
keesokan harinya di ruang utama istana, 5 manusia itu izin pamit pada Raja kenari.
"terimakasih raja.. aku sangat bersyukur bisa diselamatkan oleh anak-anakmu, pangeran Romeo dan Pangeran Kenari" Ucap Reno
"semoga kalian selamat di perjalanan"
"terimakasih Raja"
*di luar istana*
"kalian rencananya mau kemana?" tanyaku
"kita mau ke yasura saja" ucap Aka
"eh? yasura?"
"heem"
"kenapa kesana?"
"kami ingin menemui ratu jahat disana"
"..."
"konon katanya... siapa saja yang bisa menemui ratu, akan diberi 3 permintaan mutlak"
"benarkah?"
"yaaa"
"apa yang akan kau ucapkan?"
"1) kami ingin kaya 2) kami ingin memiliki kehidupan yang layak seperti pasangan, rumah, dan keadaan 3) kami ingin kembali ke dunia manusia"
"owaaaww.. hehe.. semoga permintaan itu dikabulkan oleh ratu ya... heheh"
"yaaa harus!"
mereka pergi
"sampai jumpa..."
"dadaaaaah"
"bye byee" ucap mereka
"dadahhh" ucapku
Roger berada di sisiku.
"kau tertarik ke Yasura?" tanyanya
"tidak..."
"sangat jelas di wajahmu, kau sangat tertarik"
"mmm... sebetulnya ibuku ada di yasura"
"benarkah?"
"ungg..." mengangguk
"jadi kau mau kesana?"
"tidakk.. aku tidak memiliki keinginan kuat, dan lagi aku sudah nyaman hidup tenang di sisimu"
roger tersenyum dan mencubit pipiku.
kami berdua mengunjungi kamar hana, disana sudah ada Romeo
"apa mereka sudah pergi?" tanya Romeo
"yaa... bagaimana kabar Hana?" tanyaku
"dia sudah membaik, namun kakinya masih lebam, luka di telinganya juga sudah kering"
"baiklah.. lekas sembuh Hanaaaaa" ucapku
hana tersenyum padaku
*tok tok* pelayan datang
"selamat pagi tuan,"
semua melirik pelayan
"tuan Romeo, kau dipanggil Raja"
"mmm baiklah" Romeo bangun dan pergi
"raja?" Hana terkejut
aku mendekati hana dan duduk di kursi sisi kasur.
"moana?"
__ADS_1
"ung?"
"ini.. dimana?"
"ini di istana kenari.."
"apa?!! jadi.... dia.. dia.. pangeran kenari"
"yaa... apa dia tidak cerita?"
"tidaakk..."
"..."
"dia hanya bilang, dia perantau yang tersesat. dia tidak bilang bahwa dia adalah pangeran kenari"
"tidak apa-apa, sekarang kau tahu kan? hehe"
dia melamun
"istirahat saja, tak perlu dipikirkan.. mungkin ada alasan mengapa dia tidak bercerita"
"sako.. kau apa kabar?" tanyaku
"kelihatannya?"
"kelihatannya kau sedang duduk.!"
"lalu?"
"lalu apa... susah banget nanya kabar ke kamu ya ishhh" ucapku
dia menatap sinis
"dia memang begitu sejak ibunya tiada" ucap Hana
"emmmm..."
"aku akan pergi, tolong jaga Hana" ucapku pada Sako
"tanpa diperintah pun, aku akan menjaganya!!"
"ishh"
"udah udah" ucap Roger
"aku pergi dulu ya Hana"
dia mengacungkan jempol kanannya.
"aaaa istana ini indah sekalii... aku sangat nyamaan"
Roger tersenyum
"kenapa kita tidak tinggal di sini saja?"
"aku tidak bisa menceritakan alasannya... yang pasti dalam istana tidak seindah cangkangnya"
"eeehhh ko gitu"
"kalau kau nyaman kita bisa tinggal disini lebih lama lagi. tapi kita tidak bisa menetap di sini. urusan kita ada di sana"
"oke okeee"
pelayan datang
"nona Moana, kau dipanggil oleh Raja"
"hanya moana?" tanya Roger.
"ya tuan"
aku dan Roger saling tatap
*kamar Raja*
"inikah raja?" gumamku dalam hati.
"dia tampak berbeda dengan sebelumnya"
"halo Moana, apa kabar?"
