Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Waktunya memecahkan celengan rindu


__ADS_3

Roger pergi dari rumah untuk menyelesaikan misinya.


hari dimana Roger pergi adalah hari pertama turunnya salju.


"ah salju pertamaku di dunia ini" ucapku.


"semoga dia baik-baik saja.."


"aku akan menunggumu disini" ucapku sambil menatap langit yang turun salju


hari demi hari aku lewati dengan berlatih pedang, makan, belanja, mandi, tidur, bangun lalu berlatih lagi.


salju semakin hari semakin tebal. saat turun salju berhenti, aku ke luar rumah untuk main salju dengan teman-teman.


ada kolam air yang membeku berukuran sedang di taman tengah rumah, kami bermain ice skating di sana..


"jika saja disini ada Roger, apa kita akan bermain bersama?" tanyaku dalam hati


karena ku melamun sambil bermain ice skating, kakiku kurang stabil dan aku tergelincir.


"aaaaa" Wolfa dan Julian teriak melihatku tergelincir.


tiba-tiba ada yang menolongku, dia diam tepat di tempatku akan jatuh.


"ah maaf maaf" aku langsung bangun tanpa melihat wajah siapa yang menolong ku.


dia adalah anak laki-laki berambut warna biru tua.


"kau tidak apa-apa?" tanya nya.


"ung.. apa kau terluka? aku berat, mungkin saja kau terluka" ucapku.


"tenang saja, aku tidak apa-apa"


wolfa dan Julian mendekati kami


"apa kau anak baru?" tanya Wolfa pada Lelaki itu


"bukan, aku orang lama. cuman aku bersembunyi di tubuh Moana" ucapnya


"eeh? tubuhku?" tanyaku dengan panik sambil memeluk tubuhku sendiri


"aku roh naga milikmu, apa kau lupa?" tanya lelaki itu.


"roh naga?" tanyaku


"aaaah naga yang di batu itu bukan?" ucap Wolfa


"bisa bisanya kau bilang di dalam batu itu tidak ada apa-apa!" ucap Julian sambil memukul kepalaku.


"tapi itu benar-benar kosong" ucapku


"jangan-jangan dia memang sudah keluar dan tidak masuk lagi sejak mengulang waktu itu?" tanyaku dalam hati


aku hanya menatap mata naga itu.


"kau tidak pernah memanggilku sejak waktu itu, aku pikir kau membenciku.. apa aku naga yang menyeramkan?" tanyanya


"tidak.. aku sangat menanti mu sejak lama.. maafkan aku, aku tidak memanggilmu" ucapku


"jika begitu siapa namaku?" tanyanya


"aaaahh... nama yaaa?"

__ADS_1


"siapa ya nama yang bagus?" tanyaku pada wolfa dan Julian


"bagaimana jika juliet atau jeno" ucap Julian


"aishh nama yang jelek, bagaimana jika Reva" ucap Wolfa


"reva nama perempuan, dia laki-laki!" ucapku.


"enggg.... bagaimana jika namamu adalah ..." ucapku


"aaaa nama yang bagus" ucap Wolfa dan Julian


"aku seperti menjadi bibi yang memiliki keponakan baru" ucap Wolfa


naga itu tersenyum dan memelukku.


***


"mulai saat ini, namamu Arda Utopia"


***


musim salju berakhir, berganti menjadi musim semi..


hari demi hari ku lalui, aku menabung rindu setiap hari, melihat kamar Roger setiap hari, berharap Roger sudah pulang dan berada di kamarnya.


ku lalui seperti sebelumnya, Bangun, latihan, mandi, makan, tidur, bangun lagi dan begitu seterusnya.


tak terasa musim silih berganti, namun pangeranku belum pulang juga.


"apa dia makan teratur?"


"apa dia tidur nyenyak?"


"apa dia.. apa dia.."


aku terus merindukannya setiap saat.


ini adalah tahun ke 3 setelah kepergian Roger. Tuan Alex berhenti mengabari keluarga setelah tahun ke 2. membuat semua orang yang di rumah bertanya-tanya dan khawatir. pasukan Prajurit istana setiap bulan pergi kesana untuk menjadi bala bantuan Roger, Alex dan Romeo.


