
Suasana serasa hening saat itu, kami saling tatap.. aku menatap matanya, dia lalu mendekatiku, menggenggam kedua tanganku.. kepalanya mendekati wajahku, lalu dia mengecup bibirku dengan lembut di atas bunga matahari. setelah mengecup bibirku, dia menatap mataku dengan lembut, lalu tangan kirinya menyentuh pipiku, aku menutup mataku dan kita berciuman disana.. aku menikmati ciuman pertama kita, lembut sekali.. setelah ciuman itu, roger tersenyum padaku.. dan aku menciumnya balik..
aku memeluknya, lalu tangan kananku naik ke belakang kepalanya, tangan kiriku diam di pinggang Roger.
suasana romantis terasa saat kita berciuman dan kunang-kunang berterbangan diantara kita.
"aah aku bisa menaklukkan Roger!" ucapku dalam hati saat berciuman..
lalu kami saling tatap dan tersenyum.
*keesokan harinya*
aku berjalan-jalan di koridor rumah sendirian, lalu aku melihat dua angsa cantik kubu Lia yang sebelumnya memanggilku menjadi ketua pelayan pada acara penting.
aku bersembunyi dengan cepat di belokan tembok.
"ah jangan sampai aku bertemu dengannya! nanti kejadian itu terulang kembali" ucapku
"kejadian apa?" tanya seseorang di sebelahku
"aaaa" aku teriak karena kaget
"haii" ucap Romeo
"Romeo kau mengagetkanku" ucapku
"hehehe.. kakak sedang apa di sini?" tanya Romeo
"aku sedang berjalan-jalan"
"unggg aku ingin makan sesuatu, tapi bingung.. makan apa ya.. apa kaka bisa masak?" tanya Romeo
"mmmm bisa siii, tapii buat apa yaaa? engggg... aaaa kita bikin bolu saja" ucapku
"bolu? makanan apa itu?"
"ikuti saja aku, yuu kita buat bolu di dapur"
"baiklaaaah aku penasaran dengan makanan di duniamu dulu" ucap Romeo.
kita pergi ke dapur lalu menyiapkan bahan seperti terigu, mentega, air, gula, labu dan alat-alat.
"mmmm.. apa disini ada telur?" tanyaku
"telur apa?" tanya Romeo
"telur ayam.. biasanya membuat kue atau bolu, aku menggunakan telur ayam"
"telur ayaaaaaaamm??!" romeo kaget mendengar telur ayam di makan
"kau memakan bayi? kau jahat sekali" ucap Romeo
"aaah.. hehe iyaaa begitulah" ucapku
"aku tidak mau makan ini, kau membunuh bayi" ucap Romeo
"tidak.. aku tidak akan menggunakan bayii... jadi duduklah yaa" ucapku
aku membuat bolu labu tanpa telur.. semua bahan ku campur lalu disimpan ke loyang dan dimasukkan ke dalam oven.
"tunggu sebentar yaa, ini makanan kesukaanku jika aku ada di rumah dulu.. bibi ku selalu membuatkan ini ketika aku libur sekolah" ucapku.
"benarkah? aah aku tidak sabar untuk memakannya.. jadi ini resep dari bibi mu yaa?" tanyanya
"ungg, tapi sedikit di modifikasi karena tanpa menggunakan telur"
"arghh jadi bibimu juga memakan bayii?!. apakah dunia manusia sejahat itu?" tanya Romeo
"eeenggg aku sulit menjelaskannya" ucapku
lalu datanglah wolfa dan julian yang selesai latihan berpedang.
"kalian sedang apa?" tanya Wolfa
"kami sedang memanggang bola" ucap Romeo
"bukan bola tapi bolu" ucapku
__ADS_1
"aaah bolu.. " ucap Wolfa
"bolu apa?" tanya Julian
"bolu Labu.. ini bolu kesukaanku"
"benarkah, boleh aku meminta?" tanya Julian
"boleh sekaliii" ucapku
*tingg* suara oven yang menandakan bolu sudah matang
"aaah bolunya sudah mataaangg" ucapku.
aku mengeluarkan bolu dari oven dan menyimpannya di atas piring.
"waaaaaahh kelihatannya enak sekaliii" ucap Romeo
"aromanya enak bangeet" ucap Wolfa
"bolehkah aku memakannya?" Tanya Julian
"boleeehhh... silahkan makan saja" ucapku
"wahh bau apa ini?" orang yang sudah latihan datang ke dapur dan menyerbu bolu buatanku
"aw panas"
"pelan pelan dong"
"aku mauuu"
"aku juga mauuu"
"enaaaakkk" ucap mereka
"waaah habis"
"tidak apa-apa, aku sering makan itu dulu" ucapku
"aku akan minum jus mangga saja" ucapku
Ketika aku minum jus, gelas bersentuhan dengan bibirku membuatku ingat pada malam kemarin. dia mencium ku, tersenyum, memelukku..