"aku sangat sehat Tuan" menunduk
"kau pasti bertanya tanya mengapa aku berbeda dengan Raja yang kau kenal, betul?"
"ahh iya tuan, heheh"
"inilah wujud ku yang sebetulnya.. aku sudah tua, bahkan aku tidak bisa berdiri lagi, kulitku sudah keriput, rambutku penuh dengan uban.. ini sepertinya kutukan dari sang Ratu, ibu. dia membenciku hingga seperti ini"
aku diam karena tidak tahu apa yang harus di ucapkan.
"lelaki yang kau lihat di rumah ke 2 adalah sayapku"
"ohh?? e .."
__ADS_1
"hahahha bagaimana bibimu?"
"dia sudah tiada tuan"
"benarkah? mmmm"
suasana hening, canggung.
"kau tidak akan bertanya mengapa kau ada di sini?"
"ehh apakah boleh, tuan?"
"tentu sajaa... kau tahu mengapa kau ada disini?"
"di jual?"
"salaahhh... bibimu tidak sejahat itu..!"
"ohh?"
"justru dia sudah memiliki firasat dia akan tiada, dia adalah temanku. dia menitipkan mu padaku... dia sangat menyayangimu... dia bilang kau tidak memiliki siapapun lagi di dunia manusia, jadi ku bilang bawa saja kau padaku."
"ooohhh benarkah?"
"kau ingat kotak hitam?"
"yaaa.."
"itu adalah pintu ku menuju dunia manusia... aku izinkan kau memiliki kuncinya. pertanda kau sudah siap ke dunia ini"
"ohh gituuu" gumamku dalam hati
"aaaaahh bibi maafkan aku"
"ukhuk ukhukk" raja batuk darah
aku lalu berdiri ke kasurnya
"tuan, kau baik-baik saja? aku harus panggil siapa?"
raja terus batuk
"ahhh darahh..!"
"tidak perlu khawatir, ini sudah biasa"
ekspresi ku tidak terkontrol, panik, takut..
"bagaimana di sana? kau senang bersama roger?"
"yaa tuan"
"ukhukk"
"sudahlah tuan, berhenti berbicara... kau sudah batuk darah"
"terimakasih moana, syukurlah kau bahagia bersama roger"
"ukhuk ukhukk ukhukk ukhukk"
karena batuk nya tidak berhenti, aku lari ke luar
"dokterrrr... panggil Dokter..."
dokter pribadi raja lari ke kamar
"raja..."
aku keluar kamar
"arghhhhh bikin takut aja"
aku menangis panik
...----------------...
di tempat lain, ada yang mengabari wanita misterius bahwa Gazakuma telah mati bunuh diri.
"ow dia mati ya?"
"ya nona, dia lebih memilih mati daripada mengucapkan namamu"
"ow hahahahahahahaahahaha dia menjadi pria sejati sesungguhnya hahahahahahahaahahaha hahaha hahaha"
...----------------...
beberapa hari setelah itu, Hana telah sembuh total, Kampung kumuh milik Hana di renovasi oleh pihak istana. Romeo merubah tempat itu menjadi kampung bersih dan indah, ada rumah sakit. Dokter istana dikerahkan ke sana untuk mengobati anak-anak.. memberi pakaian layak.. tempat tinggal layak.. makanan, air dan uang. Pasar bawah tanah, stolen dibubarkan pihak istana.. Roger membayar pedang 5x lipat, yang dibayarkan oleh anak buah Roger. Wolfeen masih mencari tahu siapa dalang kejadian ini. Wolfeen dan Teman temannya terus mendalami kasus dan menanyai semuaa anak buah gazakuma siapa dalangnya. namun sebagian memutuskan untuk bunuh diri dan sebagian memilih untuk diberi hukuman cambuk.
"aku yakin, dalangnya adalah orang dalam" ucap Wolfeen.
"seperti nya begitu."
"tapi siapa dia?"
aku, roger, Romeo dan Hana memutuskan untuk kembali ke Antonio.. meminta bibit tanaman, sayur dan tanaman obat untuk di tanam di rumah.
__ADS_1
Hana mengajak Romeo untuk tinggal bersama di rumahnya, menjadi ayah angkat bagi anak-anak. Romeo tersipu malu dan memutuskan untuk menjawab ajakan itu suatu hari nanti.