
"Wolfaaaaa" aku berteriak sangat kencang di bawah
Roh naga yang ku miliki berubah menjadi naga besar berwarna biru.
semua orang yang hadir disana berlarian karena takut pada naga yang kumiliki.
aku menangis sekencang-kencangnya, kehilangan kesadaran, kehilangan kendali akan naga dan juga kekuatan penyihir ku.
sang naga mengeluarkan api berwarna biru dari mulutnya, menyerang semua orang yang ada disana. panggung tempat berdiri Wolfa dan Lia terbakar. semua bangunan terbakar akibat semburan api dari mulut naga.
sebelah sayap Lia terbakar sehingga lia tidak bisa terbang menghindari api yang semakin membesar dan menyebar. semua orang yang masih di sana terbakar. sangat kacau keadaan saat itu karena ku.
Romeo, Alex, Ibu, terbang menyelamatkan diri, salah satu prajurit Istana, manusia capung menyelamatkan Lia yang tidak bisa terbang. sedangkan Roger, dia terjebak oleh bangunan yang sudah runtuh nan berapi.
itu salah ku, semua tidak terkendali karena amarahku yang menjadi-jadi.
keadaan kacau, kacau, kacau sekali.
lingkungan menjadi hitam, gelap..
aku yang setengah sadar, seperti berada di beda dunia. dingin, lembab, berair, ada peri kecil memakai baju berwarna jingga terbang di depanku.
"kau wanita yang mengawasi ku saat itu bukan?" tanyaku.
"ya, aku mengawasi mu setiap saat" ucapnya
"aku dimana" tanyaku
"ini alam bawah sadar mu, kau sedang kacau." ucapnya.
"aku harus bagaimana? aku tidak bisa mengendalikan diri"
"benar sekali, kau sedang mengamuk"
"Wolfa bagaimana?"
"dia sudah mati"
"roger bagaimana?"
"dia mati karena api dari nagamu"
"Lia?"
"Dia diselamatkan prajurit Istana. banyak yang mati karena mu"
"lalu aku harus bagaimana?" tanyaku dengan nada rendah karena lemas.
"aku adalah dewa mu, aku mengawasi mu setiap saat. aku yang mengembalikan mu ketika kau terkena panah di sungai susu saat itu"
*aku melihatnya karena kaget*
"kau bukan manusia biasa, kau diberi jatah tiga nyawa, namun saat ini nyawa mu sisa 2 karena ku gunakan untuk menghidupkan mu kemarin. lalu sekarang bagaimana?" tanyanya
"aku tidak mengerti, aku harus bagaimana, aku bingung, aku berubah menjadi penjahat, aku lemah" ucapku
"jika aku menggunakan satu sisa nyawaku, apa yang akan terjadi?" tanyaku
"kau akan kembali lagi, mengulang waktu, takdirmu akan berubah" jawabnya.
"carilah tujuan hidupmu selama di dunia ini, pilihlah jalan yang terbaik diantara yang baik, kau adalah manusia istimewa, tidak semua manusia sepertimu, semua pasti ingin menjadi mu saat kau menginginkan menjadi mereka. kau adalah penerus ibumu" ucapnya
"siapa ibuku? apa dia disini?" tanyaku
__ADS_1
"ibumu selalu mengawasi mu setiap saat, dia salah satu dewa terkuat di dunia ini" ucapnya
"ya, itu sebabnya kau kuat, kau adalah titisan darinya. percaya dirilah kau itu kuat, hanya tidak kau sadari saja" ucapnya.
"aku akan mengembalikan mu pada kehidupan sebelumnya, aku akan membuatmu lupa dengan ucapanku saat itu.. hiduplah bahagia, jadilah kuat, gunakan sisa nyawamu sebaik mungkin dan semoga kita tidak pernah lagi untuk bertukar cerita" ucapnya
"ku hitung mundur, tiga... dua.. satu" ucapnya
*trikk* suara terdengar jelas namun tidak kencang dari telingaku.
"eh?" tanyaku
"eeeeeehh" sorakan penonton mendengar ku mengucapkan "eehh.."
ahh akhirnya, aku kembali ke tengah lapang saat aku mencoba mengambil tongkat di sayembara hari Goa.
aku melihat semua penonton yang hadir di stadion sayembara. aku sangat senang, sungguh menyenangkan..
