
Mereka yang berada di ruangan ini menatapku dengan sinis, duduk tegap dengan sayap yang gagah nan indah.
aku melihat sekelilingku di ruangan ini, dari ujung ke ujung, kiri, kanan, depan, belakang, dan berakhir di tatapan ibu burung.
*ibu burung menatapku dengan sinis*
"kau dijual oleh bibimu kesini." ucap ibu burung.
"hah?!" reaksiku yang langsung berdiri karena saking kagetnya mendengar ucapan ibu burung.
semua orang di ruangan itu menatapku.
"haaaahh jadi ini bukan mimpi?"
"ini bukan akhirat ya?"
"jadi aku dijual oleh bibiku ke alam monster ini?"
"apa ini dunia jin?"
"jadi aku tidak akan bertemu dengan bibiku dong"
"aku tidak akan membunuh bibi laknat itu dong"
"apa tidak salah dengar?"
"aku..."
"aku di jual?" suara hatiku yang terus menerus tidak menerima kenyataan ini.
"dasar bibi gila"
"aku membencimu"
ibu burung itu menatapku dengan sinis dan senyumnya yang uwhshsh membuat keringatku mengalir.
"apa kekuatan yang kau miliki, moana?" tanya ibu burung.
"hah kekuatan apa? aku bahkan seperti sampah ketika di dunia kemarin." pikirku
"aku hanya bisa lari" jawabku
"sejauh mana?" tanyanya.
"lari dari kenyataan bu" jawabku
"eh ibu ya? lah aku harus nyapa apa ke burung ini, hoekk ini bikin ketawa aja, tapi aku takut" ucapku dalam hati.
"berhentilah bercanda! ibu bertanya serius!" ucap wanita muda disebelah ibu burung.
"maaf" ucapku
"aku tidak memiliki kemampuan apa-apa" ucapku.
"ibu, sepertinya baru kali ini kau membeli seorang sampah" ucap wanita muda yang arogan sebelah ibu burung.
"sampaaaah?! hiks tak salah sih, aku memang seperti ini dari lahir sepertinya." ucapku dalam hati.
"ah tenyata kehidupan sampah ini tetap berlanjut sampai akhir ya, aku pikir di dunia ini aku akan menjadi super hero!" ucapku dalam hati.
"kau belum melihatnya! kau tidak boleh menghina orang lain seperti itu" ucap lelaki burung bersayap cokelat tua di depan wanita itu.
"hahah, kau membela sampah. tumben sekali kak" ucap wanita muda arogan itu.
"jadikan dia pelayan ku bu, aku akan mengajarinya sesuatu yang luar biasa untuk mengalahkan wanita jelek di depanku ini" ucap lelaki itu.
*wanita itu hanya senyum sinis*
__ADS_1
"+$-&@(@) ada yang membelaku hiks hiks" dalam hati
"lakukan sesuka mu" jawab ibu burung.
*di luar ruangan*
"kau tidak boleh mendengarkan pembicaraan ibu dan ayah" ucap nyonya pelayan yang mendekati froffy dan sunake yang sedang diam-diam mendengarkan pembicaraan kami yang berada di dalam ruangan.
"ah mati kita" ucap sunake
"maaf nyonya" ucap Froffy.
*pintu ruangan terbuka*
"ikuti aku!" ucap lelaki burung.
"baik" ucapku sambil melihat telapak kakinya.
"wah dia gunakan apa sayapnya ya, dia malah berjalan" ucap ku dalam hati.
"dia tidak menggunakan keunikannya dengan baik, dasar bodoh" gumamku dalam hati.
*froffy dan sunake melambaikan tangan kepadaku dengan ekspresi senang. aku pun membalas lambaian tangan itu*
karena aku melihat froffy dan sunake, aku tidak melihat langkah jalanku, sehingga tidak sadar kalau lelaki burung sudah berhenti dari jalannya, dan endingnya aku menabrak sayapnya.
"huft!... eeee maaf maaf" ucapku.
dia hanya menatap mataku dengan sinis.
aku berjalan dibelakangnya, memperhatikan semua yang ada pada tubuh tuan baruku yang sedang berjalan menuju tempat yang dia tentukan.
