Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan

Moana Dan Raja Iblis Yang Tampan
Pahlawan kesiangan!


__ADS_3

setelah gerobak tanpa roda itu terbang dengan cepat menuju pusat kota yang tidak jauh dari kediaman keluarga Kenari.. akhirnya kami sampai di pusat kota setelah perjalanan sekitar 25 menit.


gerobak itu yang disebut kapal, Wolfa masukkan ke dalam tasnya.


"eh masuk ke tas?" ucapku yang heran dengan keanehan di dunia ini.


"waah banyak sekali keanehan di dunia ini ya" ucapku.


"walaupun aku sudah 297 tahun di dunia ini, aku pun masih belum tau betul dengan keindahan dunia" ucap Wolfa


"haaaaah 297 tahun?!" ucapku


"oh kemarin kau ulang tahun ya ahhaha kau menua" ucap Julian yang memaki Wolfa


"kenapa kaget?! usiaku 405 tahun" ucap Julian


"405 tahun?!" ucapku


"memang usiamu berapa?" tanya Wolfa


"kalau di duniaku, usiaku tahun ini 22 tahun."


"hahah kau sangat muda, tapi tidak apa-apa dunia kita berbeda" ucap Julian sambil memegang pundakku.


"mari kita lanjutkan perjalanan kita" Ucap Wolfa


"yooo..." ucap Julian


Aku, Wolfa dan Julian berjalan kaki dan menggunakan jubah dan topeng bulu. kami berjalan, melewati pasar tumpah di pusat kota. ada yang menjual minuman, menjual kue, menjual pedang, buah-buahan, sayuran, dan satu hal uang yang menarik perhatianku yaitu ada orang yang menjual batu.


"ayo gadis cantik, belilah batu ini.. jika beruntung di dalamnya ada naga" ucap bapak kura-kura Penjual yang sudah sedikit tua.


"naagaa?!" ucapku sambil mendekati penjual batu itu.


"bapak menjual naga?" tanyaku ke penjual batu.


"yaa nona cantik, tapi hanya bagi orang yang beruntung saja. tidak semua orang mendapatkan naga" ucap bapak penjual.


"woaaa aku ingin membelinya..!!" ucapku dengan antusias


wolfa memukul kepalaku


"kau belok tanpa izin!" ucap Wolfa


"aah aku ingin naaagaaa" ucapku sambil memegang lutut Wolfa.


"itu bukan naga, itu batu!" ucap Wolfa


"ah.. temanku pernah mendapatkan anak ayam di dalam batu ini" Ucap Julian.


"yaa betul, di dalamnya ada bayi yang akan dewasa menjadi pembantu kita dengan kita mengurusnya sejak kecil." ucap penjual.


"jadi kita membeli bayi?" tanyaku


"bukan, ini roh yang tidak akan mati jika pemiliknya tidak mati. semua wanita melahirkan, namun ini perjanjian dengan roh" ucap penjual


"tapi aku ingin naga" ucapku


"aku tidak tau mana yang naga, tapi pastinya.. jika kau beruntung kau akan mendapatkan naga sesuai dengan kepribadianmu" ucap penjual.


"aah baikk aku akan membeli satu, jadi berapa harganya?" tanyaku


"2500 doman (sekitar 10juta)"

__ADS_1


"haaaaaaa" ucapku karena kaget mendengar harganya


"baiklah aku akan membelinya" ucapku sambil memberikan uang yang ada di dompetku.


"baik, kau tinggal pilih mau yang mana" ucap penjual.


*aku melirik semua batu cukup lama, aku menggunakan feelingku yang kuat sambil menutup mata*


"huaaahh" suara bayi kecil yang terdengar olehku saja menunjuk pada salah satu batu yang ada di ujung sisi kanan.


"ah sepertinya ini" ucapku sambil mengambil batu itu


"baik nona, selamat yaa.. kau tinggal tunggu saja, mungkin sehari setelah transaksi ini.. batu itu akan berubah sesuai dengan warna kepribadianmu dan keluar bayi roh" Ucap penjual


"okee, terimakasih paaa.. sampai jumpa" ucapku ke penjual.


*Kita melanjutkan perjalanan*


Wolfa berjalan di depanku, Aku berjalan bersebelahan dengan Julian. batu yang kubeli disimpan di tas selempang kecilku.


"kenapa kau begitu antusias dengan naga?" tanya Julian.


"karena aku belum pernah bertemu naga" jawabku


"hah.. pernyataan macam apa itu" ucap Julian


saat kami berjalan, seseorang berjalan dengan cepat dan menabrak ku dan tas selempang ku hingga terjatuh.


