Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
hari terberat Moana


__ADS_3

saat malam tiba, semua berkumpul di ruang makan utama. semua tamu istimewa duduk disana, termasuk keluarga kenari, tidak terkecuali Roger.


roger diam namun menatapku dari kejauhan


aku menyajikan makan malam mereka..


suasana malam itu sangat harmonis, seakan-akan kami keluarga besar yang kembali bertemu setelah sekian lama. suatu penghormatan bagiku karena bisa bertemu langsung dengan tuan puteri dari negara tetangga. intinya tidak semua bisa menjadi ku hari ini.


"terimakasih tuhan" ucapku dalam hati sambil menyajikan makan malam untuk Puteri Zoya dan Keluarga Kenari.


*waktu penyajian teh hangat tiba*


aku menyeduh teh di dapur, lalu membawanya ke ruang makan.


Nona Zoya dan Ibu sedang bertukar cerita tentang apa yang terjadi di negaranya masing-masing.


aku menyajikan teh ke masing-masing gelas kosong di atas meja makan.


"bersulang" ucap semua yang duduk disana


"eh?" ucap Zoya


"tiba tiba kepalaku pusing" ucap Zoya


semua berhenti minum teh sebelum menyentuh bibir.


"Puteri, apa kau baik-baik saja?" tanya ibu


"puteri?" tanya prajurit Zoya


puteri Zoya muntah darah saat itu, lalu pingsan.


"puteri!!" teriak semua orang dengan histeris


"teh ini, bau racun" ucap Alex Kenari (Anak kedua dari keluarga Kenari)


dua orang anak buah puteri memegang kedua tanganku


"apa kau mencoba membunuh tuan puteri?" tanya mereka


"ahh tidaakk.. tidak mungkin" ucapku.


semua orang yang berada disana melihat wajahku dengan kecewa, tidak terkecuali Roger.


"aku tidak melakukannya" ucapku sambil menatap mata Roger.


roger hanya diam melihatku tanpa bicara sepatah katapun. semua tuan kenari mengerumuni tempat Zoya dan mengangkat zoya ke kamar untuk tamu.


tiba-tiba


*plakkk* Lia menampar wajahku sekencang kencangnya.


"apa yang kau lakukan hah?!" Lia memarahiku dengan nada tinggi


"aku tidak melakukannya, percayalah" ucapku


"tidak ada penjahat yang mengaku Moana! jujur saja apa yang kau lakukan ini tidak baik. kau merusak nama baik kenari dan merusak nama baik kubu tuanmu!!" Ucap Lia yang terus-menerus memakiku di depan anak buah Zoya.

__ADS_1


"tapi aku tidak melakukannya Nona!"


"tidak akan ada yang percaya padamu! karena kau seorang penyihir!!"


"hah?!" ucapku


"penjaga!" ucap Lia


"bawa dia ke tahanan!.. lalu siksa dia tanpa ampun, jika bisa bunuh saja dia! dasar wanita licik lebih baik kau mati saja" ucap Lia.


penjaga Kerajaan mengambil tongkat penyihir ku, tasku, dan menyita semua yang kubawa saat itu, lalu membawaku ke tahanan bawah tanah, melempar ku ke dalamnya. disana tanganku diikat dan ditarik ke atas oleh rantai yang sangat besar dan berat, aku di pecut, di lempari kotoran dan sampah. itu sangat menyiksa, kenyataan pahit itu sangat menyakitkan.


"aku tidak melakukannya... aku tidak melakukannya.. percayalah padaku" ucapku dalam keadaan berbaring lemah, berbaring di lantai kotor.


wajahku penuh lebam, baju tercantik ku menjadi kotor karena dilempari kotoran. aku tidak diberi makanan, tidak diberi minum.


"moana?" ucap seseorang yang menggunakan jubah berdiri tegak di pembatas pagar tahanan.


"aku tidak melakukannya, percayalah" ucapku sambil menangis, berbaring lemas di lantai.


"aku sudah memiliki firasat buruk sejak kau mengatakan kau ditugaskan menjadi ketua pelayan.. aku akan membantumu keluar dari tahanan ini" ucapnya.


aku melirik wajahnya dan ternyata dia adalah Wolfa. Wolfa menatapku dengan mata berkaca-kaca. "Maafkan aku, andai saja saat itu..." ucap Wolfa sambil menangis


"inilah takdir yang kau dapat, maaf aku tidak bisa berbuat apa-apa saat kau dihukum" ucap Wolfa sambil menangis lalu jongkok di depan pagar tahanan.


