
Santi membuat sup jamur
"mmm.. aromanya enak banget" ucap Santi
santi memindahkan sup itu ke 2 mangkuk untukku dan Romeo.
"masing-masing dapat sup jamur dan sup wortel ya san?" tanya Jua.
"yaa.."
"pada ingatanku, aku pernah menghadapi banyak ujian dan cobaan dengan Moana, susah senang dengannya. aku juga merasa bahwa moana adalah teman baikku satu-satunya di rumah ini. tapi aku rasa lagi sepertinya tidak mungkin, ini sangat janggal, ketika ku sadar ternyata itu mimpi" Ucap santi pada jua yang sedang membuat sup wortel.
"kau ingat? hari pertama Moana ke sini, dia memelukmu dan bilang syukurlah kau baik-baik saja" ucap Jua
"ungg... aku sangat heran sekali, padahal kita baru saja bertemu"
"eeh aneh ya?" tanya Jua
"ayo kita antar sup ini ke kamar tuan Romeo"
"oke"
Joa dan Santi mengantar sup itu ke kamar Tuan Romeo, sesampai nya disana.. *tok tok tok*
"permisi tuan"
"nona?"
"mmm sepertinya tidak ada di sini" ucap Jua
"coba dengar? suttt itu suara di mana?" tanya Santi
"sepertinya di belakang deh"
"yu coba ke sana"
Joa dan Santi pergi ke gazebo
"ahh iya disana"
"apa mereka pacaran?" tanya Jua
"suuut" ucap Santi
Santi dan Jua datang ke gazebo membawa sup jamur, sup wortel, jus jeruk, teh hangat dan sake.
"terimakasih" ucap moana.
"rayakan saja ya.. makan sepuasnya, aku tidak bisa ke sana" ucapku
"ya nona" ucap santi lalu mereka kembali ke dapur
santi dan jua jalan di koridor
"apa moana pacaran dengan tuan roger?" tanya jua
"aku tidak tahu"
"mereka terlihat sangat dekat yaa.. tapi lihat sekarang, dia mendekati adiknya juga"
"jangan ikut campur urusan orang lain juaaaaa" ucap Santi
"tapi iya juga sih" ucap Santi
"hmeeeh"
"apa dia menjual diri pada tuan kenari? nampaknya mereka dekat sekali dan tiba-tiba moana diangkat jadi ketua dapur" ucap Jua
"jangan bilang gitu, nanti ada yang dengar"
lalu Santi dan Jua membagikan sup yang mereka buat pada semua anggota kubu Roger.
semua sudah ia bagikan, termasuk jua.
"Ahh sup jamurnya habis, aku tidak kebagian" ucap Santi
"makan berdua aja sama aku" ucap Jua
"ah engga, makan aja. melihat kalian lahap makan membuatku kenyang kok"
semua makan sup dengan lahap, minum teh dan jus juga..
"bersulaangg"
__ADS_1
"bersulang"
"santii, jamurnya enak.. aku suka"
"aku jugaa"
tapi tidak lama dari itu
"mmm.. kok aku mual ya? apa aku hamil?" ucap manusia Ayam wanita
"aku pusing"
"hoeeekkkk" ada yang muntah
"gubrakk" ada yang pingsan
"eh mereka kenapa?" tanya Jua yang tidak jadi makan sup
sebelah jua tiba-tiba pingsan
"aaaaaaaaaaahhh" jua teriak
"mereka kenapaaaaa..."
***
Aku mengaduk dan memasukan sup jamur ke mulutku.
Romeo memiliki kebiasaan, sebelum makan dia menghirup aroma supnya dulu. ternyata
*teeengg*
"tunggu moana."
"moanaaa jangan di telan!" ucapnya sambil memegang tanganku
aku menatapnya,
"kau sudah menelannya?"
aku melambaikan tangan tanda belum
"keluarkann...!!! ini jamur beracun"
"hah beracun?"
"teman-temankuuu..."
aku dan romeo lari dengan cepat ke dapur.
saat sampai di dapur, semua orang di dapur sudah banyak yang pingsan, muntah-muntah.
"astaga" ucap Romeo
aku mendekati Santi
"santi.. kau tau jamur itu beracun? dimana kau mengambilnya?" tanyaku
"aku mengambil itu di hutan dekat sungai susu.. aku pikir itu hidangan yang enak dan pas untuk pesta, tapi ternyata itu jamur beracun... apa kau sudah memakannya nona?"