"eh apa apan dia?" tanyaku yang duduk di bawah karena terjatuh.


aku langsung membuka tas dan menggenggam batu tadi.. "aaaah nagakuu.. apa kau tidak apa-apa" tanyaku sambil mengelus-elus batu.


"aaaa retak sedikit" ucapku.


"kau tidak apa-apa?" tanya julian


"aishh dasar pemabuk, mana bau, ga liat-liat jalan lagi" ucap Wolfa


"berdirilah" ucap Wolfa sambil mengulurkan tangannya.


*kami melanjutkan perjalanan*


"woaaaaa" ucap Wolfa dengan mata berbunga-bunga


"kenapa Wol?" tanya Julian


"disana ada saudaraku yang bernama Thea" ucap Wolfa


Wolfa pergi mendekati saudaranya.


"thea itu siapa?" tanyaku


"tea adalah keluarganya dengan ras serigala, wolfa sebetulnya baik, tapi anggotanya yang selalu membuat dia menjadi wanita jahat" ucap Julian


"oohh.. lalu kita bagaimana?" tanyaku


"dekati mereka saja dulu untuk saling sapa" ucap Julian


julian jalan di depanku, karena pasar itu sangat ramai, jarak jalan kakiku dengan julian sedikit menjauh. tanpa di sadari julian sudah tertutupi oleh banyaknya manusia hewan lain yang ada di pasar ini.


*tap*


seseorang menarik tanganku dari belakang, aku mencoba melepasnya.. tapi tangan itu menarikku lebih kencang.

__ADS_1


"eehh apasii?" tanyaku sambil menarik tanganku


tapi dari arah belakang ada orang yang memukul pundakku, sehingga aku tidak sadarkan diri.


"Moana?" Julian memanggilku karena aku tidak ada dibelakangnya


"kenapa?" tanya Wolfa


"Moana tidak ada dibelakang ku" ucap Julian


"bukankah tadi denganmu?"


"iyaa tapi banyak gerombolan orang tadi.. kami terpisah" ucap Julian


"moana siapa?" tanya Thea manusia serigala saudari Wolfa


"dia temanku, manusia!" ucap Wolfa berbisik-bisik pada Thea


"heee?.. kau membawa manusia ke tempat ini?" tanya Thea


"katanya dia ingin mencoba menarik tongkat penyihir yang ada si sayembara nanti malam" ucap Wolfa


"tunggu apa lagi.. ayo kita cari!" ucap Thea


disisi lain, aku yang pingsan dimasukkan ke dalam wadah tabung besar yang muat ditubuh ku. tanganku diikat dengan rantai besar. lalu aku disimpan di suatu tempat yang dingin.


*aku tersadar*


"aaaa aku dimana?"


"tolongg.. tolongg" aku teriak namun tidak ada yang datang


"tolongg.. tolongg.. tanganku.. aaaa ini rantai besar banget woe sakit heuu.. toloongg"


"juliaaaaan... wolfaaaaa.. toloongg..." aku terus teriak sambil menangis


"ukhukk ukhukk.. aku ga bisa nafas ini tolong heuu"


*tak* seseorang membukakan wadah tempat aku dirantai.


"halo nona manis" ucap lelaki manusia babi yang sudah setengah bugil.


"siapa kamu?!" tanyaku


"aku adalah lelaki yang akan menjual mu.. huhahah.. setelah aku menabrakmu tadi, aku mencium aroma manusia pada tubuhmu.. tapi sebelum menjual pada ras burung, aku akan mencicipi tubuh manusia dulu huhahahaha" ucap lelaki babi.


"gaa.. gaaa.. gaaaaaaa...!!!" aku berteriak dengan ketakutan sambil menangis


rantainya semakin lama semakin mendekat dengan lelaki babi.


"gaaa.. aku mohon jangaann.. dasar babi busukk" aku menendang perut babi itu yang buncit.


"arghhh.. berani-beraninya kau manusia!" ucap lelaki babi sambil menampar dan menarik poniku sampai topengku lepas.


lelaki babi melepas jubahku, meraba tubuhku, dan ...


*draggg* suara pintu terbuka.


"moanaa.. apa kau disini?" seorang lelaki teriak dari kejauhan.


"toloooongg" teriakku sambil menangis


"sut sut sut" ucap lelaki babi sambil menodongkan pisau pada leherku.

__ADS_1


seorang lelaki datang dan berdiri di depan pintu ruangan tempatku berada..


"eh kamu?" tanyaku


__ADS_2