"kyaaaaaaaa" aku teriak disana
"ini membuatku leleh" ucapku dalam hati
semua yang ada di dapur melihat ku
"tidak apa-apa, maaf maaf, lanjutkan kembali makan kue nya" ucapku
setelah selesai makan kue, mereka pergi dan aku masih minum jus mangga ku di depan teras kamarku.
kamarku bersebelahan dengan kamar Julian, dia keluar dari kamar lalu duduk di sebelahku.
"aku tadi pagi mengambil koran paling terbaru, katanya puteri Parkit diracuni oleh pelayannya hingga mati" ucap Julian
seketika aku kaget karena mengingat kejadian kemarin yang menimpaku.
"apakah namanya Zoya Parkit?" tanyaku
"ung.. kau mengenalinya?" tanya Julian
"tidak, aku hanya menebaknya.. karena aku pernah bermimpi tentangnya" ucapku yang mengalihkan pembicaraan.
"lalu bagaimana keadaan zoya?" tanyaku
"dia mati, lalu pelayan dan keluarganya dihukum mati" jawabnya
ahh itu yang terjadi padaku sebelumnya.. itu membuatku trauma jika ingat hufftt
"apa keluarga kenari akan pergi melayad?" tanyaku
"kurasa tidak, karena Ibu adalah musuh ratu parkit"
"benarkah?" tanyaku
__ADS_1
"bukannya kemarin mereka sahabatan yaa?" tanyaku dalam hati
"yaa, karena..." Julian menoleh kiri dan kanan.
"karena katanya Ratu parkit adalah selingkuhan ayah" ucap Julian
"woahh benarkah?" tanyaku dengan kaget
"takdir ini benar-benar berubah drastis" ucapku dalam hati
"dan rumor katanya, tuan Roger adalah anak ayah dari Ratu Parkit, itulah sebabnya ibu membenci Roger" ucap Julian
"oh.. wah banyak sekali rahasia ternyata"
"ungg.. dan rumor lain mengatakan dia terkena kutukan.. ya mungkin, karena aku tidak mau tau tentang kehidupan mereka" ucap Julian.
"ternyata takdir sesadis itu ya" ucapku.
"yaa begitulah"
***
keluarga Kenari berkumpul di ruangan rapat bersama petinggi istana.
"katanya negara pesisir kita mengalami konflik karena perebutan lahan, salah satu dari kita harus pergi ke sana untuk melerai masalah" ucap petinggi, lelaki si manusia kambing.
"bagaimana jika mengirimkan Alex, Romeo dan Roger ke sana?" ucap Ibu.
"alex berguna untuk bertukar informasi apa yang terjadi disana, Roger berguna sebagai pedang Kenari, dan Romeo dokter apabila ada yang sakit." ucap ibu
"lalu satu lagi, Lia tidak perlu pergi.. Lia diam saja di sini melindungi rumah" ucap ibu
"baiklah kami akan mengirimkan informasi ini ke Raja di istana" ucap petinggi istana
***
Roger pergi menemui ku yang sedang duduk bersama julian.
"Moana" Roger memanggilku.
"ah tuan" ucap Julian
*Roger melihat mata Julian*
"baik tuan" Julian pergi
"ada apa?" tanyaku pada Roger.
"ini rahasia, bolehkah aku masuk ke kamarmu?" tanyanya
"aahh.. silahkan masuk" ucapku
Roger masuk ke kamarku, lalu duduk di lantai.
"bagaimana?" tanyaku
"aku akan pergi ke pesisir, mungkin akan sedikit lama.." ucapnya
"mmm.. benarkah?" tanyaku
"yaa.." lalu dia mendekat dan menggenggam tanganku.
"maukah kau menungguku?" tanyanya
"ah.. yaa" ucapku dengan gugup
"jika aku mati disana, kau akan bagaimana?" tanya Roger
"tidak mungkin, karena kau kuat" ucapku menyemangati
lalu dia mengecup bibirku lagi
"ku anggap ini perjanjian, kau akan menjaga bibirmu untukku dan... semuanya untukku" ucap Roger yang tersenyum lalu berdiri
"ah yaaa baik!" ucapku
"sampai jumpa.. teruslah rindu padaku.." ucap Roger
__ADS_1
"yaa.. Roger"