
Hingga saatnya kami bangkit, datang manusia yang mengaku dia seorang penyihir... berkata pada semua orang di bumi untuk berdoa bersama di suatu tempat
*(aku \= Venna)
aku sedikit gila saat itu, beli sake untuk mabuk, merokok, menangis dan mulai mempercayai bahwa aku terkena kutukan Roger.
sejak kejadian itu, aku hampir tidak pernah bertemu dengan Roger dan Wolfa. aku diam diri di kamar yang gelap. aku ikut perang ketika aku mau saja. kapten edward memaklumiku saat itu. dia bilang ekspresi kesedihan orang itu berbeda-beda.
tapi setiap hari aku selalu dikirim makanan oleh Roger yang disimpan di depan pintu ruangan tim 3.
***
kembali ke negri Owlafnia
aku dan Venna sedang makan sup jamur dan sake.
"lalu bagaimana?" tanyaku
"ya begitu lah" ucap Venna
"jadi sampai sekarang kau masih menganggap dia terkena kutukan?" tanyaku
"mmm.. dulu sih. sekarang sudah tidak"
"kok bisa?"
"kau ingat tadi kuceritakan ada penyihir?"
"ah yaa"
"diaa mengumumkan pada semua orang untuk berdoa bersama pada tuhan untuk menghilangkan naga itu dari bumi... lalu kami berdoa bersama.."
"dan akhirnya tuhan mengabulkan doa kita semua, Yasura dan Naga-naganya hilang entah kemana" ucap Venna
"hah kok bisa?" tanyaku
"itulah keajaiban tuhan menurutku, banyak orang yang sedang membunuh naga tiba-tiba hilang naga nya, dan daerah yasura ikut menghilang juga. dan konon katanya sampai saat ini Yasura itu tidak muncul lagi"
"wah sejarah bumi ini ternyata aneh juga yaa" ucapku
sup yang dimakan Venna sudah habis.
"kau mau sake?" tanya Venna
"boleh"
"mmm.. lalu bagaimana kau percaya bahwa Roger tidak terkena kutukan?" tanya ku
"ahh iya.. aku lari menemui penyihir itu pada malam nya. aku meminta ramuan penghilang kutukan untuk Roger. tapi setelah penyihir itu bertemu Roger, dia datang lagi kepadaku.. dan dia bilang, tidak ada kutukan apa pun pada tubuh Roger. dia hanya tidak bisa terbang saja.. mungkin karena traumatis yang terjadi di lingkungan rumahnya" ucap Venna
"dan sejak saat itu, aku mulai menerima kepergian keluargaku, percaya bahwa Roger baik-baik saja, aku meminta maaf pada Roger karena menganggap nya pembawa sial.. tim 3 kembali mendapatkan penghargaan dan mendapat hadiah boleh pergi ke negara manapun tanpa bayar pajak.. paman dan bibiku yang tim 2 diangkat menjadi Raja di negeri Owlafnia karena ayah dan ibuku meninggal, aku diangkat jadi jendral di negaraku dan akhirnya peperangan berakhir setelah perang ke 2 terjadi hampir 2 tahun lebih.."
"ohhh wahh dia gratis ya"
"yaa.. termasuk orang yang dia bawa juga"
"anak buahku melihat Roger kemarin di pasar, dia bilang dia melihat naga juga. aku lari kemari saat malam, tapi kalian sudah masuk ke dalam penyu. berhari-hari aku menunggu kalian di perbatasan karena penasaran. dan akhirnya kita bertemu, walaupun kalian lama sekali di sana" ucap Venna
"oh benarkah? hahah maafkan aku, aku jadi Terharu"
*sruuppp* Venna meminum sake
"aaahh sake ini memang terbaik.. cobalah" sambil menuangkan sake pada gelasku
__ADS_1
"bersulang?"
"bersulaang"
Roger dan Arda yang berwujud manusia, datang
"ah kalian di sini rupanya" ucap Roger
"hai? engg.. siapa anak ini?" tanya Venna
"Namaku Arda Utopia!"
"aahh naga yang tadi yak?"
"yaaa nona"
"mau rokok?"
