Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Perjalanan pertama setelah sekian lama


__ADS_3

Tiba tiba ada suara *duggg* dalam kamar tuan Roger


"tuan? apa kau baik-baik saja?" teriakku luar kamar tuan Roger.


ku coba menunggu respon dari tuan roger.. karena tuan roger tidak membuka pintunya, aku mencoba masuk tanpa dibukakan pintu rumahnya. ketika aku membuka pintu rumahnya..


dan apa yang terjadi?


ternyata tuan roger sedang berdiri posisi squat yang sedang belajar terbang menggunakan sayapnya.


"Roger?" tanyaku reaksi panik..


"eh?.. kenapa?" tanya tuan Roger


"justru kamu yang kenapa?!" jawabku


"seperti kelihatannya, aku baik-baik saja" ucap Roger


"aku tadi memanggilmu, tapi kamu tidak keluar.. trus ada suara duggg..!!! kenceeeeng banget, aku pikir kamu kenapa-kenapa"


"aahh heheh ituu... ekhm.. aku sedang mencoba mengaktifkan kembali sayapku" ucapnya malu-malu.


"eh?"


ternyata dia mencoba menuruti apa yang aku ucapkan, aku tidak mengerti tapi.. ini membuat perasaanku tumbuh padanya tanpa disadari.


*roger mendekatiku dan berdiri tegak*


"jadi?... jadi tadi ada apa?" tanya Roger.


"ahh iya..!! aku minta izin untuk jalan-jalan ke pusat kota 'goa' sekarang. (Goa\=Minggu)" ucapku.


"ada apa di pusat kota?" tanya Roger.


"katanya disana ada sayembara mengambil tongkat penyihir"jawabku


"jadi moana tertarik menjadi penyihir?"


"tidak kok, aku cuma ingin tau rasanya sulit mengambil tongkat itu... dan... barangkali roger ingin ikut, ayooo, jalan jalan denganku mengelilingi kota" ucapku malu-malu.


"aku tidak tertarik pergi ke kota" ucap Roger dengan wajah sedikit murung.


"ohh ya sudah, akuu tidak akan memaksamu ko" ucapku.


"aku mengizinkanmu, hati-hati"


"ah.. ya.. terimakasih" ucapku.


*Dapur utama kubu Roger*


semua orang di kubu roger berkumpul untuk makan malam. semua pelayan menggunakan baju warna matcha ketika sedang bekerja, namun yang sedang libur menggunakan baju terbaiknya.


karena aku adalah tim prajurit, aku menggunakan baju yang aku miliki, tidak ada ketentuan, aku menggunakan pakaian terbaikku juga, oleh karena itulah banyak pelayan yang iri pada tim prajurit.

__ADS_1


kami makan di meja makan yang luar biasa panjang.. sekitar 10 m x 2 m diatas nya terdapat lilin terbang yang menyinari meja makan kami. aku duduk diantara para prajurit Roger. ini pemandangan yang sangat indah, aku mulai terbiasa dengan suasana seperti ini.


"aku yakin kau tidak diizinkan pergi ke pusat kota kan?" tanya Leona si manusia singa.


"oh iya bagaimana tadi?" tanya Julian


"diizinkan ko, tapi ro.. eh, tuan tidak mengatakan akan ikut nanti" ucapku


"hahahah tidak mungkin tuan kesayanganku pergi bersama wanita lain" ucap Leona


"dia wanita gila, tidak perlu di dengarkan" ucap Wolfa


ketika kami menunggu makanan disajikan, meja yang kami duduki dilayani oleh Sinta (Manusia Kelinci), dan pelayanan lainnya.


aku mengingat semua kenangan 3 bulan ku dengan sinta, namun sayang Sinta tidak sedikit pun mengenaliku.


ketika aku kembali setelah di ruangan saat itu, aku langsung memeluk sinta dan menanyakan kabarnya, namun semua berubah drastis, Sinta yang sangat ramah menjadi sangat cuek, sinis, dingin. dia tidak mengenaliku sama sekali, bahkan mendorongku hingga jatuh dan hanya berkata aku benci manusia. ini sangat menyakitkan, tapi Roger yang dingin, cuek, sinis, justru berubah drastis menjadi lelaki penyayang dan hangat.


"apakah mereka bertukar nyawa?" pertanyaan itu masih belum terpecahkan olehku sendiri. aku mencoba mengenang semua kenanganku bersama Santi, baik buruknya ku kenang saja.


*blug, kringg*


suara piring pecah dan suara jatuh.. semua makanan yang ada di panci tumpah ke lantai.


