
Seorang lelaki datang dan berdiri di depan pintu ruangan tempatku berada..
"eh kamu?" tanyaku
***
"eh? sepertinya seseorang membutuhkan bantuanku"
"hari ini hari goa, apa dia pergi ke sana?"
"dia ceroboh tapi dia kuat"
"apa dia hati-hati disana?"
"aku tidak enak hati, aku harus kesana"
***
Seorang lelaki datang dan berdiri di depan pintu ruangan tempatku berada..
"eh kamu?" tanyaku
"kau tidak apa-apa moana?" ucap lelaki Roger yang sedang kelelahan karena lari.
"Roger tolong" ucapku sambil menangis dan kaget.
"kenapa dia datang?"
"dia mengikuti ku?"
"apa ini mimpi?"
"jangan mendekati kami, jika kau mendekati kami, aku akan menusuk leher wanita ini!" ucap Lelaki babi.
*pisau semakin dekat dengan leherku*
"Rogerr" ucapku sampai kakiku gemetar dan menangis
"kembalikan kekasihku atau kau akan menyesal" ucap Roger.
"kekasih?" tanyaku dalam hati
"siapa kekasih? akuu?" tanyaku dalam hati.
"pergi...!!" ucap lelaki babi
tiba-tiba lelaki itu melepaskan genggamannya.
ternyata dia ditarik oleh dahan berdaun, yang tidak lain itu adalah jurus yang dimiliki tuan roger.
aku pun mendekati tuan roger karena ditarik oleh dahan berdaun milik tuan roger.
tuan Roger membuka rantai yang mengunci tanganku dibelakang.
"kau bilang kau akan hati-hati" ucap Roger
"tapi kau diculik... sudah kubilang manusia tidak aman jika keluar rumah.. kau tau betapa tidak enaknya perasaanku di rumah tadi?!" ucap roger
"ma.." ucapku yang terpotong karena roger memelukku dari depan.
"kau tau tidak hah?!" ucap Roger sambil memelukku.
aku pun memeluk dia, tanganku menyentuh sayapnya.
"aah seperti ini sayap roger?"
"punggungnya.. ahh dia kurus sekali.."
"detak jantungnya kenceng bangeet yaa"
"aaaa pelukannya hangat bangeet" gumamku dalam hati
"maaf yaa.." ucapku pada Roger
*Roger melepas peluk dan tangan roger menggenggam tanganku*
dahan berdaun yang mengunci lelaki babi mengelilingi seluruh tubuhnya dan melayang bagaikan balon.
"kau akan ku kirim ke tahanan"
*tak* ketika dia menggunakan jurus 'hilang datang' yang melempar dia ke tahanan. mungkin? yang pasti saat itu lelaki babi mesum seketika hilang.
"coba kulihat tanganmu." ucap roger sambil melihat-lihat kedua tanganku.
*aku masih menangis*
"makasih yaa roger heuu" ucapku
__ADS_1
"ini semua salahku.. karena mengizinkanmu pergi tanpa denganku" ucap Roger.
*tiba-tiba gerombolan orang datang*
"aku mencium baunya disini"
"aku juga"
"tapi.. ini bau.."
"eeeeeeeeehhhh???..." mereka kaget melihat kami saling berpegangan tangan
"ekhm.. tuan Roger kenapa kau disini?" tanya Wolfa
"kau sadar anak buahmu diculik?!" ucap Roger
"maaf tuan, saya lengah" ucap Wolfa
"tapi kami menggunakan penciuman kami untuk mencari jejak Moana." ucap Thea
"suutt dia tuanku." ucap Wolfa ke Thea.
"ups.. maaf tuan" ucap Thea.
"kamu harus dihukum karena melakukan pelanggaran yang berat!" ucap Roger.
"berikanlah aku hukuman yang berat tuan!" ucap Wolfa
"aku juga tuan, karena aku.. Moana hilang" ucap Julian
"hukumannya, tinggalkan kami berdua. kami akan mengelilingi pusat kota berdua" ucap Roger
"eh?" ucap Wolfa dan Julian
"baik tuan" ucap Wolfa.
aku hanya menatap mata roger
"apa dia bersungguh-sungguh?"
"bibii... keponakanmu memiliki pangeran.."
"lihat sorotan matanyaa.."
"dia jahat kepada yang lain tapi tidak padaku.."
"tapi lebih tampan saat menatap mataku"
"tuaaan... rogerr... sepertinya aku mencintaimu" gumamku dalam hati.
"woaaaahhh sepertinya aku memang berada di akhirat.."