"akhirnya aku bisa mengukir takdirku kembali"
aku melihat tongkat itu lalu mundur
"sepertinya aku tidak jadi mengambil tongkat" ucapku
"laaah kenapaaa??" tanya Thomas si Kucing abu pembawa acara.
"aku takut tanganku terkena laser karena tongkat menolak ku" ucapku sambil tersenyum ke arah Roger.
roger ketawa melihat kelakuanku dari jauh.
"uuuu dasar pengecut"
"pengecut dia"
"tidak apa-apa, yang penting aku kembali dan melihat Roger masih hidup" ucapku.
"gara gara tongkat itu, aku difitnah meracuni Puteri Zoya, padahal tidak" ucapku dalam hati
aku naik ke atas dan mendekati Roger
"kenapa tidak jadi?" tanya Roger
"akuu lapar" ucapku sambil memegang perut
"hahahah baiklah ayo kita makan" ucap Roger.
kami berdua keluar dari stadion sayembara lalu bertemu seseorang yang mirip wajahnya dengan Roger namun dia memiliki rambut panjang dan diikat, memiliki sayap berwarna hitam, menggunakan baju berwarna biru navy.
"kakaaaaakk" teriaknya dari kejauhan lalu mendekati kami yang baru keluar dari stadion.
"ah Romeo" ucap Roger.
"ah lelaki yang mendekatiku di ruangan rapat ini namanya Romeo ya? menyedihkan sekali namanya" ucapku dalam hati sambil mengingat film Romeo dan Juliet.
"halo moana.. ingat aku?" tanyanya
"eh? apa dia bisa melihat masa lalu?" tanyaku dalam hati dengan reaksi kaget.
"haloo?" tanyanya sambil melambaikan tangannya padaku
"ahh maaf aku lupa" ucapku
"benarkah? huft padahal aku yang menolong kak moana saat kak moana pingsan di depan kereta saat itu" ucapnya.
__ADS_1
"aaaaah ituuu" ucapku
"iyaa ingatkah? ingat?" tanyanya dengan antusias
"aku ingaaatt, kau yang melihat wajah ku saat aku berbaring kan? memberi ku kue bersama froffy, bukuma daaan... engg??"
"Sunake."
"aaaah iya sunake! hahahah iyaa apa kabar mereka?" tanyaku
"mereka ada di sini, mereka sedang makan sup jamur" ucapnya
"benarkah? waaaaaah aku merindukan merekaaaa" ucapku sambil lompat-lompat manja di tempat dengan mata berbinar binar
"ayo kita makan sup jamur bersama..." ucap Romeo
Romeo menarik tangan Roger,
"ayo kak, kita makan bersama-sama" ucap Romeo
"ayo ayo ayoo" ucapku.
aku lari mendekati Sunake, bukuma dan Froffy yang sedang makan sup jamur di sisi jalan.
"haaaii teman-temaaaaann.. aku merindukan kalian" ucapku
"woaaaah" mereka kaget karena kedatanganku
"mo.. moanaaaaa" ucap Froffy si manusia kodok lalu melompat ke pelukanku
"moanaaa aku rinduu" ucap Bukuma si manusia beruang
"kita memang satu rumah, tapi kita tidak pernah bertemu" ucap Sunake si manusia ular
"aku sangat bersyukur bisa kembali ke sini"
"aku harus bisa melindungi diri sendiri"
"naga itu? sepertinya dia sudah mati di alam kemarin, tapi aku bersyukur pernah melihat naga walaupun sebentar"
"bahkan kita belum berkenalan dan saling bertukar informasi nama"
"Wolfa bagaimana ya?"
"Roger, kasian sekali.. mana dia gak bisa terbang lagi"
"mereka keluarga jahat, tidak saling menolong"
tanpa sengaja air mataku mengalir deras, aku menangis lagi karena mengingat pahitnya kejadian sebelum ini.
"aaahh kau kenapa?" tanya Bukuma
"akuu... akuu.. aku lapaar" ucapku yang membelokkan pembahasan
"aaah kau lebay sekali" ucap Sunake
"nih nih nih makanan nyaaa.. minum nyaa.. pelayan?? cepat bawa makanan yang banyakk, ada orang yang bertahun-tahun belum makan" ucap Froffy
Roger hanya tersenyum manis ke arahku, begitu pun Romeo.
"ayo makan sepuasnya, aku yang traktir hari ini" ucap Romeo sambil menepuk pundak kananku.
"aku.. aku senang sekali" ucapku
__ADS_1