"aku tidak merokok nona"
"aishhh kalian membosankan" Venna sedikit mabuk
roger dan Arda duduk di meja kami makan
"kapan kita akan pulang?" tanya Roger
"sekarang juga boleh" ucapku
"naik aku saja. aku ingin terbang" ucap Arda
"bolehkah?" tanyaku
"boleh dong..."
"iiisshhh anak ku udah gede lagi" ucapku sambil mencubit pipi Arda
"kalian mau pulang sekarang?" tanya Venna
"ahh iya sepertinya begitu.. kami tidak bisa lebih lama, kami harus pulang" ucapku
"ahh pertemuan ini singkat sekali, padahal aku merindukan mu Roger" memeluk Roger
"hey hey hey!!" aku memukul tangan venna agar melepaskan pelukannya
"ahahaha maaf maaf"
Venna melemparkan karung yang isinya buah-buahan.
"itu kiwi Owlafnia, bawalah sebagai cemilan di jalan" ucapnya
"ow terimakasih" Ucapku
"kau harus menjaga kesehatan, sering mabuk dan merokok tidak baik untuk kesehatan" ucap Roger
"ow kau perhatian sekali, apa kau menyukaiku?" tanya Venna
"hey moana, kekasihmu menggodaku"
"yaaaaa"
kami kembali ke perbatasan, arda berubah jadi naga biru tua yang memiliki sayap. aku dan Roger naik ke punggung arda.
"jangan lupa mampir lagi ya.." ucap Venna
__ADS_1
"baiklah" ucap Roger
"hati-hati"
"terimakasih buah nya Venna. aku akan makan ini di jalan" ucapku
"itu bukan untuk mu, tapi untuk Roger"
"heeyy aku benar-benar membenci mu ya!" ucapku
"sampai jumpa lagi ya"
arda mulai mengangkat sayapnya dan kami terbang. kami duduk seperti naik motor. Roger berada di depan dan aku di belakangnya. aku memeluk roger dari belakang. lalu dia menutup badanku dengan sayapnya. dia bilang agar aku tidak kedinginan.
karena itu malam hari, aku tidur di punggung Roger sembari memegang kedua tanganku agar tidak kedinginan. sedangkan roger menemani Arda yang sedang terbang.
ketika memakai kereta, kami sampai di Owlafnia hampir 2,5 hari. tapi karena menaiki Arda.. kami hanya menghabiskan waktu 27 jam saja. jadi hanya satu hari lebih 3 jam. kami pun sampai di kediaman Kenari di pagi hari.
semua orang menyambut kedatangan kami. Julian, Wolfa datang memelukku.
"waaah akhirnya kau pulang juga" ucap mereka.
"wolfa kau jadi gagah bangeet" ucapku
wolfa hanya ketawa.
"selamat datang Tuan" ucap Wolfa dan Julian.
tidak lupa dengan Lia, dia hanya melihat sinis.. mungkin iri dengan keberhasilan ku. Alex Kenari senyum kepadaku. dan Romeo lari lalu lompat ke pelukanku.
"kakaaaaaaaaakkk kenapa tidak bilang kakak pergi.. aku hampir menangis setiap malam merindukan kakaak" ucap Romeo
"benarkaah? aaaahh maafkan akuu"
"kau harus menghabiskan waktumu hari ini full bersamaku!" ucap Romeo.
"baiklaahh aku akan menghabiskan waktuku hari ini bersamamu yaaaay" ucapku
romeo bahagia sekali
lalu Roger dan aku datang ke ruang utama untuk bertemu ayah. namun di ruangan itu tidak ada ayah.
tak lama ada satu sayap hitam yang terbang ke kursi tempat duduk ayah dan boom berubah menjadi ayah.
"terimakasih sudah kembali dengan selamat" ucap Ayah
"ya, ayah" ucapku
roger memberikan gulungan itu pada Ayah
"ini.. gulungan yang sangat berharga terimakasih"
"ya, ayah" ucapku.
"kalian libur selama satu minggu, istirahatlah lalu kembalilah kerja" ucap Ayah
"terimakasih ayah" ucapku sambil duduk
"terimakasih ayah" ucap Roger yang duduk juga di sebelahku.
lalu kami kembali ke kamar masing-masing.
aku tiduran di lantai kamarku
__ADS_1
"aaaaaahh kangen bangeeet sama kamar ini hufftt"
aku guling-guling di lantai