"belum, Romeo memberhentikan ku ketika aku akan menelannya"
"Moana.. bantu aku, kalian yang masih sadar dan belum makan sup itu, bantu mereka dengan cara memberikan mereka air mineral sebanyak -banyaknya"
romeo, aku, jua, santi menolong mereka yang setengah sadar untuk minum air.
"hoeeeek" ada yang muntah
"keluarkan saja" ucap Romeo
kami sibuk menolong.
karena pelayan pada kubu lain melihat, mereka juga ikut menolong kami.
suasana sangat ricuh dan membuat gempar seisi rumah.
masa kritis itu akhirnya berlalu.
"apa mereka sudah baikan?" tanyaku pada Romeo
"pada tubuh mereka masih terdapat racun. jamur ini sekilas seperti jamur kancing.. tapi sebetulnya ini jamur beracun"
"kita harus bagaimana?"
__ADS_1
"ini semua salahku, jika saja aku tidak menunda makan bersama tadi.. mungkin kejadian ini tidak akan terjadi"
"romeoo... tenanglah"
"aku memiliki teman yang sama-sama dokter saat aku bertugas, selama tiga tahun itu aku belajar banyak dengannya. kurasa kita harus ke sana sekarang"
"ke mana?" tanyaku
"Aftabee"
"negara apa itu?"
"negara para lebah madu. madu adalah obat yang ampuh untuk segala penyakit"
"ayo ke sana" ucapku
"madu sangat mahal, dia dokter gila.. mungkin menukar madu dengan nyawa" ucap Romeo
"haaaah.. lalu kita harus bagaimana?" tanyaku
"kita harus tetap ke sana"
julian datang
"ahh nona, maaf aku lengah.. aku tidak tahu ada kejadian ini" ucap Julian
"tidak apa-apa julian, duduk kemari" ucapku
"Aku dengar aftabee barusan, mari ke sana!" ucap Julian
"aku jugaa... aku ikut... maafkan akuu... aku tidak tahu jamur ini beracun" ucap Santi dan Jua datang sembari nangis karena terkejut.
"akan lama kesana jika kalian naik roda" ucap Romeo
"tidak perlu, Arda adalah penerbang yang handal.. dia sangat cepat, mungkin akan membantu" ucapku
"yosh! ayo ke aftabee"
"semuanya.. kita akan ke aftabee.. tolong sampaikan ini pada ayah dan ibu" ucap Romeo pada Kubu lia dan Alex yang membantu kubu Roger sedang kesulitan.
"yaa tuan"
lalu romeo, aku, julian dan santi pergi ke Aftabee menaiki Arda.
kita sampai di Aftabee. di gerbang negara aftabee banyak lebah prajurit yang sedang berjaga.
"maaf tuan, bisa mengeluarkan kartu anggota?" tanya Prajurit lebah.
"kartu anggota apa? aku tidak punya" ucap Romeo
"maaf anda tidak bisa masuk ke aftabee jika tidak memiliki kartu anggota" ucapnya
"ahhh tapi aku temannya Ani bee"
"semua pencuri madu mengatakan hal yang sama tuan"
"kau menyamakan aku dengan pencuri? haaaaaahh?!" Romeo marah pada Prajurit itu
"cepat buka gerbang iniii.. aniii aniii aniii aki romeooo bukaaaaa" aku dan julian menyeret romeo jauh dari gerbang
"sudah lah tidak perlu memaksakan diri romeo"
"dia keterlaluan, aku tuan kenarii looohh" ucap Romeo teriak pada lebah itu.
lebah itu hanya diam melihat romeo.
romeo lalu terbang menerobos gerbang
"woee woeee tuaaan tidak boleh" lebah itu menangkap Romeo dan menahan romeo di dalam.
"aaiiishhh dia anak sembrono" ucapku yang menunggu Romeo lepas dari lebah itu di luar gerbang, duduk dibawah pohon.
"apa mereka akan membunuh romeo?" tanya julian
"sepertinya" ucapku
"haii enteng banget bilang gitu" ucap Julian sambil memukul kepalaku
***
romeo di dalam tahanan Aftabee
"aku mengenal ani bee.... bilang saja aku romeo kenarii.. keee... naaaa.. riii" ucap Romeo pada penjaga
__ADS_1
"woy aaaaaaaaaaaa" Romeo teriak