"ahhh" suara teriakan orang yang kaget mendengar suara yang jatuh.


seketika hening


"apa yang kau lakukan!" ucap seorang wanita kuda


"lihat, makanannya jatuh dan mengenai gaun putihku!" ucapnya


"maaf.. maaf"


aku rasa mengenali suara yang mengatakan maaf, lalu aku berdiri dari kursi dan mendekati sumber suara. ternyata yang terjatuh dan dimarahi adalah Santi, sahabatku.


aku lari dan mendekati santi yang sedang duduk di lantai dan dimarahi oleh wanita kuda yang jelek.


"Santii..." teriakku sambil lari mendekati santi


ketika aku di sebelah santi, tidak ada seorangpun yang mencoba membantu santi berdiri, semua tatapan sinis mengarah pada santi, semua orang sombong ini merasa dirinya hebat. manusia kuda itu menendang santi.


"apa yang kau lakukan kuda jelek?!" ucapku yang langsung berdiri melihat santi di tendang oleh manusia kuda jelek itu.


"diamlah! aku benci manusia!" ucap santi dengan mendorongku oleh lengannya.


"hahah lihatlah siapa yang jelek saat ini!" ucap manusia kuda.


"dia bahkan tidak pernah menganggap mu, tapi kau mencoba mendekatinya... apa kau ingin mengambil hatinya lalu membunuhnya?" ucap Manusia kuda.


"apa maksudmu?" ucapku


"semua manusia adalah pembunuh, ras manusia tidak berhak ada di dunia ini. manusia adalah ras sampah" ucapnya

__ADS_1


"Shela..!!" teriak wolfa yang muak dengan kata-kata yang dilontarkan manusia kuda.


"apa kalian lihat-lihat...!! kembalilah ke tempat duduk dan selesaikan makan malamnya.!!" ucap wolfa


"dan kau Santi, itukah tanda terimakasih mu setelah diberi bantuan?... dasar tidak tahu malu!" ucap Wolfa yang marah karena keributan yang terjadi.


wolfa adalah ketua kubu Roger, apapun yang terjadi Wolfa harus tau, Wolfa berhak memisahkan perselisihan, dan Wolfa mengurus pelayan dan prajurit yang mengalami sakit.


Santi lari ke dapur tanpa berkata sepatah kata pun.


"aishh nafsu makanku hilang" ucap Wolfa.


*hari Goa/Minggu*


aku bangun sekitar jam 8 pagi, lalu membersihkan diri, mencari baju terbaik di lemari bajuku. memadukan warna dan akhirnya aku menggunakan dress berwarna kuning muda dengan rok panjang berwarna biru sedikit ke abuan, rambutku di kepang dua, dan poniku yang sedikit panjang lebih dari mata.. ku coba di ratakan ke dua sisi. aku menyemprotkan parfum yang pernah diberikan Wolfa kepadaku dan sedikit lipstik yang terbuat dari buah berry.


"yosh! caaantikknyaaa siapa ini yang di depan cermin" ucapku.


*aku keluar kamar*


wolfa dan julian sudah menungguku di gerbang luar keluarga Kenari.


"kau lama sekali" ucap Wolfa


"hehe iya.. iyaa maaf" ucapku


*julian melempar jubah semata kaki dan topeng sehidung berbulu putih padaku*


"eh? apa ini?" tanyaku


"gunakanlah, kau adalah manusia, diluar sana banyak penjahat yang ingin menjual manusia, tidak peduli seberapa kuatnya kau, kau akan diculik" ucap Wolfa


"heeee...??! aaarghh seram bangeet" ucapku yang tiba-tiba ketakutan.


"pakailah, kita akan kesana menggunakan kapal itu" ucap Wolfa sambil menunjuk sesuatu yang disebut kapal.


"bukankah itu gerobak tanpa roda?" tanyaku dalam hati.


"kita menggunakan ini? tapi tidak ada rodanya apakah akan maju?" tanyaku


"naik saja.. tidak perlu banyak bicara, dasar berisik kau ini" ucap Julian.


*aku, wolfa dan Julian menaiki gerobak tanpa roda ini*


"siap?" tanya Julian


"tentunya" ucap Wolfa


"ung" ucapku sambil mengangguk kepala


"aaahh inilah perjalanan pertamaku setelah berbulan-bulan memasuki dunia monster ini.. walaupun kembali ke nol sih" ucapku dalam hati


*gerobaknya terbang dan melaju ke depan*

__ADS_1


"aaaaaa gerobaknya terbaaaaaaang" teriakku


__ADS_2