"semua orang di rumah ini menjauhi kubu Roger, aku mencoba membela mu pada Ibu dan tuan kenari lainnya, tapi semua tidak percaya dan tidak merespon apapun padaku... aku minta maaf" ucap Wolfa.


aku mencoba bangun dan mendekati Wolfa yang sedang menangis, "Lalu tuan bagaimana?" tanyaku.


"Tuan sedang mencari bukti bahwa kau tidak bersalah"


"sangat percaya, aku yakin itu..." ucap wolfa sambil mengelus pipiku dari luar.


"tunggu sebentar lagi ya nak, kami akan menolong mu" ucap Wolfa


"waktunya habis! cepatlah keluar" penjaga teriak sangat kencang dari luar meminta Wolfa berpisah denganku.


"sampai jumpa, jaga dirimu baik-baik ya, aku yakin kamu kuat moana!" ucap Wolfa, lalu pergi.


"apa yang terjadi?"


"ini bukan takdir yang kumau"


"apakah aku bisa mengulang kembali waktu?"


"aku akan mengulang waktu dan tidak akan mengambil tongkat itu"


"aku ingin hidup senang, dilindungi oleh Roger"


"aku mohon ini menyakitkan"


"tolonglah aku tuhan" gumamku dalam hati.


"aku ingin hidup tenang dengan naga kecilku, aku ingin terbang bersama Roger.. aku ingin menghilangkan kutukan roger" ucapku sambil menangis.


***

__ADS_1


di tempat lain, Roger mencoba sekuat tenaga untuk mendapatkan bukti bahwa aku tidak bersalah. Roger mencoba menyakini ibu untuk tidak menyalahkan Moana dan pelayan lainnya.


*di kamar ibu*


"ibu, percayalah dia tidak mungkin melakukan itu" ucap Roger.


"Wanita gila itu menjual sampah kepadaku, lalu kau membela sampah itu?... dia mencoba membunuh tamu istimewa kita dan kau tetap membelanya? apa yang kau pikirkan?!" ucap ibu sambil membentak.


"ibu.. aku hidup sehari-hari dengannya, aku lebih tau betul seperti apa dia" ucap Roger.


"tapi dia terpilih menjadi penyihir, itu tandanya dia adalah penyihir sungguhan, dia wanita licik! dia ingin menguasai dunia" ucap ibu


"ibu.."


"berhenti memanggilku ibu! aku muak mendengarnya,


sudah ku bilang berkali-kali aku bukan ibumu!!" ucap Ibu


"ibuu.. sekarang bukan waktunya mengungkit itu.." ucap Roger dengan nada rendah, Roger menangis.


"pergilah dari sini sekarang juga!" ibu mengusir Roger dari kamarnya.


"keluarkan Moana dari tahanan buu, aku mohon"


ibu hanya diam pura-pura tidak mendengar ucapan Roger.


***


seseorang datang ke tahananku


"kau sudah bebas!" ucap Salah seorang penjaga


"benarkah?" tanyaku


"apakah barang bukti sudah ditemukan?" tanyaku pada penjaga.


penjaga itu tidak mengatakan sepatah katapun, dan hanya melepaskan borgolku yang menempel di tembok. aku dibawa ke luar dalam keadaan tangan diikat oleh rantai daun.


dalam keadaan lemas tak berdaya, rambut kusut sudah tak terpikirkan, pipi penuh lebam sudah tak terasa.


"yang penting aku bebas saat ini" ucapku dalam hati.


*kamar Lia*


"acting mu bagus kemarin, aku sangat puas" ucap Lia kepada Zoya.


"apa keuntungan yang kau dapat setelah kejadian ini?" tanya Zoya yang duduk di kasur Lia pura-pura sakit karena insiden keracunan teh kemarin.


"keuntungannya adalah, seseorang yang di sayangi Roger satu persatu meninggalkan dia, dia tidak akan lepas dari kutukannya" ucap Lia.


"apa kau sebenci itu kepada Roger?" tanya Zoya


"dia kandidat terkuat menjadi raja, semua syarat menjadi raja dimenangkan oleh dia, namun satu kekurangannya, dia terkena kutukan, itu menyulitkan dia namun menyenangkan buatku" Ucap Lia.


"benarkah? kau jahat serakah sekali" Ucap Zoya


"ah sepertinya aku ingin ke kamar mandi dulu, tunggu di sini ya" Ucap Lia

__ADS_1


ketika Lia keluar dari kamarnya, tiba tiba...


__ADS_2