gulungan itu.
disaat waktu yang bersamaan, Simon mengambil gulungan itu secara paksa dari Ratu.
"apa yang kau lakukan simon!"
"aku akan memberikan gulungan ini dengan satu syarat" ucap Simon sambil tertawa tanpa suara, mengejek.
"kau tidak sopan, simon!" ucap Pangeran Salamon.
"jika kau mengalahkan ku di suatu permainan, aku akan berikan gulungan ini.
__ADS_1
"jika kau kalah, aku akan mengambil Moana dari mu, dan tetap memberimu gulungan ini" ucapnya.
Roger menggenggam tanganku.
"maaf aku tidak bisa" ucapnya
"apa kau takut kalah?"
"gulungan itu tidak lebih berharga dari moana dan hidupnya"
roger berdiri dan menarikku pergi dari ruang utama.
"kembalikan gulungan itu padaku simon!!" ucap Ratu.
"sepengecut itukah pangeran kenari? membuatku sakit perut karena menahan ketawa!" ucap simon yang terus menghasut roger.
roger yang sedang berjalan, tiba-tiba berhenti dan balik kanan.
"jika kau kalah, aku ingin lebih dari sekedar gulungan itu" Ucap Roger.
"aku tidak butuh gulungan itu, karena itu milik ayahku. bagaimana jika kau kalah, kau menjadi orang baik dan menuruti semua perkataan ibumu?" ucap roger
"hah apa? syarat macam apa itu?"
"baiklah" ucap Ibu
"itu hal yang sangat menguntungkan" ucap Ibu.
"hah? hahahaha sangat aneh pangeran kenari ini! persyaratan yang sangat aneh"
"aku setuju pada permainan ini" ucap pangeran Salamon
aku menggenggam balik tangan Roger.
"apa kau yakin?" tanyaku
"maaf ya jika aku kalah" ucapnya sambil tersenyum dan mempukpuk rambutku.
"eeehh apa sii? aku jadi bahan taruhaan?!"
"apa aku akan jadi kekasihnya?" gumamku dalam hati
aku membayangkan betapa anehnya aku jika jadi ratu duyung tanpa ekor. menjadi istrinya dan lain sebagainya karena bersama orang baru
"arghhh tidak mungkin Roger kalah" ucapku.
"arda.. masuklah pada tubuh roger" ucapku dalam hati agar tidak didengar oleh siapa pun.
arda diam diam masuk ke dalam tubuh Roger. ini sepertinya permainan yang hanya menguntungkan sebelah pihak, ucapku dalam hati.
Roger melepaskan tanganku.
"jadi, permainan apa yang kau inginkan?" tanya Roger yang menantang Simon
__ADS_1
"ada tiga permainan, yang pertama aku ingin kau balapan denganku, mengambil bunga yang ada diatas itu" ucap Simon sambil menunjuk bunga yang ada di dalam air
"sialan" ucap Roger dalam hati