"sayapnya.."
"kakinya..."
"tangannya..."
"rambutnya..."
"kenapa warna sayapnya coklat tua ya?"
"bagus banget deh badannya, jadi pengen peluk"
"kira kira tingginya berapa cm ya?? 185 cm?"
"aku 162 cm dan sepertinya dia 184 cm..." yang mencoba menebak tinggi badannya sambil mengukur dengan tanganku
*di lorong seperti jembatan yang dibawahnya air*
"ada apa?" tanyanya sambil berjalan tanpa melihat ke belakang.
"ah tidak apa apa" jawabku.
*dia melihatku tanpa berbicara*
"ah tadi aku mencoba nebak tinggi badan mu tuan" jawabku.
"apa itu penting?" tanyanya
"tidak juga sih" jawabku sambil menengok kiri kanan karena gugup.
"sih? bahasa apa itu?" tanyanya
"itu hanya kata tambahan saja, tidak penting kok" jawabku.
"kok?" tanyanya sambil heran.
__ADS_1
"heheh" jawabku
"menurutku kau tidak hanya sampah, tapi juga aneh." ucapnya sambil pukpuk kepala ku
"eeeeeeeeeee" kepalaku serasa meledakkk..
"sepertinya aku akan menjadi pemeran utama di dunia ini dengan genre romantis" gumamku dalam hati.
"dan sepertinya dia suamiku...... argh tampannya suami masa depanku" ucapku sambil menatap dia yang kembali melanjutkan perjalanan.
"ah tuan, siapa namamu? aku kan pelayan mu yaaa.. aku pikir penting untuk aku tau namamu" tanyaku
"roger kenari" jawabnya.
"weh kenari.. nama wanita tadi juga kenari" ucapku
"wanita? ya dia lia kenari" jawabnya sambil berjalan
"ini keluarga kenari ya?" tanyaku.
"ya" jawabnya.
"kita sudah sampai" ucap Roger.
"oh ya"
*seorang manusia serigala datang dengan kepala nunduk*
"baik tuan" ucapnya.
"apa sih perasaan tuan belum mengucapkan apapun" gumamku dalam hati.
"orang disini aneh semua ya, padahal tidak mengucapkan apapun tapi dia mengerti. hebat kekuatan batinnya kuat sekali" gumamku dalam hati dengan heran.
"ikuti aku!" wanita setengah serigala memerintah ku dengan tegas.
"wah dunia ini seram sekali" ucapku dalam hati
"baik" jawabku.
*aku mengikuti wanita ini menuju tempatnya*
dan kamipun sampai di tempat yang dia maksud dan "tenenggggggg" seluruh pelayannya adalah wanita, cantik, padahal semuanya adalah hewan, bertubuh indah dan berpakaian tertutup seragam berwarna hijau matcha, rambut di ikat kecuali ibu pelayanan alias manusia setengah serigala yang meluruskan rambutnya.
"ini kamar mu. pakailah pakaian ini" ucap wanita serigala sambil memberikan seragam hijau matcha.
"ikat rambutmu, jaga ucapanmu, tuan tidak akan pernah berbicara dengan siapapun. tapi hatinya berkata, kau harus memiliki kepekaan yang tinggi" ucapnya.
"namaku wolfa roger, panggil saja nyonya."
"roger? apa kau anak tuan?" tanyaku
"semua pelayan namanya berubah menjadi roger. siapa namamu?"tanyanya
"moana"
"dan kau berubah menjadi moana roger. sebagai tanda kau pelayannya."
"ah seperti itu ya. terimakasih"
"cepatlah, kau harus ku ajarkan sesuatu disini"
"siap nyonya"
"moana roger.. yosh aku harus berusaha keras karena disini adalah awal ku yang baru. aku harus berjuang keras agar tidak dianggap sampah oleh kenari putih tadi!"
*aku ganti baju dan mengikat rambut, lalu keluar mendekati nyonya*
__ADS_1