Lia dan ibu, semakin hari semakin jahat karena tidak ada yang memberhentikan, setiap hari selalu ada pelayan yang dia siksa dan maki karena tidak memenuhi keinginan Lia dan ibu. membuat semua pelayan di setiap kubu ketar ketir dan tidak betah. namun aku sudah terbiasa dan tetap menunggu roger pulang dengan sabar.


aku diangkat oleh Wolfa menjadi ketua pelayan dan ketua prajurit Kubu Roger. lalu Wolfa naik tingkat menjadi salah satu pasukan elit Keluarga Kenari.


wolfa memilihku karena aku semakin hari semakin kuat (mungkin?) terlebih aku sekarang memiliki partner, roh naga. yang menjadikanku lebih kuat dari sebelumnya.


sejak pelantikan ku menjadi ketua Kubu roger, tidak sedikit prajurit dari berbagai kubu menyatakan cintanya padaku, entah itu tulus mencintaiku entah karena alasan lainnya. aku tidak tahu, yang pasti aku menolak semua lamarannya.


*aku berada di kamar sambil menata rambut di cermin*


"ow, rambutku semakin panjang yaa" ucapku sambil melihat rambutku lewat cermin.


karena aku sekarang ketua kubu, aku tidak perlu mengikat rambutku. ku urai rambut ini, panjang dan cantik. sejak pelantikan itu, aku memotong poni, untuk menjaga keanggunan sebagai ketua kubu yang cantik dan berponi nan kuat.


selama 3 tahun terakhir, berat badanku turun. karena selama hidup di sini aku tidak pernah makan daging dan menjadi vegetarian, lalu latihan pedang setiap hari. itulah sebabnya aku menjadi lebih langsing dari sebelumnya.


aku menggunakan gaun berwarna hijau tua, rok panjang mengembang berwarna hijau muda. sebagai gabungan antara pelayan dan prajurit.


"Roger.. Romeo.. Alex.. apa kalian masih hidup?" pertanyaanku yang baru karena mereka hilang kabar dalam satu tahun terakhir.


aku menggunakan jubah berbulu warna putih, karena nampaknya hari ini adalah hari pertama musim salju ke empat setelah kepergian Roger.


aku keluar kamar untuk memantau prajurit dan pelayan, melakukan tugasnya dengan baik atau tidak.

__ADS_1


saat aku memantau rumah, tidak sengaja aku seperti melihat Roger. saat aku lihat kembali, sudah tidak ada.


"mungkin hanya bayangan saja" ucapku


*keesokan harinya*


keesokan harinya, aku kembali memantau semua orang di kubu Roger. saat dekat dapur seorang lelaki manusia kadal dari kubu Alex memanggilku.


"Nyonya, seseorang menunggumu di taman tengah" ucap lelaki itu.


"baiklah" ucapku


aku pergi ke taman tengah.


lelaki bersayap hitam, tinggi, menungguku disana.


"apakah sayap roger sudah berubah warna?" tanyaku dalam hati


dia menoleh kebelakang


"Romeo!" ucapku dengan antusias


"halo kakak" ucapnya


"kau tinggi sekalii, aaaa sudah 3 tahun yaa kita tidak bertemu" ucapku sambil menepuk pundaknya.


"ung" ucapnya sambil mengangguk kepala


"kau tidak akan memuji ku?" tanyanya


"kau tampan sekalii" ucapku


"kyaaaa" dia ketawa malu-malu


"apa kau merindukanku?" tanyanya


"aku saaangat merindukanmu" ucapku


"lihatlah, bayi kecil yang kubuatkan kue sekarang menjadi lelaki gagah nan tampan" ucapku


"jangan begitu, nanti aku tambah suka" ucapnya


"sukaa?? aaah jangan-jangan kau menyukai ku?" tanyaku


"sangat" ucapnya sambil salting


"benarkah sejak kapan?" tanyanya


"sejak kakak membuatkan ku bola yang enak waktu itu, aku pikir kakak pantas dijadikan isteriku karena jago masak" ucapnya


"bukan bola, tapi bolu" ucapku


"aah iya heheh" ucapnya sambil menggaruk-garuk kepala


"kau berubah drastis Romeo, rambutmu menjadi diikat karena panjang"


"rambut kaka juga, kaka nambah cantik" ucapnya


"mmm.. apakah roger sudah pulang?" tanyaku


"Kak Roger sudah pulang dari dua hari yang lalu" ucapnya


"eh?"

__ADS_1


"berarti kemarin bukanlah bayangannya saja, tapi benar-benar dia!" ucapku dalam hati


__ADS_2