Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
ini dunia apa? part 2>


__ADS_3

setelah aku pingsan kemarin, aku dibawa oleh seseorang yang tidak aku ketahui karena aku setengah sadar. tiba-tiba aku bangun dan di sekitarku dikelilingi oleh makhluk-makhluk yang aneh yang badannya setengah hewan yang memiliki sayap dan lain sebagainya dan mereka memiliki aroma yang aneh menurutku.


yang aku dengar mereka mengucapkan bwabwabwabwabwa.


aku pura-pura berbaring menghadap kanan dan bangun,


"help me pleaseeee ini dunia apa?" jeritku dalam hati


tiba tiba seorang burung berambut panjang, dan diikat menatap mataku yang sedang tertidur menghadap kanan (karena kebetulan kanan ku tembok sih)


"bwabwabwabwaaa" ucapnya dengan ekspresi senang


"aaaaaaa" aku teriak dan bangun sambil duduk di tempatku sebelumnya berbaring.


orang orang disekitarku melihat wajahku dengan heran, yang mereka ucapkan cuma bwabwabwabwa dan aku tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.


aku mencoba diam, tahan nafas, mencoba tenang, namun keringatku saja yang mengalir.


mereka pun yang melihatku ikut diam.


pemandangan yang ku lihat di kamar kecil ini hanyalah wanita yang berbadan beruang menggunakan kacamata bulat, kodok besar, manusia yang memiliki sayap, ular yang memiliki kaki.


ini buruk menurutku, ini seram, tapi mereka cantik. aku terheran-heran, mereka monster tapi mereka cantik.


"bwabwabwa?" ucapnya sambil memberikan kue yang mirip pia.


"aaaaaa... maaf maaf, aku gak tau ini apa.. ini tempat apaa heuuu" teriakku karena takut diserang oleh monster cantik ini.


tiba-tiba kaki dan tanganku terkunci oleh batang pohon yang entah dari mana. aku bagaikan diborgol, aku menangis dan mencoba pasrah karena aku pikir kehidupanku akan berakhir tragis di tempat aneh ini.


"wah selamat tinggal dunia.. aku akan dimakan oleh monster cantik ini" ucapku yang pasrah karena tangan dan kakiku diborgol oleh batang pohon.


seorang monster memberiku pia yang dia berikan tadi dan menyuruhku memakannya.


karena aku sudah pasrah dengan kehidupan, aku memakannya.


"mungkin ini mimpi, aku akan melewati ini dengan baik" ucapku dalam hati.


"manusia, apa kau baik-baik saja?" salah satu monster cantik itu bertanya padaku.


"eh?" tanyaku sambil terheran.


"kau berasal dari mana?" beruang cantik itu bertanya.


"apa ini mimpi?" tanyaku.


"mimpi itu apa?" tanya seorang monster ular cantik.


*aku melamun*

__ADS_1


"aku tidak mati, lah ini dimana woeee" teriakku dalam hati


"apa ini akhirat? apa aku sudah mati? apa kemarin kereta yang ku tumpangi mengalami kecelakaan dan aku langsung masuk ke akhirat?" tanyaku dalam hati


"aaahh bibi, apa kau disini juga?? aku berjanji akan membunuhmu disini untuk kedua kalinya." ucapku dalam hati.


*aku langsung berdiri dan berantusias akan membunuh bibiku yang meninggalkanku di dunia tanpa pamit*


"yosh!" ucapku sambil mengepal tangan


"namamu siapa?" tanya beruang cantik.


"ahh namaku moana utopia" jawabku.


"oh moana, kenalkan namaku Bukuma" ucap beruang cantik.


"halo moana, namaku Sunake" ucap ular cantik.


"namaku kenari" ucap burung cantik.


"hah kenari? hahahaha gak salah sih, dia burung. mungkin kalo di duniaku dia burung kenari, tapi dia cantik sih. mana seksi lagi" ucapku dalam hati.


