
Karena sebelumnya paha Hana di injak oleh cheetah, Toga melihat celah untuk mengalahkan hana, Toga menginjak kembali paha hana yang lebam.
hana mulai oleng dan kesakitan.. Tomoe menarik lagi telinga nya yang berdarah.
"aaaaaaaaaaa" Hana teriak kesakitan
Romeo mendengar hana teriak kesakitan mencoba mendekati hana namun tidak bisa, karena Romeo bukan burung tipe petarung.
"hanaaaaaaa" Romeo teriak saking khawatir.
aku yang sedang menggendong Sako ke sisi panggung langsung menyimpan sako dan lari ke tempat hana.
hana sudah berbaring kesakitan di lantai.
"hanaa..."
aku di halangi oleh 2 kadal teman hana tersebut.
"jika kau ingin mendekati nya, kalahkan dulu aku!" ucap Toga
aku langsung menarik pedangku. ku hunuskan pedangku pada mereka berdua, kami bertarung di sana.
"moana.. hati-hati" ucap romeo
Romeo melanjutkan lagi gendong manusia ke sisi panggung.
"oww dia manusia.. hahahahah" ucap Toga
"diamlah jelek!" ucapku
"apa kelinci ini memberikan proposal bantuan pada manusia? serendah itukah hana sekarang? hahahah" ucap Toga
"diaaaaaaaaaaaaaam...!!!"
aku terus adu pedang dengan Toga. Sedangkan Tomoe menjaga Hana agar tidak kabur kemana-mana.
*blugg* Romeo pingsan
"Romeoooo...." aku teriak
tak lama dari itu, aku merasa ada yang mengenai punggung ku, seperti di suntik..
aku mulai pusing, berdiri sudah tidak seimbang.. aku terjatuh, mataku mulai gelap dan aku pingsan.
"hahahahahahha" ucap Toga
karena mendengar aku teriak Romeo, Roger melihatku. dan roger sangat menyaksikan aku terjatuh juga.
"moanaaaaaaaaaaaa" Roger teriak karena tinggal dia yang tersisa.
Roger melihat kiri kanan untuk mencari siapa penyebab aku dan Romeo pingsan.
Roger melihat manusia berjubah putih menggunakan panah.
"siapa dia?" ucap Roger
"lawanmu adalah aku...!!!" ucap Gazakuma.
Roger semakin serius melawan gazakuma..
wanita berjubah putih itu lari keluar.
Roger menggunakan jurusnya untuk menarik pedang milikku.
dia menghunuskan pedangku pada Wajah Gazakuma.. Pedangku sangat kuat, sehingga diantara serangan yang mengenai Gazakuma, hanya yang berasal dari pedangku yang mampu melukai gazakuma
"arghhhhh... pedang itu...!!"
"hahah kau takut?" tanya Roger
"darkheart.. heh.. benar-benar pria sejati"
"hiaaaaaahh" mereka bertarung
"aku akan memberikan bekas luka padamu agar kau selalu ingat padaku.." ucap Gazakuma
"silahkan!"
karena hanya Roger yang tersisa, Toga dan Tomoe menangkap Sayap Roger.
"argh.." ucap Roger
"hahahahahahhahaha... kau memiliki sayap tapi kau tak menggunakannya.. apa kau burung gagal?"
"diam kau beruang jelek!"
"Togaaa... Tomoeee... penggal kedua sayapnyaaaaaa"
__ADS_1
Roger mencoba melepaskan sayapnya dari genggaman kadal itu.
"lepaskaaaaaan" Roger mengamuk
*jleb*
Pisau kecil mengenai perut Roger
"aaa..?" Roger berada di pelukan Gazakuma.
"ku kira kau kuat, ternyata tidak hahahahahahahah"
gazakuma melepaskan pisau dari perut Roger dengan cepat. Roger terlempar
"hangat sekali perut ku" ucap Roger sambil terbaring di lantai
"apa kita kalah?" ucap Roger
"maafkan aku moana, Romeo, aku gagal"
"Woee burung.... dasar lemah.." Gazakuma akan menginjak perut Roger yang terluka itu
dan tidak lama...
Arda datang dalam wujud naga menghalangi injakan Gazakuma pada Roger membuat Gazakuma terkejut dan jatuh.
"aaa... naa..naa..nagaaaaaaaaa"
pasukan prajurit istana datang ke sana..
satu bangsawan yang pingsan terbangun dan teriak membuat semua orang disana bangun dan lari berbondong bondong ke luar.
"aaaa nagaaaa"
"kabuuurr"
"kenapa aku tidur? kabuuuurrr"
"gazakuma...!" ucap Wolfeen.
"hai.. Wolfeen! lama tidak bertemu!"