"sepertinya aku mati saat perjalanan ke Yasura"
"mungkin ini balasan tuhan karena merasa bersalah aku menderita di dunia"
"bahkan keberuntunganku di dunia lebih tipis dari selembar tisu"
"bahkan tisu itu sudah dibagi dua"
"tapi hari ini.. apakah ini akhirat yang mengikuti keberuntunganku?"
"terimakasih tuhan" gumamku dalam hati...
Wolfa, thea dan julian pergi meninggalkan kami. Roger memakaikan topeng bulu yang kupakai tadi.
***
aku dan roger memasuki tempat sayembara tongkat penyihir. disana baaaaaaanyakk sekali orang yang berkumpul.
"wah kaya studio sepak bola ya" ucapku ke Roger
"studio sepak bola? di duniamu?" tanya Roger
"ung" ucapku sambil mengangguk kepala.
aku duduk bersebelahan dengan Roger di Studio itu.
seorang kucing wanita berwarna putih dan kucing lelaki berwarna abu memasuki tempat ditengah-tengah lapangan.
"halo semuanya selamat malam" ucap wanita Kucing putih
"hari ini kita akan sayembara apaaa??" tanya lelaki kucing abu
"tongkat penyihirrrr" semua orang ditempat ini menjawab dengan antusias.
"Sudah sangat lama seperti nya yaa Chelsea, tidak ada yang mampu menaklukan tongkat penyihir ini" ucap Lelaki kucing.
__ADS_1
"betul sekali thomas, agar tidak menunggu lamaaa.. mari kita mulai sayembara ini dengan menghitung angka memundur.. tigaaa..." ucap Chelsea si kucing putih
"duaa..."
"satuuu.... sayembara diii mulai...." ucap Chelsea.
*terompet berbunyi tanda sayembara telah dimulai*
"siapa yang berani? ayo maju ke depaaan..." Thomas si kucing abu mengajak peserta maju ke depan.
masuklah lelaki anjing bulldog ke lapangan, mencoba menaklukkan tongkat penyihir.
"ayolah dukung aku" ucap anjing bulldog
"uuuuuuuuu" sorak penonton menyemangati bulldog di lapangan.
namun saat bulldog itu mencoba menyentuh tongkat... ketika hampir dekat tangannya tiba-tiba belok.. seakan-akan tidak bisa menyentuh tongkat itu.
"eh?.. eh?" lelaki bulldog terus mencoba menyentuh tongkat tapi tidak bisa.
"ayo semangat paakk" ucap Thomas.
"ahahahahahahh" semua orang di studio menertawakan lelaki bulldog yang tidak bisa menyentuh tongkat itu.
"Aaahh sayang sekali yaa, padahal aku yakin kau pasti bisa tapi sayang seribu sayang.. kau gagal di sini tuan.." ucap Chelsea.
"lalu siapa lagi??" ucap Thomas.
satu persatu orang yang penasaran pergi ke lapang untuk mencoba menyentuh tongkat penyihir itu.
"woaahh keren" ucapku yang terpesona melihat keajaiban tongkat penyihir yang mencari tuannya.
"moana tertarik menjadi penyihir?" tanya Roger
"tidak, aku hanya ingin tau.. apa yang terjadi pada tanganku jika aku menyentuh tongkat itu" jawabku.
"jika gagal bagaimana?" tanya Roger
"tidak apa-apa"
"jika menyakitimu bagaimana?" tanya Roger
"aku yakin Tuanku yang tampan ini bisa menyembuhkan ku" jawabku
Roger langsung terdiam.
"uuuuhh sayang sekali yaa.. semua masih ditolak oleh tongkat penyihir yang legenda ini" ucap Chelsea.
"aku akan mencoba, boleh ya?" tanyaku pada Roger
"ya.. hati-hati" ucap Roger
aku pergi ke lapangan untuk mencoba tongkat penyihir itu.
"wah kau akan mencobanya nona?" tanya Thomas.
"ung" jawabku sambil mengangguk kepala
"beri dia tepuk tangan dan semangatt" ucap Chelsea.
aku menatap mata Roger dari lapang, "ini bukan sembarang tatapan.. ini tatapan doa" ucapku dalam hati.
aku mendekati tongkat itu.. langkah demi langkah..
"inikah tongkatnya?"
"oh warna coklat yaa.."
"tongkat jelek itu apakah bau?"
"bau atau harum ya?"
"kira kira nyetrum ga ya?"
"atauu membuatku terbang?"
"atau membuatku berdarah lalu mati dan bangun kembali lagi ke ruangan awal dan bertemu Lia?"
"aishh jangan sampai balik lagi deh, nanti Roger sinis lagi"
*tanganku mendekati tongkat*
dan
*tap*
"eh?" ucapku.
__ADS_1
"eeeeeeehhh?!" sorak penonton melihatku.