"ohh jadi ini bukuma, sunake, dan kenari? dan ini satu lagi siapa namanya?" tanyaku sambil menunjuk manusia setengah kodok


"namaku froffy" jawabnya


"salam kenal semuanya" ucapku sambil salaman tangan dengan mereka


tapi heran, tangannya tidak terasa aneh, ini terasa seperti aku berjabat tangan dengan manusia lainnya. namun yang membedakan hanyalah tampilan mereka seperti monster, tapi aku tidak berbohong.. mereka cantik!


*seseorang seperti menatapku dari kejauhan*


keadaan disini hening sekali, dan aku seperti diawasi dari kejauhan.


"baik tuan" ucap kenari yang tiba-tiba berbicara tanpa ada yang bertanya


"apa?" tanyaku


"kau diperintahkan untuk pergi ke ruang tengah nyonya" jawabnya.


"nyonya? namaku moana!" ucapku


*sunake melepaskan borgolku*


"ikut aku" ucap Sunake


"uh" jawabku sambil mengangguk kepala.


aku mengikuti sunake yang berjalan mengikuti lorong-lorong yang sepi nan gelap ini.

__ADS_1


"apa ini gua?" tanyaku dalam hati


"serem woe, ini kemana?"


"semoga kehidupanku disini lebih menyenangkan dari sebelumnya" ucapku dalam hati dengan penuh harapan.


aku seperti dijaga dengan baik oleh empat orang ini, sunake di depan, bukuma, froffy, dan kenari di belakang ku.


"sedikit degdegan tapi sepertinya seru" ucapku dalam hati.


setelah melewati banyak lorong yang sepi dan gelap, kami sampai di suatu ruangan yang memiliki tembok terbuat dari kayu. seperti rumah tradisional tapi ini berbeda. lilin berada dimana mana.


*aroma yang ku hirup disurat itu tercium kembali*


"ah sepertinya ini Yasura, ibu! i miss you" ucapku sambil menatap pintu yang sedang dibuka perlahan oleh sunake dan bukuma.


*ptok* suara pintu terbuka


*heuppp* hening sekali di ruangan ini, dan tercium aroma yang ku rindukan kemarin.


yang kulihat, di ruangan itu terdapat 5 manusia burung yang sedang duduk di atas kursi sambil minum teh.


dua orang burung wanita yang memiliki rambut panjang, sayap yang cantik berwarna putih


tiga orang burung lelaki yang memiliki rambut yang wah, wajar seperti laki-laki berambut pendek, dua sayapnya hitam dan satu sayapnya coklat tua.


mereka duduk seperti huruf U, satu orang wanita duduk di tengah, sebelah kirinya seorang wanita cantik. dan sisanya laki-laki


semua menatapku dengan sinis, ini membuatku canggung. ini seperti rapat, tapi suasananya lebih berat dari rapat.


"masuklah" ucap wanita sedikit tua yang duduk ditengah.


aku pun masuk ke ruangan itu sendiri, karena sunake, bukuma, froffy dan kenari diam di luar.


hal aneh kembali terjadi.


ketika aku masuk, di depanku timbul meja, kursi, yang terbuat dari batang kayu. gelas terbang beserta tekonya yang menyajikanku teh hangat tanpa orang yang menyajikan.


ini membuatku tercengang, tapi aku mencoba untuk tenang.


mereka yang berada di ruangan ini menatapku dengan sinis, duduk tegap dengan sayap yang gagah nan indah.


aku melihat sekelilingku di ruangan ini, dari ujung ke ujung, kiri, kanan, depan, belakang, dan berakhir di tatapan ibu burung.


*ibu burung menatapku dengan sinis*


"kau dijual oleh bibimu kesini." ucap ibu burung.


"hah?!" reaksiku yang langsung berdiri karena saking kagetnya mendengar ucapan ibu burung.

__ADS_1


__ADS_2