"Tuan Romeo..." anak buah wolfeen mengevakuasi 6 orang yang tergeletak termasuk Aku, Roger, Hana dan Romeo.
mereka terkejut dengan bunga besar di tengah lapang.
"apa yang melakukan ini adalah tuan Roger? atau tuan Romeo?" ucap anak buah Wolfeen
Wolfeen melawan Gazakuma
aku tidak tahu pertarungannya seperti apa, yang pasti gazakuma dapat di kalahkan oleh Wolfeen.
ketika aku tersadar, aku sudah berada di kasur yang sangat nyaman. ruangan sangat besar dan harum bunga.
di ruangan besar itu ada 10 kasur besar juga. di samping kanan ku ada hana yang sedang tertidur. kaki nya diperban begitupun telinganya. di samping kiri ku ada manusia yang sempat di jual pada pasar Gazakuma kemarin.
aku bangun dan mencari tahu aku sedang dimana.
ketika aku mau membuka pintu, Pintu itu langsung terbuka
"aaaa?" aku terkejut
"eeeh?? ya ampun aku sangat kaget!" ucap Pelayan Manusia Bebek.
"maafkan aku nona"
"ahh yaa heheh.."
"kau sudah bangun nona? bolehkah saya mengecek kesehatan nona?" tanya Pelayan.
"mm.. boleh"
aku kembali ke kasurku.
"ini dimana?" tanyaku
"di istana nona.."
"aaarghh... apaa? istana?"
"yaaa nona"
"mmmm baiklah, Bius padamu sudah hilang.. kau sudah sembuh nona"
"kenapa aku ada di ruangan ini?"
"kau terkena bius nona"
__ADS_1
"hah bius?"
"ya nona"
"bagaimana yang lainnya? Roger.. romeo?"
"ekhm.."
"eh... maksud ku tuan Roger dan Tuan Romeo"
"Tuan Romeo dan Tuan Roger mengalami luka serius di area perutnya. mereka belum sadarkan diri"
"bolehkah aku menemui mereka?"
"boleh nona... tapi..."
"tapi apa?"
"kau berani sekali menyebut nama mereka tanpa kata tuan, siapa kau sebenarnya nona?"
"mmmm.. akuuu..."
"aku harus jawab apa ya?"
"kalau aku bilang aku kekasih Roger, mereka pasti tidak akan setuju.. tapi jika aku anak buahnya, aku pasti dimarahi karena tidak menggunakan kata Tuan untuk memanggil Roger." gumamku dalam hati
"akuu.. adalah tangan kanan Tuan Roger sekaligus sahabat mereka"
pelayan itu menatapku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"oh hahah.. aku sangat bahagia" ucap pelayan itu dengan mata berkaca-kaca.
"kau baik-baik saja nona?" ucapku
"aku sangat khawatir jika mereka tidak memiliki teman di luar istana.. terlebih Nona Lia sangat benci dan terus menyiksa Tuan Roger... aku takut Tuan Roger mengalami depresi.. terimakasih nona" ucapnya
"ahh yaa.. sama-sama nona" ucapku
"Ketua.." seseorang datang memanggil pelayan yang sedang ngobrol denganku.
"ya?"
aku dan pelayan itu lari ke ruangan Roger.
tetapi aku tidak diperbolehkan masuk ke ruangan itu.
"tunggu di sini ya nona" ucapnya
"kenapa? ada apa? ada apa dengan Roger?" tanyaku
"jawab dong weehhh"
"nona?" seseorang memanggil dibelakang ku
aku menoleh ke belakang.. "ah ya?"
aku dan dia pergi ke taman istana.
"perkenalkan, namaku Wolfeen"
"ah.. namaku Moana"
"terimakasih sudah menjaga Tuan Roger dan Tuan Romeo"
"ah.. itu..."
"dan teman mu, Arda? dimana dia Sekarang?"
"oh iyaa aku baru ingat.. dimana arda ya?" gumamku dalam hati.
aku mengetuk dadaku
"arda?"
arda lalu keluar dari tubuhku.
"ada apa moan.. eeeeee.. haloo wolfeen"
"aaahhh kau ada di tubuh nya ya?" Wolfeen terkejut melihat Arda keluar dari tubuhku
"iyaa heheh" ucapku
"Moana... dia ayahnya wolfa"
"hah? benarkah? haalooo aku sahabatnya Wolfa.."
"benarkah??? apa dia baik? bagaimana dia disana?" tanya Wolfeen
__ADS_1
"dia sangat perhatian sekali.. sangat menjagaku, dia selalu melatihku berpedang tuan"
"benarkah? hahahha dia benar-benar anakku" ucap Wolfeen.